Rangkuman Berita Utama Timteng  Kamis 28 Oktober 2021

Jakarta, ICMES. Pasukan Arab Saudi mulai menarik peralatan militer beratnya dari kota Ma’rib, Yaman, dan memindahkannya ke pintu perbatasan Al-Wadea, setelah pasukan Ansarullah dan tentara Yaman yang bersekutu dengannya mendekati kota itu

Menteri Pertahanan Pemerintahan Penyalamat Nasional Yaman atau kubu Ansarullah (Houthi) Mayjen Mohamamad Nasser Al-Atifi menegaskan tak ada jalan bagi pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi kecuali mengakui kekalahannya dalam perang Yaman.

Hamas menyerukan kepada masyarakat Palestina untuk berpartisipasi dalam gerakan “setia kepada para tahanan mulia” untuk menandai kepedulian kepada nasib para tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan di penjara Israel.

Sedikitnya 20 orang tewas akibat dua serangan kelompok teroris ISIS di Provinsi Diyala, Irak.

Berita Selengkapnya:

Perang Yaman, Tentara Saudi Mulai Tarik Peralatan Militer Beratnya dari Kota Ma’rib

Pasukan Arab Saudi mulai menarik peralatan militer beratnya dari kota Ma’rib, Yaman, dan memindahkannya ke pintu perbatasan Al-Wadea, setelah pasukan Ansarullah dan tentara Yaman yang bersekutu dengannya mendekati kota itu, menurut berita dan keterangan saksi mata.

Warga yang mengadakan perjalanan mengatakan bahwa otoritas Saudi menutup pintu perbatasan itu bagi lalu lintas umum.

Negosiasi dan mediasi adat telah berlangsung selama dua hari antara Ansarullah dan pasukan yang bersekutu dengan Saudi di daerah Jabal Murad” untuk penyerahan posisi sekutu Saudi serta kepergian mereka dari daerah itu setelah Ansarullah mengepung mereka selama dua hari.

Daerah Jabal Murad merupakan markas terakhir pasukan koalisi pimpinan Saudi di selatan kota Ma’rib dan bersebelahan dengan distrik Al-Jowba.

Pada Selasa lalu tentara Yaman dan pasukan Ansarullah merebut kota Al-Jadidah, pusat distrik Al-Jowba, Provinsi Mar’ib.

Di kota itu pasukan Ansarullah memasuki komplek pemerintahan kota Al-Jadidah setelah ratusan pasukan bayaran Saudi menyerah dan beberapa lainnya kabur ke kota Ma’rib. (alalam)

Menhan Yaman: Pasukan Koalisi Kalah, Ma’rib akan Segera Terbebaskan

Menteri Pertahanan Pemerintahan Penyalamat Nasional Yaman atau kubu Ansarullah (Houthi) Mayjen Mohamamad Nasser Al-Atifi menegaskan tak ada jalan bagi pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi kecuali mengakui kekalahannya dalam perang Yaman.

Dikutip Fars, Rabu (27/10), dalam wawancara dengan surat kabar Lebanon Al-Akhbar, Al-Atifi menyebutkan bahwa tentara Yaman dan pasukan Lijan Shaabiya (Ansarullah) serta  “orang-orang merdeka” di Yaman telah meraih kemenangan-kemenangan besar dalam perang yang sudah berlangsung tujuh tahun melawan “pasukan koalisi dan para antek bayarannya”.

“Berdasarkan persepsi militer dan stategis, kami sekarang mengumumkan kepada khalayak dunia bahwa agresi dunia terhadap Yaman telah gagal, dan tak ada jalan bagi pasukan koalisi agresor kecuali berani mengakui kekalahan ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, “Pembebasan kota Ma’rib sudah dekat, dan dengan izin Allah SWT, bangsa Yaman dan semua kaum merdeka akan mendengar berita baik bahwa Ma’rib kembali ke pangkuan tanah air. Ma’rib adalah bagian dari negeri Yaman, semua kawasan Yaman akan kembali kepada kedaulatan negara ini, dan masalah ini tak dapat diperdebatkan.”

Menurut Al-Atifi, sebagian besar wilayah Provinsi Ma’rib dikendalikan oleh tentara Yaman dan Lijan Shaabiya yang telah mencapai kawasan sekitar kota Ma’rib dan mengepungnya.

“Minyak Yaman adalah satu kekayaan bangsa negara ini, dan kami memiliki senjata strategis untuk menghadapi segala bentuk agresi secara langsung maupun tidak langsung terhadap instalasi-instalasi minyak,” lanjutnya.

