Jakarta, ICMES. Pasukan Israel menembak mati tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja, dalam sejumlah insiden terpisah di wilayah pendudukan Tepi Barat dan di gurun Naqab (Negev).

Muallaf Wilhelm Ott alias Khaled, petarung MMA asal Austria, memiliki cara tersendiri dalam menanggapi standar ganda khalayak dunia terhadap peperangan di dunia, antara yang terjadi di negara-negara Islam dan yang pecah belakangan ini di Ukraina.
Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Esmail Qaani, menyebut Amerika Serikat (AS) dan kaum Zionis ketakutan melihat berkembangnya kekuatan faksi-faksi pejuang resistensi di Timur Tengah.
Kenneth McKenzie dari Komando Pusat AS mengklaim ada ancaman yang terus meningkat dari gudang rudal balistik Iran.
Berita Selengkapnya:
Ketegangan Meningkat, 3 Orang Palestina, Termasuk Remaja, Dibunuh oleh Pasukan Israel
Pasukan Israel menembak mati tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja, dalam sejumlah insiden terpisah di wilayah pendudukan Tepi Barat dan di gurun Naqab (Negev).
Dalam serangan Israel di kamp pengungsi Balata di kota utara Nablus Selasa pagi (15/3), Nader Rayan, 17 tahun, gugur syahid terkena tembakan di bagian kepala, dada dan tangan, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina, sembari menyebutkan bahwa tiga warga Palestina lainnya terluka dengan kondisi satu di antaranya kritis.
Seorang juru bicara polisi perbatasan Israel mengkonfirmasi gugurnya seorang warga Palestina dengan mengklaim, “Seorang teroris menembaki pasukan kami yang merespons dan membunuhnya.â€
Serangan Israel di Balata mengakibatkan penangkapan seorang buronan Palestina, Ammar Arafat, yang ditangkap setelah rumahnya diserbu oleh pasukan Zionis.
Menurut media Palestina, Arafat dicari oleh Israel selama beberapa bulan. Rumahnya digerebek berkali-kali, dan keluarganya menerima ancaman bahwa dia akan dibunuh jika dia tidak menyerahkan diri.
Usai penangkapan itu, pasukan Israel dan orang-orang bersenjata Palestina terlibat baku tembak.
Korban gugur kedua, Alaa Shaham, 20 tahun, jatuh di kamp pengungsi Qalandiya di pinggiran utara kota Quds (Yerusalem). Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bhawa dia gugur diterjang peluru di bagian kepala, sementara enam warga Palestina lainnya menderita luka tembak.
Di kota Rahat di dalam gurun Naqab, sebuah unit pasukan Israel yang menyamar sebagai warga Palestina membunuh Sanad Salem al-Harbed , 27 tahun, ayah dari tiga anak.
Dalam sebuah pernyataan, polisi Israel menyatakan ada penembakan ke unit yang menyamar, yang berada di kota itu untuk menangkap dua tersangka.
Unit Israel “menetralisir pria bersenjata yang menjadi ancaman†dan tidak ada korban yang diderita, katanya.
Polisi mengatakan mereka menemukan pistol dan amunisi, dan menerbitkan foto yang mereka sebut sebagai pistol milik al-Harbed. (raialyoum/aljazeera)
Cara Unik Muallaf Petarung MMA Wilhelm Ott Kecam Standar Ganda Dunia dalam Perang Ukraina
Muallaf Wilhelm Ott alias Khaled, petarung MMA asal Austria, memiliki cara tersendiri dalam menanggapi standar ganda khalayak dunia terhadap peperangan di dunia, antara yang terjadi di negara-negara Islam dan yang pecah belakangan ini di Ukraina.
Dalam sebuah video berdurasi 27 detik yang diunggah di situs pribadinya dan kemudian dimuat oleh channel Orient di Youtube dan Aljazeera di Instagram, Senin (14/3), terlihat Wilhelm Ott tampil sembari memunculkan gambar-gambar dampak perang di negara-negara Islam Suriah, Libya, Palestina, Yaman, Irak, Afghanistan dan terakhir negara non-Muslim Ukraina.
Ketika menampilkan gambar kehancuran akibat perang di negara-negara Islam, Ott mengancungkan jari telunjuknya dan menempelkannya ke bibir sebagai isyarat kebungkaman khalayak dunia. Tapi ketika muncul gambar dampak perang Ukraina dia menunjukkan mimik wajah terkejut, panik dan prihatin.
Ott mengumumkan dirinya masuk Islam melalui video yang ia bagikan dengan 47,3 ribu pengikutnya di Instagram pada April 2020.
Dalam video yang mencapai seperempat juta tampilan, dia terlihat mengucapkan syahadat dan menyatakan pertobatannya.
Dalam keterangan panjang dengan video, petarung MMA dari Austria ini menyatakan;
“Krisis Corona memberi saya istirahat yang diperlukan untuk menemukan iman saya lagi. Islam telah mengokupasi saya selama bertahun-tahun. Tetapi ada juga saat-saat ketika saya tidak dapat berbuat apa-apa dan saya membiarkan diri saya dipengaruhi secara politik. Tetapi ketika saya mengalami kesulitan kali, iman Islam memberi saya kekuatan yang diperlukan. Hidup naik dan turun.”
