Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 17 Juni 2020

sayid nasrallahJakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyebut Washington menggunakan “Undang-Undang (UU) Caesar” sebagai senjata pamungkas untuk menaklukkan Damaskus setelah AS kalah perang di Suriah.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Baqeri menyatakan AS telah berusaha menyuap dan mengancam masing-masing awak kapal lima tanker minyak Iran yang mengantar bahan bakar ke Venezuela, tapi negara adi daya dan arogan itu gagal.

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menyatakan Israel menambah jumlah hulu ledak nuklirnya dari 80 menjadi 90 unit.

Berita selengkapnya:

Nasrallah: Kalah Perang di Suriah, AS Jadikan “UU Caesar” Senjata Pamungkas

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyebut Washington menggunakan “Undang-Undang (UU) Caesar” sebagai senjata pamungkas untuk menaklukkan Damaskus setelah AS kalah perang di Suriah.

“Tindakan AS mengandalkan UU Caesar merupakan pertanda kemenangan Suriah dalam perang militer dan di medan laga, karena UU itu adalah senjata pemungkasnya,” tutur Nasrallah dalam pidato televisinya, Selasa (16/6/2020).

Dia mengimbau bahwa para sekutu Damaskus untuk tidak akan membiarkan UU AS dalam memperluas sanksi terhadap Suriah itu dapat menundukkan Suriah.

“Para sekutu Suriah yang telah mendampinginya secara politik dan militer tidak akan berlepas tangan darinya dalam menghadapi perang ekonomi, dan tidak akan membiarkannya jatuh,” lanjutnya.

Pemimpin para pejuang Libanon berserban hitam sebagai tanda keturunan Rasulullah saw mengatakan, “Yang menjadi target UU caesar adalah rakyat Suriah dan pecahnya kembali perang saudara…  Bagi mereka yang telah mempersembahkan darah dan martir hendaklah tetap menjaga kesatuan Suriah, pantang tunduk kepada Amerika dan Israel, dan tak membiarkan UU Caesar mengalahkan Suriah.”

Dia menambahkan bahwa UU Caesar bertujuan melaparkan rakyat Suriah sekaligus rakyat Libanon.

“UU Caesar ingin melaparkan Libanon, sebagaimana hendak melaparkan Suriah,” katanya.

Dia mengatakan, “AS tidak meneropong Libanon kecuali demi kepentingan Israel, keamanan Israel, serta perbatasan darat dan laut serta masa depan rezim itu.”

Presiden AS Donald Trump pada 20 Desember 2019 meneken “Undang-Undang Caesar untuk Melindungi Warga Sipil di Suriah” atau disingkat “UU Caesar”. UU ini bertujuan memaksilkan tekanan ekonomi terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad.

UU ini mengatur langkah-langkah tambahan yang harus diambil terhadap perusahaan dan pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas yang menunjang operasi militer pasukan pemerintah Suriah.

UU ini mulai diberlakukan hari ini, 17 Juni, dan dinilai bertujuan merampas segala peluang dari Assad untuk menjadikan kemenangan militernya di lapangan sebagai modal politik. (rt/raialyoum)

Kru Kapal Tankernya Diancam AS, Iran Balik Menantang

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Baqeri menyatakan AS telah berusaha menyuap dan mengancam masing-masing awak kapal lima tanker minyak Iran yang mengantar bahan bakar ke Venezuela, tapi negara adi daya dan arogan itu gagal.

“Jenderal Baqeri mengatakan bahwa ketika tanker-tanker Iran dikirim ke Venezuela, AS semula mencoba menyuap dan kemudian mengancam kapten dan komandan awak kapal-kapal ini, tapi tak berhasil,” kata anggota Dewan Ketua parlemen Iran Alireza Salimi, mengutip pernyataan Jenderal Baqeri dalam rapat tertutup parlemen di Teheran, Selasa (6/6/2020).

Menurut Salimi, Jenderal Baqeri  menyebutkan bahwa sejumlah kapal perang AS berusaha membangkitkan ketegangan dengan menebar ancaman di Laut Atlantik, tapi kapal-kapal Iran dapat menyiasati keadaan dan mengandaskan plot tersebut.