Dia memastikan bahwa keselamatan para pengungsi harus dijamin, namun oleh pasukan koalisi dan para anteknya justru digunakan sebagai perisai manusia.

Mengenai keberadaan tentara Inggris di Provinsi Al-Mahra, Al-Atifi menandaskan, “Keberadaan Inggris di Al-Mahra merupakan aksi pendudukan dan penjajahan, dan kami akan berkonfrontasi dengan para agresor pulau-pulau Yaman. Yaman tak akan pernah tentram sampai semua jengkal tanah Palestina terbebaskan.”

Mengenai upaya Uni Emirat Arab dan Saudi untuk menanamkan pengaruh Israel di sejumlah pulau Yaman, Al-Atifi mengatakan, “Kami memiliki banyak informasi tentang ini, kami mengikuti berbagai perkembangan, dan seperti telah kami katakan tadi, selagi tanah Yaman, entah itu pulau ataupun pelabuhan dan daerah, tak akan pernah tentram sebelum semua wilayah Yaman terbebaskan sepenuhnya. Para Zionis dan para saudara Zionis di masa mendatang akan mengerti apa yang kami maksud.” (fna)

Hamas Serukan Unjuk Rasa Akbar Peduli Nasib Pemogok Makan Tahanan Palestina

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Rabu (27/10), menyerukan kepada masyarakat Palestina untuk berpartisipasi dalam gerakan “setia kepada para tahanan mulia” untuk menandai kepedulian kepada nasib para tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan di penjara Israel.

Dalam rangka itu, Hamas mengajak masyarakat untuk menunaikan shalat subuh secara besar-besaran di Masjid Ibrahimi di kota Al-Khalil (Hebron) pada hari Jumat (29/10) dengan mengangkat slogan “setia kepada para tahanan mulia”.

Faksi pejuang yang berbasis di Jalur Gaza itu juga menyerukan gerakan bersama usai shalat Jumat menuju titik-titik kontak dengan pasukan Zionis Israel untuk melakukan aksi bakar ban bekas dan berkonfrontasi dengan pasukan dan warga Zionis.

Selanjutnya, Hamas juga menyerukan partisiasi dalam pawai akbar yang akan diselenggarakan usai shalat Maghrib dari Masjid Al-Husain di Al-Khalil menuju posko konsentrasi peduli pemogok makan tahanan Palestina.

“Partisipasi dalam aksi-aksi hari Jumat mendatang untuk mendukung para tahanan Palestina yang mogok makan di penjara-penjara rezim pendudukan akan dilakukan demi kesetiaan kepada orang-orang yang telah mengorbankan kebebasan mereka demi bangsa Palestina,” ungkap Hamas.

Sebanyak tujuh orang tahanan Palestina melanjutkan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel dalam rangka memrotes penahanan administratif yang dikenakan terhadap mereka. Tahanan Palestina yang paling lama melakukan mogok makan adalah Kayed Al-Fasfous, yaitu sejak 107 hari lalu.

Kantor Media Tahanan Palestina memublikasi gambar-gambar yang memperlihatkan buruknya kondisi fisik dan kesehatan salah satu pemogok makan bernama Miqdad Al-Qawasimi dari kota Al-Khalil, yang melakukan aksi itu sejak sekira 100 hari lalu. (fna)

ISIS Menyerang lagi di Irak, Korban Tewas Jadi 20 Orang

Sedikitnya 20 orang tewas akibat dua serangan kelompok teroris ISIS di Provinsi Diyala, Irak, Selasa (26/10).

Media Irak, Rabu (27/10), melaporkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan kedua  di mana sejumlah pria bersenjata menyerang daerah Nahr al-Imam dekat desa al-Rashad.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah serangan ISIS pada Selasa malam di desa terdekat al-Rashad yang menewaskan 13 orang dan melukai 10 lainnya, menurut laporan terbaru.

Kantor Berita Nasional Irak (NINA) menyebutkan bahwa serangan kedua di Diyala menewaskan sejumlah orang, dan warga yang tinggal di daerah itu ketakutan sehingga pergi meninggalkan rumah mereka.

Sebuah sumber keamanan Irak mengatakan kepada kantor berita Sputnik milik Rusia bahwa sekelompok pria bersenjata tak dikenal menyerbu desa Nahr al-Imam, menewaskan tujuh orang dan juga membakar kendaraan dan rumah-rumah di desa ini.

Sumber itu menambahkan bahwa tentara dan polisi telah dikerahkan di desa itu dan situasi di sana sekarang terkendali.

Saberin News melaporkan bahwa11 teroris tewas dalam serangan tersebut. (mna)