Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 22 Agustus 2019

khameneiJakarta, ICMES: Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khaemenei memastikan kekandasan ambisi musuh-musuh Iran terhadap negara republik Islam ini.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai tindakan teror ekonomi dan mengingatkan bahwa jalur perairan tidak akan aman jika ekspor minyak Iran sampai berhenti akibat ulah AS.

Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, menuding Iran berada di balik penembak jatuhan drone AS MQ-9 di Yaman.

Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman mengaku telah menembakkan rudal balistik ke sebuah sebuah posisi militer Arab Saudi di bagian selatan Saudi hingga menjatuhkan banyak korban tewas dan luka.

Berita selengkapnya:

Ayatullah Khamenei: Musuh Mengerahkan Segenap Kemampuannya, Tapi Gagal Menghadang Iran

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khaemenei dalam kata sambutannya saat ditemui oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan para anggota kabinetnya pada peringatan Pekan Pemerintah, Rabu (21//8/2019), memastikan kekandasan ambisi musuh-musuh Iran terhadap negara republik Islam ini.

“AS, Eropa, dan eks-Uni Soviet sudah mengerahkan segenap kemampuan mereka dalam 40 tahun terakhir ini, tapi mereka tak sanggup menghentikan roda perkembangan kita,” ujarnya.

Sembari menyebutkan berbagai prestasi Iran dan membesarnya kekuatan negara ini di berbagai bidang politik, pertahanan, dan ekonomi dia menambahkan, “Musuh tak dapat bertindak bodoh, dan sudah pasti bahwa 40 tahun kedua Republik Islam Iran akan menjadi lebih baik bagi kita dan lebih buruk bagi musuh dibanding 40 tahun pertama.”

Mengenai kemelut Kashmir, Sayid Khamenei mengaku prihatin atas kondisi umat Islam di kawasan ini.

“Kita memiliki hubugan baik dengan pemerintah India, hanya saja apa yang diharapkan darinya ialah menempuh kebijakan yang fair terhadap bangsa Kashmir, dan tidak seharusnya menggunakan logika kekuatan dalam berinteraksi dengan warga Muslim kawasan ini,” tuturnya.

Menurutnya, situasi yang terjadi sekarang di Kashmir adalah akibat tindakan-tindakan keji Britania Raya sebelum angkat kaki dari Anak Benua India.

“Orang-orang Britania telah sengaja meninggalkan luka di kawasan ini agar konflik di Kashmir berkelanjutan,” katanya. (alalam)

Rouhani: Jangan Harap Jalur Perairan Akan Aman Jika Ekspor Minyak Iran Dihadang

Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai tindakan teror ekonomi dan mengingatkan bahwa jalur perairan tidak akan aman jika ekspor minyak Iran sampai berhenti akibat ulah AS.

Dalam pertemuan dirinya dan para anggota kabinetnya dengan Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei pada peringatan Pekan Pemerintah, Rabu (21/8/2019), Rouhani mengingatkan AS dengan menegaskan, “Jika kalian sampai menghentikan ekspor minyak Iran maka jalur perairan akan sama tidak amannya.”

Dia menyatakan bahwa AS sudah melakukan upaya menyeluruh untuk mencegah ekspor dan impor Iran, namun Iran tetap dapat “mewujudkan keseimbangan dan stabilitas di pasar.”

Menurutnya, di level global AS kini dikenal sebagai pelanggar perjanjian,  sedangkan dari sisi hukum, baru kali ini AS mendapat kecaman dalam dua momen di forum-forum hukum internasional.

Dia menambahkan, “AS kini memraktikkan teror ekonomi terhadap seluruh bangsa Iran, termasuk anak kecil serta kaum perempuannya.”

Mengenai reaksi balasan Iran berupa pengurangan komitmen terhadap perjanjian nuklir, Rouhani mengatakan, “Kami telah memilih menempuh jalur yang benar dalam mengurangi komitmen, dan telah kami tegaskan bahwa kesabaran kami ada batasnya dan bahwa tidak mungkin kami bersedia berkomitmen sepenuhnya sementara pihak lawan (Eropa) tidak sepenuhnya menerapkan komitmennya.”

