Jakarta, ICMES. Para pemimpin Arab telah menutup Konferensi Tingkat Tinggi mereka dengan menegaskan kembali sentralitas isu Palestina, meskipun mereka enggan mengatasi silang pendapat mereka sendiri terkait isu normalisasi hubungan dengan Israel.

Orang kedua yang diduga sebagai pelaku serangan teror di sebuah makam suci di kota Shiraz, Iran selatan, memberi pengakuan dalam sebuah video yang dirilis oleh pemerintah Iran
Pemimpin Besar Iran Ayatollah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa musuh Iran dalam beberapa pekan ini melancarkan “perang gabungan†dan terjun ke lapangan untuk melumpuhkan bangsa Iran...
Berita Selengkapnya:
Deklarasi Liga Arab Tegaskan Sentralitas Isu Palestina, Tapi Tak Berani Kutuk Israel
Para pemimpin Arab telah menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mereka dengan menegaskan kembali sentralitas isu Palestina, meskipun mereka enggan mengatasi silang pendapat mereka sendiri terkait isu normalisasi hubungan dengan Israel.
Deklarasi penutupan dua hari pertemuan puncak Liga Arab di Aljazair pada hari Rabu (2/11) itu menyoroti dukungan kontinyu mereka kepada negara Palestina, perlindungan situs di kota Al-Quds (Yerusalem) dari pelanggaran Israel dan kecaman atas kekerasan Israel dan blokadenya terhadap Jalur Gaza.
Meski demikian, 22 negara anggota organisasi itu gagal mengambil sikap terbuka terhadap Israel.
Zeina Khodr dari Al Jazeera melaporkan dari Aljir bahwa Liga Arab sengaja mengeluarkan komunike yang “dibuat dengan hati-hatiâ€.
“Ini adalah organisasi regional yang sangat terpecah dan terpolarisasi, jadi mereka sangat berhati-hati dengan kata-kata yang mereka gunakan,†kata Khodr.
“Kami mendengar para pemimpin menyatakan dukungan untuk Palestina dan hak mereka untuk bernegara, tetapi tak ada kecaman terhadap Israel,†imbuhnya.
Dalam pidato pembukaannya pada hari Selasa, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune berjanji melakukan upaya yang cukup besar untuk menegaskan kembali dukungan bagi Palestina manakala perhatian masyarakat Arab dan internasional beralih ke konflik dan krisis lain.
Dia mengatakan, “Penyebab utama dan pertama kita, induk dari semua penyebab, masalah Palestina, akan menjadi pusat perhatian dan prioritas utama kami.â€
Liga Arab didirikan pada tahun 1945 untuk mempromosikan persatuan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, telah dirusak oleh meningkatnya perpecahan.
Selama beberapa dekade, Liga Arab berkomitmen pada cita-cita pendirian negara merdeka Palestina, namun tanggapannya telah terpecah oleh berbagai persoalan, termasuk pengaruh Iran, perang di Suriah dan keputusan sebagian anggota, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan, menormalisasi hubungan dengan Israel. (aljazeera)
Ditangkap Aparat Keamanan Iran, Ini Pengakuan Pelaku Kedua Teror Shiraz
Orang kedua yang diduga sebagai pelaku serangan teror di sebuah makam suci di kota Shiraz, Iran selatan, memberi pengakuan dalam sebuah video yang dirilis oleh pemerintah Iran, Rabu (2/11).
Terduga bernama Mohammad Ramid Rashidi diketahui berada di luar negeri dan kemudian masuk ke Iran sebelum terjadi tragedi teror di Makam Shah Cheragh (Sayid Ahmad bin Musa Al-Kadhim) pada 26 Oktober. Dia berhasil diringkus oleh aparat keamanan melalui operasi rumit intelijen dan berkat laporan dari masyarakat.
