Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 24 Juni 2021

iran-israelJakarta, ICMES. Media Israel mengklaim bahwa pesawat nirawak atau drone telah digunakan dalam upaya untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam beberapa mendatang akan menerima vaksin Covid-19 buatan dalam negeri dalam gelombang pertama vaksinasi dengan vaksin yang dikembangkan Iran.

Media Yaman memublikasi rekaman video sebuah pesawat nirawak atau drone pengintai Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya telah diberitakan tertembak jatuh di sebuah kawasan di timur Sanaa, ibu kota Yaman.

Pemerintah Iran menepis laporan media Amerika Serikat (AS) bahwa Iran gagal meluncurkan dua satelit baru berama “Pars-1” dan “Nahid”

Berita Selengkapnya:

Israel Mengklaim Serangan Drone Telah Merusak Sebuah Pusat Nuklir di Iran

Media Israel mengklaim bahwa pesawat nirawak atau drone telah digunakan dalam upaya untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Situs Times of Israel, Rabu (23/6), menyebutkan bahwa fasilitas yang menjadi target serangan adalah sebuah pusat nuklir luas di kota Karaj, sekitar 40 kilometer barat laut Teheran, yang memproduksi suku cadang sentrifugal.

Tentang ini pula, Channel 13 di televisi Israel menyatakan, “Menyusul serangan misterius tadi malam di kota Karaj Iran, terungkap malam ini (Rabu) bahwa sebuah pabrik yang memproduksi bilah aluminium untuk sentrifugal yang memperkaya uranium rusak dalam sebuah operasi.”

Saluran ini menambahkan,”Dengan demikian, lebih banyak pula kerusakan terjadi pada program nuklir Iran.”

Saluran itu tidak menyebutkan siapa yang berada di balik serangan terhadap fasilitas Iran, tapi analis militernya, Alon Ben David, mengatakan bahwa jika benar laporan bahwa Israel berada di balik serangan tersebut maka ini menjadi serangan pertama terhadap Iran oleh Israel di bawah kepemimpinan  perdana menteri barunya, Naftali Bennett, dan kepala Mossad, David (Daddy) Barnea.

Sebelumnya, pihak berwenang Iran mengumumkan bahwa sebuah upaya sabotase yang menyasar gedung Badan Tenaga Atom Iran di kota Karaj berhasil digagalkan tanpa menyebabkan korban maupun kerusakan material.

Sumber resmi Iran di Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya membantah anggapan bahwa “serangan sabotase” yang menargetkan gedung itu dilakukan dengan menggunakan drone.

Seorang pejabat yang mendapat informasi di Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya mengatakan kepada situs berita Entekhab bahwa insiden pada Rabu pagi itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan drone.

Dia  menambahkan, “Insiden itu bisa menjadi merupakan upaya sabotase, dan tanggung jawabnya ada di luar lingkup markas pertahanan udara.”

Media Iran melaporkan bahwa investigasi sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku upaya sabotase tersebut. (raialyoum/mna)

Ayatullah Khamenei akan Segera Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Iran

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam beberapa mendatang akan menerima vaksin Covid-19 buatan dalam negeri dalam gelombang pertama vaksinasi dengan vaksin yang dikembangkan Iran.

Dikutip kantor berita Fars, Rabu (23/6), Kepala Akademi Ilmu Medis Iran Alireza Marandi mengatakan bahwa penggunaan vaksin “COVIran Barakat “ yang dikembangkan di dalam negeri telah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan, Pengobatan dan Pendidikan Kesehatan Iran.

Dia kemudian mengatakan, “Pemimpin Revolusi (Ayatullah Khamenei) telah memberikan penekanan tersendiri pada penyuntikan vaksin buatan Iran. Vaksin ini merupakan hasil jerih payah para ilmuwan muda Iran, dan memiliki standar keamanan yang tinggi.”

