Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 15 Januari 2020

hizbullah irakJakarta, ICMES. Seorang komandan militer AS di Lanud Ain Assad, Irak, menceritakan bahwa pasukannya di situ bersembunyi selama beberapa jam di dalam bunker ketika mendapat gempuran rudal Iran yang “belum pernah terjadi sebelumnya” sehingga“tak dapat dipercaya”.

Brigade Hizbullah Irak mengumumkan bahwa rakyat Irak sedang menyongsong gerakan akbar di mana  suku-suku Sunni di Anbar dan Mosul siap berpartisipasi melawan “pendudukan” AS atas Irak.

Jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke sebuah pangkalan udara di bagian tengah Suriah, dan unit pertahanan udara Suriahpun mencegat sejumlah rudal, namun empat rudal di antaranya menimpa target dan menyebabkan kerusakan material.

Berita selengkapnya:

Militer AS di Ain Assad Mengaku Bisa Selamat dari Rudal Iran Berkat “Mukjizat Tuhan”

Seorang komandan militer AS di Lanud Ain Assad, Irak, menceritakan bahwa pasukannya di situ bersembunyi selama beberapa jam di dalam bunker ketika mendapat gempuran rudal Iran yang “belum pernah terjadi sebelumnya” sehingga“tak dapat dipercaya”.

Seperti dimuat website France 24, Selasa (14/1/2020), dalam sebuah wawancara eksklusif dengan AFP, di pangkalan udara Ain al-Asad di Irak barat, Letkol Tim Garland mengatakan bahwa atasannya telah memberinya “beberapa jam peringatan di muka” pada Selasa malam lalu (7/1/2020) bahwa akan terjadi serangan dari Iran.

“Reaksi pertama saya adalah kaget, tidak percaya pada awalnya,” katanya, skeptis bahwa Iran akan mampu dan “nekat” melakukan serangan ke Ain al-Asad.

Pangkalan udara itu menjadi sasaran pembalasan atas tindakan AS membunuh jenderal tersohor Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara di Baghdad pada 3 Januari 2020.

Disebutkan bahwa pangkalan itu merupakan yang salah satu pangkalan udara terbesar di Irak dan ditempati oleh 1.500 tentara AS yang notabene bagian terbesar dari pasukan koalisi  yang ada di Irak.

Menurut Garland, mengamankan pasukan-pasukan itu merupakan tindakan berpikir cepat dan koordinasi lintas komandan angkatan darat dan udara di Ain al-Asad, dan pada pukul 11 malam waktu setempat pasukan AS dan koalisi telah dievakuasi dari tempat tidur dan kantor mereka, dan bersembunyi di bunker yang dibentengi atau tersebar di Pangkalan.

Mereka menunggu, tegang, selama lebih dari dua jam sehingga komandanpun bahkan sempat tak menduga terjadi ledakan setelah itu.

“Ketika putaran pertama masuk, itu adalah suara paling keras, paling kuat yang pernah saya dengar,” kenang Garland.

Dia melanjutkan, “Ada sesuatu yang tidak wajar di udara. Prosesnya bergerak, prosesnya memanas; gelombang kejut yang datang dan menekan pintu dan menerjangnya hingga terlepas ,” katanya.

Mulai pukul 1:35 dini hari dan selama tiga jam berikutnya, sekitar lima unit rudal balistik menghantam pangkalan dengan berbagai interval.

“Saya tidak begitu takut untuk waktu yang lama. Sudah lama… Kami tidak tahu bagaimana jadinya – jika akan ada efek pemboman karpet ” kata Garland.

Ketika serangan berhenti sekitar pukul 4 pagi, para komandan dan tentara muncul dari bunker mereka ke api yang membakar di pangkalan, lebih dari selusin lokasi yang terkena dampak tetapi “secara ajaib, tidak ada korban”.

Dua tentara yang berada di menara jaga terlempar keluar dari posisi mereka tetapi hanya menderita gegar otak, kata komandan itu.

“Bagaimana mereka bisa selamat adalah mukjizat Tuhan,” kata Garland.

Dia mengatakan tembakan yang menghantam markas itu diatur sedemikian rupa untuk mengelabui tentara agar mengira pemboman itu sudah berakhir.

“Sudah cukup waktu untuk membuatmu merasa aman. Menurut pendapatku itu dimaksudkan untuk menimbulkan korban,” kata Garland.

Komandan Koprs Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Hossein Salami pada Ahad lalu mengatakan bahwa rudal yang ditembakkan pada dini hari Rabu itu tidak ditujukan untuk membunuh personil AS.

Menurut AFP, tempat tinggal seorang prajurit benar-benar hancur dan masih berbau logam hangus.

Tentara yang tinggal di sana mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah kehilangan semua barang-barang pribadi mereka; pakaian, buku, foto keluarga mereka dan kenang-kenangan yang telah mereka bawa lebih dari satu dekade di militer.

