Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 20 Juni 2019

bin salman dan kashoggiJakarta, ICMES: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi adalah “korban” pembunuhan brutal, “yang direncanakan dan dilakukan” oleh para pejabat Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel mengaku menjalin hubungan dengan banyak pemimpin Arab.

Beberapa posisi militer dan minyak yang ditempati oleh Amerika Serikat (AS)  di berbagai wilayah Irak mendapat lima serangan roket.

Berita selengkapnya:

PBB: Ada Bukti Bin Salman Terkait Dengan Pembunuhan Pembunuhan Khashoggi

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi adalah “korban” pembunuhan brutal, “yang direncanakan dan dilakukan” oleh para pejabat Saudi.

Wartawan itu diduga dicekik di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman harus diselidiki atas dugaan pembunuhan tersebut.

Demikian kesimpulan Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi ekstra-Yudisial, Agnes Callamard, yang telah merilis laporannya tentang pembunuhan tersebut, Rabu (19/6/019).

Callamard meyebutkan adanya “bukti yang dapat dipercaya” bahwa pejabat tinggi Saudi terlibat dalam pembunuhan “terencana”.

“Khashoggi telah menjadi korban eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya, pembunuhan di luar proses hukum di mana negara Arab Saudi bertanggung jawab di bawah hukum hak asasi manusia internasional,” ungkap Callamard dalam laporannya yang didasarkan pada hasil penyelidikan selama enam bulan.

Laporan itu menekankan bahwa “tidak ada kesimpulan yang dibuat sebagai kesalahan,” tapi Callamard menyerukan “sanksi yang ditargetkan” terhadap sang pangeran.

Laporan tersebut akan disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang terdiri atas 47 anggota, termasuk Arab Saudi, pada 26 Juni 2019.

CIA dan beberapa negara Barat percaya Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan operasi pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis  Washington Post yang kritis terhadap kebijakan Bin Salman.

Pembunuhan Khashoggi yang dilakukan oleh tim operasi Saudi pada 2 Oktober 2018 memicu kecaman internasional dan memperburuk citra Bin Salman. (dw/aljazeera)

Netanyahu Mengaku Menjalin Hubungan Dengan Banyak Pemimpin Arab

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel mengaku menjalin hubungan dengan banyak pemimpin Arab, dan akan berpartisipasi dalam konferensi yang akan diadakan pada akhir bulan ini di Bahrain untuk membahas aspek ekonomi prakarsa damai Amerika Serikat (AS), “Perjanjian Abad Ini” (Deal of the Century), untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

“Kami memiliki hubungan yang tampak dan yang tersembunyi dengan banyak pemimpin Arab, dan ada hubungan luas antara Israel dan sebagian besar negara-negara Arab,” ungkap Netanyahu dalam sebuah pidatonya, Selasa (19/6/019).

“Sebuah konferensi yang sangat penting dan kami sambut akan diadakan di Bahrain dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.

Netanyahu menilai konferensi Bahrain sebagai bagian dari “upaya AS untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan menyelesaikan berbagai masalah di kawasan,” dan karena itu dia menekankan bahwa Israel akan menghadiri konferensi ini.

“Kami menyambut inisiatif AS yang mencakup solusi regional untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Dia melanjutkan, “Sebuah konferensi penting akan segera diadakan di Bahrain dan Israel tentu saja akan berpartisipasi.”.

Pemerintah AS akan menyelenggarakan konferensi ekonomi di Manama, ibu kota Bahrain, pada 25 dan 26 Juni 2019.

Konferensi ini bertujuan memikat warga Palestina dengan peluang pengembangan ekonomi secara signifikan jika menjalin perjanjian damai dengan Israel, dan dalam rangka ini Trump membutuhkan dukungan dari negara-negara Arab.

UEA dan Arab Saudi, sekutu AS, telah mengumumkan kesiapan mereka berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Gedung Putih mengkonfirmasi keikutsertaan Mesir, Yordania dan Maroko, namun tiga negara Arab ini tampak dihadapkan pada keputusan yang sulit sehingga masih enggan mengkonfirmasi partisipasi mereka.

Sedangkan otoritas Palestina sendiri memboikot konferensi Manama. Palestina bahkan telah membekukan hubungannya dengan pemerintah AS sejak Trump mengakui Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

Orang-orang Palestina memandang Quds Timur sebagai ibukota negara masa depan mereka, dan menentang Perjanjian Abad Ini karena akan cenderung berpihak kepada Israel. (raialyoum)

Beberapa Posisi AS di Irak Diserang Roket, Terkait Dengan Ketegangan Teheran-Washington?

Beberapa posisi militer dan minyak yang ditempati oleh Amerika Serikat (AS)  di berbagai wilayah Irak mendapat lima serangan roket, demikian dikatakan para pejabat, Rabu (19/6/2019), manakala kawasan Teluk Persia masih diwarnai ketegangan antara AS dan Iran.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas roket yang diluncurkan sejak Jumat pekan lalu itu, tapi pejabat Irak pada beberapa kesempatan mengaku prihatin jika ketegangan antara Teheran dan Washington sampai berimbas pada wilayahnya.

Para pengamat menilai imbas demikian tidaklah kecil kemungkinannya di negara yang para pemimpin politik atau kelompok-kelompok bersenjatanya saling tuding loyal kepada berbagai negara lain semisal Iran, Turki, Arab Saudi dan AS.

Dalam serangan terbaru, dinas informasi keamanan Irak dalam sebuah pernyataan menyebutkan “jatuhnya rudal  Katyusha  di perusahaan yang mengebor sumur minyak di daerah Burjisiya, Basra, hingga melukai sedikitnya tiga orang” pada dini hari Rabu.

Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak, Asim Jihad, mengatakan kepada AFP, ” Burjisiya terletak beberapa kilometer dari lokasi minyak tempat perusahaan lokal dan asing bekerja.”

Beberapa jam sebelum insiden Burjisiyah, Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan bahwa sebuah roket Katyusha telah mendarat di markas besar provinsi Nineveh, kota terbesar di Irak utara. Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa di tempat itu terdapat militer AS.

Dalam serangan lain yang terjadi Senin lalu, “tiga roket Katyusha menghantam kamp Taji” di utara Baghdad, di mana pasukan asing, termasuk AS, berada, menurut sumber resmi yang menolak disebutkan namanya. (raialyoum)