Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 22 April  2021

ledakan pabrik rudal israel 20 4 21Jakarta, ICMES. Sebuah ledakan besar terjadi di sebuah pabrik roket di pinggiran kota Ramle, Israel tengah, hingga menimbulkan gumpalan api dan asap tebal yang terlihat dari jarak beberapa mil.

Delegasi Gerakan Jihad Islam Palestina mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, di Jalur Gaza di tengah memanasnya situasi terkait rencana pemilu parlemen Palestina yang bermasalah di kota Quds.

Presiden petahana Suriah Bashar Al-Assad  secara resmi mencalonkan diri untuk pilpres  Suriah mendatang.

Pasukan kubu Sanaa, ibu kota Yaman, yang terdiri atas tentara Yaman dan pasukan Komite Rakyat (Lijan Shaabiya) yang berafiliasi dengan Ansarullah terus melanjutkan operasi militernya untuk merebut garnisun-garnisun di sekitar kota Ma’rib, ibu kota provinsi Ma’rib, Yaman.

Berita Selengkapnya:

Pabrik Rudal Israel Meledak, Picu Spekulasi Balasan Iran

Sebuah ledakan besar terjadi di sebuah pabrik roket di pinggiran kota Ramle, Israel tengah, pada Selasa pagi (20/4), hingga menimbulkan gumpalan api dan asap tebal yang terlihat dari jarak beberapa mil.

Media Israel menyebutkan bahwa ledakan itu terjadi di perusahaan pertahanan Tomer yang memproduksi sistem propulsi untuk berbagai roket dan rudal, namun tidak menyebabkan jatuhnya korban ataupun kerusakan.

Ledakan itu terjadi di perusahaan pertahanan Tomer milik pemerintah, yang memproduksi sistem propulsi untuk berbagai roket dan rudal.

Video ledakan itu tersebar luas di media sosial hingga memicu spekulasi bahwa insiden itu merupakan sabotase di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran.

Menurut media Israel, ledakan di situs militer sensitif itu terjadi secara normal namun ditampilkan secara mencolok di media Iran disertai spekulasi adanya pembalasan Teheran  atas ledakan baru-baru ini di fasilitas nuklir Natanz Iran di mana Teheran menyalahkan Israel dan lalu mengancam akan membalas pada saatnya yang tepat.

“Ini adalah tes terkontrol, tanpa insiden yang tidak biasa,” kata juru bicara perusahaan itu.

Namun, ledakan itu tidak diumumkan sebelumnya,  dan baru dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan atau perusahaan itu setelah kejadian.  (timesofisrael/jp)

Suasana di Quds Memanas, Faksi-Faksi Pejuang Palestina Serukan Konsolidasi

Delegasi Gerakan Jihad Islam Palestina mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, di Jalur Gaza di tengah memanasnya situasi terkait rencana pemilu parlemen Palestina yang bermasalah di kota Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem).

Kantor berita Palestina, Samaa, Rabu (21/4), melaporkan bahwa dalam pertemuan itu banyak tema yang didiskusikan, termasuk hubungan kedua pihak di semua bidang, terutama resistensi terhadap konspirasi Israel dan terhadap kampanye normalisasi hubungan Arab dengan Israel.

Keduanya menekankan urgensi penyatuan barisan untuk memperkuat opsi resistensi, dan dalam pernyataan yang telah dirilis disebutkan bahwa kedua pihak mempelajari situasi politik dan lapangan serta memuji resistensi penduduk kota Quds terhadap upaya Judaisasi kota ini oleh Rezim Zionis Israel.

Hamas dan Jihad Islam menekankan konsolidasi faksi-faksi pejuang, kesiapan mereka menghadapi tantangan, dan  dukungan kepada resistensi di semua bidang. Keduanya juga menilai upaya pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel sebagai amanat yang terpikul di pundak para pejuang resistensi.

Pertemuan itu dihadiri Khalid al-Batash dari Jihad Islam serta Fathi Hamas dan Suhail al-Hindi dari Hamas.

Sementara itu, Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) mengancam Israel dengan intifada baru Palestina.

Mohammad Al-Ghoul, anggota Komite Pusat PFLP, menegaskan bahwa jalan untuk melawan penolakan Rezim Zionis terhadap penyelenggaraan pemilu Palestina di Quds adalah dimulainya intifada secara meluas, bukan penundaan pemilu.

