Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 28 Juli 2022

Jakarta, ICMES. Ratusan demonstran Irak yang sebagian besarnya adalah pengikut ulama  Sayid Muqtada al-Sadr menyerbu gedung parlemen yang terletak di Zona Hijau Baghdad untuk memprotes pencalonan Mohammed Shia al-Sudani sebagai perdana menteri.

Kemlu Turki menyatakan bahwa konsulat jenderal  (konjen) negara ini di kota Mosul, Irak utara, telah mendapat serangan, namun tidak ada korban yang dilaporkan.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menepis keras klaim Rezim Zionis Israel telah menemukan instalasi dan terowongan militer Hamas di bawah daerah permukiman di Jalur Gaza.

Berita Selengkapnya:

Panas, Ratusan Demonstran Duduki Gedung Parlemen Irak

Ratusan demonstran Irak yang sebagian besarnya adalah pengikut ulama  Sayid Muqtada al-Sadr menyerbu gedung parlemen yang terletak di Zona Hijau Baghdad untuk memprotes pencalonan Mohammed Shia al-Sudani sebagai perdana menteri, Rabu (27/7).

Tidak ada anggota parlemen yang hadir di parlemen ketika para pengunjuk rasa memasuki zona yang dijaga ekstra ketat dan menjadi komplek gedung-gedung pemerintah dan misi diplomatik tersebut. Di dalam gedung itu ada pasukan keamanan, namun tampaknya membiarkan massa masuk masuk dengan relatif mudah.

Massa menentang pencalonan al-Sudani, mantan menteri dan mantan gubernur serta merupakan pilihan partai-partai yang tergabung dalam Kerangka Koordinasi yang pro-Iran.

Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi sempat mengimbau massa demonstran agar “segera mundur” dari Zona Hijau. Dia memperingatkan bahwa pasukan keamanan akan menjaga “perlindungan lembaga negara dan misi asing, dan mencegah bahaya apa pun terhadap keamanan dan ketertiban”.

Polisi anti huru hara sebelumnya menggunakan water cannon untuk menghalau demonstran yang merobohkan dinding semen, namun banyak di antara mereka yang menerobos gerbang dan memasuki kawasan tersebut.

Massa berjalan menyusuri jalan raya utama Zona Hijau, sementara puluhan orang berkumpul di luar pintu gedung parlemen.

Polisi anti huru hara berkumpul di pintu gerbang utama. Demonstran berkerumun di sekitar dua pintu masuk ke Zona Hijau, dan sejumlah orang memanjat dinding semen dan meneriakkan yel-yel “Al-Sudani, keluar!”

Blok Al-Sadr memenangkan 73 kursi dalam pemilihan Oktober 2021 di Irak sehingga menjadi faksi terbesar di parlemen yang memiliki total 329 kursi.

Namun sejak pemungutan suara, pembicaraan untuk pembentukan pemerintahan baru terhenti dan al-Sadr telah mengundurkan diri dari proses politik.

Beberapa jam setelah massa menduduki parlemen, al-Sadr membuat pernyataan di Twitter bahwa  massa telah berhasil menyampaikan pesan dan karena itu mereka dipersilakan pulang.

“Ini merupakan revolusi reformasi dan penolakan terhadap ketidak adilan dan korupsi, pesan kalian telah sampai, kalian telah membuat para koruptor ketakutan… Shalatlah dua rakaat, dan kembalilah ke rumah kalian dengan selamat,” tulis al-Sadr.  

Tak lama setelah itu, massa meninggalkan gedung parlemen dengan pengawasan pasukan keamanan, dan dengan demikian tidak akan ada eskalasi lebih lanjut dari aksi tersebut.

Sementara itu, beredar beberapa foto Mantan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki pada hari itu membawa senapan bersama para pengawalnya di dekat rumahnya di Zona Hijau, menyusul kabar bahwa pengikut Muqtada al-Sadr bermaksud melurug ke rumah al-Maliki.

Insiden pendudukan gedung yang disusul dengan pertunjukan kendali al-Sadr atas para pengikutnya itu secara implisit memperingatkan ihwal potensi eskalasi yang akan datang jika al-Sudani memimpin pemerintahan.

Al-Sudani dipilih oleh pemimpin Negara Hukum dan mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki. Sebelum al-Sudani dapat menghadapi parlemen untuk duduk secara resmi sebagai perdana menteri yang ditunjuk, partai-partai harus terlebih dahulu memilih presiden.

