Rangkuman Berita Utama Timteng  Kamis 27 Agustus 2020

serangan israel ke libanonJakarta, ICMES. Militer Israel mengaku telah melancarkan serangan udara terhadap pos-pos pantau Hizbullah di Lebanon selatan setelah mendapat tembakan dari arah wilayah Libanon.

Penasihat senior yang juga menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, menyebut normalisasi hubungan negara-negara Arab Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, dengan Israel “perkara pasti”.

Tentara Rusia telah mengejar kendaraan militer Amerika Serikat (AS) yang sedang bergerak di wilayah pedesaan di provinsi Hasakah di bagian timur laut Suriah sehingga beberapa tentara AS mengalami cidera dalam peristiwa ini.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mengadakan pertemuan yang disebutnya “konstruktif” dengan Asisten Kepala Menteri Luar Negeri Iran, Ali Asghar Khaji, untuk membahas upaya penyelesaian krisis di Yaman.

Berita selengkapnya:

Israel Serangan Pos Hizbullah, Sayid Nasrallah Masih Enggan Berkomentar

Militer Israel mengaku telah melancarkan serangan udara terhadap pos-pos pantau Hizbullah di Lebanon selatan, Rabu (26/8/2020), setelah mendapat tembakan dari arah wilayah Libanon pada malam sebelumnya.

Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan  bahwa “insiden keamanan” sedang berlangsung di sekitar Manara dekat perbatasan Garis Biru yang ditetapkan PBB di antara kedua negara.

“Dalam kegiatan operasional di Israel utara tadi malam, terjadi tembakan dari Lebanon ke arah pasukan IDF,” tulis militer Israel di Twitter.

“Kami menanggapi dengan tembakan, dan jet tempur kami menghantam pos pengamatan Hizbullah di dekat perbatasan. Ini adalah peristiwa yang parah dan kami tetap siap untuk memerangi ancaman apa pun terhadap perbatasan kami,” lanjutnya.

IDF juga mengaku telah mengerahkan bom suar, bom asap, dan tembakan langsung setelah mendapat tembakan dari sisi perbatasan Lebanon tanpa ada tentara Israel yang terluka dalam insiden itu.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi Rabu malam, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyebut gejolak di perbatasan itu masalah “krusial dan sensitif”, namun dia enggan berkomentar lebih lanjut “untuk saat ini”.

Insiden tersebut terjadi setelah Hizbullah pada Sabtu lalu mengumumkan pasukannya telah menembak jatuh drone Israel yang terbang di atas Garis Biru.

Israel dan Lebanon secara teknis masih berperang, sementara pasukan PBB UNIFIL ditugaskan untuk memantau gencatan senjata. (alalam/aljazeera)

Kushner Sebut Pemulihan Hubungan Saudi dengan Israel “Perkara Pasti”

Penasihat senior yang juga menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, menyebut normalisasi hubungan negara-negara Arab Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, dengan Israel “perkara pasti”.

Saat ditanya oleh Newsweek mengenai kemungkinan Arab Saudi dan Bahrain mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA) menjalin perjanjian pemulihan hubungan dengan Israel, Kushner mengatakan, “Saya pikir ini merupakan perkara pasti, dan hanya tinggal masalah waktu. Banyak negara mengamati dengan seksama (normalisasi) ini dan menunggu reaksi tentang itu.”

Dia menambahkan, “Generasi muda sangat antusias padanya (normalisasi) … Faktanya ialah bahwa sebagian besar negara ini ingin mengembangkan ekonominya.”

Kushner juga menyebutkan bahwa para pemimpin di kawasan Timteng “telah mengungkapkan pesimisme mereka terhadap iktikad para pemimpin Palestina untuk meningkatkan taraf kehidupan rakyat Palestina,” dan  bahwa mereka tidak akan meninggalkan ambisinya karena “ketidakmampuan para pemimoin Palestina untuk bergerak maju.”

