Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 22 Juli 2021

pasukan prancis di irakJakarta, ICMES. Menlu Irak Fuad Hussein menyatakan bahwa Baghdad dan Washington akan mencapai kesepakatan dalam putaran perundingan terbaru untuk penjadwalan penarikan pasukan AS dari Irak.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam kontak telefon pada momen perayaan Idul Adha dengan sejawatnya dari Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Iran dan Turki sebagai dua negara besar regional dan Dunia Islam.

Juru bicara Kedutaaan Besar Rusia untuk India di New Delhi, Dmitry Solodov, menyampaikan ajakan pemerintah Rusia kepada Iran dan India untuk bergabung dengan perundingan damai Afghanistan.

Tiga orang tewas terkena serangan udara AS di sebuah lokasi di bagian timur laut Suriah.

Berita Selengkapnya:

Menlu Irak: Perjanjian Sudah Dekat Mengenai Jadwal Penarikan Pasukan AS

Menlu Irak Fuad Hussein menyatakan bahwa Baghdad dan Washington akan mencapai kesepakatan dalam putaran perundingan terbaru untuk penjadwalan penarikan pasukan AS dari Irak.

Dikutip kantor berita resmi Irak, INA, Rabu (21/7), Fuad mengatakan, “Putaran perundingan strategis ke-4 antara Irak dan AS akan menjadi putaran yang terakhir dua hari lagi (Jumat). Putaran ini akan menyaksikan kesepakatan mengenai penjadwalan penarikan pasukan Amerika.”

Dia menambahkan, “Di Irak tidak ada pangkalan militer AS, melainkan bahwa pasukan AS berada di kamp-kamp militer Irak, bukan Amerika.”

Fuad Hussein tiba di AS Selasa lalu selaku ketua delegasi Irak yang akan mengadakan putaran terbaru perundingan negara ini dengan AS pada hari Jumat besok.  Dia mengatakan, “Pemerintah AS sekarang memiliki pemahaman yang berbeda dengan pemerintah sebelumnya mengenai situasi di Irak.”

Menlu Irak menduga kuat bahwa usai perjanjian tersebut Irak dan AS akan kembali kepada perjanjian tahun 2008 yang menyebut kelompok teroris sebagai ancaman di mana Irak memerlukan dukungan informasi intelijen dari AS.

Pada tahun 2008 Washington dan Baghdad menjalin kesepakatan “Kerangka Strategi” yang mencanangkan penarikan pasukan AS sampai tahun 2011 atau setelah delapan tahun AS menduduki Irak.

Sejak tahun 2014 AS memimpin koalisi internasional untuk apa yang mereka sebut perang melawan ISIS. Koalisi ini mengerahkan 3000 pasukan di Irak, termasuk 2500 tentara AS.

Pada 5 Januari 2020 parlemen Irak mensahkan undang-undang yang menuntut penarikan pasukan asing tersebut dari Irak.

Kemudian, pada 7 April lalu Washington dan Baghdad mengumumkan kesepakatan antara keduanya untuk mengubah peran pasukan AS dan koalisi internasional di Irak menjadi sebatas “nasihat dan pelatihan”, dan bahwa penarikan “pasukan tempur” sesuai jadwal waktu akan disepakati oleh kedua pihak pada “perundingan teknis mendatang”. (raialyoum)

Kontak Telefon dengan Erdogan, Rouhani: Iran dan Turki Dua Kekuatan Besar Dunia Islam

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam kontak telefon pada momen perayaan Idul Adha dengan sejawatnya dari Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (21/7), menyebut Iran dan Turki sebagai dua negara besar regional dan Dunia Islam sehingga sama-sama memiliki peran penting dalam penyelesaian berbagai persoalan regional.

Sembari mengucapkan selamat Idul Adha kepada pemerintah dan rakyat Turki, Rouhani mengungkapkan kegembiraannya atas baiknya hubungan Iran-Turki di berbagai bidang.

“Mujur, hari ini bidang-bidang hubungan bilateral ekonomi, politik, kebudayaan dan internasional kedua negara terus berjalan dan baik,” ungkapnya.