Dia menyatakan bahwa Rezim Zionis ingin menceraikan Quds dari bagian-bagian Palestina lainnya, sementara pemilu Palestina tanpa Quds tak bisa diterima.

Al-Ghoul meminta masyarakat dunia dan lembaga-lembaga peduli HAM dunia menekan Israel agar rezim penjajah Palestina ini membiarkan penyelenggaraan pemilu Palestina di Quds.

Senada dengan ini Taysir Khalid, anggota Dewan Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menegaskan bahwa pemilu parlemen Palestina tak boleh ditunda ataupun dibatalkan.

“Jangan sampai menyerah kepada ‘veto’ Israel,” tegasnya, Rabu.

Khalid menyebutkan bahwa Israel berusaha mencegah pemilu di Quds karena rezim Zionis menganggapnya sebagai ibu kota Israel, dan dalam rangka ini pula Israel berusaha menyukseskan Perjanjian Abad ini serta menjalin perjanjian normalisasi dengan sejumlah rezim Arab.

Menurutnya, upaya Israel mencegah pemilu di Quds menjadi tantangan nyata bagi semua kelompok nasionalis dan Islamis Palestina.

Dia memperingatkan bahwa pembatalan ataupun penundaan pemilu hanya akan memperparah perselisihan, mengarahkan Palestina kepada kondisi suram, dan menimbulkan frustasi pada warga Palestina.

Sementara itu, para pejabat pemerintah otonomi Palestina, termasuk Nabil Shaats, penasehat Presiden Mahmoud Abbas, menyatakan bahwa jika upaya Palestina di gelanggang internasional untuk menekan Israel agar menyetujui penyelenggaran pemilu di Quds gagal maka pemilu akan ditunda. (samaa/safa)

Bashar Assad Resmi  Calon Diri dalam Pilpres Suriah

Presiden petahana Suriah Bashar Al-Assad, Rabu (21/4), secara resmi mencalonkan diri untuk pilpres  Suriah mendatang.

Ketua parlemen Suriah Hammouda Sabbagh hari itu mengumumkan bahwa parlemen mendapat informasi dari Mahkamah Konstitusi bahwa Bashar  bin Hafez Al-Assad telah resmi mencalon diri untuk pilpres Suriah mendatang, dan dengan demikian untuk keenam kalinya Al-Assad mengajukan diri sebagai kandidat pilpres selama ini dan yang akan datang.

Sebelumnya, Sabbagh mengumumkan bahwa pilpres untuk warga negara Suriah di luar negeri akan diselenggarakan pada 21 Mei 2021, sedangkan di dalam negeri pada 26 Mei 2021.

Pemerintah Damaskus juga telah mengumumkan  kesempatan 10 hari bagi para peminat untuk mencalon diri per 19 April 2021. (sana)

Ansarullah Umumkan Pembebasan Ma’rib Sudah “Sangat Dekat”

Pasukan kubu Sanaa, ibu kota Yaman, yang terdiri atas tentara Yaman dan pasukan Komite Rakyat (Lijan Shaabiya) yang berafiliasi dengan Ansarullah terus melanjutkan operasi militernya untuk merebut garnisun-garnisun di sekitar kota Ma’rib, ibu kota provinsi Ma’rib, Yaman.

Rabu (21/4) dilaporkan bahwa kubu Sanaa berhasil mencetak kemajuan baru di sejumlah posisi di barat laut kota Ma’rib.

Kementerian pertahanan kubu Sanaa mengumumkan secara resmi bahwa pihaknya sudah “mendekati pembebasan” kota Ma’rib “sejarak dua dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi”, meminjam istilah dalam ayat suci Al-Quran untuk menggambarkan jarak yang sangat dekat.

Al-Alam menyebutkan bahwa dalam beberapa jam terakhir kubu Sanaa bergerak maju menuju garnisun-garnisun yang ditempati oleh pasukan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UEA). Mereka berhasil mencapai raihan-raihan baru di sekitar Al-Tal’ah Al-Hamra’ dan pegunungan strategis Al-Balaq.

Kubu Sanaa telah memblokir gerbang masuk barat dan selatan Ma’rib, dan mencapai dataran-dataran tinggi di sekitar Ma’rib, dan secara perlahan mengelola pertempuran di daerah-daerah yang ditempati kamp pengungsi agar tidak menyebabkan jatuhnya korban sipil. (alalam/mna)