Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 11 Desember 2019

KTT GCC 2019Jakarta, ICMES. Para pemimpin negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk merilis deklarasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang antara lain menegaskan keharusan memperkuat mekanisme kerjasama antarmereka.

Pasukan Yaman kembali menembak jatuh satu unit pesawat nirawak (drone) pengintai milik Arab Saudi.

Media Israel memuat komentar mengenai ancaman pembalasan Yaman terhadap Rezim Zionis Israel yang dituding oleh kubu Ansarullah/Houthi terlibat dalam invasi militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Media AS melaporkan bahwa Iran mulai menggali terowongan di sebuah pangkalan militer yang digunakan oleh pasukan Iran di Suriah timur di perbatasan Suriah-Irak.

Berita selengkapnya:

KTT GCC Rilis Deklarasi, Raja Salman Serukan Aliansi Anti-Iran

Para pemimpin negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Selasa (10/12/2019), merilis deklarasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mereka di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang antara lain menegaskan keharusan memperkuat mekanisme kerjasama antarmereka.

Mereka menyatakan bahwa agresi terhadap salah satu anggota GCC adalah agresi terhadap semua anggota, dan bahwa tujuan utama organisasi ini ialah realisasi integrasi dan keterikatan negara-negara anggota satu sama lain.

Deklarasi penutupan KTT Riyadh menekankan pentingnya integrasi militer dan keamanan di kawasan Teluk serta optimalisasi industrialisasi militer.

GCC menyatakan mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Arab Saudi, dan menyokong kepeduliannya kepada stabilitas pasar minyak.

Dewan ini menyebutkan, “Tantangan-tantangan yang sedang dilalui kawasan ini mengkonfirmasi pentingnya memperkuat mekanisme kerjasama, serta integrasi militer dan keamanan untuk menjamin keselamatan negara-negara GCC.”

Deklarasi itu juga menekankan bahwa negara-negara anggota GCC bekerjasama dengan negara-negara sahabat mereka untuk menghadapi ancaman militer.

KTT GCC ini dibuka oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz. Dalam pidato pembukaannya, dia menyatakan bahwa GCC dapat melewati krisis demi krisis yang melanda Teluk Persia.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Saudi, SPA, dia juga menyerukan kepada negara-negara anggota organisasi ini agar “bersatu dalam menghadapi agresi Iran”.

“Rezim Iran terus melakukan tindakan-tindakan agresifnya dan menyokong teroris, sehingga menuntut kita untuk menjaga raihan negara-negara kita dan kepentingan bangsa-bangsa kita, bekerjasama dengan lembaga internasional untuk menghentikan campurtangan rezim ini, dan mengamankan diri dari serangan rudal-rudal balistik,” seru Salman.

Dia menekankan pentingnya “perlakuan serius terhadap program nuklir Iran untuk pengembangan rudal balistik”, dan keharusan “pemenuhan sumber-sumber energi dan keamanan jalur-jalur perairan dan pelayaran di kawasan”. (rtarabic/fars)

Lagi, Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Musuhnya

Unit pertahanan udara angkatan bersenjata Yaman dan pasukan Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah/Houthi kembali menembak jatuh satu unit pesawat nirawak (drone) pengintai milik Arab Saudi, Selasa (10/12/2019).

Saluran TV al-Masirah melaporkan bahwa drone itu tertembak di angkasa kawasan al-Kisarah, dekat Najran di barat daya Arab Saudi dekat perbatasan Yaman.

Penembak jatuhan drone Saudi oleh pasukan Yaman ini merupakan yang kesekian kalinya dalam beberapa pekan terakhir. Pada Sabtu 7 Desember lalu sistem pertahanan udara Yaman merontokkan satu unit drone pengintai Saudi di timur Gunung al-Alam, Jizan.

Pada 5 Desember lalu, pasukan Yaman menembak jatuh satu unit drone pengintai aliansi pimpinan Saudi di timur Jahfan, Jizan.

Dan pada 4 Desember lalu pasukan Yaman juga menjatuhkan dua unit drone pengintai milik aliansi tersebut, masing-masing di dekat Jizan dan distrik Baqim dekat Asir, Saudi.

