Jakarta, ICMES. Pasukan darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengamuk dan menghujankan sebanyak 70-an rudal balistik dan drone kamikaze ke wilayah Kurdistan Irak.

Media Israel pada hari Rabu (28/9) melaporkan bahwa mereka di Israel “mengikuti dengan cermat peristiwa di Iran,” dan bahwa “badan keamanan Israel pesimis mengenai kemungkinan protes yang sedang berlangsung berhasil membawa perubahan di sana.”
Empat warga Palestina gugur dan lebih dari 40 lainnya terluka dalam serangan militer Israel di sebuah kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat.
Berita Selengkapnya:
Pasukan Iran Mengamuk, 70-an Rudal dan Drone Kamikaze Dihujankan ke Kurdistan Irak
Pasukan darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengamuk dan menghujankan sebanyak 70-an rudal balistik dan drone kamikaze ke wilayah Kurdistan Irak, Rabu (28/9).
Dilaporkan bahwa serangan itu merupakan gelombang terbaru amuk pasukan itu terhadap kelompok-kelompok kontra Iran yang bermarkas di wilayah Kurdistan Irak.
Humas Pasukan Darat IRGC dalam sebuah statemennya menyebutkan adanya gelombang baru serangan “yang mencakup peluncuran rudal-ruda yang menyasar kawasan-kawasan tertentu secara akurat serta penggunaan drone tempur dan penghancurâ€.
Statemen itu menjelaskan, “IRGC pada pagi hari ini (Rabu) memulai gelombang baru operasi para pejuang Islam terhadap posisi-posisi kelompok-kelompok teroris yang menjadi sumber ancaman bagi keamanan warga Iran, dengan menggunakan rudal dan drone dan menimpakan pada mereka gempuran mematikan, yang dampaknya akan diumumkan pada kesempatan selanjutnya.â€
Komandan Pasukan Darat IRGC Brigjen Mohammad Pakpour menyatakan pihaknya sejauh ini telah menggempur basis-basis “teroris†dengan tak kurang dari 73 rudal balistik dan drone kamikaze untuk “menghancurkan secara total” target-target yang ditentukan.
Menurutnya, target-target itu tersebar di 42 titik dan beberapa di antaranya berjarak 400 km satu satu sama lain.
Sejak Sabtu lalu, pasukan darat IRGC telah meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah Kurdistan Irak, dengan sasaran antara lain Partai Komala yang berbasis di wilayah yang berbatasan dengan Iran tersebut.
Sembari mendesak pihak semi-otonom Kurdistan Irak untuk membongkar pangkalan kelompok teroris penghasut, Jenderal Pakpour bersumpah bahwa operasi demikian akan berlanjut sampai kelompok-kelompok yang berbasis di wilayah Irak utara “benar-benar terlucuti.”
Setelah melancarkan serangan pada hari Sabtu, IRGC menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris itu menyelundupkan senjata ke Iran di tengah kerusuhan pasca kematian wanita Iran Mahsa Amini, 22 tahun.
Dia menekankan bahwa serangan itu dilakukan setelah “kedatangan tim teroris dan sejumlah besar senjata” di timur laut Iran untuk “membuat kerusuhan”.
Militer Iran manyatakan IRGC bertindak tegas setelah pejabat Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) gagal mengambil tindakan yang memadai dan mengabaikan banyak peringatan terhadap pengerahan dan aktivitas “pasukan bayaran dan teroris†yang memusuhi Iran.
Operasi itu dilakukan setelah masuknya secara ilegal tim bersenjata yang terkait dengan kelompok teroris Kurdi ke kota-kota perbatasan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Dilaporkan bahwa teroris yang tinggal di Irak utara sebagian besar terlibat dalam kerusuhan dan kekerasan yang terjadi belakangan ini di Iran demi menyokong kelompok perusuh yang didukung asing.
Teheran dalam banyak kesempatan memperingatkan wilayah Kurdistan Irak bahwa kehadiran dan aktivitas kelompok teroris di dekat perbatasan baratnya tidak akan ditoleransi, dan bahwa pasukan Iran akan memberikan reaksi mematikan jika daerah tersebut menjadi pusat teroris kontra revolusi Islam Iran.
Sementara itu, Jubir Kemlu Irak Ahmad Al-Sahhaf menyatakan akan segera memanggil Dubes Iran di Baghdad untuk menyampaikan “nota protes bernada keras atas pemboman pasukan Iran di Irak utaraâ€. (alalam/presstv)
Kerusuhan Mereda di Iran, Media dan Badan Keamanan Israel Kecewa Berat
Media Israel pada hari Rabu (28/9) melaporkan bahwa mereka di Israel “mengikuti dengan cermat peristiwa di Iran,” dan bahwa “badan keamanan Israel pesimis mengenai kemungkinan protes yang sedang berlangsung berhasil membawa perubahan di sana.”
