Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 21 April 2022

Jakarta, ICMES. Berbagai sumber dari pihak koalisi pimpinan Arab Saudi mengabarkan bahwa pertempuran pecah lagi antara pasukan Yaman kubu Sanaa dan pasukan loyalitas mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi.

Komplek Masjid Al-Aqsa akan ditutup untuk warga pemukim Zionis mulai Jumat depan hingga akhir bulan Ramadhan

Organisasi Kerjasama Islam mengutuk aksi provokatif pembakaran kitab suci  Al-Qur’an dalam demonstrasi anti-Muslim di Swedia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa Rusia telah kehilangan kepercayaan kepada pihak perunding Ukraina mengenai situasi Ukraina, dan bahwa Washington dan NATO-lah yang mengelola operasi militer Ukraina, bukan Presiden Volodymyr Zelensky.

Berita Selengkapnya:

Gencatan Senjata Dilanggar, Perang Yaman Berkobar lagi Ma’rib

Berbagai sumber dari pihak koalisi pimpinan Arab Saudi mengabarkan bahwa pertempuran pecah lagi antara pasukan Yaman kubu Sanaa dan pasukan loyalitas mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi.

Situs web Aden Al-Ghad melaporkan bahwa pertempuran pecah sejak dini hari Rabu (20/4) di provinsi Ma’rib di mana pasukan Sanaa (tentara Yaman dan pejuang Ansarullah/Houthi) melancarkan serangan besar-besaran ke markas-markas pasukan Hadi dan koalisi Saudi-Uni Emirat Arab (UEA), dan terjadi kontak senjata artileri sengit.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa konfrontasi pecah lagi setelah sehari sebelumnya pasukan Hadi melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menyerang posisi-posisi pasukan Sanaa di Al-Balaq timur, provinsi Ma’rib, serta menembaki rumah-rumah penduduk di provinsi Ma’rib dan Lahij.

Sebelum itupun, meski gencatan senjata dinyatakan masih berlaku, pesawat-pesawat terbang pengintai dan bersenjata juga diterbangkan oleh pasukan koalisi di angkasa provinsi Ma’rib, Taiz, Jawf, Hajjah, Sa’dah, Imran, Al-Baida, Dalea dan Hudaydah.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg,  pada 2 April lalu mengumumkan dimulainya gencatan senjata di Yaman. Dia mengatakan gencatan bahwa senjata telah dicapai antara Sanaa dan koalisi Saudi, sehingga semua operasi militer dihentikan untuk jangka waktu dua bulan.

“Pihak-pihak yang berkonflik di Yaman telah menanggapi positif prakarsa PBB untuk gencatan senjata (kemanusiaan) dua bulan, yang akan berlaku per 2 April,” kata Grundberg dalam sebuah pernyataan saat itu.

Sesuai gencatan senjata ini, semua operasi militer darat, udara dan laut harus dihentikan. Selain itu, 18 kapal pengangkut bahan bakar diperkenankan merapat ke pelabuhan Hudaydah, sebagaimana dua penerbangan dalam seminggu juga diizinkan di Bandara Sanaa, demi meningkatkan pergerakan orang di dalam Yaman.

Utusan khusus PBB itu menekankan pentingnya membangun kepercayaan antara kedua belah pihak berdasarkan perjanjian untuk melanjutkan proses politik guna mengakhiri konflik di Yaman. (fna)

Diancam Kubu Pejuang Palestina, Israel Cegah Pemukim Zionis Masuki Komplek Al-Aqsa

Komplek Masjid Al-Aqsa akan ditutup untuk warga pemukim Zionis mulai Jumat depan hingga akhir bulan Ramadhan, menurut laporan TV Israel saluran 14, Selasa (19/4).

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth mengkonfirmasi bahwa para petinggi politik Israel memutuskan untuk menutup komplek Al-Aqsa bagi warga Zionis mulai Jumat depan hingga akhir Ramadhan.

Dikutip Yedioth Ahronoth, panitia pawai pemukim Zionis kecewa atas keputusan tersebut dan mengatakan: “Acara akan berlangsung tepat waktu besok jam 5 sore, dan ada rencana untuk melewatinya di area Gerbang al-Asbat. Keputusan polisi untuk tidak mengamankan peserta memalukan dan mengkhawatirkan, polisi melupakan tugas mereka, tapi kami akan berjalan dan kami akan aman.”

Saluran Kan melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membuat keputusan itu setelah berkonsultasi dengan para pejabat politik.  Keputusan ini dinilai sebagai langkah normal dan biasa diambil setiap kali peringatakan hari-hari Paskah Yahudi jatuh bertepatan dengan acara-acara keagamaan Islam.

Media Israel ini menambahkan, “Setelah ancaman Hamas, polisi memanggil mereka yang bertanggung jawab mengatur pawai bendera yang dijadwalkan besok, dan memberi tahu mereka bahwa mereka menolak untuk mengamankan pawai.”