Al-Sadr keluar dari pembicaraan mengenai pembentukan pemerintah setelah dia gagal menghimpun anggota parlemen dengan jumlah yang cukup untuk mendapatkan mayoritas yang diperlukan untuk memilih presiden Irak berikutnya. (alalam/aljazeera/raialyoum)

Konsulat Turki di Irak Diserang Sejumlah Roket, Ankara Geram

Kemlu Turki menyatakan bahwa konsulat jenderal  (konjen) negara ini di kota Mosul, Irak utara, telah mendapat serangan, namun tidak ada korban yang dilaporkan.

“Kami mengutuk serangan ini … dalam istilah yang paling keras dan berharap mereka yang bertanggung jawab diadili sesegera mungkin,” ungkap kementerian itu, Rabu (27/7).

“Kami dengan tegas meminta otoritas Irak untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam melindungi misi diplomatik dan konsuler,” lanjutnya.

Kemlu Turki menyebut serangan itu terjadi bersamaan dengan pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan atas permintaan pemerintah Irak untuk membahas serangan di Irak utara pekan lalu di mana “negara kami dituduh dan ditargetkan secara tidak adil”.

Tak ada orang atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

 Seorang anggota parlemen provinsi setempat mengatakan kepada AFP bahwa empat roket menghantam dan menyebabkan kerusakan pada mobil yang diparkir di jalan dekat konjen, namun pejabat lain dan sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa mortir telah jatuh di dekat gedung konjen dan di dalam perimeternya.

Sehari sebelumnya jubir Kemlu Iran Irak Ahmed Al-Sahaf menuding  Turki memiliki “ambisi ekspansionis” di Irak, dan menggunakan konfliknya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) sebagai dalih untuk menjalankan ambisi ini.

Dia menegaskan bahwa pasukan Turki harus segera angkat kaki dari Irak, dan bahwa opsi nasional berdaulat Irak “terbuka” dan berlipat ganda untuk menyingkirkan pasukan Turki, bekerjasama dengan para sahabat dan sekutu Irak.

Pada 20 Juli lalu delapan orang tewas dan 23 terluka terkena serangan di sebuah resor pegunungan di provinsi Dohuk, Irak utara. (aljazeera/alhurra)

Hamas Bantah Israel Klaim Temukan Terowongan Militer

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menepis keras klaim Rezim Zionis Israel telah menemukan instalasi dan terowongan militer Hamas di bawah daerah permukiman di Jalur Gaza.

Tentara Zionis, Rabu (27/1), memublikasi satu set video dan foto sebuah kawasan di Jalur Gaza disertai klaim bahwa Hamas sedang membangun struktur militer dan menggali terowongan, di dekat atau di bawah tanah kawasan itu.

Tentara Zionis merinci bahwa lokasi yang digunakan Hamas untuk aksi militer antara lain adalah situs pembuatan senjata di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, gudang senjata di dekat Masjid Al-Shaheed di kamp pengungsi Al-Bureij, jalur terowongan di sekitar Pabrik Pepsi,dan jalur terowongan di dekat kompleks sekolah yang mencakup Sekolah Al-Wahda Rosary Sisters School dan Sekolah Dasar Umm Al-Qura.

Militer Zionis juga mengaku menemukan adanya pembukaan terowongan di dekat Universitas Islam.

Di pihak lain, juru bicara Hamas Hazem Qassem membantah keras klaim tersebut dengan menyatakan, “Gambardan informasi yang disiarkan oleh tentara musuh, Zionis, tentang keberadaan senjata di wilayah sipil di Jalur Gaza sepenuhnya bohong dan fitnah semata.”

Hamas menambahkan, “Penerbitan foto-foto ini oleh Zionis adalah ekspresi dari krisis nyata yang dihadapi lembaga-lembaga hak asasi manusia dan badan-badan internasional.”

Hamas juga menyatakan, “Beberapa pemandangan yang dirilis oleh tentara Zionis adalah tempat di mana musuh melakukan pembantaian terhadap warga sipil dalam Perang Pedang al-Quds 2021, dan mereka diadukan ke badan-badan hukum internasional pengadilan penjahat perang.”

Hamas balik menuduh militer Zionis sebagai tentara terbesar di dunia yang telah mendirikan pangkalan militer di kawasan permukiman. (raialyoum)