Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 19 Agustus 2021

asyura di afghanistanJakarta, ICMES. Deputi Komisi Kebudayaan Taliban, Ahmadullah Wasiq, menyebut Imam Husain ra, cucunda Nabi Muhammad saw, sebagai tokoh paling penuh pengorbanan dalam sejarah Islam, dan menyatakan bahwa Taliban sama sekali tidak memusuhi Syiah.

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang telah melarikan diri dari Kabul sekarang berlindung di UEA.

Hanya beberapa jam setelah insiden kebakaran pada sebuah kapal perang Israel, terbetik laporan dari beberapa sumber Israel bahwa terjadi ledakan di pabrik petromikia Israel di Haifa.

Berita Selengkapnya:

Taliban: Acara Asyura Bebas, Imam Husain Tokoh Paling Penuh Pengorbanan dalam Sejarah Islam

Deputi Komisi Kebudayaan Taliban, Ahmadullah Wasiq, menyebut Imam Husain ra, cucunda Nabi Muhammad saw, sebagai tokoh paling penuh pengorbanan dalam sejarah Islam, dan menyatakan bahwa Taliban sama sekali tidak memusuhi Syiah.

“Kami memperkenankan warga Syiah menyelenggarakan acara-acara keagamaannya dengan khidmat, sebab mereka juga orang Afghanistan dan dapat melakukan semua acara keagamaannya secara bebas,” ujar Ahmadullah kepada kantor berita Tasnim, Rabu (18/8).

Dia menjelaskan, “Acara-acara Muharram telah diselenggarakan di Afghanistan pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun inipun, kami bukan saja tak melarang penyelenggaraan acara ini, melainkan juga mengerahkan segenap upaya kami untuk menjamin keamanan acara ini. Kami menghormati semua mazhab, kami mengakui adanya banyak titik persamaan di antara kami dan Syiah.

Tokoh senior Taliban ini menambahkan, “Ahlul Bait Nabi (saw) dan para sahabat beliau sangat bersemayam dalam sanubari kami dan merupakan bagian dari akidah kami. Kamipun tak berkontradiksi dan bermusuhan dengan Syiah. Mereka juga merupakan saudara setanah air kami.”

Menyinggung Imam Husain ra dan Asyura dia mengatakan, “Imam Husain adalah tokoh paling penuh pengorbanan dalam sejarah Islam. Ahlussunnah memuliakan Hari Asyura sebagai hari khusus dunia Islam, tapi tidak menyelenggarakan ritual-ritual khusus pada hari ini, sedangkan Syiah menyelenggarakan ritual khusus seperti menepuk-nepuk dada, dan kami sama sekali tak bermasalah dengan acara ini.”

Sebelumnya, jubir resmi Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada Tasnim bahwa kalaupun kondisi keamanan Afghanistan belum pulih Taliban tetap akan bertanggungjawab menjamin keamanan acara Asyura di negara ini.

Kembalikan Pengibaran Bendera Simbolik Asyura

Di kota Ghazni di bagian timur Afghanistan, Taliban mengembalikan pengibaran bendera-bendera simbolik Asyura Husaini di bundaran-bundaran jalan kota ini di sisi bendera-bendera putih Taliban.

Tasnim melaporkan bahwa setelah Taliban memasuki Ghazni, tersiar video pengibaran bendera-bendera Taliban disertai pencopotan bendera-bendera simbolik Asyura Husaini, namun tak lama kemudian bendera-bendera Asyura Husaini dikibarkan kembali.

Ketika video itu beredar, seorang imam Jumat Syiah di Ghazni meminta penjelasan kepada komandan Taliban di sana, dan komandan itu lantas meminta maaf sembari menyebutkan bahwa pencopotan bendera Asyura itu dilakukan oleh orang-orang yang khilaf dan tidak tahu apa-apa.

“Dalam pemerintah Islam sejati, hak orang-orang Afghan dari suku dan mazhab  apapun akan dilindungi, dan semua pihak harus andil dalam pemerintah Islam ini. Tak syak lagi, saudara-saudara Syiah kami juga akan berpartisipasi dalam permusyawaratan dan pengambilan keputusan.”

Pekan lalu, Taliban juga mengumumkan kepada warga Syiah di kota Herat bahwa sebagaimana tahun-tahun sebelumnya tahun inipun mereka dapat menyelenggarakan semua acara keagamaan mereka, dan bahwa Taliban menjamin keamanan mereka.

Maulawi Zabihullah Nurani, pejabat kebudayaan Taliban di barat laut Afghanistan Selasa lalu menegaskan pihaknya sama sekali tidak bermasalah dengan warga Syiah Afghanistan.

