Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 9 Januari 2020

ain asad2Jakarta, ICMES. Naim al-Aboudi, anggota koalisi al-Fath di parlemen Irak, menyatakan bahwa gempuran rudal Iran telah membuat sebagian Pangkalan Udara (Lanud) Ain Assad hancur lebur.

Angkatan Bersenjata menanggapi klaim AS bahwa ada koordinasi Teheran dengan Washington terkait serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke pangkalan-pangkalan militer AS di Irak.

Iran mengecam pernyataan Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengenai pembunuhan AS terhadap mantan komandan Pasukan Quds IRGC, karena cenderung membenarkan pembunuhan tersebut.

Brigade Hizbullah Irak menyerukan kepada segenap komponen kekuatan bangsa negara ini dan menegaskan bahwa pengaturan strategi untuk pembalasan terhadap AS kini menjadi semakin mendesak.

Berita selengkapnya:

Anggota Parlemen Irak: Sebagian Pangkalan Ayn Assad Hancur Lebur

Naim al-Aboudi, anggota koalisi al-Fath di parlemen Irak, menyatakan bahwa gempuran rudal Iran telah membuat sebagian Pangkalan Udara (Lanud) Ain Assad hancur lebur.

Dalam wawancara dengan TV Al-Mayadeeen, Rabu (8/1/2020), dia mengatakan bahwa serangan balasan Iran atas kematian jenderal tersohornya, Qassem Soleimani, yang terbunuh oleh serangan udara di Baghdad Jumat lalu telah membuat bagian Lanud Ain Assad yang ditempati oleh pasukan AS hancur lebur.

Lanud Ain Assad merupakan lanud terbesar yang ditempati AS di Irak dengan luas 10 kilometer atau setara dengan luas Zona Hijau di Baghdad. Lanud itu terletak di barat Baghdad sejarak sekira 200 kilometer di dekat Sungai Eufrat di distrik al-Baghdadi di bagian barat Provinsi Anbar.

Dini hari Rabu kemarin Unit Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran) menggempur lanud tersebut dengan puluhan rudal. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut serangan itu “baru tamparan”, sedangkan “pembalasan lain lagi”.

Para netizen di media sosial telah memublikasi beberapa foto awal yang dinyatakan sebagai kondisi terkini Lanud Ain Assad pasca gempuran rudal IRGC.

Disebutkan bahwa foto-foto itu merupakan hasil pencitraan satelit yang dirilis oleh Perusahaan Planet. Dalam foto-foto itu terlihat lima titik kehancuran di lanud tersebut akibat gempuran rudal Iran. (fars/alalam)

Militer Iran Tanggapi Klaim AS Soal Gempuran Rudal Iran

Angkatan Bersenjata menanggapi klaim AS bahwa ada koordinasi Teheran dengan Washington terkait serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke pangkalan-pangkalan militer AS di Irak.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abol Fazl Shekarchi dalam siaran persnya, Rabu (8/1/2020), menyebut klaim itu “menggelikan”. Dia mengingatkan  bahwa gempuran tersebut baru sekedar “tamparan”, dan bahwa reaksi Iran akan “lebih sengit dan luas” jika AS melakukan pergerakan baru terkait dengan tamparan itu.

“Pesan pertama serangan rudal sengit terhadap AS itu ialah bahwa Republik Islam Iran telah sepenuhnya melaksanakan apa yang dikatakan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei bahwa era “hit and run” telah usai, dan AS telah melihat dengan mata sendiri bahwa jika mereka mendapat serangan maka yang mereka terima ialah puluhan rudal,” terang Shekarchi.

Sebelumnya dilaporkan bahwa ada keyakinan di tengah para pejabat AS bahwa rudal-rudal Iran itu “sengaja dibuat salah alamat” sehingga, menurut mereka, menerjang lokasi-lokasi yang tidak sedang ditempati oleh tentara AS ketika dua pangkalan militer di Iran digempur.

CNN mengutip pernyataan para pejabat anonim bahwa Iran sebenarnya bisa menyasarkan rudal-rudalnya ke kawasan-kawasan yang ditempati oleh pasukan AS, tapi tidak melakukannya demi menghindari reaksi militer AS secara besar-besaran.

Mereka mengklaim gempuran rudal Iran tidak menjatuhkan korban pada pihak pasukan AS.

IRGC pada Rabu pagi mengumumkan pihaknya telah menarget dua pangkalan militer AS di Irak, sebagai reaksi atas terbunuhnya mantan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani akibat  serangan udara AS di dekat Bandara Baghdad pada Jumat lalu.

