Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 8 April  2021

jubir kemlu AS ned priceJakarta, ICMES.  Kemlu AS menyatakan negara ini siap mencabut sanksinya terhadap Iran demi kembalinya Washington dan Teheran kepada perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasi terjadinya ledakan pada kapal logistik Saviz milik negara ini di Laut Merah, namun sumber ledakan belum diketahui.

Asisten Menteri Luar Negeri Iran yang juga kepala tim Iran untuk negosiasi Wina, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya tidak akan melanjutkan perundingan jika pihak lawan dalam perundingan membuang-buang waktu.

Rezim Zionis Israel melancarkan serangan dari arah Golan dan Libanon ke wilayah selatan Suriah, pada dini hari Kamis menyebabkan empat tentara Suriah terluka di sekitar Damaskus, ibu kota negara ini.

Berita Selengkapnya:

AS Siap Cabut Samua Sanksi Terhadap Iran, Israel Teriakkan lagi Klaim Bahaya Nuklir Iran

Kemlu AS menyatakan negara ini siap mencabut sanksinya terhadap Iran demi kembalinya Washington dan Teheran kepada perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Jubir Kemlu AS Ned Price, Selasa (6/6), mengatakan kepada wartawan, “Kami siap mengambil langkah-langkah yang mendesak untuk kepatuhan kembali kepada perjanjian nuklir, yang mencakup pencabutan sanksi yang tak sesuai dengan perjanjian ini. Saya di sini tidak dalam posisi yang memperkenankan saya untuk memberikan rincian yang mungkin dipikirkan untuk ini.”

Dia menyebutkan bahwa tim AS di Wina, Swiss, telah mengadakan pembicaraan mengenai Iran dengan para sekutu Eropanya dan dengan delegasi China dan Rusia, dan bahwa pembicaraan mengenai nuklir Iran akan mengalami kesulitan karena beberapa faktor, termasuk kebutuhan kepada kondisi saling percaya antara AS dan Iran.

Dia menilai “pembicaraan tak langsung dengan Iran” di Wina sebagai langkah konstruktif dan bermanfaat bagi Iran dan AS untuk kembali mematuhi JCPOA yang diteken pada tahun 2015.

Asisten Menlu Iran Abbas Araghchi membantah adanya perundingan Iran, termasuk yang tak langsung, dengan AS di Wina. Dia menyebutkan bahwa perundingan itu semata-mata antara Iran dan negara-negara kelopok 4+1.

Dia juga menyatakan penolakan Iran terhadap usulan AS untuk pencairan dana Iran sebesar $ 1 miliar yang dibekukan, sebagai imbalan untuk kesediaan Iran menurunkan tingkat pengayaan uraniumnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perjanjian nuklir hanya akan menyediakan jalan bagi Iran untuk memiliki senjata nuklr.

“Senjata itu mengancam kami dengan pemusnahan, (perjanjian itu) tak akan pernah mengikat kami,” tegas Netanyahu dalam pernyataannya di sela upacara mengenang korban apa yang disebut Israel sebagai Tragedi Holocaust.

“Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa perjanjian dengan rezim seperti rezim Iran tak akan setara dengan kulit bawang… Hanya ada satu hal yang mengikat kami, yaitu mencegah orang yang berusaha menghancurkan kami dari pelaksanaan rencananya,” lanjut Netanyahu.

Dia bersumbar, “Tak seperti di masa lalu, sekarang di dunia tak ada satupun pihak yang dapat mencegah kami dari memiliki hak dan kekuatan untuk membela diri kami dari ancaman eksistensial.” (raialyoum/alalam)

Iran Konfirmasi Terjadinya Ledakan pada Kapalnya di Laut Merah

Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasi terjadinya ledakan pada kapal logistik Saviz milik negara ini di Laut Merah, namun sumber ledakan belum diketahui.

“Kapal berbendera Iran, Saviz, mengalami kerusakan ringan dalam ledakan di Laut Merah dekat pantai Djibouti pada Selasa sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Asal dan penyebabnya sedang diselidiki,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Rabu (7/4)

Dia menjelaskan, “Berdasarkan pengumuman resmi sebelumnya dan koordinasi dengan Organisasi Maritime Ointernasional sebagai badan rujukan, kapal sipil Saviz ditempatkan di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden untuk memberikan keamanan maritim di sepanjang jalur pelayaran dan untuk memerangi perompak.”

Dia menambahkan, “Kapal ini secara praktis bertindak sebagai stasiun logistik Iran di Laut Merah, dan oleh karena itu spesifikasi dan misi kapal ini sebelumnya telah diumumkan secara resmi kepada organisasi tersebut.”

Menurut Khatibzadeh, tidak ada korban yang dilaporkan akibat insiden itu, dan  sedang dilakukan investigasi teknis untuk mengetahui bagaimana insiden itu terjadi..

“Iran akan mengambil semua tindakan yang diperlukan melalui otoritas internasional dalam hal ini,” tegasnya.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa Israel memberi tahu AS bahwa pasukan Israel telah menyerang kapal Iran pada hari Selasa sekitar pukul 07:30 waktu setempat. Pejabat Israel belum mengkonfirmasi laporan tersebut.

