Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa Hari Quds Sedunia, yang jatuh pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat gentingnya situasi di tanah pendudukan Palestina.

Empat tentara Suriah gugur dan tiga lainnya terluka akibat serangan Rezim Zionis Israel ke beberapa titik lokasi di sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa isu Palestina kembali bergolak dan menemukan lebih banyak pendukung dan mujahidin yang siap berkorban, dan dia optimis bahwa kemenangan final atas Israel sudah sangat dekat.
Anggota parlemen Iran, Esmaeil Kowsari, yang juga mantan komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkapkan bahwa negara ini memiliki teknologi pembuatan dan produksi rudal antarbenua (ICBM).
Pihak berwenang Turki mulai mendeportasi puluhan aktivis Palestina yang terkait dengan gerakan HAMAS dari wilayahnya.
Berita Selengkapnya:
Ayatulllah Khamenei: Hari Quds Tahun ini Berbeda
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa Hari Quds Sedunia, yang jatuh pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat gentingnya situasi di tanah pendudukan Palestina.
“Hari Quds sudah di depan mata. Tahun ini Hari Quds, menurutku, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,†ungkapnya dalam sebuah pidato yang penggalan videonya dimuat di situs berita Al-Alam, Rabu (27/4).
Dia menambahkan, “Orang-orang Palestina, pada bulan suci Ramadhan sebelumnya dan Ramadhan tahun ini telah memberikan pengorbanan yang besar. Sementara Rezim Zionis (Israel) sungguh telah melakukan aksi-aksi paling bejat dan jahat sehingga sulit membayangkan kejahatan yang lebih fatal dari ini.â€
Di bagian akhir video berdurasi 51 detik itu dia juga menyayangkan sikap Barat dengan mengatakan, “Apapun kelakuan mereka (Israel) selalu saja didukung AS dan Eropa. “ (alalam)
Empat Tentara Suriah Gugur Terkena Serangan Israel
Empat tentara Suriah gugur dan tiga lainnya terluka akibat serangan Rezim Zionis Israel ke beberapa titik lokasi di sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.
Kantor berita resmi Suriah, SANA, saat melaporkan peristiwa tersebut mengutip keterangan sumber militer bahwa pada dini hari Rabu sekitar pukul 00.41 waktu setempat Israel meluncurkan beberapa rudalnya ke arah Tabaria dengan sasaran beberapa titik lokasi di sekitar Damaskus.
Sumber itu menambahkan, “Sarana pertahanan udara kami mencegat rudal-rudal musuh, Israel, dan menjatuhkan sebagian di antaranya. Setelah penyelidikan dampak agresi itu diketahui bahwa empat tentara gugur, tiga lainnya terluka, dan terdapat beberapa kerugian materi.â€
Laporan lain yang dikutip Rai Al-Youm dari Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyebutkan bahwa korban tewas akibat serangan itu sembilan orang, lima di antaranya tentara dan empat lainnya anggota kelompok-kelompok pendukung Iran, dan minimal delapan lainnya terluka.
Disebutkan pula bahwa serangan itu menghancurkan gudang-gudang senjata dan amunisi kelompok-kelompok pendukung Iran dekat Bandara Internasional Baghdad.
Direktur SOHR Rami Abdulramhan mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban akibat agresi Israel ini tercatat paling banyak sejak awal tahun ini.
Selama beberapa tahun terakhir Israel telah melancarkan ratusan serangan udara di Suriah dengan sasaran posisi-posisi tentara Suriah, target Iran, dan target Hizbullah Lebanon.
Israel jarang mengkonfirmasi pihaknya telah melakukan serangan di Suriah, tapi menegaskan kembali bahwa mereka akan terus menghadapi apa yang disebutnya sebagai upaya Iran memperkuat kehadiran militernya di Suriah. (alalam/raialyoum)
Sekjen Hizbullah Optimis Kemenangan Final atas Israel Sudah Sangat Dekat
Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa isu Palestina kembali bergolak dan menemukan lebih banyak pendukung dan mujahidin yang siap berkorban, dan dia optimis bahwa kemenangan final atas Israel sudah sangat dekat.
Dikutip Rai Al-Youm, Rabu (27/4), dalam pada acara Mimbar Quds, Sayid Nasrallah mengatakan bahwa Israel menggunakan strategi bertaruh dengan waktu dan sikap bangsa-bangsa yang melupakan isu Palestina, namun apa yang terjadi sepenuhnya kontras berkat iman, jihad, kesadaran, kekuatan dan bangsa negara-negara Poros Resistensi.
Dia menjelaskan bahwa “Poros Resistensi yang terus membesar juga patut disebut poros Quds, karena Quds adalah titik pusat persatuan,” dan bahwa Quds “sedang kembali hari ini dan memiliki pedang di Gaza yang membelanya, seperti yang terjadi pada tahun lalu dalam Perang Pedang Qudsâ€.
“Quds kembali dan hari ini memiliki poros yang berkumpul untuk membuat perimbangan regional yang kuat dan kokoh untuk melindunginya terlebih dahulu, dan kemudian membebaskannya… Quds kembali, dan orang-orangnya di Palestina, pedalaman dan Gaza membuat epos epik yang mengguncang entitas (Israel),†ujarnya.