Marandi menyebutkan bahwa sejak awak krisis Covid-19 Ayatullah Khamenei tak keberatan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Beliau memiliki dua syarat penting untuk penyuntikan vaksin. Pertama, vaksinasi beliau dilakukan tidak di luar gelombang. Kedua, hanya dengan vaksin buatan Iran. Karena itu, ketika vaksinasi pada warga usia 80-an tahun dimulai, beliau menahan diri dari menerima vaksin luar negeri dan memilih menunggu vaksin Iran,” ungkap Marandi.

Dia menjelaskan bahwa gelombang pertama vaksinasi COViran Barakat dimanfaatkan oleh Pemimpin Revolusi setelah tahap awal vaksinasi warga usia 80-an tahun dilakukan pada sekitar dua bulan terakhir dengan menggunakan vaksin impor.

Para pejabat Kementerian Kesehatan Iran mengatakan bahwa beberapa pusat dalam negeri sedang melakukan penelitian untuk produksi vaksin buatan Iran, dan mengingat kesuksesan hasil uji klinis, keamanan dan efektivitasnya, dua sampel vaksin buatan dalam negeri akan segera dikonsumsi secara meluas dan sukarela di negara ini.

Fars melaporkan bahwa vaksin COViran Barakat diproduksi oleh para peneliti dan ilmuwan muda Iran lulusan berbagai universitas dalam negeri. Iran merupakan negara keenam di dunia dan pertama di Timur Tengah yang sejauh ini telah berhasil membuat dan memroduksi vaksin Covid-19 setelah Rusia, AS, Inggris, China dan India. (fna)

Penampakan Drone Pengintai Milik AS yang Tertembak Jatuh di Yaman

Media Yaman memublikasi rekaman video sebuah pesawat nirawak atau drone pengintai Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya telah diberitakan tertembak jatuh di sebuah kawasan di timur Sanaa, ibu kota Yaman.

Sumber-sumber Yaman, Rabu (23/6), menyatakan bahwa pada hari itu mulai diedarkan rekaman video drone AS jenis Scan Eagle yang belum lama ini tertembak jatuh di angkasa Sarwah, provinsi Ma’rib, di timur Sana.

Media Al-I’lam Al-Harbi milik Poros Resistensi cabang Yaman menyebutkan bahwa drone AS itu berkecapatan 90 km per jam dengan bobot 20 kg, panjang 1.4 meter, dan lebar sayap 3.1 meter serta dapat terbang pada ketinggian maksimal 5.4 kilometer dengan durasi maksimal 20-24 jam.

Drone ini dilengkapi kamera berkualitas EO dan kamera inframerah sehingga dapat digunakan untuk misi pengintaian dan identifikasi sasaran serangan.

Pesawat nirawak ini tercatat sebagai drone kedua AS yang berhasil dirontokkan oleh tentara Yaman dan para pejuang Ansarullah dalam beberapa hari terakhir.  (fna)

Teheran Bantah Kabar Iran Gagal Luncurkan Dua Satelit Baru

Pemerintah Iran menepis laporan media Amerika Serikat (AS) bahwa Iran gagal meluncurkan dua satelit baru berama “Pars-1” dan “Nahid”.

Bantahan itu disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi  Iran Mohammad-Javad Azari Jahromi di sela-sela sidang kabinet, Rabu (23/6).

“Semua proses satelit Pars -1 dan Nahid telah dilakukan dan tersedia di badan antariksa, sehingga berita kegagalan peluncuran tidak dikonfirmasi oleh kami,” ujarnya.

Jaringan berita CNN yang berbasis di AS dalam sebuah laporannya mengutip pernyataan beberapa pejabat pertahanan AS bahwa Pentagon mengawasi ketika Iran mencoba dan gagal  meluncurkan satelit baru ke orbit pada awal bulan ini.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Iran tampaknya sedang mempersiapkan upaya lain dalam waktu dekat, karena citra satelit yang diambil oleh perusahaan komersial Planet and Maxar menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di Pelabuhan Luar Angkasa Imam Khomeini dalam beberapa hari terakhir. (mna)