Pasukan Yaman menyatakan bahwa semua drone itu tertembak jatuh ketika menjalankan “misi agresif”. (alalam)

Yaman Mengaku akan Membalas, Israel Gelisah

Media Israel memuat komentar mengenai ancaman pembalasan Yaman terhadap Rezim Zionis Israel yang dituding oleh kubu Ansarullah/Houthi terlibat dalam invasi militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Menteri Pertahanan Yaman Mohammad al-Atifi dalam wawancara dengan saluran al-Masirah milik gerakan Ansarullah/Houthi pada Sabtu lalu memastikan bahwa Rezim Zionis Israel terlibat demikian sejak hari-hari pertama invasi tersebut.

Karena itu, al-Atifi lantas menegaskan bahwa Yaman suatu saat akan membalas ulah Israel tersebut.

“Tak syak lagi, pembalasan sedang dalam perlajanan. Kami memiliki daftar target militer laut dan darat Israel, dan jika keputusan diambil maka sedetikpun kami tidak menangguhkan penghancuran target-target itu,” ancamnya.

Portal berita TheTimes of Israel memuat laporan ihwal ancaman al-Atifi tersebut, dan menilai Israel bisa jadi akan mendapat kesulitan jika mendapat serangan dari Yaman.

“Sebab, sistem pertahanan udara Israel lebih siap untuk menjatuhkan rudal-rudal yang datang dari arah utara daripada rudal-rudal yang berasal dari selatan,” tulis TheTimes of Israel.

Portal ini juga menyebutkan bahwa tak seperti rudal balistik yang terbang tinggi dengan formasi melengkung, rudal cruise dan drone terbang pada ketinggian minimal sehingga sulit dideteksi dan ditembak.

Beberapa waktu lalu pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik al-Houthi menegaskan bahwa jika Israel bertindak bodoh terhadap Yaman maka dia tidak akan ragu-ragu untuk mendeklarasikan jihad terhadap rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

Para pengamat saat itu mengatakan bahwa ancaman yang didasari kemampuan preventif Yamantersebut menimbulkan kecemasan di berbagai forum Israel. (fars)

AS Klaim Iran Bangun Terowongan Besar di Perbatasan Irak-Suriah

Media AS melaporkan bahwa Iran mulai menggali terowongan di sebuah pangkalan militer yang digunakan oleh pasukan Iran di Suriah timur di perbatasan Suriah-Irak.

Perusahaan ImageSat International milik Israel, Selasa (10/12/2019), merilis beberapa foto satelit yang disebutnya memperlihatkan penggalian terowongan di pangkalan militer Imam Ali di Albu Kamal di perbatasan Suriah-Irak.

Perusahaan itu menjelaskan bahwa terowongan itu digali selebar 4-5 meter sehingga cukup untuk lintasan truk dan kendaraan besar, dan diduga dimaksudkan untuk menyimpan senjata atau material sensitif.

Menurut laporan Fox News, panjang terowongan itu sekitar 400 kaki (120 meter), lebar 15 kaki (4,5 meter) dan kedalaman 13 kaki (sekitar 4 meter).

Sumber-sumber intelijen mengatakan kepada Fox News bahwa terowongan itu akan digunakan untuk menyimpan rudal dan senjata, dan bahwa sekarang sudah berada di tahap akhir konstruksi dan akan segera digunakan.

Disebutkan pula bahwa lokasi tersebut pernah mendapat serangan udara Israel, sedang digunakan oleh Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dan proyeknya dilaksanakan dengan persetujuan komando tertinggi Iran.

Surat kabar AS New York Times pekan lalu mengutip keterangan para pejabat AS bahwa Iran mengangkut rudal jarak pendek ke Irak, yang dapat mengena sasaran di Israel dan Arab Saudi serta menarget pangkalan-pangkalan AS di kawasan sekitar.

Sementara itu, komandan umum IRGC Mayjen Mohammad Ali Jafari Senin lalu menegaskan bahwa rudal-rudal Iran yang berjarak jelajah di atas 1000 kilometer memiliki presisi yang sangat tinggi.

“Seluruh dunia mengetahui bahwa Republik Islam Iran kini berada dalam posisi istimewa di bidang pertahanan dan keamanan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Rudal-rudal kami yang jarak jelajahnya melebihi 1000 kilometer sudah sangat akurat sehingga kami dapat menyasar ruang pertemuan mereka (para petinggi ISIS di timur Furat, Suriah, pada tahun lalu – red), dan ini merupakan hasil jerih payah para pemuda kami.” (mm/rtarabic/alalam)