Jakarta, ICMES. Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan negaranya siap dan serius ingin memperluas hubungan dengan Indonesia di segala bidang.

Komandan Pasukan Dirgantara Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh menyatakan negaranya memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam produksi peralatan militer, dan termasuk satu negara terkemuka dalam produksi drone dan rudal presisi.
Media Israel melaporkan bahwa Israel dan Turki mengadakan pembicaraan intensif untuk menyelenggarakan pertemuan puncak antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Israel Yair Lapid.
Pasukan Israel telah membunuh seorang pemuda Palestina dalam serangan di provinsi Tubas di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat.
Berita Selengkapnya:
Ditemui Ketua MA RI, Presiden Raisi: Iran Siap Perluas Hubungan dengan Indonesia di Semua Bidang
Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan negaranya siap dan serius ingin memperluas hubungan dengan Indonesia di segala bidang.
Hal itu dia katakan saat menerima, Ketua Mahkamah Agung RI Muhammad Syarifuddin dan delegasi menyertainya di kompleks kepresidenan Iran, Rabu (7/9).
“Tingkat hubungan bilateral saat ini tidak sesuai dengan kapasitas yang ada dari kedua negara,†sesal Raisi.
Dia menambahkan, “Hubungan baik antara Teheran dan Jakarta di berbagai bidang dapat mengarah pada pengembangan kerjasama yang konstruktif antara kedua negara di tingkat regional dan internasional.”
Menyinggung pendekatan aktif Indonesia di berbagai organisasi internasional, Presiden Iran menekankan bahwa penguatan kerjasama di berbagai lembaga dan forum internasional merupakan salah satu peluang kerjasama antara kedua negara.
 “Saat ini, sistem hegemonik berkedok membela kemanusiaan,†ujarnya.
Dia menjelaskan, “Saat ini sistem hegemoni melakukan penindasan terbesar di dunia atas nama pembelaan Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya terhadap umat Muslim, dan sikap bersama para ahli hukum independen dunia melawan penindasan yang jelas dari sistem hegemonik ini dapat efektif untuk mengubah situasi HAM di dunia.â€
Di pihak lain, Muhammad Syarifuddin mengaku senang atas kunjungannya ke Iran dan pertemuannya dengan Raisi. Dia juga menyebut hubungan antara Indonesia dan Iran bersahabat, ramah dan berkembang.
Sembari menyatakan minat Indonesia untuk meningkatkan level interaksi kedua negara di berbagai bidang, Syarifuddin mengharapkan kerjasama dan pemanfaatan  pengalaman Iran di bidang teknologi terkait hukum dan peradilan.
Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung RI dan rombongan juga mengadakan pertemuan dengan Kepala Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran Hujjatul Islam wal Muslimin Gholamhossein Mohseni Ejei. (mna)
Komandan IRGC: Iran Salah Satu Negara Produsen Drone dan Rudal Presisi
Komandan Pasukan Dirgantara Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh menyatakan negaranya memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam produksi peralatan militer, dan termasuk satu negara terkemuka dalam produksi drone dan rudal presisi.
“Kita adalah salah satu kekuatan teratas di bidang drone dan rudal,” ungkap Hajizadeh dalam kata sambutannya saat rektor beserta para guru besar dan pejabat Universitas Khawaja Nasiruddin Al-Tusi berkunjung ke Lokakarya Teknis Nasional Pasukan Dirgantara IRGC, Rabu (7/9).
Dia menyebut Iran juga merupakan satu di antara “20 produsen sistem radar terbaik” di dunia, dan mengatakan, “Di bidang luar angkasa, kita menempatkan satelit ke orbit dalam waktu kurang dari tiga tahun.â€
Petinggi IRGC ini menyatakan Iran telah mencapai keberhasilan yang menguntungkan di bidang universitas dan kerjasama pertahanan, dan pernah menyerang musuh dari jarak lebih dari 1000 kilometer dengan menggunakan kecerdasan buatan.
“Iran berkewajiban melakukan pekerjaan dan penelitian di bidang luar angkasa,” imbuhnya.
Dia juga menilai “situasi di kawasan ini sangat menguntungkan”, dan Iran berhasil melewati dekade yang menantang berkat pengarahan Pemimpin Besar Ayatullah Seyed Ali Khamenei dalam menggalang strategi perlawanan aktif.