Dia kemudian menandaskan, “Iman saya sekarang cukup kuat sehingga saya dapat mengenali satu-satunya Tuhan yang benar serta mengucapkan syahadat dan mengatakannya dengan bangga, ya saya seorang Muslim.”
Wilhelm masuk Islam istrinya, Michelle Birringer, dan mengulang pernikahan mereka secara islam pada 31 Mei 2020 di Kantor Pusat Federasi Islam Traiskirchen, sekira 20 kilometer (km) dari Ibu Kota Austria, Wina.
Dia mengenal Islam dari teman-temannya serta menyatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran dan damai, tidak seperti dikesankan oleh media di Barat. (orient/albawaba/aljazeera)
Jenderal Iran: Para Zionis Tidur Berselimut Ketakutan di Malam Hari
Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Esmail Qaani, menyebut Amerika Serikat (AS) dan kaum Zionis ketakutan melihat berkembangnya kekuatan faksi-faksi pejuang resistensi di Timur Tengah.
Dalam pidato pada sebuah seremoni yang dihadiri oleh para kader IRGC, Selasa (15/3), dia menegaskan, “Berdiri menghadapi kekuatan-kekuatan jahat adalah kebanggaan bagi kami, dan para Zionis tidur malam dalam kondisi takut dan cemas… Orang-orang Amerika sekarang takut terhadap faksi-faksi resistensi di kawasan, dan mengatakan, ‘Kami tak punya lagi pasukan tempur di Irak’.â€
Menanggapi serangan rudal yang dilancarkan IRGC pada Ahad lalu terhadap sarang intelijen Israel di Erbil, Irak, penerus martir besar Iran Jenderal Soleimani itu mengatakan, “Para Zionis malas tidur karena ketakutan dan gemetaran di malam hari, takut bangun mendadak, dan mereka telah kehilangan sebagian tanah pendudukan.â€
Menyinggung kekuatan Hizbullah Lebanon, dia mengatakan, “Pemuka resistensi Sayid Nasrallah telah berbicara secara terbuka mengenai produksi masif rudal dan drone Hizbullah Lebanon, dan ini sangat mengerikan dan mematikan bagi entitas Zionis.â€
Mengenai Yaman, Esmail Qaani mengatakan, “Para pemuda tekad Yaman berkemampuan mengakses teknologi pembuatan senjata, perlengkapan militer, rudal dan drone, dan memperlihatkan resistensinya terhadap aliansi agresor.†(alalam)
Jenderal AS: Kemajuan Program Rudal Iran “Luar Biasa†dan Menjangkau Israel
Kenneth McKenzie dari Komando Pusat AS mengklaim ada ancaman yang terus meningkat dari gudang rudal balistik Iran.
Kepada anggota parlemen, Selasa (15/3), dia mengatakan bahwa Iran sekarang memiliki sekitar 3.000 rudal balistik yang sebagian di antaranya menjangkau kota Tel Aviv di Israel (Palestina pendudukan 1948).
“Tidak satu pun di antaranya dapat mencapai Eropa, tapi selama lima hingga tujuh tahun terakhir mereka (Iran) telah banyak berinvestasi dalam program rudal balistiknya,†ujar McKenzie.
“Rudal mereka memiliki jangkauan yang jauh lebih besar dan akurasi yang ditingkatkan secara signifikan,†tambahnya, sembari menyebut kemajuan program rudal Iran sebagai “luar biasa.â€
McKenzie juga memastikan Teheran telah membuat kemajuan besar dalam pengembangan pesawat nirawak jarak jauh dengan kapabilitas yang meningkat, dan berupaya mengembangkan rudal jelajah serangan darat, yang dirancang untuk mencapai target berbasis darat tetap atau bergerak yang telah ditentukan sebelumnya.
McKenzie yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah melontarkan klaim tersebut beberapa hari setelah beberapa rudal balistik Iran menghantam kota Erbil di Irak utara dekat kompleks konsulat AS, menghancurkan beberapa bangunan.
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim serangan itu menarget “pusat strategis” Israel sebagai balasan atas agresi Israel belakangan ini terhadap Iran.
McKenzie enggan berkomentar mengenai tujuan Iran dalam serangan itu, namun mengatakan kepada anggota parlemen, “Kami tidak percaya serangan akhir pekan lalu, rudal balistik, benar-benar ditargetkan terhadap kami.”
Dia memperingatkan bahwa Iran terus menyorot Irak sebagai medan pertempuran utama dalam upayanya menghalau AS dari Timur Tengah.
“Itulah kami yang paling terdistribusi, yang paling rentan,†kata McKenzie, meskipun dia menganggap upaya Iran dan para sekutunya untuk mengusir AS dengan menggunakan kekuatan telah gagal. (voa)







