Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 6 Februari 2020

iran vs ASJakarta, ICMES. AS telah mengirim surat kepada Iran melalui perantara terkait dengan balas dendam Iran atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut prakarsa AS untuk perdamaian Timteng sebagai prakarsa “bodoh, keji, dan sia-sia”.

pasukan pemerintah Suriah itu memasuki kota Saraqib di bagian barat laut Suriah meskipun sebelumnya dilaporkan terdapat upaya pencegatan gerak maju mereka oleh tentara Turki.

Berita selengkapnya:

Wow, Teheran Ungkap Usulan Presiden AS agar Iran Tidak Membalas Dendam

Wakil ketua parlemen Iran Majelis Syura Islam, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan bahwa AS telah mengirim surat kepada Iran melalui perantara terkait dengan balas dendam Iran atas pembunuhan mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani oleh AS di Baghdad.

Abdollahian, Rabu (5/2/2020), menyebutkan bahwa surat AS itu mengusulkan kesepakatan mengenai berbagai posisi dan kepentingan AS yang dapat menjadi sasaran serangan Iran dalam pembalasan tersebut.

“Tapi kami menolaknya, dan kami katakan bahwa kamilah yang menentukan sasaran dan skala pembalasan,” ujar Abdollahian.

Mengenai serangan rudal balistik yang sudah dilakukan Iran terhadap Lanud Ain Assad yang ditempati pasukan AS di Irak, dia menyebut itu “sekedar balasan atas serangan AS terhadap mobil Soleimani dan orang-orang yang menyertainya, bukan balasan atas pembunuhan Soleimani sendiri.”

Abdollahian menjelaskan, “Para mediator pasca pembunuhan Soleimani telah membawakan kepada kami surat-surat dari pemerintah AS yang isinya ialah bahwa jika Iran tidak membalas pembunuhan Soleimani maka Presiden Trump siap mencabut semua sanksi terhadap Iran sesuai kewenangan dia, tapi kami menolaknya.”

Menurut Abdollahian, AS semula tidak pernah membayangkan Iran akan menyerang Lanud Ain Assad, dan seandainya Iran menyerangnya maka AS akan dapat menembak jatuh rudal Iran atau menyimpangkannya dari jalurnya.

“Tapi mereka (AS) terkejut melihat balasan Iran, dan mereka ternyata tak dapat menjatuhkan atau mengalihkan arah satupun rudal Iran,” lanjutnya.

Mengenai upaya penyingkiran pasukan AS dari Irak, dia mengatakan, “Kami tidak akan pernah menekan para sahabat kami di Irak karena mereka terdera pendudukan. AS menyebar kerusakan di Irak, tapi orang-orang Irak sendirilah yang menentukan jalan untuk mengeluarkan pasukan AS.” (alalam)

Ayatullah Khamenei: Perjanjian Abad Ini adalah Rencana Bodoh

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut prakarsa AS untuk perdamaian Timteng sebagai prakarsa “bodoh, keji, dan sia-sia”, sembari menyerukan kepada rakyat dan para pejuang Palestina agar tetap teguh di garis jihad melawan Rezim Zionis Israel.

Di hadapan sejumlah besar warga Iran di Teheran dalam sebuah acara peringatan HUT ke-41 kemenangan revolusi Islam Iran, Rabu (5/2/2020), Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kemelut Palestina hanya dapat diselesaikan dengan cara prinsipal berupa sistem pemerintah Palestina yang dikehendaki dan ditentukan oleh bangsa pribumi Palestina sendiri melalui referendum.

Dia memastikan bahwa prakarsa Presiden AS Donald Trump yang dinamai Perjanjian Abad Ini sia-sia belaka, “akan mati sebelum Trump mati”, dan menjadi bukti tipu daya AS.

“AS dan Zionis berkomplot untuk urusan yang bukan perkara mereka, sebab Palestina adalah untuk orang-orang Palestina sendiri, dan pengambilan keputusan tentangnya adalah hak orang-orang Palestina sendiri,” ungkapnya.