“Musuh-musuh Iran sekarang mengakui bahwa kampanye tekanan maksimum telah gagal, dan Teheran malah berubah menjadi kekuatan yang tak terbantahkan,” tegasnya.
Doktrin militer Iran menyatakan bahwa kemampuan senjata negara republik Islam ini semata-mata bertujuan defensif.
Pakar dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan besar dalam pembuatan berbagai alutsista, dan membuat angkatan bersenjata Iran mandiri di bidang persenjataan.
Para pejabat Iran telah berulang kali menekankan pihaknya tidak akan ragu untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kekuatan rudal dan drone, yang sepenuhnya dimaksudkan untuk pertahanan, dan karena itu kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah dinegosiasikan. (mna)
Media Israel Ungkap Adanya Pembicaraan untuk Pertemuan antara Erdogan dan Lapid
Media Israel melaporkan bahwa Israel dan Turki mengadakan pembicaraan intensif untuk menyelenggarakan pertemuan puncak antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Israel Yair Lapid.
Website Israel Walla, Rabu (7/9), melaporkan bahwa otoritas Turki sedang melakukan kontak intensif dengan mitra Turki mereka demi mengupayakan penyelenggaraan pertemuan antara Erdogan dan Lapid di sela-sela Majelis Umum PBB dalam waktu sekitar dua minggu ke depan.
Menurut Walla, pertemuan itu akan menjadi pertemuan pertama Erdogan dengan seorang perdana menteri Israel sejak 2008. Erdogan sendiri ketika menjabat perdana menteri pernah bertemu dengan perdana menteri Israel saat itu, Ehud Olmert, di Ankara,ibu kota Turki.
Walla mengklaim bahwa dalam kunjungan ke Turki itu Olmert juga melakukan pembicaraan telepon tidak langsung dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan mediasi Erdogan demi tujuan mencapai terobosan kongkret dalam hubungan antara Suriah dan Israel.
Namun, lanjut Walla, karena tentara Israel melancarkan perang besar-besaran di Jalur Gaza pada Desember 2008 pembicaraan itu tak selesai, dan bahkan terjadi kemerosotan serius dalam hubungan antara Ankara dan Tel Aviv.
Walla juga menyebutkanbahwa Erdogan telah dua kali mengadakan pembicaraan dengan Lapid dalam dua bulan terakhir. Pada kali pertama, Presiden Turki mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Israel atas pelaksanaan tugasnya, sementara kali kedua terjadi tak lama setelah pengumuman normalisasi hubungan antara Tel Aviv dan Ankara.
Media Israel lain, Kan, juga melaporkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengatur pertemuan antara Lapid dan Erdogan di sela-sela Majelis Umum PBB sebagai tanda lebih lanjut dari hangatnya hubungan Israel dan Turki.
Lapid dan Erdogan adalah dua di antara 157 pemimpin dunia yang pada bulan September ini akan menghadiri pertemuan tatap muka pertama kalinya di Majelis Umum PBB sejak pandemi COVID-19 dimulai pada awal tahun 2020. (raialyoum/ti)
Pasukan Israel Bunuh Pemuda Palestina di Tepi Barat
Pasukan Israel telah membunuh seorang pemuda Palestina dalam serangan di provinsi Tubas di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pemuda itu sebagai Younis Ghassan Tayeh, 20 tahun, dan menyatakan dia gugur setelah ditembak di dada di kamp pengungsi al-Faraa, beberapa kilometer selatan kota Tubas, Rabu (7/9).
Pasukan Israel telah menyerbu kamp pengungsi itu pada pukul 6:00 waktu setempat dalam gelombang terbaru serangan harian tentara Zionis di Tepi Barat.
Paman Tayeh, Mohammed Hassan Tayeh, mengatakan bahwa penembakan itu tidak beralasan, dan keponakannya dibidik oleh penembak jitu di area terbuka.
Sedikitnya 21 warga Palestina ditangkap oleh tentara Israel pada Rabu malam, termasuk dari Nablus, Ramallah, Hebron dan Quds (Yerussalem). (aljazeera)
.