Dalam pernyataan bersama pada  tanggal 13 Agustus 2020, UEA, Israel, dan AS mengumumkan bahwa telah dicapai kesepakatan UEA-Israel mengenai pemulihan hubungan antara keduanya, yang juga menyebutkan penangguhan proses pencaplokan tanah-tanah Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. (rta)

Konvoi Militer Rusia Kepung Kendaraan Militer AS di Suriah

Tentara Rusia telah mengejar kendaraan militer Amerika Serikat (AS) yang sedang bergerak di wilayah pedesaan di provinsi Hasakah di bagian timur laut Suriah sehingga beberapa tentara AS mengalami cidera dalam peristiwa ini.

Menurut laporan lapangan dari timur laut Suriah, kendaraan militer Rusia bersama dengan satu unit helikopter mereka pada hari Selasa (25/8//2020), terlihat mengejar kendaraan militer AS di dekat perbatasan distrik Al-Malikiyah di bagian timur Hasakah.

Setidaknya dua video yang merekam insiden tersebut dirilis pada hari Rabu (26/8/2020), dan di situ terlihat tentara Rusia berusaha mencegat kendaraan militer AS.

Di salah satu video yang berdurasi lebih panjang terlihat helikopter Rusia mengitari pasukan AS yang sedang melakukan perjalanan melalui distrik Al-Malikiyah.

Menurut RT Arabic, video itu merekam pergerakan kendaraan lapis baja International MaxxPro di pihak AS,  serta kendaraan pengangkut personil lapis baja 82A, kendaraan lapis baja model Tigger dan Typhoon, serta kendaraan Ural dan helikopter Mi-8 di udara di pihak Rusia.

Tampak pula kendaraan tentara Rusia berhasil menyalip dan kemudian mengitari kendaraan lapis baja pasukan AS.

Menanggapi insiden tersebut, AS menuding militer Rusia melanggar protokol pencegahan konfrontasi antara kedua pihak di Rusia.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Ullyot, mengatakan, “Kendaraan Rusia bertabrakan dengan kendaraan lapis baja koalisi internasional, yang mengakibatkan krunya cedera. ”

Dia menyatakan bahwa kendaraan AS meninggalkan lokasi insiden demi menghindari konflik antara kedua pihak.

Dia kemudian mengecam pihak Rusia dengan mengatakan, “Tindakan tidak aman dan tidak profesional seperti ini merupakan pelanggaran protokol de-konflik, yang dilakukan oleh AS dan Rusia pada Desember 2019.”

Insiden ini tercatat yang kedua kalinya terjadi di wilayah pedesaan Hasakah pada pekan ini. Upaya pencegatan pertama terjadi di timur kota Qamishli, tapi tidak orang yang merekamnya. (amn/rta/politico)

Utusan Khusus PBB Adakan Pertemuan dengan Pejabat Iran untuk Solusi Krisis Yaman

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mengadakan pertemuan yang disebutnya “konstruktif” dengan Asisten Kepala Menteri Luar Negeri Iran, Ali Asghar Khaji, untuk membahas upaya penyelesaian krisis di Yaman.

“Kami bertukar pikiran mengenai upaya mencapai gencatan senjata yang komprehensif secara nasional dan menciptakan suasana yang kondusif untuk dimulainya kembali proses politik di Yaman,” tulis Griffiths di halaman Twitter-nya, Rabu (26/8/2020).

Pertemuan itu dilakukan beberapa jam setelah Griffiths mengadakan pertemuan virtual dengan duta besar dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang dipercaya mengenai Yaman, “guna membahas pembicaraan dengan pihak Yaman tentang gencatan senjata, langkah-langkah ekonomi dan kemanusiaan, dan dimulainya kembali proses politik.”

Usai pertemuan itu Griffiths menyatakan, “Solidaritas dan dukungan berkelanjutan yang ditunjukkan oleh komunitas internasional untuk proses perdamaian di Yaman sangatlah penting.” (rta)