Or Heller, komentator militer Channel 13, ketika apakah badan keamanan Israel mengikuti peristiwa di Iran menjawab, “Ya, mengingat gambar yang datang dari Iran, ada keinginan dan impian yang konstan bahwa Iran runtuh dari dalam. Mimpi demikian bertahan sejak revolusi yang dipimpin oleh Khomeini pada tahun 1979.â€
Dia menambahkan, “Namun, setelah malam ini kami berbicara dengan semua pejabat di badan di Israel, saya dapat mengatakan bahwa di lembaga keamanan, mereka pesimis tentang kemungkinan protes berhasil mengarah pada perubahan.â€
Sebelumnya, dikutip Al-Mayadeen, media Israel menyatakan, “Pihak berwenang di Iran berhasil memadamkan gelombang protes, karena ada penurunan yang sangat jelas dalam ukuran dan kekuatan mereka. Upaya AS gagal.â€
Ehud Yaari, komentator urusan Arab untuk Saluran 12 Israel , mengatakan, “Sayangnya, pihak berwenang di Iran berhasil mengatasi gelombang protes yang melanda berbagai kota Iran, termasuk serangan terhadap pusat-pusat pemerintahan dan serangan dengan bom Molotov terhadap pasukan Basij yang membubarkan unjuk rasa.â€
Dia menambahkan, “AS sedang berusaha membuka Internet yang diblokir oleh otoritas Iran untuk mengganggu jejaring sosial,tapi ini tidak membantu, dan kita melihat penurunan yang sangat jelas dari segi skala dan kekuatan demonstrasi, juga dari sisi kekerasan mereka.”
Dua bulan lalu, Menteri Intelijen Iran, Ismail Khatib, menyatakan bahwa kementeriannya dalam beberapa bulan terakhir melancarkan “operasi sukses†terhadap Israel, tanpa mengungkapkan rinciannya.
Dia juga menyatakan bahwa agen yang ditangkap adalah anggota “organisasi teroris†Partai Komala bahwa dinas rahasia Israel Mossad telahmenugaskan kelompok ini untuk melakukan operasi di Iran.
Menurut pengumuman Kementerian Intelijen Iran, anggota jaringan ini menggunakan “peralatan operasi dan komunikasi terbaru, dan bahan peledak yang sangat kuat†dengan tujuan melakukan sabotase di beberapa titik sensitif dan target.
Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Rabu, menyatakan bahwa kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi, “menyedihkan” semua orang di Republik Islam, namun “pengacauan” dengan dalih protes atas peristiwa ini tidak akan dapat diterima.
“Kami semua sedih atas insiden tragis ini… (Namun) kekacauan itu tidak dapat diterima,” kata Raisi dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah.
Dia juga menegaskan,”Garis merah pemerintah adalah keamanan rakyat kami… Orang tidak boleh dibiarkan mengganggu masyarakat melalui kerusuhan.†(raialyoum)
Pasukan Zionis Mengganas di Jenin, Empat Orang Palestina Gugur
Empat warga Palestina gugur dan lebih dari 40 lainnya terluka dalam serangan militer Israel di sebuah kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat, Rabu (28/9).
Serangan itu dimulai dengan serbuan puluhan kendaraan militer Israel ke kamp itu pada sekitar pukul 9 pagi waktu setempat.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Rabu pagi mengumumkan bahwa empat korban gugur adalah Ahmad Alawneh (26 tahun), Abed Hazem (27 tahun), Mohammad al-Wanneh (30 tahun), dan Mohammad Abu Naa’sa.
Brigade Syuhada Al-Aqsa menyatakan tiga orang yang gugur adalah anggota kelompok pejuang bersenjata Palestina.
Kementerian itu juga mengumumkan setidaknya 44 orang Palestina lainnya terluka.
Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, mengutuk pembunuhan empat warga Palestina oleh tentara Israel di Jenin.
“Pasukan pendudukan Israel terus merusak keamanan dan stabilitas serta melakukan pembantaian terhadap rakyat kami,†ujarnya.
Dia menambahkan: “Eskalasi berbahaya ini tidak akan memberikan legitimasi, keamanan dan stabilitas kepada Israel… Mengutuk saja tidak cukup karena pendudukan bersikeras melintasi garis merah.”
Wakil Gubernur Jenin, Kamal Abu al-Rub , kepada AFP mengatakan, “Pasukan pendudukan terus menyerang kota Jenin dan kampnya, dan hari ini mereka menyerang kamp dalam jumlah besar, dan menembakkan rudal ke rumah keluarga al-Hazem,”
Dia menilai gelombang serangan kali tergolong “paling kejam†dan dilakukan menjelang pemilu Israel, namun justru menambahkan “keteguhan†orang-orang Palestina. (aljazeera/wafa)