Menanggapi hal ini, anggota ekstremis Knesset Itamar Ben Gvir berkomentar, “Jika berita itu benar bahwa para petinggi politik memutuskan untuk menghentikan serbuan pemukim ke Al-Aqsa setelah perayaan Paskah (mulai minggu depan hingga akhir Ramadhan), Bennett mengibarkan bendera putih malam ini, dia menyerah pada terorisme, menyerah kepada Hamas, dan  menyerah kepada musuh. Bennett, Anda tidak punya hak untuk menjual negara.”

Sementara itu, faksi-faksi Palestina mengumumkan peningkatan status siaga umum di jajaran mereka pada semua tingkatan untuk mengantisipasi “segala bentuk agresi baru terhadap Masjid Al-Aqsha, atau aksi bodoh baru rezim pendudukan dan pemukim”.

Pada Selasa malam lalu faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza  merilis siaran pers dan mengumumkan rincian pertemuan mereka di kantor Presiden Hamas Yahya Sinwar di Gaza untuk menghadapi perkembangan terbaru Palestina. (raialyoum)

OKI Kutuk Pembakaran Al-Quran di Swedia

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengutuk aksi provokatif pembakaran kitab suci  Al-Qur’an dalam demonstrasi anti-Muslim di Swedia, lapor kantor berita Arab Saudi, SPA, Selasa (19/4).

Demonstrasi itu terjadi Linköping, Norrköping, dan berbagai kota lain di Swedia dan diorganisir oleh Partai Sayap Kanan Denmark Stram Kurs.

Sekjen OKI Hissein Brahim Taha mengatakan unjuk rasa itu semakin memperdalam kekhawatiran dunia Muslim terhadap tren Islamofobia yang terus didengungkan oleh para pendukung ekstrem kanan.

Diplomat asal Chad itu menambahkan bahwa penodaan Al-Qur’an adalah manifestasi jelas dari pola pikir rasis dan xenofobia dari penyelenggara, dan bahwa tindakan mereka bertentangan dengan semua norma dan nilai yang diterima masyarakat beradab.

Dia juga menyebutkan bahwa provokasi itu bagaimanapun juga tidak mencerminkan pandangan mayoritas warga Swedia dan Eropa.

Pada Sabtu lalu seorang tokoh rasis bernama Rasmus Paluden, pemimpin partai sayap kanan di Denmark, membakar Al-Quran di sebuah daerah di Swedia. Langkah yang dilakukan dengan dalih kebebasan berekspresi di bawah naungan kepolisian negara itu memicu reaksi luas dari dunia Islam.

Kericuhan dan bentrokan pecah di beberapa kota Swedia sejak Kamis lalu setelah kelompok sayap kanan dan anti-Islam Denmark menggelar aksi pembakaran Al-Quran di beberapa kota.

Pada Minggu lalu aparat berwenang menyatakan tiga orang terluka setelah terkena peluru polisi selama bentrokan. (aa/fna)

Rusia: Operasi Militer Ukraina Dikendalikan AS dan NATO

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa Rusia telah kehilangan kepercayaan kepada pihak perunding Ukraina mengenai situasi Ukraina, dan bahwa Washington dan NATO-lah yang mengelola operasi militer Ukraina, bukan Presiden Volodymyr Zelensky.

Mengomentari proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina, dia mengatakan, “Masalahnya di sini bukan kepercayaan dan verifikasi kepercayaan ini.. Masalahnya di sini adalah verifikasi (komitmen). Tidak ada kepercayaan terhadap orang-orang ini dan kami kehilangan kepercayaan pada mereka untuk waktu yang lama.”

Dia menambahkan, “Dari kantor seorang pria yang menyebut dirinya Presiden Ukraina dan memiliki kewenangan yang memadai, permintaan dibuat untuk negosiasi, dan Rusia tidak menolak permintaan ini. Kemudian, seperti biasa, sirkus dimulai, secara harfiah maupun kiasan, dari pihak rezim Kyiv; pertama mereka datang, kemudian mereka tidak datang, terkadang mereka berpartisipasi, terkadang tidak.”

Maria Zakharova menuding NATO dan Washington-lah yang menjalankan operasi militer di Ukraina, bukan Zelensky.

“Tidak perlu membicarakan independensi Volodymyr Zelensky sekarang atau sebelumnya. Tentu saja, para pengawal berdiri di belakangnya. Pertama-tama, Washington dan struktur NATO lainnya telah mengelola proses ini dalam satu atau lain cara selama bertahun-tahun. Jadi, berbicara tentang pernyataan dan alasan Zelensky adalah kontraproduktif. Hari ini dia mengatakan satu hal, besok dia mengatakan hal lain.”

Zakharova memastikan Zelensky bukanlah orang yang mengendalikan situasi di Ukraina.

 “Pernyataan Zelensky dibuat dalam berbagai kasus.. Ini jelas, ini adalah rekaman yang telah dilihat dan dilihat secara teratur oleh seluruh dunia,” pungkasnya. (raialyoum)