“Saudara-saudara Syiah, yakinlah bahwa tidak akan ada ancaman apapun terhadap mereka dari pihak Taliban,dan silakan menyelenggarakan kegiatan dan peringatan hari-hari duka (Asyura),” ungkap Nurani.

Taliban Sudah Berbeda

Hussain Naderi, pakar sosial dan keagamaan, mengatakan, “Taliban sekarang berbeda dengan Taliban 20 tahun silam. Mereka telah berkesimpulan bahwa mereka harus berdampingan dengan saudara-saudara Syiah mereka, dan setahu saya, warga Syiah juga puas atas perlakuan Taliban.”

Naderi juga mengatakan, “Imam Husain terkait bukan hanya dengan Syiah, sebab sebagai cucunda Nabi Muhammad saw beliau adalah milik seluruh umat Islam, dan bahkan seluruh umat manusia dapat mengikuti kebangkitan Asyura sebagai sebuah ajaran dan menimba pelajaran darinya.”  (tasnim)

Presiden Afghanistan yang Kabur Berlindung di UEA

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang telah melarikan diri dari Kabul sekarang berlindung di UEA.

Ghani meninggalkan Afghanistan saat Taliban bergerak maju ke ibu kota Kabul pada akhir pekan lalu.

Kemlu UEA, Rabu (18/8), menyatakan UEA menyambut Ghani dan keluarganya dengan alasan kemanusiaan.

Dalam pidato video pada hari Rabu, Ghani membantah anggapan bahwa dia melarikan diri. Dia mengaku meninggalkan Kabul semata demi mencegah apa yang disebutnya “pertumpahan darah”.

“Untuk saat ini, saya berada di Emirat agar pertumpahan darah dan kekacauan dihentikan. Saya sedang dalam pembicaraan untuk kembali ke Afghanistan,” ujarnya.

Ghani juga menepis rumor bahwa dia ke UEA dengan membawa sejumlah besar uang. Dia menyebut rumor itu “sama sekali tidak berdasar” dan “kebohongan”.

Pria berusia 72 tahun itu mendapat kecaman keras dari politisi Afghanistan lainnya karena meninggalkan negaranya begitu saja.

“Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya dan bangsa juga akan menghakimi,” kata Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya Senin lalu juga menyesalkan pemerintah Afghanistan karena melarikan diri.

Selanjutnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman Rabu lalu mengatakan kepada wartawan bahwa Ghani “tidak lagi menjadi tokoh di Afghanistan”.

Namun, dengan terus merujuk pada “Presiden Ghani”, Kemlu AS menyatakan belum ada penyerahan kekuasaan secara resmi.

Dalam pidato videonya yang disiarkan langsung di Facebook, Ghani mengaku dievakuasi oleh tim keamanannya dari istana kepresidenan “dalam kondisi di mana saya bahkan tidak bisa memakai sepatu saya”.

“Peristiwa berlangsung dengan cepat. Saya ingin merundingkan pemerintah inklusif dengan Taliban,” katanya.

Dia juga mengaku mendukung pembicaraan antara Taliban dan mantan pejabat dari pemerintahannya. (alalam/bbc)

Habis Kapal Perang Israel Terbakar, Giliran Pabrik Petrokimianya Meledak

Hanya beberapa jam setelah insiden kebakaran pada sebuah kapal perang Israel, terbetik laporan dari beberapa sumber Israel bahwa terjadi ledakan di pabrik petromikia Israel di Haifa.

Sumber-sumber itu pada Rabu malam (18/8) melaporkan bahwa terdengar suara ledakan keras dari komplek petrokimia Haifa.

Radio militer Israel mengklaim ledakan ini terjadi akibat kerusakan teknis di komplek BAZAN Group, dan menyebabkan kepulan asap selama beberapa detik namun tidak menimbulkan korban.

Beberapa jam sebelumnya, juga tersiar laporan terjadinya kebakaran di sebuah kapal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di pangkalan Angkatan Laut Israel di Israel utara.

Juru bicara IDF, Rabu, menyatakan kebakaran itu menyebabkan satu tentara Israel mengalami luka dengan “kondisi serius” dan dilarikan ke rumah sakit yang tidak disebutkan namanya.  Surat kabar Ma’ariv menyebutkan bahwa korban dirawat di Rumah Sakit Rambam.

Kebakaran terjadi ketika berlangsung pekerjaan pemeliharaan rutin yang dilakukan di kapal, dan saat itu juga berhasil dipadamkan.

Juru bicara IDF mengatakan situasinya masih belum diketahui dan insiden itu sedang diselidiki. (jp/alalam)