Tetapi mengingat intensitas serangan, Garland mengatakan, mereka beruntung.

“Teater serangan rudal balistik. Itu belum pernah terjadi sebelumnya,” pungkasnya. (france24)

Moqtada Sadr Serukan Gerakan Anti-AS, Brigade Hizbullah Tegaskan Semua Suku Siap Bangkit

Brigade Hizbullah Irak mengumumkan bahwa rakyat Irak sedang menyongsong gerakan akbar di mana  suku-suku Sunni di Anbar dan Mosul siap berpartisipasi melawan “pendudukan” AS atas Irak.

Hal ini dinyatakan Brigade Hizbullah Irak  melalui siaran pers yang dirilis yang dirilis oleh biro politiknya beberapa jam setelah ulama muda dan berpengaruh Irak Sayid Moqtada Sadr menyerukan gelombang unjuk rasa akbar anti-AS di Irak.

“Ada beberapa opsi di depan tantangan ini, termasuk terjun ke gelanggang baru pertarungan, yaitu kesiapan untuk revolusi rakyat secara terpadu untuk melawan pendudukan AS yang bengis,” ungkap Hizbullah Irak, Selasa (14/1/2020).

Pernyataan itu juga menegaskan, “Bangsa kita yang pejuang dan sabar sedang menyongsong laga akbar yang akan membuktikan kepada kaum arogan bahwa bangsa ini merupakan satu raga dan satu darah sehingga janganlah kaum itu mengandalkan upaya pemecah belahan bangsa ini, dan kaum itu akan melihat bagaimana kelompok-kelompok adat Anbar dan Mosul yang tulen akan berlaga bersama suku-suku lain yang ada di bagian tengah dan selatan serta bahu membahu melawan pendudukan Amerika.”

Brigade Hizbullah memastikan bahwa pelanggaran dan kecongkakan AS sudah merajalela di Irak bersamaan dengan bertambahnya jumlah mereka dan semakin bersikerasnya mereka untuk melawan arus kehendak bangsa Irak dengan cara menolak keputusan parlemen Irak untuk pengeluaran pasukan AS dari Irak.

Brigade Hizbullah mengingatkan bahwa AS “semakin jelas tidak menghormati kehendak bangsa Irak, tidak sedikitpun menghargai undang-undang internasional, dan bukannya mundur tapi malah meninggikan retorika agresifnya”.

Seruan pengeluaran tentara AS dari Irak membahana di Negeri 1001 Malam ini setelah mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani dan wakil ketua pasukan relawan Irak Hashd Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, tewas diteror AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari lalu. (raialyoum)

Israel Menyerang Lanud T-4 di Suriah

Jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke sebuah pangkalan udara di bagian tengah Suriah, dan unit pertahanan udara Suriahpun mencegat sejumlah rudal, namun empat rudal di antaranya menimpa target dan menyebabkan kerusakan material.

Kantor berita Suriah, SANA, saat melaporkan hal tersebut, mengutip keterangan sumber militer bahwa pada Selasa malam (14/1/2020) bahwa pesawat-pesawat Israel melancarkan agresi udara baru ke Pangkalan Udara (Lanud) T-4  dari arah daerah Al-Tanf.

Al-Ikhbariya al-Suriah menyebutkan kabar bahwa musuh menyerang pangkalan militer itu dengan jet tempur dan rudal, sementara sumber militer Suriah menyatakan bahwa lanud di bagian timur provinsi Homs itu mendapat serangan rudal pada Selasa malam.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media resmi Suriah, sumber itu menjelaskan, “Jet-jet tempur Israel melancarkan agresi udara baru ke Lanud T-4 dari arah kawasan Al-Tanf, dan segera unit pertahanan udara kami menghadang rudal musuh serta menjatuhkan beberapa di antaranya, sementara empat rudal mencapai daerah sasaran, namun kerusakan terbatas pada materi. ”

Sumber yang dekat dengan pasukan pemerintah Suriah menuduh pasukan AS yang mengendalikan daerah Al-Tanf di perbatasan Suriah-Irak  ”memfasilitasi perjalanan pesawat tempur Israel yang membom Lanud T-4″.

Beberapa sumber pemerintah Suriah mengatakan kepada DPA bahwa beberapa pesawat nirawak dikerahkan dalam pemboman itu dan beberapa diantaranya tertembak jatuh.

Pihak oposisi Suriah menyatakan bahwa T-4 merupakan pangkalan utama Iran di Suriah, dan target yang diserang saat itu adalah markas dan gudang-gudang senjata pasukan Iran.

Lanud T-4 sudah beberapa kali mendapat serangan Israel, dan yang terbaru di antaranya terjadi pada April 2019. (raialyoum)