Sementara itu, sebuah sumber dari Perusahaan Suriah untuk Transportasi Minyak melaporkan bahwa sebuah kapal tanker minyak Iran telah tiba di terminal minyak Baniayas, Suriah.

Sumber anonim itu mengatakan kepada RT bahwa kapal tanker itu membawa satu juta barel minyak, dan dia tidak mengkonfirmasi ataupun menyangkal informasi bahwa kapal tanker Iran itu adalah satu dari empat kapal yang akan tiba secara berurutan ke pelabuhan Suriah.

Suriah belakangan mengalami krisis bahan bakar dan transportasi akibat penundaan kedatangan pasokan minyak.

Perdana Menteri Suriah, Hussein Arnous, beberapa hari lalu berjanji bahwa krisis akan berakhir pada akhir pekan ini, sementara warga Suriah berharap kedatangan kapal tanker tersebut akan membantu meringankan krisis bahan bakar dan transportasi. (fna/alalam)

Iran akan Hentikan Perundingan Nuklir jika Barat Mengulur Waktu

Asisten Menteri Luar Negeri Iran yang juga kepala tim Iran untuk negosiasi Wina, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya tidak akan melanjutkan perundingan jika pihak lawan dalam perundingan membuang-buang waktu.

Dia menyebutkan bahwa pembahasan yang berlangsung sejak Selasa lalu hanya mengenai mekanisme pelaksanaan kewajiban yang tertuang dalam perjanjian nuklir, sedangkan perjanjian nuklir itu sendiri tak perlu dilakukan negosiasi lagi karena sudah selesai dirundingkan.

Araghchi mengatakan bahwa pertemuan pada Selasa itu diadakan dalam rangka rapat komite gabungan perjanjian nuklir, dan tim Iran memanfaatkan kesempatan untuk mencari solusi atas masalah yang menghambat implementasi perjanjian, termasuk mengenai kembalinya AS kepada perjanjian itu dan pencabutan semua sanksi terhadap Iran. Jika semua itu terwujud maka Teheran akan kembali menjalankan kewajibannya.

“Dapat dikatakan bahwa hal baru yang terjadi dalam pertemuan ini ialah terjadinya kemajuan di bidang ini, tapi perlu disebutkan beberapa poin dalam kerangka ini, termasuk bahwa pembahasan yang dilakukan oleh pihak Iran terbatas hanya untuk kelompok 4+1 (Inggris, Prancis, Rusia dan China plus Jerman) dan tak ada perundingan apapun dengan pihak AS, meski secara tidak langsung,” ujar Araghchi.

Dia menekankan bahwa negaranya menolak usulan AS “selangkas dibalas selangkah”, dan tetap bersikukuh pada pendiriannya bahwa semua tindakan harus dilakukan sekaligus sesuai apa yang sudah disebut Iran sebagai “kondisi final”.

Asisten Menteri Luar Negeri Iran juga menegaskan bahwa jika kelompok 4+1 gagal meyakinkan AS untuk mencabut sanksinya secara penuh maka Iran “tak akan bersikeras dan terburu soal ini, dan akan menunggu apakah Eropa, China, dan Rusia sanggup atau tidak melakukan hal itu”.

Seperti diketahui, hubungan Teheran dan Washington memburuk sejak Mei 2018 setelah presiden AS saat itu Donald Trump menarik negaranya keluar dari kesepakatan nuklir Rencana Bersama Aksi Komprehensif (JCPOA) yang diteken pada tahun 2015, dan kemudian menerapkan kembali sanksi  terhadap Iran meskipun keputusan ini mendapat kecaman internasional.

Setelah Trump digantikan oleh Joe Biden, pemerintah baru AS mengaku bermaksud kembali kepada JCPOA, namun sembari mengajukan beberapa persyaratan yang tidak diterima oleh Iran sehingga dilakukan pembicaraan antara Iran dan kelompok 4+1 untuk memecahkan masalah tersebut. (alalam)

Israel Serang Suriah, Empat Tentara Terluka

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa Rezim Zionis Israel telah melancarkan serangan dari arah Golan dan Libanon ke wilayah selatan Suriah, pada dini hari Kamis (8/4), menyebabkan empat tentara Suriah terluka di sekitar Damaskus, ibu kota negara ini.

Sumber militer mengatakan bahwa sekira pukul 00.56 waktu setempat Israel melancarkan serangan udara dengan melepaskan beberapa rudal dari arah Libanon ke beberapa titik di sekitar kota Damaskus.

Sumber itu menambahkan, “Sistem pertahanan udara telah mencegat serangan itu dan menjatuhkan sebagian besar rudal…. Agresi ini menyebabkan empat tentara menderita luka-luka dan menimbulkan kerugian materi.”

Sumber itu tak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai posisi-posisi yang menjadi sasaran serangan.

Sementara itu, saluran Al-Manar milik Hizbullah melaporkan bahwa salah satu rudal pertahanan udara Suriah telah mengejar jet tempur Israel dan terjadi ledakan yang suaranya terdengar di seluruh wilayah Libanon selatan. (raialyoum)