Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 20 Agustus 2020

yahudi iran anti-ZionisJakarta, ICMES. Komunitas Yahudi Iran mengecam kesepakatan normalisasi hubungan antara UEA dan Israel, dan memperingatkan Abu Dhabi bahwa pengkhianatan tidak akan menghasilkan apapun kecuali aib bagi rezim UEA sendiri.

Warga Palestina di Jalur Gaza menggelar unjuk rasa protes anti-perjanjian normalisasi hubungan UEA dengan Israel, sembari meneriakkan slogan-slogan yang menyebut normalisasi itu sebagai  pengkhianatan terhadap Quds dan Palestina.

Berita selengkapnya:

Komunitas Yahudi Iran Kutuk Normalisasi Hubungan UEA- Israel

Beragama dan beretnis Yahudi tak berarti mendukung Israel. Karena itu, tidak semua Yahudi adalah Zionis, sebab Yahudi adalah agama dan etnis, sedangkan Zionisme adalah gerakan dan faham imperialisme berkedok agama Yahudi.

Dengan latar belakang demikian, komunitas Yahudi Iran mengecam kesepakatan normalisasi hubungan antara UEA dan Israel, dan memperingatkan Abu Dhabi bahwa pengkhianatan tidak akan menghasilkan apapun kecuali aib bagi rezim UEA sendiri.

“Komunitas Yahudi Iran mengutuk perjanjian memalukan UEA untuk normalisasi hubungan dengan rezim palsu dan setan Zionis, yang dimediasi oleh Setan Besar (AS),” kecam komunitas itu dalam sebuah pernyataan, Rabu (19/12/2020).

“Pengkhianatan oleh orang-orang bodoh yang tak lebih dari pemerahan susu sapi, sesuai perintah majikan mereka, akan melipatgandakan tekanan dan penindasan terhadap orang-orang yang tertindas dan tidak akan menghasilkan apa-apa selain aib bagi para konspirator, ” lanjut pernyataan itu.

Komunitas Yahudi Iran menekankan bahwa tindakan UEA itu justru semakin mendorong para pencari kebebasan di dunia untuk menggalakkan perjuangan melawan rezim Zionis dan membela hak-hak rakyat Palestina.

Akhir pekan lalu perwakilan komunitas Yahudi Iran di parlemen Siamak Mareh Sedq melontarkan pernyataan serupa dan memastikan kesia-siaan kesepakatan UEA dengan Israel itu.

“Rezim-rezim syeikh Teluk Persia berkonfrontasi melawan kepentingan nasional Iran dan poros resistensi, dan karena itu mereka lantas mengulurkan tangan ke arah musuh utama poros resistensi dan kepentingan nasional Iran,” kata Mareh Sedq kepada FNA.

Dia menambahkan, “Sebagaimana penindasan terhadap kubu resistensi di Yaman, Suriah dan Lebanon, tindakan yang dimulai oleh rezim syeikh pesisir Teluk Persia itu akan gagal.” (fna)

Warga Palestina di Jalur Gaza Gelar Demo Protes Anti-Normalisasi UEA-Israel

Warga Palestina di Jalur Gaza menggelar unjuk rasa protes anti-perjanjian normalisasi hubungan UEA dengan Israel, sembari meneriakkan slogan-slogan yang menyebut normalisasi itu sebagai  pengkhianatan terhadap Quds dan Palestina.

Selain mengutuk UEA dan Israel, massa Palestina itu dalam aksinya pada hari Rabu (19/8/2020) itu juga menghujat  Amerika Serikat (AS) yang menjadi penengah antara Israel dan UEA dalam proses pencapaian perjanjian normalisasi  tersebut.

Massa membakar bendera Israel dan AS, menginjak-injak poster Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, dan memekikkan kalimat; “Normalisasi adalah pengkhianatan terhadap Yerusalem dan Palestina”.

Massa juga menyuarakan dukungan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas atas penolakannya terhadap prakarsa Presiden Trump untuk perdamaian Timteng, yang menurut pihak Palestina tidak adil dan hanya menguntungkan Israel.

Aksi protes anti normalisasi hubungan UEA-Israel itu digerakkan berbagai faksi pejuang Palestina, terutama Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza.

Khalil al-Hayya, seorang pejabat senior Hamas, mengecam kesepakatan itu dan menyebutnya merugikan pihak Palestina.

“Normalisasi dengan rezim pendudukan merugikan kami. Alih-alih membantu kami, normalisasi itu justru melayani dan mempromosikan rezim pendudukan dalam proyek-proyeknya yang menarget Palestina dan kawasan.”

Aksi protes itu digelar manakala Israel belakangan ini melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza selama delapan malam berturut-turut.

Israel memperingatkan Hamas bahwa mereka mempertaruhkan “perang” ketika gagal menghentikan peluncuran bom balon dari Jalur Gaza ke wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Sumber keamanan Hamas menyatakan bahwa jet tempur dan drone Israel telah menyerang beberapa fasilitas milik sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam. (aljazeera)