Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 14 Juli 2021

hizbullah tawan tentara israelJakarta, ICMES. Kelompok pejuang Hizbullah merilis dokumentasi video baru yang merekam sebuah peristiwa pertempuran sengit di mana mereka berhasil melumpuhkan mobil patroli militer Israel kemudian meringkus tentara Zionis yang ada di dalamnya.

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dalam sebuah kontak  telefon dengan presiden terpilih Iran Sayid Ebraim Raisi menyebut hubungan antara Hamas dan Iran “terjalin kuat, mendalam dan solid”.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah menyerukan kepada faksi-faksi pejuang Irak agar mengintensifkan serangan terhadap pasukan AS.

Pemerintah Iran mengutuk campur tangan AS dan beberapa negara Barat dalam aksi protes yang terjadi belakangan ini di Kuba, dan menyerukan pencabutan segera sanksi AS.

Berita Selengkapnya:

Hizbullah Rilis Video Seru Penawanan Tentara Zionis, Jurnalis Israel Mengkonfirmasi

Kelompok pejuang Hizbullah merilis dokumentasi video baru yang merekam sebuah peristiwa pertempuran sengit di mana mereka berhasil melumpuhkan mobil patroli militer Israel kemudian meringkus tentara Zionis yang ada di dalamnya.

Dilaporkan bahwa peristiwa itu terjadi dalam sebuah operasi militer Hizbullah bersandi “Al-Wa’ad Al-Shadiq” (Janji Yang Benar) di wilayah perbatasan Libanon-Israel (Palestina pendudukan 1948) dalam perang Hizbullah-Israel yang berkobar selama 12 hari pada bulan Juli 2006.

Operasi itu dilancarkan Hizbullah demi memenuhi janjinya untuk membebaskan para anggotanya yang ditawan oleh Israel.

Operasi itu dilakukan pada sekitar jam 09.00 hari Rabu 11 Juli 2006. Sebuah regu tentara Zionis yang terdiri atas 6-8 personil dan sedang berpatroli di dekat kawasan Khillah Wardah di Libanon selatan dilumpuhkan oleh Hizbullah dengan ledakan sebuah bom yang sontak menghentikan mobil patroli Zionis.

Beberapa tentara Zionis tewas akibat ledakan itu, sedangkan yang selamat terlibat kontak senjata langsung dengan para pejuang Hizbullah hingga kemudian dua tentara Zionis berhasil diringkus dan ditawan oleh Hizbullah.

Jurnalis militer saluran 13 Israel, Selasa (13/7), mengkonfirmasi keaslian video beruasi 5 menit 48 detik yang dirilis Hizbullah melalui Media Perang Poros Resistensi cabang Libanon tersebut, dan menilai sengaja dipublikasi oleh Hizbullah sekarang dalam rangka perang mental terhadap Israel.

“Video operasi penawanan dua tentara Israel pada Juli 2006 yang kemarin dirilis Hizbullah itu faktual,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Ini merupakan perang urat saraf Hizbullah dalam peringatan 15 tahun perang tersebut. Hizbullah tahu persis bahwa media Israel, terutama televisinya, akan mengambil dan menayangkan video ini.” (fna)

Hubungi Presiden Terpilih Iran, Ismail Haniyeh Puji Hubungan Teheran dengan Hamas

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dalam sebuah kontak  telefon dengan presiden terpilih Iran Sayid Ebraim Raisi menyebut hubungan antara Hamas dan Iran “terjalin kuat, mendalam dan solid”.

Hamas dalam sebuah statemennya, Selasa (13/7),menyatakan bahwa Haniyeh mengungkapkan penilaian itu dalam sebuah kontak telefon dengan Sayid Raisi segera setelah Raisi diumumkan sebagai pemenang pilpres Iran pada Juni lalu.

Haniyah menggaris bawahi “teguhnya hubungan antara Hamas dan Republik Islam Iran” dan memuji besarnya dukungan Iran kepada Palestina dalam perlawanan terhadap pendudukan Rezim Zionis Israel.

“Hubungan kita kuat, mendalam dan solid,” ujar Haniyeh kepada Sayid Raisi.

