Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 24 Januari 2019

satelit payam iran 15 1 2019Jakarta, ICMES: Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menyatakan negaranya akan segera meluncurkan satelit lagi.

Rusia mendesak Israel agar menghentikan serangan udara “spontan” terhadap Suriah, beberapa hari setelah militer Israel melakukan serangan baru terhadap target di dekat Damaskus, ibukota Suriah.

Pasukan Arab Suriah (SAA), menemukan sebuah kuburan massal berisi kerangka para anggotanya telah dieksekusi oleh kelompok teroris “al-Jaish al-Hurr”.

Pihak-pihak yang bertikai di Yaman diperkirakan akan menyetujui persyaratan pertukaran tawanan perang dalam waktu 10 hari ke depan selama pembicaraan damai yang disponsori PBB.

Berita selengkapnya:

Iran Akan Segera Luncurkan Satelit Lagi

Republik Islam Iran akan segera meluncurkan satelit lagi. Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami kepada wartawan usai sidang kabinet, Rabu (23/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa satelit baru itu akan diluncurkan sebelum peringatan 40 tahun kemenangan revolusi Islam 1979, dan akan diluncurkan dengan menggunakan roket Safir buatan Iran yang akan melesat ke luar angkasa setinggi  sekitar 260 kilometer.

Pertengahan bulan ini Iran meluncurkan satelit ilmiah lain ke luar angkasa dengan misi menghimpun informasi lingkungan guna meningkatkan sistem prakiraan cuaca negara. Namun, pada tahap akhir peluncuran terjadi kendala teknis sehingga pesawat ruang angkasa gagal mencapai orbit.

“Satelit Payam (Pesan) telah berhasil diluncurkan pagi ini di atas pembawa satelit. Sayangnya, satelit itu gagal ditempatkan di orbit pada tahap akhir, “ungkap Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi pada 15 Januari lalu.

Tapi dia kemudian memastikan Iran sedang bersiap untuk meluncurkan satelit lain yang diberinama “Doosti” (Persahabatan).

Hatami mengatakan bahwa kelemahan teknis telah terdeteksi dan menyatakan harapan bahwa satelit akan segera diluncurkan kembali.

Iran meluncurkan satelit pertama buatan dalam negeri, “Omid” (Harapan), pada tahun 2009. Negara ini juga mengirim bio-kapsul pertamanya yang mengandung makhluk hidup ke luar angkasa pada Februari 2010, dan menggunakan roket pembawa Kavoshgar (Penjelajah) -3.

Pada bulan Februari 2015, Iran mengorbitkan satelit buatan dalam negeri “Fajr” (Fajar) yang mampu mengambil dan mengirimkan foto berkualitas tinggi ke stasiun-stasiun di bumi.

Peluncuran demi peluncuran satelit dilakukan Iran meskipun ada ancaman dari Amerika Serikat (AS) yang menganggapnya bertentangan dengan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 dan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait yang mendukung perjanjian ini.

Iran menanggapi ancaman itu dengan menegaskan bahwa tidak ada aspek militer untuk aktivitas satelitnya dan bahwa uji coba rudalnya tidak terkait dengan perjanjian yang dinamai Rencana Bersama Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) antara Iran dan beberapa negara terkemuka dunia  tersebut maupun resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2231, karena roket-roket pembawa satelit Iran tidak didesain untuk mengirim hulu ledak nuklir. (presstv)

Rusia Desak Israel Hentikan Serangan Ke Suriah

Rusia mendesak Israel agar menghentikan serangan udara “spontan” terhadap Suriah, beberapa hari setelah militer Israel melakukan serangan baru terhadap target di dekat Damaskus, ibukota Suriah.

“Praktek serangan spontan di wilayah negara berdaulat, dalam hal ini Suriah, harus berakhir,” seru juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Rabu (23/1/2019), sebagaimana dilansir kantor berita TASS milik Rusia.

Israel telah berulang kali melancarkan serangan ke Suriah dengan dalih menyerang penasihat militer Iran yang berada di Suriah atas permintaan Presiden Bashar al-Assad supaya membantu Angkatan Darat Suriah dalam operasi penumpasan pemberontakan dan pemberantasan terorisme yang disponsori pihak-pihak asing.

Zakharova mengingatkan bahwa serangan rezim Zionis itu hanya memicu ketegangan di kawasan dan merusak kepentingan jangka panjang semua pemain regional, termasuk Israel sendiri.

“Kita harus mencegah pengubahan Suriah, yang telah menderita konflik bersenjata selama beberapa tahun terakhir, menjadi arena penentuan skor geopolitik… Dan kami mendesak semua pihak untuk memikirkan kemungkinan konsekuensi yang menyebabkan lebih banyak kekacauan di Timur Tengah.”

