Jakarta, ICMES. Pasukan Hizbullah Lebanon melancarkan serangan salvo roket ke dua lokasi tentara Israel, sementara drone Israel menyerang dua platform rudal di Lebanon selatan.

Sayap militer Hamas Brigade Izz al-Din al-Qassam menyatakan pihaknya membom kota Tel Aviv dan sekitarnya dengan dua roket.
Misi Iran di PBB mengumumkan negara ini tidak akan pernah berpartisipasi dalam negosiasi gencatan senjata tidak langsung antara Israel dan Hamas, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan AS.
Muktamar Internasional Panggilan Al-Aqsa yang ke-3 telah diselenggarakan di Karbala, Irak, dan berakhir pada hari Selasa (13/8), dengan partisipasi luas dari para pemimpin dan tokoh terkemuka Muslim dari Palestina dan sejumlah negara dunia.
Berita selengkapnya:
Hizbullah Gempur Pisisi Militer Israel dengan Puluhan Roket
Pasukan Hizbullah Lebanon melancarkan serangan salvo roket ke dua lokasi tentara Israel, sementara drone Israel menyerang dua platform rudal di Lebanon selatan.
Tentara Israel dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (13/8) menyatakan, “Drone menyerang dua platform rudal yang siap diluncurkan ke arah Israel di wilayah Al-Tiri (Distrik Bint Jbeil) dan Zibqin (Distrik Tyre) di Lebanon selatan.”
Dia menambahkan: “Mengenai bunyi sirene peringatan di (pemukiman) Malkiyah di Galilea Atas, pembicaraannya adalah tentang penembakan 15 peluru roket yang jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa.”
Di pihak lain, Hizbullah menyatakan bahwa anggotanya telah menggempur “lokasi penempatan tentara Israel di lokasi Jal al-Deir dengan salvo rudal, yang tepat mengena sasaran.”
Mereka juga “menargetkan situs Ruwaisat Al-Alam di perbukitan Kafr Shuba di Lebanon dengan rudal, dan tepat mengena sasaran.”
Sehari sebelumnya, Hizbullah merilis video serangan lain yang terjadi pada tanggal 9 Agustus dan tepat mengena target berupa peralatan militer dan perangkat spionase Israel di kawasan Samaqah dan Ramia.
Surat kabar Israel Maariv melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan serangan di pihak Hizbullah hingga membuat wilayah Nahariya dan selatannya berada dalam garis api, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pertempuran Hizbullah-Israel telah berlangsung lebih dari 10 bulan setelah Hizbullah pada tanggal 8 Oktober mengumumkan pihaknya hadir dan tampil sebagai front dukungan bagi perlawanan Palestina di Jalur Gaza dengan mempertahankan front utara tetap membara.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada hari Selasa melaporkan Hizbullah telah menembakkan lebih dari 7.500 roket dan lebih dari 200 drone ke Israel sejak 8 Oktober.
Menurut Yedioth Ahronoth, serangan Hizbullah sejauh ini telah menewaskan 44 orang, termasuk 19 tentara dan 24 warga sipil, dan satu warga negara India, serta melukai 271 orang a, termasuk 141 tentara dan pasukan keamanan serta 130 warga sipil.
Hizbullah memastikan bahwa jumlah korban yang sesungguhnya di pihak Israel jauh lebih besar dari angka resmi yang diumumkan oleh Israel.
Hizbullah dalam pernyataan terpisah pada hari Selasa menyatakan dua anggotanya gugur dalam konfrontasi dengan tentara Israel di Lebanon selatan.
Dengan demikian, jumlah korban gugur di pihak Hizbullah dalam konfrontasi ini bertambah menjadi 409 orang. (raialyoum)
Pertama Kali Sejak Mei, Brigade Al-Qassam Lesatkan Roket ke Tel Aviv
Sayap militer Hamas Brigade Izz al-Din al-Qassam menyatakan pihaknya membom kota Tel Aviv dan sekitarnya dengan dua roket.
Al-Qassam dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Selasa (13/8) mengaku “membombardir kota Tel Aviv dan sekitarnya dengan dua roket M90 sebagai respons terhadap pembantaian Zionis terhadap warga sipil dan perpindahan yang disengaja terhadap rakyat kami di Jalur Gaza.”
Ini adalah pertama kalinya roket diluncurkan dari Gaza menuju Tel Aviv sejak 26 Mei.
Media Israel mengatakan ledakan besar terdengar di Tel Aviv, sementara tentara Zionis menyatakan pihaknya memantau peluncuran rudal dari Jalur Gaza, yang mendarat di laut di Israel tengah tanpa mengaktifkan peringatan.
