Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 12 Februari 2020

SAA di IdlibJakarta, ICMES. Pasukan Arab Saudi (SAA) berhasil menguasai secara penuh jalur bebas hambatan Damaskus-Aleppo untuk pertama kalinya sejak tahun 2012.

Turki menyerukan kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) agar memberikan bantuan yang serius dan signifikan kepada Turki dalam menghadapi serangan Pasukan Arab Suriah (SAA) di Idlib.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon dilaporkan mengarahkan  kelompok-kelompok relawan pejuang Irak sepeninggal Jenderal Qasem Soleimani.

Tentara Yaman yang didukung oleh kelompok pejuang Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi)  telah menembak jatuh tiga drone Arab Saudi dalam jangka waktu kurang dari satu minggu.

Berita selengkapnya:

Pertama Sejak 2012, Tentara Suriah Kuasai Penuh Jalur Damaskus-Aleppo

Pasukan Arab Saudi (SAA) berhasil menguasai secara penuh jalur bebas hambatan Damaskus-Aleppo untuk pertama kalinya sejak tahun 2012.

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan bahwa keberhasilan menguasai jalur strategis bernama “M5” itu dicapai SAA, Selasa (11/2/2020), setelah merebut kawasan al-Rashidin al-Rabiah di pinggiran kota Aleppo, dan dalam kelanjutan operasi militer yang dimulai pada 24 Januari lalu dan sejauh ini telah berhasil membebaskan sekira 160 daerah di provinsi Idlib dan Aleppo.

Sembari menyebutkan daftar ratusan nama daerah, SOHR juga melaporkan bahwa SAA telah membebaskan sebanyak 57 daerah di bagian selatan dan barat provinsi Aleppo, dan 101 daerah di Idlib.

SOHR juga melaporkan bahwa dua pilot Suriah tewas ketika helikopter yang mereka awaki ditembak jatuh oleh pasukan Turki di dekat desa Qaminas di tenggara kota Idlib.

Dalam sebuah rekaman video amatir yang beredar di media sosial terlihat sebuah helikopter terjun bebas dalam kondisi terbakar dan mengeluarkan kepulan asap tebal.

Pemerintah Turki yang menyokong kelompok-kelompok pemberontak Suriah mengumumkan jatuhnya helikopter itu namun tanpa menyebutkan bahwa pihaknyalah yang bertanggungjawab atas insiden tersebut.

Laporan lain menyebutkan bahwa jet-jet tempur Rusia menggempur kawasan sekitar Resimen 46 di bagian barat provinsi Aleppo yang menjadi tempat konsentrasi pasukan Turki, Selasa, namun tidak ada keterangan lebih lanjut tentang ini, kecuali bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan membicarakan perkembangan situasi di Suriah dengan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, via telefon.

Dilaporkan pula bahwa pada hari itu sebanyak 19 kombatan dari kelompok-kelompok pemberontak Suriah tewas dalam pertempuran dengan SAA di provinsi Idlib dan Aleppo. (alalam/raialyoum)

Turki Minta NATO Bantu Hadapi Tentara Suriah di Idlib

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menyerukan kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) agar memberikan bantuan yang serius dan signifikan kepada Turki dalam menghadapi serangan Pasukan Arab Suriah (SAA) di Idlib di bagian barat laut Suriah.

Seruan itu dinyatakan Akar dalam wawancara dengan AP, Selasa (11/2/2020), sembari menyatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada pasukan Turki agar membalas setiap serangan SAA terhadap pos-pos pantau pasukan Turki atau zona-zona militer di Idlib.

Menurutnya, sebanyak total 12 pos pantau pasukan Turki akan terus menjalankan misinya di Idlib, dan Turki juga akan terus berusaha mendesak Rusia agar menekan Suriah supaya menerapkan perjanjian zona de-eskalasi dan mundur dari jalur M-5 yang sangat strategis.

Akar menjelaskan bahwa Ankara melakukan desakan demikian terutama demi memulangkan warga sipil Suriah ke kampung halaman mereka, dan mengingat bahwa Turki menyokong perjanjian gencatan senjata di Sochi, Rusia, demi mencegah terjadinya gelombang pengungsi baru Suriah.

Ditanya mengenai harapannya kepada sidang para menteri pertahanan NATO, dia mengatakan bahwa Turki yang juga merupakan anggota pakta itu mengharapkan para sekutunya di NATO menempuh langkah-langkah signifikan demi menghentikan operasi militer Suriah di Idlib, dan pada gilirannya membendung gelombang pengungsian baru yang juga berdampak buruk bagi Eropa.

