Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 6 Januari 2022

Jakarta, ICMES. Presiden Irak Barham Salih menyatakan bahwa Jenderal Soleimani datang membantu Irak di saat Negeri 1001 Malam ini berada dalam situasi yang paling sulit dan kritis.

Pasukan Ansarullah di Yaman membebaskan kamp militer Al-Khanjar dan Gunung Al-Shabakah serta beberapa posisi militer dan perbukitan oleh tentara Yaman dan pasukan Ansarullah (kubu Sanaa)  di provinsi Al-Jawf.

Petinggi gerakan Ansarullah di Yaman Mohammad Abdul Salam  menyatakan bahwa penyitaan kapal Rwabee berbendera Uni Emirat Arab   yang memuat senjata Arab Saudi merupakan pertarungan demi kehormatan dan kedaulatan.

Anggota Komisi Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Yaqub Rezazadeh menanggapi keras pernyataan Raja Salman dari Arab Saudi dengan menyebutnya “menyalahi prinsip kerukunan bertetangga dan hukum internasional”.

Berita Selengkapnya:

Presiden Irak: Jenderal Soleimani Datang Ketika Irak Berada dalam Situasi Kritis

Presiden Irak Barham Salih dalam kata sambutannya pada peringatan tahun kedua gugurnya jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dan mantan wakil komandan pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi, Abu Mahdi Al-Muhandis, Rabu (5/1), menyatakan bahwa Jenderal Soleimani datang membantu Irak di saat Negeri 1001 Malam ini berada dalam situasi yang paling sulit dan kritis.

“Sang Pemimpin, Abu Mahdi Al-Muhandis, wakil ketua Dewan Al-Hashd Al-Shaabi, dan Komandan Besar Iran Haji Qasem Soleimani, adalah dua figur berpengaruh dan besar di negara kita… Komandan Qasem Soleimani datang di saat tersulit dan berpartisipasi dengan angkatan bersenjata dan warga negara kita dalam menghadapi ISIS dan menghadapi bahaya badai serangan besar terhadap kita,” ujarnya dalam acara yang dihadiri  oleh beberapa pejabat tinggi Irak dan Dubes Iran untuk Irak Iraj Masjedi tersebut .

Salih juga mengatakan, “Dua syahid ini telah meninggalkan kita, dan keduanya berkeyakinan bahwa kesyahidan adalah puncak keinginan, dan bahwa kedermawanan dengan jiwa adalah puncak kedermawanan dalam membela orang yang tertindas dan melawan orang yang zalim.”

Presiden Irak lantas memuji persatuan bangsa Irak serta fatwa jihad yang pernah dikeluarkan oleh marji’ (ulama panutan) Irak Sayid Ali Al-Sistani dalam perlawanan terhadap badai serangan teror ISIS.

Dia mengatakan, “Kita kembali merasa bangga atas kemenangan yang tercapai atas ISIS dan gagalnya rencana keji ISIS yang mengancam kawasan dan dunia. Kita telah berhasil membebaskan kota-kota kita dari noda teroris berkat persatuan bangsa kita dengan semua golongan dan komponennya, berkat kekuatan pasukan bersenjata, baik polisi, tentara maunpun al-Hashd Al-Shaabi dan Peshmerga, berkat fatwa jihad kifa’i Marji’ Tertinggi Sayid Ali Al-Sistani, yang berperan besar dalam konfrontasi yang menentukan nasib ini, dan dengan dukungan para jiran, para sahabat dan aliansi internasional.” (alalam)

Ansarullah Yaman Bebaskan Kamp Al-Khanjar di Provinsi Al-Jawf

Pusat media perang Al-I’lam Al-Harbi cabang Yaman, Rabu (5/1), merilis rekaman video pembebasan kamp militer Al-Khanjar dan Gunung Al-Shabakah serta beberapa posisi militer dan perbukitan oleh tentara Yaman dan pasukan Ansarullah (kubu Sanaa) dalam operasi militer bersandi “Fajr Al-Sakhra” (Fajar Sahara) di provinsi Al-Jawf.

Dilaporkan bahwa dalam operasi itu pasukan kubu Sanaa melancarkan serangan dari tiga jalur menuju Gunung Al-Shabakah dan perbukitan di sekitarnya hingga berujung pada pembebasan kamp militer strategis Al-Khanjar.

Serangan yang dilancarkan sebagai penuntasan operasi Fajar Sahara di provinsi Al-Jawf membuat pasukan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi kocar-kacir, kabur dari posisi-posisi mereka dan menderita banyak kerugian jiwa dan materi.