Sayid Nasrallah menambahkan, “Kami di Hizbullah memandang diri kami berada di garis depan bersama saudara-saudara kami di faksi-faksi perlawanan Palestina… Setiap orang yang termasuk dalam garis dan poros ini menjadi sasaran blokade dan sanksi, yang tujuannya adalah supaya Quds, Palestina dan logika resistensi ditinggalkan.â€
Sekjen Hizbullah mengatakan, “Keteguhan di sini dalam menghadapi pembatasan ini, blokade dan terorisme adalah bagian penting dari pertempuran resistensi…. Ikrar kami dengan para syuhada besar kami di Palestina, Lebanon, Suriah , Irak, Iran dan Yaman, terutama Syahid Quds Haji Qassem Soleimani, ialah bahwa kami akan menghancurkan semua pembatasan, merontokkan semua konspirasi dan menjatuhkan semua belati yang mencoba menikam punggung dan dada kami.â€
Dengan nada optimis, Sayid Nasrallah menegaskan, “Kami akan merampungkan jalan ini, betapapun besarnya pengorbanan, ancaman, kesulitan dan resiko, sebagaimana kami telah melampaui semua tahap yang sangat sulit di masa lalu serta beralih dari kemenangan ke kemenangan. Dengan pertolongan Allah SWT, kita sudah mendekati kemenangan besar dan final yang akan kita saksikan dalam waktu yang sangat dekat, insya Allah.†(raialyoum)
Mantan Komandan IRGC: Iran Punya Teknologi Rudal Antarbenua
Anggota parlemen Iran, Esmaeil Kowsari, yang juga mantan komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkapkan bahwa negara ini memiliki teknologi pembuatan dan produksi rudal antarbenua (ICBM).
Pengungkapan tersebut tercatat sebagai pertama kalinya seorang pejabat Iran menyatakan bahwa negara republik Islam ini memiliki teknologi militer canggih tersebut.
“Ketika Hassan Tehrani Moghadam, pendiri program rudal Iran, gugur syahid, dia sedang menguji ICBM,” ujarnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut soal ini, menurut Russia Today (RT), seperti dikutip Rai Al-Youm, Rabu (27/4).
ICBM adalah rudal dengan jangkauan sekitar 5.500 km, sedangkan rudal Iran yang diungkap Teheran sejauh ini belum mendekati ambang batas 3.000 km. (raialyoum)
Turki Deportasi Puluhan Anggota Hamas Sesuai Permintaa Israel
Pihak berwenang Turki mulai mendeportasi puluhan aktivis Palestina yang terkait dengan gerakan HAMAS dari wilayahnya, demikian dilaporkan surat kabar Israel Hayom, seperti dikutip Rai Al-Youm, Rabu (27/4).
Seorang pejabat Palestina mengatakan kepada surat kabar Israel bahwa Rezim Zionis belum lama ini telah memberi Turki daftar nama anggota HAMAS serta informasi keterlibatan mereka dalam kegiatan “terorâ€, yang mendorong Ankara untuk meminta mereka meninggalkan wilayah Turki.
“Turki telah meminta orang-orang ini pergi, dan ini sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa orang yang memiliki hubungan dengan sayap militer Hamas telah dideportasi ,†ungkap pejabat anonim itu.
Dia menambahkan: “Turki memberi tahu pemimpin Hamas bahwa ‘kepentingan ekonomi’ memainkan peran dalam hubungan dengan Israel,… Hubungan baru antara Turki dan Israel seharusnya bersifat diplomatik dan politik, tapi HAMAS tahu bahwa Israel memiliki pengaruh atas Turki dalam masalah keamanan. Beberapa perwakilan keamanan Israel juga telah mengunjungi Turki.â€
Sementara itu, petugas medis dan kelompok Jihad Islam Palestina menyatakan tentara Israel telah membunuh seorang pria Palestina di Tepi Barat, dalam bentrokan yang meletus setelah serangan pada hari Rabu.
Ini adalah kedua kalinya dalam dua hari berturut-turut pasukan Israel membunuh orang Palestina dalam serangan larut malam.
Militer Israel menyatakan pihaknya telah menangkap dua tersangka dalam “kegiatan anti-teror” di kota Jenin, dan kemudian puluhan warga Palestina melemparkan batu dan alat peledak serta melepaskan tembakan terhadap pasukan Israel, yang lantas merespon dengan menembakkan peluru tajam.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan pihkanya “mengutuk keras kejahatan eksekusi syahid muda Ahmed Muhammad Lotfi Massad, 21 tahun, dari kota Burqin.”
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, setidaknya satu warga Palestina tampak menembak di jalan, sementara suara tembakan lebih banyak juga terdengar.
Gerakan Jihad Islam menyatakan bahwa Massad adalah salah satu anggotanya, yang gugur syahid dalam konfrontasi dengan pasukan pendudukan. (raialyoum)