“NATO, Uni Eropa, dan seluruh komunitas internasional harus memberikan dukungan serius dan signifikan demi memaksa pemerintah Suriah menghentikan serangannya ke Idlib,” ujar Akar.

Menteri Pertahanan Turki juga mengklaim bahwa serangan SAA itu hanya akan memperparah ekstremisme, dengan dalih bahwa semakin banyak korban akan yang berusaha membalas serangan pasukan Presiden Suriah Bashar Assad tersebut.

“Orang-orang yang kehilangan rumah dan keluarganya dalam serangan rezim Assad akan berusaha melakukan sesuatu untuk membalas dendam, dan ini dapat memperkuat penyebaran ekstremisme,” tuturnya.

Di pihak lain, SAA kembali menegaskan penolakannya terhadap keberadaan tentara Turki di wilayah Suriah, dan karena itu SAA juga menyatakan akan membalas serangan tentara Turki yang berusaha menghadang gerak maju SAA menuju sarang-sarang terakhir kawanan teroris dan pemberontak di barat laut Suriah.

Dalam statemennya, Selasa, SAA menuding Turki semakin jauh melanggar kedaulatan Suriah dan hukum internasioanl ketika mengirim bala bantuan militer ke Idlib dan Aleppo di saat SAA terus bergerak maju menggempur dan mengejar kawanan bersenjata.  (raialyoum/sana)

Hizbullah Libanon Dilaporkan Mengendalikan Para Pejuang Irak Pasca Kematian Jenderal Soleimani

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon belakangan ini adalah pihak yang mengarahkan  kelompok-kelompok relawan pejuang Irak sepeninggal mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani.

Laporan itu didasarkan pada keterangan dua narasumber Irak yang dilansir Reuters, Selasa (11/2/2020), bahwa Hizbullah telah mengadakan pertemuan-pertemuan darurat dengan para pemimpin kelompok-kelompok relawan Irak untuk menyatukan barisan mereka demi mengatasi kevakuman besar sepeninggal Janderal Soleimani yang selama ini mengarahkan pergerakan mereka.

Menurut Reuters, dua narasumber anonim yang mengaku mengetahui jalannya pertemuan-pertemuan itu mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan itu “bertujuan mengoordinasi upaya-upaya politik faksi-faksi bersenjata Irak yang kerap diwarnai perpecahan”. Selain kehilangan Jenderal Soleimani mereka juga kehilangan mantan wakil ketua aliansi relawan Irak Hashd Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, yang sangat berperan dalam penyatuan barisan faksi-faksi tersebut.

Narasumber itu menjelaskan bahwa pertemuan-pertemuan darurat itu dimulai hanya beberapa hari setelah Jenderal Soleimani dan al-Muhandis gugur diserang AS pada 3 Januari lalu. Hanya saja, keterangan dua narasumber itu berlainan dalam menyebutkan tempat antara Libanon dan Iran untuk penyelenggaraan pertemuan-pertemuan tersebut. (raialyoum)

Kurang dari Satu Minggu, Tiga Drone Saudi Tertembak Jatuh di Yaman

Tentara Yaman yang didukung oleh kelompok pejuang Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi)  telah menembak jatuh tiga drone Arab Saudi dalam jangka waktu kurang dari satu minggu.

Biro media Ansarullah mengutip keterangan sumber militer anonim bahwa drone yang ketiga ditembak jatuh oleh Unit Pertahanan Udara Yaman pada Selasa malam  (11/2/2020) dengan rudal berpresisi saat terbang di angkasa daerah al-Malahiz, provinsi Jizan, di wilayah perbatasan selatan Arab Saudi.

Secara terpisah, tentara Yaman dan Lijan Shaabi menghalau  serangan pasukan Saudi dan pasukan loyalis presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung Saudi di distrik Hays di provinsi, Hudaydah, Yaman. Puluhan pasukan kubu Saudi dan Mansour Hadi dilaporkan tewas dan luka dalam peristiwa itu.

Di pihak lain, jet tempur Saudi melancarkan dua serangan udara ke sebuah daerah di distrik Khabb wa ash Sha’af, provinsi al-Jawf di Yaman utara. Namun, tidak ada laporan langsung mengenai akibat serangan itu. (presstv)