Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 7 November 2019

fasilitas nuklir iranJakarta, ICMES. Badan Tenaga Atom Iran secara resmi mengumumkan dimulainya aktivitas pengayaan uranium di fasilitas nuklir Fordow sebagai kelanjutan dari pengurangan komitmennya kepada perjanjian nuklir multinasional yang diteken pada tahun 2015.

Pemerintah Rusia menyatakan dapat memahami tindakan-tindakan lebih lanjut Iran dalam mengurangi komitmennya kepada kesepakatan nuklir.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkonfirmasi laporan mengenai tertangkapnya janda pemimpin kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS) Abu Bakar Al-Baghdadi oleh tentara Turki.

Para menteri Israel dilaporkan telah mengadakan beberapa pertemuan untuk meninjau skenario kemungkinan perang negara Zionis ilegal ini dengan Iran.

Berita selengkapnya:

Iran Resmi Umumkan Dimulainya Pengayaan Uranium di Fasilitas Fordow

Badan Tenaga Atom Iran secara resmi mengumumkan dimulainya aktivitas pengayaan uranium di fasilitas nuklir Fordow sebagai kelanjutan dari pengurangan komitmennya kepada perjanjian nuklir multinasional yang diteken pada tahun 2015.

Dalam rangka ini Iran merilis gembar-gambar yang menunjukkan dimulainya pengoperasian mesin-mesin sentrifugal di Fordow.

“Pengayaan dan produksi uranium di Fordow telah dimulai lagi,” ungkap Badan Tenaga Atom Iran dalam statamennya yang dirilis pada hari Rabu (6/11/2019), sembari menyebutkan dimulainya injeksi gas uranium pada 696 unit mesin sentrifugal untuk pengayaan uranium generasi IR1.

Menurut statemen itu, pengeperasian tersebut dimulai pada hari Kamis (7/11/2019) pada pukul 00:00 waktu setempat setelah pemindahan silinder 2.800 kilogram berisi 2.000 kilogram UF6 (uranium hexafluoride) dari fasilitas nuklir Natanz ke Fordow, dekat kota Qom, tempat 1.044 sentrifugal dipasang.

Kesepakatan nuklir 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), memungkinkan sentrifugal IR-1 generasi pertama di Fordow berputar tanpa gas uranium.

Juru bicara Badan Tenaga Atom Iran Behrouz Kamalvandi sebelumnya mengatakan injeksi uranium hexafluoride sedang dipantau oleh inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kamalvandi mengatakan pabrik itu kemudian akan melanjutkan pengayaan uranium, dan tingkat kemurnian pengayaan akan mencapai 4,5 persen pada hari Sabtu, ketika inspektur akan kembali untuk memeriksa prosesnya lagi.

Seorang juru bicara IAEA mengonfirmasi bahwa inspektur PBB berada di Iran dan akan melaporkan kembali kegiatan yang relevan.

Langkah keempat dalam pengurangan komitmen Iran pada awalnya diumumkan oleh Presiden Hassan Rouhani Selasa lalu. Melalui halaman Twitter-nya Rabu kemarin Rouhani lantas mengkonfirmasi bahwa injeksi gas akan dimulai hari ini.

Teheran menegaskan bahwa penangguhan komitmen itu bukan merupakan pelanggaran terhadap JCPOA melainkan bersandar pada Pasal 26 dan 36 perjanjian itu sendiri.

Nasib kesepakatan Iran telah diragukan sejak Mei 2018, ketika AS tiba-tiba meninggalkan kesepakatan dan menerapkan lagi sanksi anti-Iran yang telah dicabut sebagai bagian dari JCPOA. (presstv/alalam)

Iran Mulai Lagi Pengayaan Uranium, Rusia Salahkan AS

Pemerintah Rusia menyatakan dapat memahami tindakan-tindakan lebih lanjut Iran dalam mengurangi komitmennya kepada kesepakatan nuklir.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mencatat perkembangan terbaru terkait dengan perjanjian nuklir multinasional itu mengkhawatirkan, namun dia menilai  Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas peristiwa ini setelah Washington keluar secara sepihak dari perjanjian dan menerapkan kembali sanksi dan embargonya terhadap Teheran.

Di pihak lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut tindakan Iran itu sebagai perubahan berbahaya dan akan menjadi perubahan besar.