Selain itu, puluhan pasukan Hadi juga tertawan oleh pasukan kubu Sanaa, dan banyak senjata pasukan Hadi jatuh ke tangan pasukan Sanaa, sementara beberapa kendaraan dan tank pasukan Hadi hancur atau hangus terbakar.

Dalam peristiwa lain, pasukan pertahanan udara kubu Sanaa pada hari itu juga berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai dan tempur milik pasukan Uni Emirat Arab (UEA) tipe Wing Long 2 buatan China ketika drone ini sedang menjalankan misinya di provinsi Shabwah.

Jubir militer Sanaa, Brigjen Yahya Saree, menyebutkan bahwa drone itu ditembak jatuh dengan menggunakan rudal darat-ke-udara buatan lokal. (saba/alalam)

Ansarullah Yaman Sebut Penyitaan Kapal Senjata UEA Sebagai Pertarungan Kehormatan

Petinggi gerakan Ansarullah di Yaman Mohammad Abdul Salam, Rabu (5/1), menyatakan bahwa penyitaan kapal Rwabee berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang memuat senjata Arab Saudi merupakan pertarungan demi kehormatan dan kedaulatan.

Sehari sebelumnya, pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengancam akan menggempur pelabuhan-pelabuhan Yaman yang digunakan pasukan Ansarullah (Houthi) untuk mencegat dan menahan kapal tersebut.

Seakan menolak desakan tersebut, Abdul Salam di halaman Twitter-nya mencuit; “Sebagaimana setiap negara peduli membela perairan regionalnya, Yamanpun tentu juga peduli menjalankan sepenuhnya hak mempertahankan keamanannya dan keamanan perairan regionalnya.”

Dia menambahkan, “Apa yang terjadi belakangan ini di dekat perairan Hudaydah berupa penyitaan kapal kargo militer UEA tidak akan tunduk pada tawaran (tekanan) media dan politik, ini merupakan pertempuran demi kehormatan dan kedaulatan, dan bangsa kami akan terus berada di jalan hingga penghabisan.”

Sementara itu, Pusat Operasi Petugas Komunikasi dan Koordinasi di Hudaydah, Rabu, mencatat telah terjadi 148 pelanggaran dari pihak Saudi di provinsi ini dalam 24 jam terakhir.  

Sebuah sumber dari pusat operasi itu menjelaskan bahwa pelanggaran itu antara lain upaya infiltrasi di Hays yang berhasil digagalkan, pembangunan kubu-kubu pertahanan, dan tujuh serangan dengan menggunakan pesawat pengintai. (alalam)

Parlemen Iran Tanggapi Keras Pernyataan Raja Salman

Anggota Komisi Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Yaqub Rezazadeh menanggapi keras pernyataan Raja Salman dari Arab Saudi dengan menyebutnya “menyalahi prinsip kerukunan bertetangga dan hukum internasional”.

 “Sayang sekali, para pejabat Saudi tertipu oleh rencana-rencana Amerika Serikat dan Rezim Zionis yang kontra-Iran,” ungkap Rezazadeh, Rabu (5/1).

Dia mengecam apa yang disebutnya “campur tangan Saudi di kawasan dan kejahatannya di Yaman” serta “dukungan Saudi kepada kelompok-kelompok teroris semisal ISIS”.

Dia mengimbau Saudi mengubah perilakunya yang selama ini mengacaukan keamanan di kawasan.

“Pernyataan Raja Salman mengenai program nuklir damai dan senjata pertahanan Iran merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip kerukunan bertetangga serta merupakan campurtangan secara terbuka terhadap urusan internal,” kecam Rezazadeh.

Sebelumnya, Raja Salman mengaku prihatin atas keengganan Iran bekerjasama dengan apa yang disebutnya “masyarakat internasional” terkait dengan proyek nuklir dan rudal balistik Iran.

Arab Saudi dan Iran sedang melakukan dialog untuk pemulihan hubungan yang terputus antara kedua negara, setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Teheran siap untuk negosiasi putaran kelima dengan  Saudi di Baghdad, dan menyatakan bahwa pembicaraan antara kedua pihak sedang bergerak maju.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Saudi telah menyetujui pemberian visa kepada tiga diplomat Iran, sebagai pertanda baru dalam proses pemulihan hubungan antara kedua negara. (raialyoum)