Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 26 November 2020

quds 2Jakarta, ICMES. Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman memastikan akan terus berusaha menyerang Arab Saudi sebagai bentuk perlawanan selagi agresi dan blokade terhadap Yaman terus dilakukan oleh Saudi dan sekutunya.

Media Israel mengungkap permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed Bin Salman agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menengahi hubungan Saudi dengan pemerintahan baru presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Presiden Iran Hassan Rouhani optimis bahwa suasana regional akan membaik bagi dialog Iran dengan negara-negara jiran di sekitar Teluk Persia setelah Presiden Petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump kalah dalam pemilu presiden melawan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami memandang Amerika Serikat (AS) tak memiliki opsi serangan militer terhadap Iran.

Berita Selengkapnya:

Ansarullah Pastikan akan Terus Menyerang Saudi

Sanaa, LiputanIslam.com –  Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman memastikan akan terus berusaha menyerang Arab Saudi sebagai bentuk perlawanan selagi agresi dan blokade terhadap Yaman terus dilakukan oleh Saudi dan sekutunya.

Kepastian itu ditegaskan oleh perunding senior Ansarullah Mohammad Abdul Salam, Rabu (25/11/2020), dan beberapa hari setelah serangan Ansarullah dengan menggunakan rudal cruise Quds-2 buatannya berhasil menghantam fasilitas minyak Aramco milik Saudi di kota Jeddah.

“Apa yang diharapkan dari balasan menyakitkan ini ialah rintihan Saudi dan pengakuannya atas hak (Yaman) untuk membalas,” ungkap Abdul Salam melalui akun Twitter-nya.

Dia menambahkan, “Selagi agresi dan blokade terhadap Yaman berkelanjutan maka kami tidak akan mengendurkan upaya untuk melawannya.”

Dia lantas mengimbau masyarakat internasional agar berusaha menghentikan agresi militer Saudi dan sekutunya, “karena penderitaan bangsa Yaman juga harus didengarkan”.

Sebelumnya, Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan bahwa pasukan rudal Yaman “berhasil menggempur stasiun distribusi Aramco di Jeddah dengan rudal bersayap jenis Quds.”

Di pihak lain, Kementerian Energi Saudi mengkonfirmasi terjadinya kebakaran di tangki bahan bakar di stasiun distribusi produk minyak di utara Jeddah akibat apa yang disebutnya “serangan teroris”, sementara juru bicara resmi koalisi Saudi, Turki Al-Maliki, mengakui bahwa rudal itu diluncurkan dari Yaman.

Petinggi Ansarullah Mohammad Al-Bukhaiti kepada TV Al-Mayadeen menyatakan, “Ada babak baru serangan ke kedalaman wilayah Saudi.”

Keterbuktian Ansarullah memiliki dan mengoperasikan rudal cruise dalam serangan yang terjadi pada Senin lalu tersebut menjadi kabar yang mencengangkan, karena rudal itu tepat menjangkau targetnya di kota Jeddah yang berjarak sekira 600 kilomter dari titik perbatasan terdekat dengan Yaman. (raialyoum)

Bin Salman Minta Netanyahu Tengahi Hubungan Saudi dengan Pemerintahan Baru AS

Media Israel mengungkap permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed Bin Salman agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menengahi hubungan Saudi dengan pemerintahan baru presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Surat kabar Israel Hayom (IH) menyebutkan bahwa permintaan itu diajukan Bin Salman dalam pertemuannya dengan Netanyahu di kota Neom, Arab Saudi, pada Ahad lalu (22/11/2020) dengan harapan mediasi itu dapat mencegah sanksi pemerintahan baru AS terhadap pemerintah Saudi, terutama Bin Salman sendiri.

Menurut IH, Bin Salman kepada Netanyahu mengaku khawatir para pejabat Saudi dikenai sanksi oleh Biden terkait dengan kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi sehingga perlu dimediasi oleh Israel untuk menghindari kemungkinan tersebut, dan pertemuan itu juga menunjukkan betapa Saudi memandang Rezim Zionis sebagai “sekutu yang sangat penting dalam menghadapi Iran”.

