Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 11 September 2019

asyura karbalaJakarta, ICMES. Sedikitnya 31 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya cidera dalam insiden saling berdesakan pada peringatan Hari Asyura di kota Karbala, Irak, yang berjarak 100 kilometer dari Baghdad.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan Israel akan mendapat balasan setimpal jika menyerang Libanon.

Beberapa penggalan rekaman video beredar dan memperlihatkan sebuah ruangan di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlihat panik dan segera menghentikan pidatonya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengejek kebijakan perang rezim Zionis Israel di Timteng karena, menurutnya, sangat mengandalkan kekuatan militer Amerika Serikat (AS).

Berita selengkapnya:

Pertama Kali, Insiden Berdesak-Desakan Jatuhkan Puluhan Korban Jiwa di Karbala

Sedikitnya 31 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya cidera dalam insiden saling berdesakan pada peringatan Hari Asyura di kota Karbala, Irak, yang berjarak 100 kilometer dari Baghdad.

Peristiwa saling berdesakan ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam peringatan itu di Karbala, yang juga pernah menjadi sasaran aksi serangan bom bunuh diri para ekstrimis takfiri ketika situasi keamanan di sana masih rawan dan belum dijaga secara lebih ketat beberapa tahun silam.

“31 orang gugur syahid dan 100 orang lainnya terluka dengan kondisi 10 di antaranya kritis, pada data yang belum final,” ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan Irak terkait dengan insiden saling bersakan itu, Selasa (10/9/2019).

Dia menambahkan bahwa tim dari kementerian ini segera dikerahkan untuk memberikan pertolongan.

Dalam beberapa rekaman video amatir tampak sejumlah peziarah makam Imam Husain ra berada dalam kondisi pingsan, sementara para peziarah lain berusaha menolong.

Para peziarah mengalir dari berbagai kota Irak menuju Karbala sejak awal pekan lalu untuk memperingati Hari Karbala, yaitu kesyahidan Imam Husain ra, cucu Nabi Muhammad saw, yang dimakamkan di kota itu. Puncak peringatan ini jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Insiden saling berdesakan itu terjadi dua tahun setelah pemerintah Irak mengumumkan kemenangan tentara dan relawan Negeri 1001 Malam ini melawan kelompok teroris Negara Islam dan Irak (ISIS/ISIL/DAESH), yang kemudian disusul dengan membaiknya kondisi keamanan di berbagai wilayah Irak, termasuk Karbala yang setiap tahun kedatangan jutaan peziarah dari dalam dan luar negeri. (raialyoum)

Nasrallah: Perangi Poros Resistensi, Israel akan Musnah

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan Israel akan mendapat balasan setimpal jika menyerang Libanon.

“Poros Resistensi Libanon telah membalas serangan terbaru musuh ke sisi selatan Beirut dengan menghancurkan mobil lapis baja musuh di dalam wilayah Palestina pendudukan dan menjatuhkan pesawat nirawaknya di sebuah distrik di Libanon selatan,” ujarnya dalam pidato pada peringatan Hari Asyura, Selasa (10/9/2019).

Dia menambahkan, “Jika musuh menyerang Libanon maka akan direaksi dengan balasan setimpal, dan kedaulatan Libanon adalah garis merah.”

Sayid Nasrallah menilai sanksi ekonomi AS terhadap negara-negara anggota Poros Resistensi merupakan serangan yang dilakukan Washington setelah rencana-rencananya untuk mengganyang poros itu gagal.

Mengenai Palestina dia memastikan bahwa bangsa tertindas ini “akan menjatuhkan konspirasi Perjanjian Abad ini dengan perlawanan dan kesolidan mereka serta keteguhan mereka kepada negerinya.”

Sayid Nasrallah menegaskan bahwa segala bentuk perang Israel terhadap negara anggota Poros Resistensi akan menjurus pada kemusnahan rezim Zionis tersebut dan rencana-rencana AS di Timteng. (alalam)

Video: Sirine Berbunyi di Israel, Netanyahu Hentikan Pidato dan Kabur

Beberapa penggalan rekaman video beredar dan memperlihatkan sebuah ruangan di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlihat panik dan segera menghentikan pidatonya.

Dalam rekaman yang dimuat di beberapa media sejak dini hari Rabu (11/9/2019),  Netanyahu tampak panik dan bergegas meninggalkan podium setelah terdengar pekikan suara sirine.

Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa sirene itu berbunyi akibat adanya rudal yang ditembakkan ke arah permukiman Zionis di kota Ashdod, Israel (Palestina pendudukan 1948).

Para saksi mengatakan bahwa di kawasan itu terdengar keras beberapa suara ledakan keras yang diduga terjadi akibat sergapan sistem pertahanan udara Kubah Besi terhadap rudal-rudal yang masuk.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, “Sirine berbunyi di kota Ashdod dan sedang dicari informasinya.”

Dilaporkan bahwa Netanyahu bersembunyi di shelter setelah ada rudal yang jatuh di sebuah permukiman di kota itu.

Media Israel menyebutkan bahwa Netanyahu sedang mengikuti festival Partai Likud di permukiman Ashdod ketika sirine itu berbunyi. (alalam)

Menlu Iran: Slogan Netanyahu Adalah Perang Sampai Prajurit Terakhir AS

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengejek kebijakan perang rezim Zionis Israel di Timteng karena, menurutnya, sangat mengandalkan kekuatan militer Amerika Serikat (AS).

Di halaman Twitter-nya, Selasa (10/9/2019), Zarif menandai Presiden AS Donald Trump dan mencuit, “Apakah Anda tahu bahwa Netanyahu juga berperan dalam mendorong AS ke dalam kubangan Afghanistan? Hal yang sama sekarang tidak bisa Anda hindari? ”

Sembari menyartai cuitannya itu dengan penggalan video pernyataan Netanyahu, Zarif menambahkan, “Motoya sejak tahun 1986: Bertempurlah hingga prajurit Amerika terakhir.”

Pada Senin malam malam lalu, Menteri Luar Negeri Iran di Twitter bereaksi terhadap klaim Israel tentang situs nuklir  “rahasia” Iran.

“Pemilik nuklir NYATA menangis serigala — atas sebuah situs yang ‘dihancurkan’ di Iran, “tulisnya.

Dia juga mencatat bahwa “Tim B”  berusaha memicu perang baru di Timur Tengah. Dia juga memperingatkan bahwa” kali ini, ia (Netanyahu) pasti tidak akan menonton di sela-sela.”

Seperti pernah diberitakan, Netanyahu saat itu mengklaim Iran memiliki sebuah situs pengembangan senjata nuklir yang dirahasiakan dan kemudian ia hancurkan sendiri.

Dalam jumpa pers Netanyahu mengatakan, “Situs itu ada di dekat kota Abadeh, Iran, dan Iran menghancurkannya pada Juli lalu setelah mengetahui Israel mengungkapnya… Orang-orang Iran membersihkan gudang nuklir di Teheran sebelum kedatangan pemeriksa dari PBB.”

Dia juga memperlihatkan beberapa gambar yang diklaimnya sebagai situs-situs nuklir yang ditemukan oleh Israel dan kemudian disembunyikan oleh Iran setelah terungkap. (mna)