IRGC juga mengklaim bahwa gempurannya itu menewaskan sedikitnya 80 tentara AS yang disebutnya teroris.

Penasehat Komandan IRGC, Hamid Reza Moghadamfar, Rabu, menegaskan bahwa informasi awal mengkonfirmasi “terjadinya kerusakan besar di Lanud Ain Assad, namun AS berusaha menyembunyikan fakta”.

Pemimpin Besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut serangan rudalitu sebagai “sukses”, dan bersumbar bahwa “Iran sedang menghadapi front yang luas, dan kemenangan akan menjadi miliknya.” (raialyoum/fars)

Iran Kecam Pembenaran NATO atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

Juru bicara Kemenlu Iran Abbas Mousavi mengecam pernyataan Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengenai pembunuhan AS terhadap mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), karena cenderung membenarkan pembunuhan tersebut.

“Performa aliansi militer (NATO) ini, yang anggota terbesarnya, AS, merupakan negara teroris terbesar di dunia, tidak mewujudkan apapun dalam beberapa tahun terakhir kecuali kehancuran, peperangan, dan kecaunya keamanan kawasan dan dunia,” kecam Mousavi, Rabu (8/1/2020).

Dia melanjutkan, “Pembenaran atas tindakan AS membunuh Soleimani secara licik merupakan pengabaian terhadap peran sosok komandan besar ini dalam penumpasan kawanan teroris, pembasmian ISIS, dan penghapusan bahaya organisasi teroris ganas ini bagi kawasan setempat dan Eropa.”

Jubir Kemenlu Iran menyebutkan bahwa Soleimani datang ke Irak atas undangan pemerintah negara ini, dan karena itu pembenaran atas serangan AS terhadapnya merupakan tindakan yang melecehkan publik internasional.

Mousavi menilai NATO telah menjadi alat pembenar bagi segala tindakan AS dan sejumlah sekutunya dari Eropa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan politik yang “menjijikkan” di kawasan.

Menurutnya, Iran percaya sepenuhnya bahwa keamanan kawasan akan pulih jika “kegiatan teror” pasukan negara-negara asing  yang sebagian di antaranya aktif dengan menggunakan payung NATO berakhir, dan tugas keamanan regional dipasrahkan kepada pemerintah negara-negara setempat. (alalam)

Para Pejuang Irak Tegaskan Pembalasan terhadap AS Makin Mendesak

Brigade Hizbullah Irak menyerukan kepada segenap komponen kekuatan bangsa negara ini dan menegaskan bahwa pengaturan strategi untuk pembalasan terhadap AS kini menjadi semakin mendesak.

Dalam siaran persnya, Rabu (8/1/2020), faksi pejuang Irak ini menegaskan, “Irak harus bekerja dengan waktu yang tepat dan tidak meninggalkan celah yang menguntungkan musuh, dan pada saat yang sama, bekerja keras untuk memobilisasi dan mempertahankan momentum massa, mempertahankan solidaritas komponen kekuatan nasional dan jihad, dan mendukung orang-orang merdeka dalam pemerintahan dan parlemen untuk mengembalikan hak-hak nasional.”

Dia menambahkan: “Dalam kondisi demikian ini perlu untuk menghindari emosionalitas demi mencapai hasil terbaik yang diinginkan, terutama pengusiran musuh, AS dan para pengikutnya yang hina dina dan kalah di negeri kita Irak tercinta.”

Sementara itu, Gerakan al-Nujaba Irak berterima kasih kepada Iran dan menegaskan kepada pasukan AS bahwa pembalasan darah mantan pemimpin pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahd, tak akan terelakkan lagi.

“Terima kasih kepada Iran yang telah membantu Irak mengembalikan kedaulatan dan wibawanya, ketika menyerang pangkalan-pangkalan pasukan keji AS yang menduduki tanah-tanah yang dirampas dari negara kita, sebagai balasan atas Haji Soleimani tercinta,” ungkap Gerakan al-Nujaba Irak.

Gerakan ini lantas menyatakan kepada pasukan AS, “Kalian jangan sampai memejamkan mata, karena pembalasan atas Syahid Abu Mahdi al-Muhandis pasti akan datang, dan dengan tangan orang-orang Irak sendiri sampai keluarnya tentara terakhir kalian.”

Seperti diketahui, Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada dini hari Rabu telah menggempur dua pangkalan militer AS di Irak, sebagai reaksi atas terbunuhnya mantan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani akibat  serangan udara AS di dekat Bandara Baghdad pada Jumat lalu.  (alalam)