Dia melanjutkan, “Jika perundingan dengan kelompok 1+4 berhasil maka kami dapat mengubah keadaan, sedangkan jika gagal maka kami akan melanjutkan jalan kami.”

Presiden Iran kemudian melontarkan ancaman, “Kekuatan-kekuatan internasional mengetahui bahwa jika embargo minyak sampai diterapkan secara menyeluruh dan ekspor minyak Iran sampai dijatuhkan ke titik nol maka jalur-jalur perairan internasional tidak akan dapat menikmati lagi keamanan seperti semula. Karena itu, tekanan unilateral terhadap kepentingan Iran tidak bisa tidak menjamin keamanannya di kawasan dan dunia.” (alalam)

Drone MQ-9 AS Tertembak Jatuh di Yaman, Pentagon Salahkan Iran

Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, Rabu (21/8/2019), menyatakan bahwa sebuah tim keamanan telah mengkonfirmasi adanya serangan terhadap pesawat nirawak (drone) AS di angkasa Yaman pada ketinggian optimal di jalur udara internasional.

Pantagon menuding Iran berada di balik serangan itu dengan menyatakan, “Ini merupakan tindakan provokatif Iran dan kelompok-kelompok teroris pengikutnya, dan menjadi ancaman nyata bagi stabilitas regional.”

Sebelumnya, juru bicara Pentagon Rebecca Rebarich kepada saluran TV Al-Hurra mengabarkan jatuhnya drone AS di angkasa Yaman.

Selain itu, dua sumber pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa drone militer AS jenis MQ-9 telah dijatuhkan di provinsi Damar yang terletak di tenggara Sanaa, ibu kota Yaman.

Dua sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyebutkan bahwa drone seharga puluhan juta Dolar AS itu ditembak jatuh pada Selasa malam (20/8/2019).

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, mengatakan bahwa pasukan pertahanan udara Yaman berhasil menembak jatuh drone AS jenis MQ-9 dengan “rudal yang tepat” di angksa provinsi Damar.

Dia menambahkan bahwa drone itu ditembak dengan rudal berpresisi tinggi yang dikembangkan secara lokal dan akan diungkap pada konferensi pers dalam waktu dekat ini.

Pada 6 Juni 2019 pasukan pertahanan udara Yaman juga pernah berhasil menjatuhkan drone jenis yang sama di front pesisir barat Yaman. (alalam)

Ansarullah Tembakkan Rudal Balistik, Sejumlah Tentara Saudi Tewas dan Luka

Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman, Rabu malam (21/8/2019), mengumumkan bahwa pihaknya telah menembakkan rudal balistik ke sebuah sebuah posisi militer Arab Saudi di bagian selatan Saudi.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengatakan, “Pasukan rudal (Yaman) telah melepaskan rudal balistik jarak menengah ke markas operasi gabungan di Shamitah, Jizan (Saudi).”

Dia memastikan rudal itu menimpa sasaran dengan presisi tinggi hingga menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka di pihak militer Saudi, termasuk sejumlah komandannya.

“Serangan ini dilakukan menyusul operasi intelijen secara cermat, dan markas operasi yang menjadi sasaran adalah tempat dikelolanya operasi militer (Saudi) menuju perbatasan,” lanjut Saree.

Hingga berita ini disusun belum ada komentar dari pihak militer Saudi. Namun, biasanya Saudi atau pasukan koalisi yang dipimpinnya mengaku berhasil mencegat semua atau sebagian rudal yang dilesatkan oleh pasukan Yaman.

Senin lalu pasukan Yaman menggempur basis militer pasukan koalisi itu di Yaman selatan. Menurut Saree, serangan ini menewaskan dan melukai puluhan pasukan lawannya, termasuk beberapa perwira. (raialyoum)