IH menambahkan bahwa para pejabat Israel yang “tahu persis” apa yang terjadi dalam pertemuan Netanyahu dengan Bin Salman mengatakan bahwa pertemuan itu “berimplikasi besar dalam segala hal yang berkaitan dengan hubungan yang lebih dekat antara kedua belah pihak”.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah berbagai media Israel berkunjung ke Arab Saudi, pada hari Ahad lalu (dan mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman. (alalam)

Rouhani: Trump Pergi Iklim Regional untuk Dialog akan Membaik

Presiden Iran Hassan Rouhani optimis bahwa suasana regional akan membaik bagi dialog Iran dengan negara-negara jiran di sekitar Teluk Persia setelah Presiden Petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump kalah dalam pemilu presiden melawan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Dalam percakapan telefon dengan Amir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al-Thani, Rabu (25/11/2020), Rouhani mengatakan, “Dalam beberapa bulan mendatang kondisi antarnegara tetangga akan lebih baik untuk memperkuat kesempatan dialog dan kesefahaman di kawasan.”

Sembari menyinggung hangatnya hubungan antara Teheran dan Doha, dia menambahkan, “Ada keinginan Iran untuk dialog, kebersefahaman, dan hubungan persaudaraan antarnegara sekitar Teluk Persia. Kami mengharapkan adanya perkembangan baru dalam hubungan internasional dan netralisasi kebijakan permusuhan sebagian negara regional (terhadap Iran). Kita akan melihat kesempatan lebih besar untuk dialog dan kesefahaman di kawasan.”

Mengenai normalisasi hubungan sebagian negara Arab dengan Israel, Presiden Iran mengatakan, “Memberi Israel tempat berpijak di kawasan ini akan menyebabkan ketidak amanan dan instabilitas regional.”

Rouhani menilai apa yang dilakukan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan dalam menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai “langkah mengejutkan”.

“Beberapa negara tetangga melihat keamanan mereka bergantung pada hubungan mereka dengan rezim kriminal Zionis, yang merupakan musuh semua wilayah dan negara-negara Islam,” katanya.

Dia menambahkan, “Kita, negara-negara di kawasan ini, dapat menyelesaikan masalah kita sebagai tetangga dan saudara, dan saya yakin dalam beberapa bulan mendatang kita akan menyaksikan kondisi yang lebih baik dalam hubungan regional dengan bantuan satu sama lain.”

Kantor kepresiden Iran menyatakan bahwa Rouhani menyambut baik undangan resmi Emir Qatar untuk melakukan lawatan resmi ke Doha.

Di pihak lain, Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al-Thani memuji baiknya hubungan antara negaranya dan Iran serta menyebutnya “hubungan strategis dan berkembang”.

Mengenai isu regional dia mengatakan, “Kerjasama antara Iran dengan negara-negara Teluk harus berkembang lebih besar di semua bidang, termasuk kemananan perairan regional di kawasan ini.”

Emir Qatar menekankan bahwa segala pembicaraan untuk menjamin keamanan kawasan ini haruslah melibatkan Iran.

Dia juga menyayangkan sikap sebagian negara Arab.

“Kita semua terganggu oleh beberapa perilaku tak bertanggungjawab sebagian negara kawasan ini, dan kami berharap akan bermula lagi pembicaraan antara Iran dan negara-negara sekitar Teluk di tengah perkembangan baru internasional,” pungkasnya. (raialyoum)

Komandan IRGC: AS Tak Punya Opsi Perang Terhadap Iran

Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami memandang Amerika Serikat (AS) tak memiliki opsi serangan militer terhadap Iran.

Dalam kata sambutannya pada peringatan Hari Relawan (Basij), Rabu (25/11/2020), Salami menyebut Basij sebagai pasukan rakyat yang memiliki keimanan yang kuat kepada Allah dan spirit pengorbanan yang sangat tinggi.

“Pasukan Basij tidak takut kepada musuh, di saat yang sama mereka memanifestasikan kasih sayang, dan hal ini mereka membuat musuh frustasi ketika berpikir untuk menyerang pemerintahan kita,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Perang militer ada di luar opsi musuh, ini realitas, meski mereka menjadikan bangsa, agama, budaya, kesejahteraan hidup, dan kesehatan kami sebagai sasaran permusuhan.”

Di bagian akhir Mayjen Salami menegaskan, “Kita berdiri tegak hingga penghabisan, dan penghabisan resistensi ini ialah ambruknya musuh, sebagaimana kita dan juga mereka sekarang melihat terbitnya matahari manakala mentari revolusi kita memancar di langit kemulian umat.”

Sehari sebelumnya, situs Walla milik Israel melaporkan bahwa militer rezim Zionis ini mengaku menerima instruksi untuk mempersiapkan skenario kemungkinan serangan AS terhadap Iran sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden AS Donald Trump pada Januari 2021. (irna)