Rangkuman Berita Utama Timteng  Rabu 13 Oktober 2021

Jakarta, ICMES. Media Perang  Yaman memublikasi rekaman video yang diambil pasukan Ansarullah dari lensa yang menyorot ke kota Ma’rib dari posisi mereka di pinggiran ibu kota Provinsi Ma’rib ini.

Menyusul protes Aliansi Fatah pimpinan Hadi Al-Amiri dan Aliansi Negara Hukum pimpinan Nouri Al-Maliki dari pihak Syiah terhadap hasil sementara pemilu parlemen Irak, Partai Islam, salah satu partai Sunni, dan Uni Patriotik Kurdistan juga menyatakan menolak hasil tersebut.

Situs berita RT milik Rusia melaporkan adanya pergerakan militer Rezim Zionis Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Berita Selengkapnya:

Pasukan Ansarullah Teropong Kota Ma’rib

Media Perang {Al-I’lam al-Harbi) Yaman, Selasa (12/10), memublikasi rekaman video yang diambil pasukan Ansarullah dari lensa yang menyorot ke kota Ma’rib dari posisi mereka di pinggiran ibu kota Provinsi Ma’rib ini.

Media itu juga merilis rekaman-rekaman video eksklusif yang mendokumentasikan kerugian jiwa dan perlengkapan militer kubu pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam operasi bersandi Fajar Kemenangan yang dimulai Ansarullah dari distrik Sarwah hingga kawasan sekitar kota Ma’rib.

Jubir tentara Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, dalam jumpa pers, Selasa, menjelaskan bahwa setelah “sukses besar” membebaskan sejumlah distrik pada area seluas 1600 kilometer persegi dalam operasi bersandi “Kekuatan Yang Hebat”, Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan operasi “Fajar Kemenangan” yang bertujuan “membebaskan kawasan-kawasan lain di Provinsi Ma’rib dan mengusir para agresor serta para pengkhianat pengekor, antek dan bayaran mereka”.

Mengenai kerugian kubu pasukan koalisi, dia menjelaskan bahwa pihaknya telah menghancurkan, merusak dan membakar sebanyak hampir 300 kendaraan lapis baja dan mobil pengangkut pasukan serta 850 senjata, empat arsenal serta menimpakan kerugian berupa korban jiwa, korban luka dan tawanan  sebanyak hampir 5650 orang pada pihak lawan dengan rincian 1300 korban tewas, 4320 korban luka dan 30 tawanan.

Saree menyebutkan bahwa operasi itu dibarengi dengan operasi pasukan rudal dan pertahanan udara dengan rincian bahwa pasukan rudal telah melancarkan 68 operasi, termasuk 49 operasi yang menyasar beberapa markas, pangkalan, barak militer dan tempat-tempat konsentrasi pasukan kubu koalisi di dalam wilayah teritorial Yaman serta 19 operasi di wilayah teritorial musuh.

Selain itu, lanjut Saree, operasi tersebut juga disertai dengan 245 operasi serangan pasukan nirawak, 170 di antaranya menyasar wilayah teritorial koalisi dan 75 operasi di wilayah Yaman sendiri yang diduduki oleh pasukan koalisi.

Yahya Saree juga menyatakan bahwa pasukan udara koalisi telah melancarkan 948 serangan yang menimpa rumah-rumah penduduk dan jalan-jalan umum.

“Peningkatan intensitas agresi serangan udara Saudi-Amerika tak membuat para mujahidin terhalang dari melanjutkan penunaian misi operasional mereka sesuai rencana sampai semua tujuannya terealisasi,” ungkap Saree.

Menurutnya, pasukan pertahanan udara kubu Ansarullah telah merontokkan enam pesawat mata-mata tempur, termasuk buatan AS, dan 11 pesawat pengintai serta melancarkan lebih dari 518 operasi pencegatan di udara yang memaksa pihak lawan mundur.

“Operasi pertahanan udara andil dalam menggentarkan musuh dan menggagalkan banyak operasi udara mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan kepada rakyat Yaman, “Angkatan Bersenjata kalian sekarang berada di sekitar kota Ma’rib dari sejumlah front setelah menghalau para pengkhianat dan pasukan bayaran di antara para ekor koalisi agresor dan para pengikutnya di beberapa distrik di Ma’rib, dan berhasil membebaskan semua itu secara penuh.”

Yahya Saree menegaskan pihaknya telah bertekad untuk terus berjuang membebaskan semua wilayah Yaman, menegakkan kedaulatan nasional serta mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan.