Di pihak lain, Raisi yang akan dilantik sebagai presiden Iran pada Agustus mendatang mengatakan, “Hubungan Republik Islam Iran dengan kubu resistensi dan rakyat Palestina serta urusan Palestina merupakan hubungan strategis yang konstan.”

Dia menambahkan, “Perang Pedang Quds membuka lembaran baru dalam resistensi terhadap pasukan pendudukan, dan membuktikan bahwa kubu resistensi memiliki opsi strategis untuk penyelesaian perkara Palestina.”

Perang Pedang Quds adalah perang terbaru para pejuang Palestina di Gaza melawan Israel pada 10-21 Mei lalu.

Sayid Raisi juga mengecam berlanjutnya blokade Israel terhadap Jalur Gaza dan menyebutnya “menyalahi kaidah undang-undang internasional dan harus berhenti”.

Lebih dari dua juta orang Palestina di Jalur Gaza terdera oleh kesulitan ekonomi akibat blokade Israel yang diterapkan Israel sejak Hamas memenangi pemilu legislatif Palestina pada tahun 2006. (raialyoum)

Iran Dilaporkan Menyeru Para Pejuang Irak Tingkatkan Serangan terhadap Pasukan AS

Tiga sumber dari faksi-faksi bersenjata dan dua sumber keamanan Irak menyatakan bahwa komandan terkemuka pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pertemuan di Baghdad pada pekan lalu telah menyerukan kepada faksi-faksi tersebut agar mengintensifkan serangan terhadap pasukan AS yang bercokol di Irak.

Serangan terhadap pasukan AS meningkat di Irak dan Suriah setelah delegasi Iran yang dipimpin oleh kepala intelijen IRGC Hossein Taeb berkunjung ke Irak menyusul peristiwa serangan udara AS terhadap pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi yang didukung Iran di perbatasan Irak-Suriah pada 27 Juni lalu.

Menurut laporan Reuters yang dikutip Rai Al-Youm, Selasa (13/7), tiga sumber tersebut menyatakan bahwa delegasi Iran menganjurkan pembalasan dan memperluas skala serangan terhadap pasukan AS di Suriah, namun sembari menasehati para pejuang Irak agar tidak bertindak terlampau jauh dalam hal ini demi menghindari eskalasi besar.

Dilaporkan bahwa Kemlu Iran enggan menjawab pertanyaan Reuters tentang ini, dan kantor berita yang bermarkas di London ini juga gagal menghubungi para pejabat kantor Humas IRGC.

Jauh hari sebelumnya pada bulan ini Wakil Iran di PBB membantah tuduhan AS bahwa Iran menyokong serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah, namun dia juga mengutuk serangan udara AS terhadap pasukan relawan Irak.

Laporan lain menyebutkan bahwa AS mulai mengerahkan perlengkapan khusus untuk pertahanan udara di komplek gas Conoco yang ditempati oleh pasukan AS di Provinsi Deir Ezzor, Suriah, beberapa hari setelah AS memasang sistem pertahanan udara di pangkalan terbesarnya di komplek ladang minyak Al-Omar.

Saluran Al-Mayadeen yang berbasis di Libanon melaporkan bahwa AS telah memasukkan perlengkapan yang diangkut dengan lebih dari 60 truk, termasuk perlengkapan khusus pertahanan udara, setelah pangkalan-pangkalan militernya di Suriah mendapat serangan sejak sekira dua pekan lalu. (raialyoum/almayadeen)

Iran Kutuk Campur Tangan AS di Kuba

Pemerintah Iran mengutuk campur tangan AS dan beberapa negara Barat dalam aksi protes yang terjadi belakangan ini di Kuba, dan menyerukan pencabutan segera sanksi AS.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam (13/7) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyebut campur tangan itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional, dan menyerukan segera diakhirinya sanksi sepihak AS terhadap berbagai negara, termasuk Kuba.

“Kuba telah menghadapi sanksi AS yang meluas selama lebih dari enam dekade,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa sanksi AS telah merusak ekonomi Kuba dan mata pencaharian rakyatnya, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Khatibzadeh menyalahkan AS dalam masalah Kuba dan mengatakan bahwa Washington tak berwenang mencampuri urusan dalam negeri Kuba dengan menyatakan dukungannya kepada demonstrasi protes.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran lantas menyatakan solidaritas Iran dengan rakyat dan pemerintah Kuba. (mna)