Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 14 April 2021

nuklir iranJakarta, ICMES.  Pemerintah Teheran mengungkap sejumlah nama dan identitas para pelaku upaya sabotese, spionase dan penggagalan proyek nuklir Iran yang terjadi selama ini.

Delegasi perunding nuklir Iran mengaku telah memberitahu Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bahwa Teheran akan memulai pengayaan uranium dengan kemurnian 60%.

Lembaga Observatorium Al-Azhar untuk Memerangi Ekstremisme mengeluarkan peringatan mengenai adanya rencananya baru ISIS setelah kelompok teroris ini menebar hasutan kepada para pengikutnya.

pasukan AS memindah para teroris ISIS dari penjara-pejara yang dikuasai milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di provinsi Hasakah ke Ladang Minya Al-Omar di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur.

Berita Selengkapnya:

Pertama Kali, Teheran Ungkap Daftar Nama Mata-Mata dan Sabotase Anti-Nuklir Iran

Pemerintah Teheran mengungkap sejumlah nama dan identitas para pelaku upaya sabotese, spionase dan penggagalan proyek nuklir Iran yang terjadi selama ini.

Pengungkapan ini tergolong pertama kalinya, karena upaya-upaya demikian serta aksi teror yang menyasar para ilmuwan nuklir sudah berulang kali terjadi di Iran, namun baru sekarang Teheran merilis daftar nama pelaku.

Nama-nama yang baru dirilis itu ialah sebagai berikut;

  1. Ali Asytari, lahir di Teheran tahun 1963, seorang ahli teknik elektronik yang menjadi agen Israel selama 2-3 tahun dan telah dihukum mati pada 18 November 2008. Dia menjalankan misinya ketika menjadi penasehat di beberapa instansi vital seperti pusat riset nuklir dan forum pertahanan militer.
  2. Majid Jamali Fashi, lahir di Teheran tahun 1978, peraih medali perunggu dalam kejuaraan internasional kickboxing di Riyadh tahun 2009. Dia ditangkap pada tahun 2010 dan dihukum mati karena terlibat pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Masoud Ali Mohammadi atas perintah dinas rahasia Israel, Mossad.
  3. Shahram Amiri, lahir di Kermanshah tahun 1978, seorang ilmuwan nuklir bidang isotop. Dia menghilang ketika berkunjung ke Saudi dengan alasan untuk menunaikan umroh pada tahun 2009. Iran menuduh Saudi menyerahkan pria itu kepada AS.

Pada tahun 2010 dia pulang ke Teheran dari Washington untuk memboyong keluarganya, tapi kemudian ditangkap. Pengadilan Iran pada tahun2016 menyatakan bahwa Amiri telah dihukum mati karena berkhianat dengan menyerahkan informasi penting mengenai proyek nuklir Iran kepada AS.

  1. Jason Rezaian, jurnalis AS berdarah Iran, lahir di California tahun 1976, dan menjabat sebagai direktur kantor Washington Post di Teheran. Dia ditangkap oleh pemerintah Iran bersama istrinya pada tahun 2014 dengan tuduhan melakuan kegiatan mata-mata. Tapi dia kemudian dibebaskan pada tahun 2015 bersama tiga orang AS lain dalam pertukaran tahanan antara Iran dan AS.
  2. Siamak Namazi, lahir di AS pada tahun 1971, seorang pengusaha Iran-AS. Dia didakwa sebagai mata-mata AS dan telah mengadakan 14 kali pertemuan dengan Mossad. Dia ditangkap pada tahun 2015 ketika berkunjung ke Iran. Ayahnya juga ditangkap pada tahun 2019. Keduanya dikenai hukuman penjara 10 tahun.
  3. Ahmad Reza Jalali, lahir di kota Sarab, Iran, tahun 1972, seorang dokter dan peneliti Iran-Swedia. Dia ditangkap pada tahun 2016 dan dihukum mati karena telah memberitahu kepada Mossad identitas 30 tokoh proyek riset, militer, dan nuklir Iran sehingga sebagian dari mereka terbunuh.
  4. Masoud Musoheb, 74 tahun, pengusaha Austria-Iran. Ahli teknik mesin dan Sekjen hubungan Iran-Austria ini ditangkap ketika datang ke Iran bersama delegasi pusat riset Austria. Dia dikenai hukuman 10 tahun penjara dan pengembalian dana sebesar € 400,000 karena melakukan kegiatan mata-mata untuk Mossad dan intelijen Jerman.
  5. Amir Rahim Pour, yang pada Februari 2020 dinyatakan oleh pengadilan Iran sebagai agen dinas rahasia AS dengan gaji besar agar menyerahkan beberapa informasi mengenai nuklir Iran. Sejauh ini belum ada banyak keterangan tentang dia, namun dia telah dijatuhi hukuman mati. (raialyoum)

Iran akan Perkaya Uranium 60 Persen

Delegasi perunding nuklir Iran mengaku telah memberitahu Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bahwa Teheran akan memulai pengayaan uranium dengan kemurnian 60%.

