Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 23 April 2020

satelit militer iran - nour 1Jakarta, ICMES. Korps Garda  Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa satelit militer “Nour 1” (sebelumnya tertulis “Noor”) yang baru diorbitkan oleh negara ini akan semakin meningkatkan kekuatan strategis intelijen dan informasi pasukan pertahanan IRGC.

IRGC bahwa pemerintah AS lebih baik berfokus pada upaya penyelamatan pasukannya sendiri yang terpapar virus corona (Covid-19) daripada main gertak terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump mengaku telah mengarahkan angkatan laut negara ini untuk “menembak jatuh dan menghancurkan” kapal perang Iran yang “melecehkan” kapal-kapal perang AS.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan adanya kecenderungan kuat Israel menjadikan krisis pandemi corona (Covid-19) yang melanda dunia sebagai kesempatan untuk menganeksasi tanah-tanah Palestina.

Berita selengkapnya:

IRGC: Satelit Militer Iran adalah untuk Tingkatkan Kecerdasan Strategi Pertahanan

Komandan Korps Garda  Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Hossein Salami menyatakan bahwa satelit militer “Nour 1” (sebelumnya tertulis “Noor”) yang baru diorbitkan oleh negara ini pada hari Rabu (22/4/2020) akan semakin meningkatkan kekuatan strategis intelijen dan informasi pasukan pertahanan IRGC.

“Hari ini, kita dapat melihat dunia dari luar angkasa, dan ini berarti perluasan intelijen strategis dan informasi pasukan pertahanan IRGC yang tangguh,” kata Salami setelah IRGC meluncurkan satelit militer pertama Iran ke luar angkasa.

Dia menambahkan bahwa peluncuran satelit bertugas ganda itu dapat menciptakan nilai tambah strategis dan kekuatan dalam perang intelijen.

Jenderal Salami mengatakan bahwa semua bagian dari satelit itu, termasuk roket pembawa dan satelit, telah diproduksi oleh para ilmuwan Iran sendiri, meskipun negara ini dikenai sanksi AS.

Menurutnya, pesan dari pencapaian penting ini adalah bahwa sanksi bukanlah hambatan bagi proses kemajuan Iran, dan selanjutnya akan memotivasi negara ini untuk menjelma menjadi kekuatan besar di kawasan dan bahkan dunia di bidang teknologi mutakhir.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, IRGC sukses meluncurkan dan mengorbitkan satelit militer pertama Iran.

IRGC meluncurkan satelit itu dengan menggunakan roket pembawa satelit “Qased” dalam operasi yang digelar di daerah gurun pasir luas Dasht-e Kavir, Iran, Rabu. Satelit diorbitkan pada ketinggian 425 km di atas permukaan bumi.

Pengumuman itu dibuat ketika pasukan elit Iran ini menandai peringatan pendiriannya pada tanggal 22 April 1979 atas perintah oleh pendiri Republik Islam, Imam Khomeini.

Menandai peringatan itu pula, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan terima kasihnya kepada IRGC atas kinerjanya. (presstv/raialyoum)

IRGC: AS Lebih Baik Menolong Pasukannya dari Wabah Covid-19 daripada Menggertak Iran

Pasukan elit Iran Korps Garda  Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa pemerintah AS lebih baik berfokus pada upaya penyelamatan pasukannya sendiri yang terpapar virus corona (Covid-19) daripada main gertak terhadap Iran.

“Alih-alih mengintimidasi orang lain hari ini, pemerintah AS seharusnya berupaya menyelamatkan pasukannya sendiri, yang telah terpapar virus corona,” ungkap jurubicara IRGC Brigjen Abolfazl Shekarchi, Rabu (22/4/2020), saat menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran belakangan ini.

Sembari menyebutkan contoh IRGC dan pasukan relawan Iran di garis depan perang melawan pandemi Covid-19, Shekarchi mengimbau AS agar “mengevakuasi” pasukan mereka dari Timur Tengah dan mengerahkannya untuk “menyelamatkan rakyat mereka dalam krisis.”

Selasa lalu Angkatan Laut AS mengumumkan pihaknya telah mendeteksi 700 kasus gejala infeksi Covid-19 di antara para pelaut dalam kapal induk USS Theodore Roosevelt.

Pada hari itu sebanyak 94% kru USS Theodore Roosevelt telah diuji Covid-19 setelah hampir satu bulan merapat di Guam akibat terjadinya penyebaran wabah ini di atas kapal itu.

Rabu lalu Trump di Twitter mengaku telah menginstruksikan kepada Angkatan Laut AS “untuk menembak jatuh dan menghancurkan segala dan semua kapal perang Iran jika mereka melecehkan kapal-kapal kami di laut.”