Dalam video pengakuannya di depan aparat dia mengatakan; “Saudaraku telah memperkenalkan saya kepada ISIS. Abdullah dari pihak ISIS berkomunikasi dengan saya. Dia mengatakan bahwa adanya kerusuhan (pasca kematian Mahsa Amini) merupakan saat terbaik untuk melancarkan operasi (teror) di Iran, dan Shiraz dipilih sebagai tempat melancarkan operasi ini.â€
Dia bercerita; “Abdullah mengatakan, ‘Kami telah memutuskan untuk kami lakukan operasi ini di Shiraz, karena itu dalam waktu dekat kami akan mengirim sebuah titipan untukmu’, dan setelah pengiriman itu diketahui bahwa mereka (SIS) mengirimkan senjata kepada saya.â€
Rashidi menambahkan, “Mereka juga mengirim seorang pria untuk melaksanakan operasi. Ketika tiba dia mengontak saya, dan sayapun menunjukkan kepadanya semua pintu masuk, kawasan sekitar Shiraz, dan Haram Shah Cheragh. Ketika mencapai pintu masuk dia mengeluarkan senapan dari rangsel dan mulai melepaskan tembakan.â€
Rashidi yang berperan sebagai pendukung serangan teror Shiraz itu juga mengatakan; “Saya sama sekali tak mengira akan ada orang yang mengetahui ihwal operasi ini. Pukul 3 dini hari saya ditangkap oleh intelijen Iran.â€
Menurut laporan situs berita Tasnim, pada hari Rabu 26 Oktober saat tiba waktu shalat Maghrib seorang pria bersenjata memasuki Makam Shah Cheragh dan menembaki para peziarah hingga jatuh sejumlah korban gugur dan luka.
Pria itu masuk melalui pintu masuk Bab Al-Ridha dan sempat berhadapan dengan pelayan yang ada di situ. Pria itu menembak kaki pelayan dan bergegas menuju ruang Shabeshtan Imam Khomaini. Setelah berada di ruang makam dia menembaki para peziarah yang berlindung ke arah pusara hingga akhirnya teroris itu ditangkap oleh pasukan reaksi cepat dari kepolisian.
Serangan ini menjatuhkan korban gugur sebanyak 13 orang (sebelumnya dilaporkan 15 orang) dan korban luka 30 orang. (tasnim)
Ayatullah Khamenei Tegaskan lagi Pembalasan Darah Jenderal Soleimani
Pemimpin Besar Iran Ayatollah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ratusan pelajar pada kesempatan menjelang Hari Pelajar sekaligus Hari Perlawanan terhadap Kekuatan Arogan yang jatuh dengan 4 November 2022, menegaskan bahwa musuh Iran dalam beberapa pekan ini melancarkan “perang gabungan†dan terjun ke lapangan untuk melumpuhkan bangsa Iran, namun bangsa ini dapat mematahkan aksi mereka.
Dalam pertemuan pada hari Rabu (2/11) itu dia mengutip pernyataan bersama Kementerian Intelijen dan badan intelijen IRGC bahwa musuh Iran memiliki plot untuk Teheran dan berbagai kota Iran lain, namun gagal berkat kewaspadaan bangsa Iran.
Ayatullah Khamenei juga menyinggung pembunuhan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani oleh AS pada awal 2020. Menurutnya, AS bangga dengan kejahatan ini.
Dia juga mengutuk pemerintah AS karena mendukung pembunuhan Zionis terhadap ilmuwan nuklir Iran serta pembuan miliaran dolar aset Iran di AS dan di tempat lain.
“Tentu saja, kami tidak pernah melupakan beberapa insiden (kejahatan AS) dan tidak akan pernah melupakannya,†ujar Ayatullah Khamenei.
Menyinggung sumpah Iran untuk membalas dendam atas pembunuhan Jenderal Soleiman, dia menegaskan, “Mengenai kesyahidan Soleimani, kami mendukung apa yang telah kami katakan dan itu akan ditindaklanjuti pada waktu yang tepat.â€
Ayatullah Khamenei menilai AS salah perhitungan dalam berbagai persoalan dunia, termasuk invasi mereka ke Irak dan Afghanistan, dan itu menandai kejatuhan AS. AS berusaha menempatkan orang-orang AS atau agen mereka yang bertanggung jawab atas urusan di Irak, namun situasi Irak sekarang serta kehadiran politisi Irak yang berkuasa ternyata bukanlah apa yang diharapkan oleh AS.
Dia juga menyebut kekandasan AS di Suriah dan Lebanon, khususnya dalam masalah pengaturan saluran gas baru-baru ini, sebagai contoh lain dari kesalahan AS dalam membuat perhitungan.
Mengenai serangan teror ISIS terhadap para peziarah di Shiraz pada 26 Oktober lalu serta kerusuhan di Teheran yang menjatuhkan sejumlah korban jiwa, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa para pelaku harus diidentifikasi dan dihukum.
Dia mengecam kebungkaman pihak-pihak pengaku peduli HAM terhadap tragedi teror Shiraz, dan mempertanyakan kejujuran mereka dalam isu HAM.
Ayatullah Khamenei menyerukan penguatan produksi konten untuk media, “jihad elaborasi†dan perencanaan untuk menghadapi musuh yang sensitif terhadap kata-kata dan nama tertentu di bidang ini. (tasnim/presstv)







