Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 5 Oktober 2023

Jakarta, ICMES. Sebuah drone milik Angkatan Bersenjata Iran telah mengawasi kapal perang Amerika Serikat (AS) selama sekitar 24 jam di Samudera Hindia.

Komandan Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Alireza Sabahi-Fard menyatakan bahwa sebuah drone buatan negara ini telah berhasil melakukan misi tempur udara pertama yang melibatkan penargetan drone lain dengan rudal.

Puluhan pemukim Zionis Israel meringsek masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di kota Al-Quds (Yerusalem) Timur untuk memperingati hari kelima Sukkot, menurut pihak Palestina dari Departemen Wakaf Islam.

Berita Selengkapnya:

Drone Iran Pantau Kapal Perang AS 24 Jam di Samudera Hindia

Sebuah drone milik Angkatan Bersenjata Iran telah mengawasi kapal perang Amerika Serikat (AS) selama sekitar 24 jam di Samudera Hindia.

Drone tipe Ababil-5  pada hari Rabu (4/10) dilaporkan telah melakukan operasi pemantauan terhadap kapal perusak kelas Arleigh Burke AS di bagian utara perairan tersebut.

Drone itu lepas landas dari pangkalan yang terletak di pulau Jask di Iran selatan dan melesat untuk menjalankan misi pengawasan serta pengambilan gambar kapal AS tersebut.

Drone kelas Ababil sulit dideteksi oleh peralatan pengintai karena bodinya mampu menyerap sinyal radar.

Pesawat ini dapat membawa hingga enam rudal serangan dengan hulu berdaya ledak tinggi.

Ababil-5 adalah salah satu drone yang saat ini dikerahkan oleh Angkatan Bersenjata Iran sebagai bagian dari latihan drone yang berlangsung di seluruh wilayah negara ini. Manuver ini sedang dilakukan dengan menggunakan ratusan drone pengintai dan tempur yang canggih.

Ini bukan pertama kalinya drone Iran berhasil mengambil gambar dan merekam aset militer AS yang berada di laut secara akurat.

Pada bulan April 2021, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran merilis rekaman yang sangat akurat dan dekat dari sebuah kapal induk AS yang diambil oleh drone IRGC di Teluk Persia.

Video yang direkam oleh skuadron drone yang terdiri atas empat unit itu memberikan rincian secara real-time dan sangat dekat dari setiap pesawat perang dan peralatan militer lainnya yang ada di dek kapal induk tersebut.

Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Kenneth McKenzie, saat memberikan kesaksian di depan Kongres AS saat itu mengatakan bahwa meluasnya penggunaan drone oleh Iran berimplikasi pada bahwa AS beroperasi tanpa superioritas udara sepenuhnya untuk pertama kalinya sejak Perang Korea.

Pada tahun 2019, media Iran merilis rekaman berkualitas tinggi dan close-up yang menunjukkan drone pengintai Ababil-III milik IRGC  terbang di atas kapal induk USS Dwight D. Eisenhower di Teluk Persia. ()

Pertama Kali, Iran Gunakan Drone untuk Merudal Drone

Komandan Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Alireza Sabahi-Fard menyatakan bahwa sebuah drone buatan negara ini telah berhasil melakukan misi tempur udara pertama yang melibatkan penargetan drone lain dengan rudal.

“Sebuah drone menargetkan drone lain dengan rudal dalam (misi) pertempuran udara yang pertama kali dilakukan di negara ini, dan kami berhasil menghancurkan drone yang ditargetkan tersebut,” kata Brigadir Jenderal Alireza Sabahi-Fard, Rabu (4/10).

Sabahi-Fard mengatakan operasi yang sukses telah dilakukan selama latihan drone yang sedang berlangsung di tujuh provinsi perbatasan oleh empat divisi Angkatan Bersenjata Iran.

Dia menjelaskan bahwa pertempuran udara antardrone sebagai operasi yang langka dan rumit sehingga sedikit sekali negara di dunia yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan misi demikian.