Kantor berita negara Suriah SANA Ahad lalu mengutip pernyataan seorang pejabat militer anonim bahwa pertahanan udara negara ini berhasil “menggagalkan” serangan rudal pada siang hari oleh jet tempur Israel terhadap beberapa lokasi di Damaskus dan sekitarnya, termasuk bandara.

Sehari kemudian Israel meningkatkan agresi udaranya, yang menurut SANA, merupakan “serangan darat dan udara dengan gelombang rudal yang beruntun.” (presstv)

Kuburan Massal Dibongkar, Satu Jenazah Tentara Suriah Ditemukan Masih Utuh

Pasukan Arab Suriah (SAA), Rabu (23/1/2019), menemukan sebuah kuburan massal berisi kerangka para anggotanya telah dieksekusi oleh kelompok teroris “al-Jaish al-Hurr” (Pasukan Kebebasan) di daerah pinggiran kota Raqqah pada tahun 2013.

Sumber militer kota Tabqa di pinggiran Raqqah mengatakan kepada Sputnik milik Rusia bahwa pihak berwenang telah menemukan kuburan massal yang berisi kerangka sejumlah tentara Suriah di desa Sherida Barat di pinggiran Raqqah.

Kepada kantor berita yang sama satu sumber medis mengatakan bahwa identitas tujuh kerangka telah dikeluarkan dari kuburan massal dan diketahui sebagai anggota aparat keamanan militer Suriah di Raqqah.

Menurut sumber ini, dari pemeriksaan awal diketahui bahwa para korban itu telah disiksa secara brutal sebelum dipenggal kepalanya, dan bekas-bekas penyiksaan terlihat terutama pada tubuh Thabit Ali, salah satu tentara yang ditemukan dalam kondisi jenazahnya masih utuh.

Para korban itu diketahui menjadi korban eksekusi pada Maret 2013, dan karena itu utuhnya kondisi jenazah itu  tercatat sebagai fenomena langka.

Sumber itu menekankan bahwa pemeriksaan forensik dan laboratorium akan memberikan jawaban atas penyebab fenomena ini, termasuk menyangkut dugaan bahwa teroris telah melumur jenazah itu dengan bahan kimia pengawet.

Pada 4 Maret 2013, sejumlah besar teroris Jabhat al-Nusra yang memimpin kelompok al-Jaish al-Hurr menyerang Raqqah dan membuatnya menjadi kota pertama yang lepas dari kendali negara Suriah dan  kemudian menjadi ajang pembantaian mengerikan terhadap tentara dan warga sipil Suriah.

Pada tahun 2014, pengaruh kelompok teroris ISIS meluas di  Raqqah di depan kelompok-kelompok teroris lain,  dan menerapkan undang-undangnya terhadap penduduk setempat yang menjadi korban kejahatan dua kelompok tersebut. Pada Januari 2014, ISIS menguasai penuh kota Raqqah.

Direktur Jenderal Kedokteran Forensik Suriah Zahir Hajo mengatakan, “Organisasi-organisasi teroris yang silih berganti menguasai Raqqah telah mengeksekusi puluhan ribu orang dengan cara brutal.” (alalam)

Pihak-Pihak Yang Bertikai Di Yaman Akan Menyepakati Pertukaran Tawanan

Pihak-pihak yang bertikai di Yaman diperkirakan akan menyetujui persyaratan pertukaran tawanan perang dalam waktu 10 hari ke depan selama pembicaraan damai yang disponsori PBB.

“Diharapkan bahwa tanda tangan terakhir akan ada dalam 10 hari,” kata Hadi Haj, kepala delegasi dari kubu presiden tersingkir Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi, kepada Reuters melalui telefon, Rabu (23/1/2019).

Pembicaraan antara pihak Mansour Hadi dan gerakan Ansarullah (Houthi) berlangsung di Yordania pekan lalu, dan kedua delegasi harus menyepakati daftar nama tawanan yang akan dipertukarkan.

Kedua pihak sepakat tentang langkah-langkah untuk membangun kepercayaan dalam pembicaraan damai yang disponsori oleh PBB di Swedia Desember lalu di tengah tekanan agar semua pihak yang bertikai di Yaman mengakhiri perang yang sudah empat tahun melanda negara ini dan menewaskan ribuan orang serta menyebabkan jutaan orang terancam kelaparan.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengaku “berharap terjadi kemajuan dalam beberapa hari mendatang, dan mendesak pihak-pihak yang bertikai agar tidak kehilangan kesempatan.”

Demi memuluskan proses pertukaran tawanan tersebut ICRC juga menyatakan siap meningkatkan jumlah staf dan memberi dukungan medis serta dua pesawat untuk mengangkut tahanan dengan rute antara Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Ansarullah, dan kota Sayoun yang dikendalikan oleh kubu Abd Rabbo Mansour Hadi.

PBB mendorong penuntasan pertukaran tahanan dan kesepakatan damai di kota Hudeydah, dan pembukaan jalan bagi pembicaraan lebih lanjut antara Ansarullah dan kubu Hadi. (rt)