“Iran dan Turki dalam berbagai isu global dan regional serta aneka persoalan yang melanda Dunai Islam sama-sama merasa bertanggungjawab dan menjalin kerjasama antusias sehingga membantu penyelesaian problematika regional melalui jalur dialog dan perundingan,” lanjutnya.

Di pihak lain, Erdogan membalas ucapan selamat hari raya kurban kepada pemerintah dan rakyat Iran, sembari mengapresiasi perkembangan hubungan antara kedua negara serta mengharapkan kontinyuitas kerjasama antara kedua di masa mendatang.

“Turki dan Iran memiliki sikap kolektif dan menjalin kerjasama dalam berbagai isu penting regional dan internasional,” katanya.

Presiden Turki juga menyinggung peran dan kontribusi Iran dalam penyelesaian berbagai isu regional di tengah situasi krusial, dan menekankan urgensi kerjasama negara-negara regional untuk penyelesaian krisis yang melanda sejumlah negara, termasuk Suriah, Irak dan Afghanistan. (fna)

Rusia Ajak Iran dan India Bergabung dengan Perundingan Damai Afghanistan

Juru bicara Kedutaaan Besar Rusia untuk India di New Delhi, Dmitry Solodov, menyampaikan ajakan pemerintah Rusia kepada Iran dan India untuk bergabung dengan perundingan damai Afghanistan.

Dia mengatakan bahwa Teheran dan New Delhi sebagai anggota kelompok multinasional “Troika” dapat meningkatkan potensi kelompok ini untuk memudahkan perundingan damai Afghanistan.

Dikutip Sputnik, Solodov menyebutkan bahwa Rusia “berkomitmen dan dapat dipercaya”dalam kerjasamanya dengan India untuk mengatur perundingan mengenai Afghanistan.

“Mengingat mengeruhnya situasi di Afghanistan, misi pembentukan sebuah pertemuan regional untuk menyokong perundingan internal Afghan terasa semakin vital,” katanya.

Jumlah anggota Troika belakangan semakin besar dan mencakup Pakistan, Rusia, China,dan AS. Iran dan India adalah anggota baru kelompok ini.

Usulan Moskow kepada Iran dan India tersebut dinyatakan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam sidang komunikasi di Tashkent, ibu kota Uzbekistan, mengaku sedang melakukan diskusi untuk kemungkinan masuknya para pemain asing lain berpengaruh dalam Troika. (fna)

Serangan Udara AS Tewaskan Tiga Orang di Suriah

Tiga orang tewas terkena serangan udara AS di sebuah lokasi di bagian timur laut Suriah.

Jaringan berita Suriah Al-Ikhbariya Rabu malam (21/7) melaporkan bahwa pasukan udara AS membom sebuah rumah di desa Khirbah Jamus di provinsi Hasakah. Jaringan ini melaporkan tiga orang tewas akibat serangan itu, namun tidak menyebutkan identitas para korban.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, mengkonfirmasi kejadian itu beberapa saat setelah tersiarnya laporan tersebut. SANA menambahkan bahwa serangan itu juga menyebabkan beberapa orang lain menderita luka-luka.

Mengutip keterangan sumber-sumber lokal, SANA melaporkan, “Sebuah helikopter milik pasukan pendudukan AS telah merudal sebuah rumah di desa Khirbah Jamus setelah rumah itu dikepung selama beberapa jam oleh milisi Kurdi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang bersekutu dengan pasukan AS. Serangan ini menyebabkan rumah itu hancur dan orang-orang yang ada di dalamnya tewas dan luka.”

Pasukan AS bersama milisi Kurdi SDF menduduki kawasan kaya minyak di Suriah timur. Pasukan AS menempati beberapa pangkalan militer di Suriah, termasuk di dekat ladang minyak al-Omar dan ladang gas Conoco di provinsi Deir Ezzor dan pangkalan Al-Tanf di bagian tenggara Suriah.

Sumber-sumber resmi Suriah melaporkan bahwa sejauh ini pasukan AS telah mencuri dan membawa bahan bakar sebanyak ratusan tanki serta hasil pertanian Suriah ke pangkalan-pangkalan militer yang mereka tempati di Irak. (fna/raialyoum)