Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 21 Mei 2020

iran vs AS di Teluk PersiaJakarta, ICMES. Angkatan Laut (AL) Iran akan terus melanjutkan misi regulernya di Teluk Persia dan Laut Oman meskipun ada peringatan militer baru dari AS.

Polisi perairan Iran terlibat konfrontasi dengan  sebuah kapal penyelundup bahan bakar bersenjata di perairan Teluk Persia.

Penasehat militer Israel menilai pidato Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah memperkuat para pejuang Palestina untuk menyerang Israel.

Media China melaporkan bahwa Iran kemungkinan tidak akan fokus membeli senjata dari Rusia, karena negeri mullah ini sudah membuat tiruan banyak senjata Rusia.

Berita selengkapnya:

Pasukan Iran Abaikan Peringatan Pasukan AS di Teluk Persia

Angkatan Laut (AL) Iran akan terus melanjutkan misi regulernya di Teluk Persia dan Laut Oman meskipun ada peringatan militer baru dari AS terkait dengan langkah-langkah pertahanan jika kapal perang AS didekati oleh kapal-kapal bersenjata pada radius 100 meter.

Tekad AL Iran itu dinyatakan oleh seorang pejabat militer senior Iran kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), Rabu (20/5/2020).

Sehari sebelumnya, Angkatan Laut AS merilis peringatan yang menyebutkan perlunya meningkatkan keselamatan, meminimalkan ambiguitas, dan menekan peluang salah perhitungan akibat “peristiwa terkini”.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump menginstruksikan kepada AL AS untuk menghancurkan semua kapal perang Iran yang berlayar terlalu dekat dengan kapal perang AS.

Instruksi Trump itu dikeluarkan menyusul terjadinya sebuah insiden di Teluk Persia di mana sejumlah kapal patroli yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran  (IRGC) berlayar mondar-mandir melintasi jalur beberapa kapal AS yang menggelar latihan di area yang berjarak hanya beberapa mil dari perairan Iran.

Iran mengutuk latihan itu dan menyebutnya dapat merusak keamanan di kawasan, dan memperingatkan AS agar tidak mempersiapkan pergerakan militer apa pun.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat pada awal Januari dan  memuncak sejak komandan Pasukan Quds IRGC, Qasem Soleimani, terbunuh dalam serangan udara pasukan AS di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak.

IRGC membalas pembunuhan itu dengan meluncurkan puluhan rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari.

IRGC menyatakan balas dendamnya itu menewaskan sekira 120 tentara AS, namun AS sendiri menyatakan serangan Iran itu menyebabkan lebih dari 100 tentara AS terdiagnosis menderita cedera otak yang sangat parah. (sputnik)

Polisi Air Iran Konfrontasi dengan Kapal Bersenjata Berat di Teluk Persia, 2 Tewas

Polisi perairan Iran terlibat konfrontasi dengan  sebuah kapal penyelundup bahan bakar bersenjata di perairan Teluk Persia, Rabu (20/5/2020).

Menurut sebuah laporan, dalam insiden itu sejumlah polisi Iran terluka dan dua penyelundup tewas, 11 orang ditangkap, satu kapal bersama  200.000 liter bahan bakar dan 13 misil pembakar yang ada di dalamnya disita.

Hussein Dahke, komandan pasukan Penjaga Pantai di Provinsi Hormuzgan, Iran, mengatakan, “Beberapa kapal untuk penyelundupan bahan bakar meninggalkan perairan Iran, dan mereka telah meluncurkan misil pembakar berkapasitas destruktif tinggi terhadap pasukan kami.”

Belum ada keterangan lebih lanjut tentang insiden berdarah ini.

Belakangan ini juga sempat terjadi ketegangan baru di Teluk Persia ini ketika Angkatan Laut AS memperingatkan Iran agar tidak mengancam kapal-kapal mereka di dekat Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Iran lantas menanggapinya dengan menyatakan tetap akan melanjutkan aktivitas militernya di kawasan Teluk Persia. (amn)

Israel Sebut Pernyataan Nasrallah Perkuat Palestina untuk Serang Israel

Penasehat militer Israel menilai pidato Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah memperkuat para pejuang Palestina untuk menyerang Israel.

Penasihat militer dan keamanan di Universitas Bar Ilan, Yair Ansbacher, dalam wawancara dengan saluran berita Channel 7 milik Israel, Selasa malam (19/5/2020), menyatakan bahwa orasi-orasi Sayid Nasrallah, terutama orasi  “Israel lebih lemah daripada jaring laba-laba”, turut memotivasi para pejuang Palestina menyerang militer Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat

Ansbacher menyebutkan bahwa Nasrallah dengan lihainya berhasil menanamkan semangat perlawanan Palestina terhadap Israel, dapat membuat dokumentasi-dokumentasi audio visual untuk operasi-operasi militer para pejuang Hizbullah sejak tahun 1990-an, dan  Hizbullahpun berhasil melakukan operasi dan perang atrisi terhadap tentara Israel.

Website Channel 7 melaporkan bahwa penarikan pasukan Israel dari Libanon telah menciptakan sebuah fenomena yang disebut “Labanah”, yang berarti ekspor ide-ide resistensi dari Hizbullah ke berbagai kelompok dan faksi pejuang Palestina.

Ehud Barak saat menjabat perdana Menteri Israel telah telah memerintahkan penarikan pasukan Israel dari Libanon selatan pada 25 Mei 2000, dalam apa yang disebutkan “kegagalan strategis bagi Israel” dan “kemenangan moral bagi Hizbullah Libanon”. (amn)

 Media China Sebut Iran Menjiplak Banyak Senjata Rusia

Kantor Berita Sohu yang berbasis di China melaporkan bahwa Iran kemungkinan tidak akan fokus membeli senjata dari Rusia, karena negeri mullah ini sudah membuat tiruan banyak senjata Rusia.

Sohu, menyebutkan bahwa Iran telah menyalin beberapa senjata Rusia, termasuk tank dan sistem pertahanan udara mereka.

Sohu memuat artikel yang secara khusus menyebutkan bahwa tank “Karrar” buatan Iran yang diduga sebagai prototipe dari tank T-90 buatan Rusia, namun dengan fungsi yang lebih menyerupai tank T-72 yang lebih baik.

“Desain tanki Karrar menunjukkan bahwa kemajuan Iran tidak kecil, pada awalnya hanya terkejut dengan penampilannya, tetapi sekarang tidak terlihat demikian. Namun, jika Anda perhatikan dengan seksama, Anda akan melihat bahwa ini hanyalah referensi untuk desain tank T-90. Ini adalah model yang ditingkatkan dari T-72,” tulis Sohu.

Media China ini menambahkan, “Kisaran perubahan masih tidak kecil. Tank ini tidak menyingkirkan desain aslinya. Basis teknis Rusia masih sangat bagus. Sangat mudah untuk melihat bahwa kemajuan Iran dalam teknologi tank masih cukup cepat, tapi imajinasi Iran sangat buruk.”

Beberapa sumber otoritatif di Iran menyatakan bahwa Teheran tidak mempertimbangkan kemungkinan memperoleh tank Rusia T-90, meskipun tank ini ini terbukti memiliki performa yang baik di Suriah, sebab Iran lebih berminat menggunakan teknologinya sendiri. (amn)