Menurutnya, Iran bahkan merupakan negara pertama yang menunjukkan kemampuannya dalam hal ini.

“Kami di Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menunjukkan potensi ini kepada dunia untuk menyatakan bahwa kami mampu melakukan  salah satu operasi udara paling rumit di dunia sambil menghadapi sanksi  yang paling kejam dan tidak adil terhadap bangsa Islam Iran,” tegasnya.

Iran telah memperluas armada drone  buatannya dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya meningkatkan kemampuan pertahanan dan meningkatkan pencegahan militernya.

Berbagai divisi Angkatan Bersenjata Iran kini menggunakan drone yang diproduksi oleh industri pertahanan Iran untuk berbagai operasi militer.

Secara terpisah, Juru bicara latihan gabungan Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Alireza Sheikh mengatakan drone kamikaze dan drone tempur buatan negara ini telah berhasil mencapai semua target mereka selama manuver tersebut.

Menurutnya, drone anti-radar Omid mendeteksi targetnya dalam latihan yang diadakan di tujuh provinsi perbatasan.  Selain itu, drone kamikaze Arash berhasil memusnahkan target darat dan laut.

Sheikh mengatakan bahwa penggunaan bom pintar merupakan salah satu fitur utama dari latihan tersebut.

“Selama latihan, sistem kamikaze dan drone tempur mampu mencapai semua target yang diperkirakan dengan tepat menggunakan amunisi cerdas,” katanya.

Dia juga menyebutkan tugas-tugas lain berupa “implementasi skenario penerbangan yang telah direncanakan sebelumnya, penyerangan target tertentu, penggunaan bom dan rudal yang dipasang pada drone, dan pengumpulan sinyal dan menggunakan muatan optik.”

Sementara itu, Panglima IRGC  Meyjen Hossein Salami menyatakan bahwa drone buatan Iran, yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan, dapat mencegat dan menghancurkan sasaran maritim musuh pada jarak ribuan mil.

 “Kami telah mengembangkan kemampuan yang memungkinkan drone kami menyerang bagian mana pun dari kapal yang kami inginkan saat kapal itu berlayar pada jarak ribuan mil jauhnya, dengan bantuan kecerdasan buatan,” tuturnya.

“Bahkan kita yang menentukan tingkat kerusakannya,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan bahwa penggabungan akurasi ke dalam rudal balistik adalah proses yang sangat rumit, dan bahwa Iran adalah salah satu dari tiga negara yang secara eksklusif memiliki pengetahuan teknis tersebut. (presstv)

Pemukim Yahudi Zionis Serbu Komplek Al-Aqsa di Hari Kelima Sukkot

Puluhan pemukim Zionis Israel meringsek masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di kota Al-Quds (Yerusalem) Timur untuk memperingati hari kelima Sukkot, menurut pihak Palestina dari Departemen Wakaf Islam.

Sejak hari Ahad lalu, ribuan pemukim telah melakukan tur provokatif ke kompleks Al-Aqsa sebagai respon atas seruan kelompok ultranasionalis Yahudi.

Sukkot adalah hari libur selama seminggu yang dimulai pada tanggal 29 September dan akan berlanjut hingga Jumat.

Seorang pejabat Wakaf mengatakan bahwa warga Zionis menyerbu kompleks tersebut pada hari Rabu (4/10) secara berkelompok melalui Gerbang al-Mughrabi dekat Tembok Barat dekat Masjid Al-Aqsa dan berusaha untuk melakukan “ritual Talmud”.

Polisi Israel memberlakukan batasan usia dan mencegah pemuda Palestina memasuki masjid selama aksi penyerbuan tersebut, kata saksi mata kepada kantor berita Anadolu.

Tentara Israel memaksa warga Palestina untuk menutup toko mereka di Kota Tua agar ibadah umat Yahudi dapat dilangsungkan.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan, pasukan Israel mencegah sejumlah pegawai Wakaf memasuki situs suci Islam itu pada pagi hari. (aljazeera)