Hal itu dinyatakan oleh ketua delegasi perunding nuklir Iran Abbas Araghchi, Selasa (13/4), sembari mengumumkan bahwa Teheran akan memasang 1000 unit mesin sentrifugal baru di fasilitas nuklir Natanz menyusul terjadinya insiden sabotase yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah mesin sentrifugal.

Araghchi juga mengatakan bahwa pertemuan Komisi Besar Perjanjian Nuklir yang semula akan diadakan di Wina, Swiss, pada hari ini, Rabu (14/3), ditunda menjadi Kamis besok (15/4), karena ada salah seorang anggota delegasi diplomatik Eropa yang terpapar virus Covid-19.

Delegasi perunding nuklir Iran yang dipimpin Abbas Araghchi tiba di Wina, Selasa, untuk mengikuti putaran baru perundingan Komisi Bersama Perjanjian Nuklir antara Iran dan Kelompok 4+1 yang juga dihadiri oleh  utusan Uni eropa dan utusan IAEA. (alalam)

Al-Azhar Peringatkan Kemungkinan ISIS Lancarkan Serangan Besar di Bulan Ramadhan

Lembaga Observatorium Al-Azhar untuk Memerangi Ekstremisme mengeluarkan peringatan mengenai adanya rencananya baru ISIS setelah kelompok teroris ini menebar hasutan kepada para pengikutnya.

Lembaga yang berbasis di Kairo, ibu kota Mesir, itu di halaman Facebooknya menyatakan; “Sebagai kelanjutan pemantauan terhadap pergerakan ISIS belakangan ini bersamaan dengan pandemi Covid-19, Observatorium Al-Azhar untuk Memerangi Ekstremisme telah memantau pesan-pesan ISIS yang menghasut para serigala kesepiannya agar melancarkan serangan lebih lanjut selama bulan Ramadhan.”

Dikutip Rai al-Youm, Selasa (13/4), lembaga itu menambahkan, “Sesuai pantauan, organisasi teroris itu telah menyerukan kepada para serigala kesepiannya untuk melancarkan serangan terhadap orang-orang yang mereka sebut ‘salibis’ dan ‘murtad’, hal yang juga dikonfirmasi oleh surat kabar Spanyol La Razon dalam laporan-laporannya.”

Lembaga itu lantas menyerukan kepada “semua negara dunia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi mencegah terjadinya segala bentuk serangan, terutama bersamaan dengan berubahnya para serigala kesepian itu belakangan ini menjadi alat utama yang diandalkan ISIS untuk mengeksekusi rencana-rencananya.” (raiayoum)

Pasukan AS Boyong Teroris ISIS dari Hasakah ke Ladang Minyak Deir Ezzor, Suriah

Situs berita Al-Alam yang berbasis di Iran, Selasa (13/4), memuat sebuah penggalan video yang disebutnya “memperlihatkan tindakan pasukan AS memindah para teroris ISIS dari penjara-pejara yang dikuasai milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di provinsi Hasakah ke Ladang Minya Al-Omar di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur.

Sebelumnya, kantor berita Suriah, SANA, mengutip keterangan sumber-sumber lokal bahwa “dua helikopter khusus pengangkut personil milik pasuan pendudukan AS yang dibarengi sebuah helikopter Apache, telah memindah 60 teroris ISIS ke Ladang Minyak al-Omar dari penjara-penjara di kota Hasakah, dengan koordinasi milisi SDF.”

Menurut SANA, sumber-sumber itu menjelaskan bahwa para teroris itu dipindah setelah mereka dilatih oleh pasukan AS untuk bergabung dengan apa yang disebut “Pasukan Adat” (Jaish al-Asya’ir), yang berada di bawah pengawasan pasukan pendudukan AS dan dipimpin oleh teroris bernama Ahmad al-Khubail alias Abu Khulah.

Sementara itu, beberapa hari lalu sekelompok besar suku Arab di provinsi Hasakah telah bergabung dengan barisan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) yang disponsori pemerintah Suriah dan merupakan salah satu pasukan paramiliter terpenting di timur Efrat.

Menurut Sputnik, upacara pelantikan sekitar 400 tentara baru diadakan pada tanggal 8 April di hadapan banyak personel militer dan suku Arab di Hasakah. (alalam/amn)