Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 10 Juli 2019

terusan suezJakarta, ICMES: Mesir menahan sebuah kapal tanker minyak Ukraina yang membawa minyak mentah Iran ketika sedang melintasi Terusan Suez sejak lebih dari satu pekan lalu.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengingatkan negara musuh besarnya, Amerika Serikat (AS), bahwa rudal Iran dapat menjangkau semua pangkalan militer dan kapal induk AS di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Iran dengan pengerahan jet tempur supercanggih F-35 buatan AS.

Yordania dan Qatar mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik sepenuhnya dengan menunjuk duta besar masing-masing.

Berita selengkapnya:

Mesir Menahan Kapal Tanker Minyak Iran di Terusan Suez

Mesir menahan sebuah kapal tanker minyak Ukraina yang membawa minyak mentah Iran ketika sedang melintasi Terusan Suez sejak lebih dari satu pekan lalu, menurut laporan Al-Araby Al-Jadeed yang dikutip oleh Middle East Monitor, Selasa (9/7/2019).

Tindakan Mesir itu akan menjadi penahanan kedua kapal tanker yang membawa minyak Iran selama dua minggu terakhir.

Pekan lalu, Gibraltar menahan sebuah kapal supertanker Grace 1 yang membawa minyak mentah menuju Suriah karena dianggap melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah.

Data pengiriman yang ditinjau oleh Reuters menunjukkan bahwa kapal tanker itu berada dalam perjalanan menuju Suriah dengan membawa minyak Iran yang dimuat di lepas pantai Iran, namun dokumen kapal tanker menunjukkan bahwa minyak berasal dari Irak.

Kapal tanker itu selain dianggap melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah juga dinilai melanggar sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran.

Menteri Perminyakan Iran pada Ahad malam lalu menyatakan ada kapal Iran yang diditahan di Mesir, selain di Gibraltar.

“Ada kapal lain yang ditahan di Mesir, dan kami berusaha mengatasi urusan ini,” ujarnya.

Awal pekan ini, pemerintah Gibraltar mengkonfirmasi penahanan kapal tanker yang memuat 2 juta barel minyak mentah Iran dan berlayar menuju Suriah.

“Pemerintah Kerajaan Gibraltar sekarang dapat mengkonfirmasi, setelah menerima hasil pengujian laboratorium komprehensif, bahwa Pengangkut Minyak Mentah Yang Sangat Besar, Grace 1, yang ditahan pada dini hari Kamis pagi, penuh dengan muatan minyak mentah, “ungkap Gibraltar pada hari Senin lalu.

Laporan mengenai penahanan kapal tanker lain yang sarat dengan minyak Iran dan ditahan oleh otoritas Mesir mengemuka sehari setelah pengadilan Mesir menghukum seorang profesor Al-Azhar, Alaa Moawad, dan lima terdakwa lainnya dengan tuduhan mata-mata untuk Iran. Alaa Moawad menghadiri persidangan dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda, sementara lima terdakwa lainnya, diadili secara in absentia dan divonis penjara seumur hidup. (alalam/oilprice)

IRGC Ancam Hancurkan Kapal Induk AS

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengingatkan negara musuh besarnya, Amerika Serikat (AS), bahwa rudal Iran dapat menjangkau semua pangkalan militer dan kapal induk AS di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Ancaman ini dilontarkan di saat ketegangan antara Iran dan AS meningkat lagi pasca penembak jatuhan drone pengintai AS oleh IRGC di zona udara Iran di angkasa Selat Hormuz pada bulan lalu.

“Pangkalan-pangkalan AS berada dalam jangkauan rudal-rudal kami. Rudal kami akan menghancurkan kapal-kapal induk mereka jika mereka melakukan kesalahan,” tegas salah seorang komandan IRGC, Hossein Nezad, sebagaimana dilaporkan Tasnim dan dikutip al-Alam, Selasa (9/7/2019).

“AS tahu persis akibat dari konfrontasi militer dengan Iran,” imbuhnya. (alalam)

Netanyahu Ancam Iran dengan Pengerahan Jet Tempur F-35

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Iran dengan pengerahan jet tempur supercanggih F-35 buatan AS, sehari setelah Teheran mengumumkan mulai memperkaya uranium di luar batas yang ditentukan oleh perjanjian nuklir.

Berdiri di depan pesawat tempur siluman F-35 saat meninjau pangkalan udara Israel, Selasa (9/7/2019), Netanyahu mengatakan bahwa Iran “belakangan ini mengancam dengan kehancuran Israel” dan “harus ingat bahwa pesawat-pesawat ini dapat mencapai setiap tempat di Timur Tengah, termasuk Iran dan, tentu saja, Suriah “.

Jet tempur siliman F-35 diyakini tidak memiliki jangkauan efektif untuk mencapai Iran, kecuali dengan bantuan dan pengisian bahan bakar di udara, yang juga dapat dilakukan oleh angkatan udara Israel.

Netanyahu sejak awal merupakan pihak yang paling  vokalmengecam kesepakatan nuklir yang diteken Iran bersama beberapa negara besar dunia pada tahun 2015, dan yang secara resmi dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (Joint Comprehensive Plan of Action /JCPOA).

Di bawah perjanjian itu, Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi. Namun, pada tahun lalu Presiden AS Donald Trump mengeluarkan negaranya dari JCPOA lalu menerapkan kembali sanksi AS terhadap Iran.

Sebagai reaksi atas pelanggaran AS itu,  Teheran mengancam untuk terus mengurangi komitmennya terhadap JCPOA kecuali negara-negara penandatangan yang tersisa (Inggris, Prancis, Jerman, Cina dan Rusia) mengambil tindakan untuk melindungi ekonomi Iran dari sanksi AS.

Pada Senin lalu Iran mengumumkan telah memperkaya uranium lebih dari 4,5 sehingga melampaui batasan 3,67 persen yang ditetapkan dalam JCPOA. Tindakan ini merupakan yang kedua kalinya dalam seminggu Iran memenuhi ancaman mengurangi komitmennya kepada JCPOA setelah sebelumnya menyediakan cadangan uranium melebihi ketentuan JCPOA.

Iran juga memperingatkan akan mengambil langkah-langkah baru, termasuk memasang kembali sentrifugal yang semula dibongkar dan memurnikan uranium ke ambang batas yang jauh lebih tinggi. (aljazeera/timesofisrael)

Menjauh dari Kubu Saudi, Yordania Pulihkan Hubungan dengan Qatar

Yordania dan Qatar mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik sepenuhnya dengan menunjuk duta besar masing-masing, dua tahun setelah Amman menurunkan taraf hubungannya dengan Doha akibat tekanan blok yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Pada Juni 2017, Yordania memanggil duta besarnya untuk Qatar yang berpihak pada poros regional Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain, yang memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Awal pekan ini, Qatar menunjuk Sheikh Saud bin Nasser Al Thani, anggota keluarga kerajaan, sebagai duta besarnya untuk Yordania.

Di pihak lain, pemerintah Yordania menunjuk diplomat berpangkat tinggi Zaid Al Louzi sebagai duta besarnya untuk Qatar. Al Louzi, yang ayahnya adalah anggota parlemen Yordania, adalah pejabat tertinggi kedua di kementerian luar negeri.

Menyusul krisis ekonomi dan keresahan rakyat Yordania pada Juni 2018, Qatar meluncurkan paket bantuan ekonomi ke Yordania senilai $ 500 juta dan menawarkan 10.000 pekerjaan bagi warga negara Yordania untuk bekerja di Qatar. Qatar menjadi tuan rumah bagi puluhan ribu pekerja Yordania. (aljazeera)