“Semua itu tak akan pernah terjadi kecuali dengan mengusir pasukan pendudukan asing, dan membersihkan Yaman dari noda agresor serta pengkhianat, antek dan pasukan bayaran mereka,” pungkasnya. (alalam)

Suhu Politik Irak Memanas,  Aksi Protes Bermunculan terhadap Hasil Sementara Pemilu

 Menyusul protes Aliansi Fatah pimpinan Hadi Al-Amiri dan Aliansi Negara Hukum pimpinan Nouri Al-Maliki dari pihak Syiah terhadap hasil sementara pemilu parlemen Irak, Partai Islam, salah satu partai Sunni, dan Uni Patriotik Kurdistan juga menyatakan menolak hasil tersebut.

Mereka menyatakan telah terjadi manipulasi besar-besaran dalam pemilu 10 Oktober 2021, sementara Komisi Tinggi Pemilu membela kinerjanya.

Di media sosial beredar beberapa video aksi-aksi protes massa di berbagai kawasan Irak, termasuk Al-Khalis, Provinsi Diyala, dan jalur Kirkuk menuju Baghdad, serta unjuk rasa para simpatisan pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi (Pasukan Mobilisasi Popular/PMF).

Juru bicara Aliansi Fatah dalam sebuah pernyataannya menegaskan, “Hasil awal yang diumumkan oleh Komisi berbeda dengan apa yang ada di tangan para kandidat. Karena itu, kami menolak hasil ini, dan hari ini kami akan menyampaikan protes disertai dokumen dan data yang ada di tangan kami.”

Partai Islam Irak, salah satu partai kelompok minoritas Sunni, menyatakan terjadi manipulasi pemilu dan menyebut keliru dukungan kepada pemilu ini.

Protes dari Uni Patriotik Kurdistan dilaporkan oleh media PMF dengan menyebutkan bahwa mereka mempermasalahkan hasil pemilu di Arbil dan Dahuk. Menurut PMF, Uni Patriotik Kurdistan menyatakan bahwa Partai Demokrat memrotes pengeluaran kotak-kotak pemungutan suara selama dua jam dari tempat-tempat pemungutan suara.

Menanggapi reaksi dan aksi protes itu, Komisi Tinggi Pemilu Irak membela diri dengan menyatakan bahwa fasilitas pemungutan suara didukung sistem-sistem canggih yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap segala bentuk penyimpangan sehingga menutup kemungkinan bagi penyalah gunaan terhadapnya.

Masih terkait dengan hasil pemilu, faksi-faksi resistensi Irak dalam sebuah statmen bersama bersumpah tak akan kendur di depan segala upaya pembubaran PMF. Mereka juga mengaku akan menunjukkan bukti-bukti adanya penyimpangan dalam pemilu dan rekayasa hasilnya. Menurut mereka, Komisi Tinggi Pemilu telah memperlihatkan ketidak layakannya dalam menjalankan tugas dan menunaikan amanat pemilu.

Menurut data awal yang dilansir oleh beberapa media Irak, dari pihak Syiah kelompok ulama muda Moqtada Sadr memimpin perolehan suara dengan merebut 73 kursi parlemen.

Sedangkan dari pihak Sunni, aliansi yang dipimpin oleh Mohammad Al-Halbusi, mantan ketua parlemen Irak, mendapat suara terbanyak dan merebut 38 kursi parlemen, dan dari pihak Kurdi, suara terbesar diraih oleh Partai Demokrasi Kurdistan Irak yang telah merebut 32 kursi. (tasnim)

Susul Pernyataan Bennett, Israel Kerahkan Pasukan Tank ke Golan, Ada Apa?

Situs berita RT milik Rusia, Selasa (12/10), melaporkan adanya pergerakan militer Rezim Zionis Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Disebutkan bahwa sejumlah besar tank yang diangkut dengan mobil-mobil trailer telah dikerahkan ke kawasan itu menyusul pernyataan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett tentang Golan.

Dalam pernyataan itu Bennett menegaskan bahwa pemerintahannya bermaksud untuk secara dramatis meningkatkan jumlah orang yang tinggal di Dataran Tinggi Golan dan menekankan bahwa pemerintahan Biden terus mengakui dataran tinggi utara sebagai wilayah Israel.

Dia menjelaskan  “Tujuan akhir adalah untuk mencapai 100.000 penduduk, hampir empat kali lipat populasi saat ini sekitar 27.000.”

“Dataran Tinggi Golan adalah Israel, titik,” imbuhnya disambut tepuk tangan.

Sembari menyebut Golan sebagai “tujuan strategis,”  Bennet juga mengatakan, “tujuan kami adalah menggandakan, dan kemudian menggandakan lagi jumlah penduduk di Dataran Tinggi Golan.” (rt/timesofisrael)