Macron juga menyatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan dilakukan diskusi-diskusi yang melibatkan pejabat Iran untuk menarik kesimpulan secara kolektif.

Iran mulai memompa gas ke sentrifugal di fasilitas nuklir Fordow sebagai bagian dari langkah keempat dalam mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan fasilitas pengayaan uranium Fordow akan segera kembali kepada aktivitasnya secara penuh.

Tiga langkah sebelumnya telah ditempuh Iran setahun setelah AS mengkhianati kesepakatan nuklir. Dalam beberapa tindakan itu Iran telah memberi para mitra dari Eropa tenggat waktu 60 hari untuk melaksanakan kewajiban keuangan mereka kepada Iran, khususnya di sektor minyak dan perbankan, namun desakan itu tidak mendapat tanggapan serius sehingga Iran lantas melanjutkan reaksinya dengan langkah keempat. (alalam)

Erdogan Konfirmasi Penangkapan Janda Abu Bakar Al-Baghdadi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkonfirmasi laporan mengenai tertangkapnya janda pemimpin kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS) Abu Bakar Al-Baghdadi oleh tentara Turki.

Dalam sebuah pidatonya di sebuah universitas di Ankara, ibu kota Turki, Rabu (6/11/2019), Erdogan mengatakan, “Al-Baghdadi sendiri telah bunuh diri di dalam sebuah terowongan, AS lantas membuat kehebohan (tentang ini). Untuk pertama kalinya saya menjelaskan bahwa istri al-Baghdadi telah kami tangkap, namun kami tidak lantas menghebohkannya.”

Dia menambahkan bahwa janda al-Baghdadi tertangkap seminggu setelah Al-Baghdadi bunuh diri ketika pasukan khusus AS melancarkan operasi serangan terhadapnya.

Erdogan kemudian menyebutkan bahwa tentara Turki juga telah menangkap seorang wanita yang merupakan kakak al-Baghdadi dan suaminya di Suriah.

Pada awal pekan ini seorang petinggi Turki mengatakan bahwa negara ini telah menangkap saudari al-Baghdadi bersama suami dan seorang anak perempuannya.

Pada pekan lalu AS menyatakan bahwa al-Baghdadi dan beberapa orang yang menyertainya tewas dalam operasi militer pasukan khusus AS di provinsi Idlib, Suriah.

Pihak ISIS beberapa hari kemudian membenarkan laporan mengenai tewasnya al-Baghdadi, dan mengumumkan seorang penggantinya yang bernama Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi. (fars/ raialyoum)

Para Menteri Israel Adakan Beberapa Pertemuan Membahas Kemungkinan Perang dengan Iran

Para menteri Israel dilaporkan telah mengadakan beberapa pertemuan untuk meninjau skenario kemungkinan perang negara Zionis ilegal ini dengan Iran.

Disebutkan bahwa para peserta pertemuan-pertemuan itu berspekulasi bahwa Republik Islam dapat melancarkan serangan mematikan terhadap Israel jika perang itu berkobar.

Dua di antara pertemuan itu diadakan pekan lalu dengan agenda membahas potensi persiapan dan dampak konflik. Michael Oren, mantan duta besar Israel untuk AS, disebut-sebut telah mengungkap isi diskusi itu dalam sebuah artikel opini yang dimuat oleh majalah The Atlantic pada Senin lalu (4/11/2019).

Artikel berjudul “Konflagulasi Timur Tengah yang Akan Datang” itu menyebut pertemuan para menteri Israel berkesimpulan bahwa “pertempuran dapat pecah kapan saja” oleh “percikan tunggal.”

Para menteri Israel menduga konflik dapat terjadi sebagai akibat “kesalahan perhitungan Israel”, seperti salah membidik “target yang sangat sensitif” di negara-negara semisal Irak dan Suriah di mana Republik Islam memberikan dukungan konsultasi kontra-teroris.

“Hasilnya bisa menjadi serangan balasan oleh Iran, menggunakan rudal jelajah yang menembus pertahanan udara Israel, dan menghantam target seperti Kiryah, setara dengan Pentagon di Tel Aviv,” tulis Oren.

Dia menambahkan, “Dan kemudian, setelah satu hari pertukaran besar-besaran, perang sesungguhnya akan dimulai.” (presstv)