Pemimpin Besar Iran menambahkan bahwa konspirasi AS-Zionis itu akan mengundang karma bagi AS sendiri.

Mengenai sambutan baik sejumlah  sejumlah rezim Arab atas prakarsa itu, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Sama sekali tidaklah penting sambutan baik dan sorakan sejumlah pemimpin Arab pengkhianat, sebab mereka juga tak bernilai dan tak punya reputasi di mata rakyat mereka.”

Mengenai peringatan HUT kemenangan revolusi Islam Iran, dia mengatakan bahwa rakyat Iran selama 40 tahun terakhir selalu menyelenggarakan pawai-pawai akbar untuk menandai peringatan itu, dalam keadaan cuaca buruk sekalipun.

Ayatullah Khamenei juga menyebutkan pawai akbar kali ini akan diselenggarakan bersamaan dengan peringatan hari ke-40 meninggalnya jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani akibat serangan AS, dan hal ini membuat rakyat Iran semakin termotivasi untuk berpartisipasi dalam pawai itu serta menjadi pukulan bagi musuh-musuh bangsa Muslim dan negara republik Islam ini. (alalam)

Menang Lagi, Tentara Suriah Masuki dan Sisir Kota Saraqib

Pasukan Arab Suriah (SAA) terus mencetak kemenangan dalam pertempuran di Provinsi Idlib. Kali ini, pasukan pemerintah Suriah itu memasuki kota Saraqib di bagian barat laut Suriah, Rabu (5/2/2020), meskipun sebelumnya dilaporkan terdapat upaya pencegatan gerak maju mereka oleh tentara Turki.

Saraqib merupakan satu strategis karena merupakan titik temu dua jalur antarnegara yang juga menghubungkan sejumlah provinsi Suriah satu sama lain.

Rami Abdulrahman Direktur Eksekutif Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), LSM yang terafiliasi dengan kubu oposisi, kepada AFP mengatakan, “Pasukan rezim (Suriah) telah memasuki kota itu dan mulai melakukan penyisiran di lingkungan-lungkungan di dalamnya setelah ratusan kombatan Hay’at Tahrir al-Sham  dan berbagai kelompok yang bersekutu dengannya mundur.”

Hay’at Tahrir al-Sham adalah kelompok ekstremis yang semula bernama Jabhat al-Nusra yang di ketahui terafiliasi dengan jaringan teroris Al-Qaeda. Jabhat al-Nusra berganti nama menjadi Hay’at Tahrir al-Sham sebagai bentuk kamuflase agar tidak diperlakukan sebagai kelompok teroris oleh khalayak internasional dalam perangnya terhadap SAA.

SAA berhasil membebaskan Saraqib dari pendudukan kelompok-kelompok teroris dan pemberontak sepekan setelah keberhasilannya membebaskan kota Maarat al-Nouman, kota kedua terbesar di Provinsi Idlib.

Sebelum memasuki Saraqib, SAA telah mengepung kota ini dari tiga arah dan bergerak maju menuju titik simpul jalur M4 dan M5 yang merupakan jalur antarnegara tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia belum lama ini menyatakan bahwa sekelompok tentara Turki bergerak di  Idlib pada Senin malam (3/2/2020) tanpa memberitahu Rusia sehingga kemudian berada di kawasan yang digempur oleh tentara Suriah yang menarget kawanan teroris di kota Saraqib di sisi selatan Idlib.

Tentara Suriah lantas terlibat kontak senjata dengan tentara Turki di provinsi Idlib hingga dilaporkan jatuh korban dari kedua belah pihak, manakala tentara Suriah yang didukung Rusia terus menggelar operasi militer untuk membebaskan berbagai daerah dari pendudukan kawanan teroris dan pemberontak.

Eskalasi itu terjadi beberapa jam setelah konvoi militer Turki yang terdiri atas sedikitnya 240 kendaraan masuk ke wilayah barat laut Suriah, yang sebagian besar ditempatkan di dekat Saraqib. (raialyoum/alalam)