Postingan Trump itu merupakan reaksi terhadap insiden konfrontasi yang terjadi belakangan ini antara kapal perang AS dan kapal Iran di Teluk Persia. (presstv)

Trump Instruksikan Penghancuran Kapal Perang Iran yang “Melecehkan”

Presiden AS Donald Trump mengaku telah mengarahkan angkatan laut negara ini untuk “menembak jatuh dan menghancurkan” kapal perang Iran yang “melecehkan” kapal-kapal perang AS.

Para pejabat AS menyebut ancaman itu sebagai peringatan langsung Trump bagi Iran agar tidak mengulangi apa yang disebut Pentagon sebagai “perjumpaan provokatif” yang terjadi pekan lalu di Teluk Persia.

Meskipun Trump mengaku demikian, namun seorang perwira senior AS menyatakan bahwa keputusan untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap kapal Iran tergantung pada komandan AL sendiri dan tingkat ancaman terhadap kapal dan para pelaut mereka.

Arahan Trump itu dikeluarkan seminggu setelah militer AS mengklaim bahwa 11 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melakukan “pendekatan berbahaya dan melecehkan” ke armada kapal AS, termasuk kapal pangkalan ekspedisi seluler USS Lewis B. Puller dan kapal perusak USS Paul Hamilton.

AL AS juga mengklaim bahwa dalam satu kasus kapal cepat Iran melesat dalam jarak 10 meter dari kapal Coast Guard.

Trump di Twitter menyatakan, “Saya telah menginstruksikan AL AS untuk menembak jatuh dan menghancurkan setiap dan semua kapal perang Iran jika mereka melecehkan kapal kami di laut.”

“Tembak jatuh ” (shot down) berkonotasi bahwa targetnya adalah pesawat udara Iran, sementara target  yang dimaksud adalah kapal permukaan, yang dapat diserang AL AS dengan rudal, torpedo atau senjata lainnya. (washingtonpost)

Pandemi Covid-19, Kesempatan bagi Israel untuk Caplok lagi Tanah Palestina

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan adanya kecenderungan kuat Israel menjadikan krisis pandemi corona (Covid-19) yang melanda dunia sebagai kesempatan untuk menganeksasi tanah-tanah Palestina.

“Jangan sampai ada orang yang berilusi dapat memanfaatkan ketersibukan dunia oleh krisis corona sekarang untuk menyapu hak-hak nasional kami, kami memantau setiap orang yang bermaksud mempermainkan hak kami,” ungkap Abbas dalam sebuah pernyataan di televisi, Rabu (23/4/2020).

“Kami telah memberitahukan kepada semua pihak internasional terkait, termasuk pemerintah AS dan Israel, bahwa kami tidak akan berpangku tangan jika Israel mengumumkan pencaplokan bagian manapun dari tanah kami, dan kami akan menganggap semua perjanjian dan kesefahaman antara kami dan kedua pemerintah ini batal sepenuhnya,” lanjut Abbas.

Dia juga menyatakan bahwa sudah dilakukan tindakan melalui semua lembaga terkait di level politik dan hukum untuk membela hak Palestina dan melawan “konspirasi zalim” yang menyasar hak-hak Palestina, termasuk prakarsa AS yang dinamai Perjanjian Abad Ini serta rencana-rencana Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Palestina.

Senada dengan ini, juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa keputusan untuk menganeksasi sebagian wilayah Tepi Barat kembali kepada Israel sendiri.

“Orang-orang Palestina sendirilah yang memutuskan nasib tanah di mana mereka akan mendirikan negara merdeka mereka dengan Al-Qud Timur (Yerussalem) sebagai ibu kotanya, dan tidak akan ada keamanan dan stabilitas tanpa (pengindahan) hak bangsa Palestina yang telah diakui oleh keputusan-keputusan sah internasional,” tegasnya, seperti dilansir kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Dia menambahkan, “Pernyataan (Pompeo) ini mengkonfirmasi bahwa AS tak dapat menjadi penengah dalam proses perdamaian apapun antara kami dan Israel, dan merupakan lampu hijau bagi pemerintah Israel untuk melanjutkan operasi-operasi imigrasi dan pencaplokan tanah-tanah Palestina.”

Abu Rudeineh memperingatkan bahwa segala tindakan Israel dalam masalah ini “akan menimbulkan dampak berbahaya bagi keamanan dan stabilitas di kawasan, dan perdamaian dalam bentuk apapun tidak akan pernah terwujud.” (raialyoum)