Tentara Israel menjelaskan dalam pernyataan tertulis bahwa “peluncuran roket terdeteksi dari Jalur Gaza, yang jatuh di wilayah laut di bagian tengah Israel, dan tidak ada peringatan yang diaktifkan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Pada saat yang sama, rudal lain ditembakkan yang tidak melanggar kedaulatan Israel.”
Sementara itu, media Israel, termasuk Channel 12, mengutip pernyataan penduduk di Tel Aviv dan Israel tengah bahwa mereka mendengar suara ledakan besar.
Perkembangan ini terjadi manakala Israel sedang bersiaga maksimal untuk mengantisipasi serangan balasan Iran dan Hizbullah atas serangan Israel yang menggugurkan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, dan komandan senior Hizbullah Fouad Shukr di Beirut pekan lalu.
Perang Israel di Jalur Gaza sudah berlangsung 10 bulan, dan pasukan Zionis tidak mampu menghentikan penembakan roket dari Jalur Gaza, meskipun jumlahnya telah menurun.
Israel yang didukung AS mengobarkan perang di Gaza sejak tanggal 7 Oktober, yang menyebabkan lebih dari 132.000 warga Palestina menjadi gugur dan terluka, yang sebagian besarnya anak-anak dan wanita, dan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang mematikan.
Israel meremehkan tekanan khalayak internasional sehingga terus melanjutkan perang, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikannya, dan perintah Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi kemanusiaan yang membawa bencana di Gaza. (raialyoum)
Iran Nyatakan Enggan Terlibat dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza
Misi Iran di PBB mengumumkan negara ini tidak akan pernah berpartisipasi dalam negosiasi gencatan senjata tidak langsung antara Israel dan Hamas, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan AS.
Hal ini disampaikan dalam pernyataan misi Iran untuk PBB pada hari Selasa (13/8) sebagai jawaban atas pertanyaan wartawan tentang “apakah Iran akan mengirimkan perwakilannya untuk berpartisipasi dalam perundingan gencatan senjata di Gaza.”
Misi Iran menyatakan; “Kami tidak hadir dalam perundingan gencatan senjata tidak langsung antara Hamas dan entitas Zionis, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika, dan kami tidak akan pernah berpartisipasi di dalamnya.”
Beberapa hari lalu, para pemimpin AS, Mesir, dan Qatar meminta Hamas dan Israel bertemu untuk melakukan perundingan pada 15 Agustus, entah di Kairo atau Doha, untuk perjanjian gencatan senjata di Gaza dan pembebasan tawanan. (raialyoum)
Ulama Sunni dan Syiah Selenggarakan Muktamar Internasional Panggilan Al-Aqsa di Karbala
Muktamar Internasional Panggilan Al-Aqsa yang ke-3 telah diselenggarakan di Karbala, Irak, dan berakhir pada hari Selasa (13/8), dengan partisipasi luas dari para pemimpin dan tokoh terkemuka Muslim dari Palestina dan sejumlah negara dunia
Para peserta muktamar tentang Palestina ini dalam pernyataan terakhirnya menegaskan: “Kami menyatakan solidaritas kami kepada masyarakat Gaza yang telah 10 bulan teguh melawan agresi Israel, yang mendapat dukungan militer, politik, media dan ekonomi dari rezim-rezim arogan.”
Mereka menekankan keharusan kontinyuitas mendukung bangsa Palestina di segala lini.
“Kami sangat mengapresiasi pihak-pihak yang telah mendukung dan terus mendukungnya,”ungkap mereka.
Para peserta muktamar di Karbala juga menyatakan, “Kami mengapresiasi dukungan resmi dan rakyat Irak kepada Jalur Gaza selama berlangsungnya Perang Badai Al-Aqsa, dan terlebih visi otoritas keagamaan dengan berbagai mazhabnya, serta pernyataan-pernyataan penting Yang Mulia Marji’ Agung Sayid Ali Al-Sistani dalam mendukung bangsa Palestina dan mengutuk kejahatan kaum Zionis.”
Sementara itu, di kawasan perbatasan antara Irak dan Suriah telah terjadi serangan roket terhadap pangkalan militer AS di ladang minyak Conico di bagian timur provinsi Deir Elzor, Suriah.
Sumber lapangan memastikan pemboman tersebut dilakukan dengan peluncur roket yang datang dari gurun Irak barat, dekat perbatasan Suriah.
Sumber-sumber anonim lokal mengatakan terdapat kepulan asap tebal di pangkalan pendudukan Amerika di ladang gas Conoco, dan terjadi penerbangan intensif pesawat-pesawat tempur AS di angkasa pedesaan Deir ez-Zor menyul serangan roket tersebut. (alalam/raialyoum)