Seperti diketahui, pada bulan lalu Iran mengirim lima kapal tanker yang mengangkut 1,53 juta barel bensin dan alkilat ke Venezuela untuk membantu negara ini mengoperasikan kembali kilang-kilang minyaknya di tengah krisis bahan bakar.

Iran Menantang

Sekjen Dewan Tingggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) Laksamana Ali Shamkhani ketika memastikan kapal-kapal Iran sedang dalam perjalanan pulang dari Venezuela, menyebut para pejabat AS sebagai para ideot yang termakan oleh arogansinya sendiri.

“Tanker-tanker Iran, setelah menyelesaikan misinya dengan sukses, akan kembali ke negara ini. Ini berarti bahwa strategi perlawanan aktif telah efisien, dan para idiot yang berusaha mengepung kami sekarang malah terperangkap dalam kepungan yang berasal dari kekuatan Iran, ” tulis Shamkhani di akun Twitter-nya.

Beberapa sumber Iran Senin lalu menyatakan Iran bahkan bisa jadi akan mengirim 2-3 kapal tanker minyak setiap bulan Venezuela sehingga, menurut mereka, menjadi tantangan terbuka bagi Presiden AS Donald Trump.

Dua sumber di antaranya mengatakan kepada Reuters, “Satuan militer tangguh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) adalah pihak yang menentukan kebijakan soal Venezuela.”

Seorang pengusaha Iran menyebut kebijakan Teheran itu sama persis dengan kebijakannya mengirim kapal ke Suriah.

“Ini merupakan keputusan strategis jangka panjang negara ini untuk memperluas pengaruh,” ujarnya. (fna/raialyoum)

SPIRI: Israel Tambah Persediaan Hulu Ledak Nuklirnya dari 80 Menjadi 90 Unit

Israel diperkirakan memiliki 80 hingga 90 hulu ledak nuklir, demikian dinyatakan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Senin (15/6/2020), sembari menyebutkan bahwa jumlah senjata nuklir Israel yang sebenarnya tetaplah sangat dirahasiakan.

Dalam sebuah laporannya, SIPRI menyebutkan bahwa Israel masih menutup diri terkait program nuklirnya, namun jumlah hulu ledak nuklirnya diyakini bertambah dari 80 menjadi menjadi 90  hulu ledak pada tahun 2019.

“Israel memiliki kebijakan lama untuk tidak mengomentari persenjataan nuklirnya,” bunyi laporan itu.

Pada tahun 2015, Institut Sains dan Keamanan Internasional yang bermarkas di Washington DC , Amerika Serikat, menyatakan bahwa Israel telah memproduksi 115 hulu ledak nuklir sejak mulai membuatnya pada tahun 1963.

Sumber-sumber asing lain pernah melaporkan Israel memiliki sekitar 200 hulu ledak nuklir.

Pada awal tahun ini, Israel melakukan uji coba baru rudal balistik antarbenua Jericho 3, sebagai bagian dari serangkaian uji coba yang mencakup berbagai jenis rudal.

Menurut situs Army Recognition,  militer Israel melakukan uji coba rudal balistik pada 31 Januari lalu, yang merupakan uji coba kedua rudal jenis itu dalam jangka waktu dua bulan.

Situs yang berbasis di AS itu menyebutkan, “Meskipun nama rudal itu tidak secara resmi diungkap oleh Israel, namun diyakini bahwa ini dilakukan dalam latihan militer yang meliputi ujicoba rudal balistik  permukaan-ke-permukaan jenis Jericho yang mampu membawa hulu ledak nuklir.”

Menurut SIPRI, AS, Rusia, Inggris, Prancis, Cina, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara sama-sama andil dalam kepemilikan atas sekitar 13.400 senjata nuklir pada awal tahun 2020. Padahal, lanjut lembaga itu, pada awal 2019 jumlah senjata nuklir yang dimiliki oleh negara-negara tersebut berjumlah 13.865.

“Sekitar 3.720 senjata nuklir saat ini dikerahkan oleh pasukan operasional, dan hampir 1.800 di antaranya disimpan dalam keadaan siaga operasional tinggi,” ungkap SIPRI.

Lembaga penelitian ini menyebutkan bahwa jumlah itu berkurang  “terutama karena pembongkaran senjata nuklir pensiunan oleh Rusia dan AS”, yang bersama-sama masih memiliki lebih dari 90 persen senjata nuklir global. (trtworld/alalam)