Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 16 Juni 2022

Jakarta, ICMES. Mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Mohammad Ali Jaafari menyatakan bahwa Israel mendapat “serangan-serangan menyakitkan” dari Poros Resistensi, termasuk Iran, dan bahwa serangan Iran terhadap Rezim Zionis itu berlipat ganda dan sebagian di antaranya masih berlanjut.

Kelompok  peretas “Moses Staff” (Tongkat Musa) telah membobol jaringan listrik Israel,dan  bersumpah untuk menjerumuskan rezim ke dalam kegelapan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari memuji kebrilianan Iran dalam menghadapi masalah dan tantangan, dan memandangnya teladan.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid  menyebut nama Indonesia dan berharap kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah akan dapat memperbaiki hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Berita Selengkapnya:

Jenderal Iran: Serangan Iran terhadap Israel Berlipat dan Berlanjut

Mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Mohammad Ali Jaafari menyatakan bahwa Israel mendapat “serangan-serangan menyakitkan” dari Poros Resistensi, termasuk Iran, dan bahwa serangan Iran terhadap Rezim Zionis itu berlipat ganda dan sebagian di antaranya masih berlanjut.

“Rezim Zionis dan para pejabatnya mengetahui dengan baik serangan yang mereka terima dari Republik Islam sampai sekarang, yang sebagian di antaranya berlanjut, dan mereka masih mendapat serangan. Serangan menimpa mereka di kawasan sekitar dan berbagai negara. Resistensi Islam menyerang mereka di kawasan dan di berbagai negara, bahkan di wilayah pendudukan sendiri,” ujar Jaafari kepada kantor berita Tasnim milik Iran, Rabu (15/6).

“Hanya saja, ketika melakukan kejahatan pembunuhan, mereka berkoar, sebagaimana terjadi pada pembunuhan secara pengecut terhadap Syahid Sayyad Khodai, yang terjadi ketika syahid ini ada di mobilnya, di depan rumahnya dan tanpa pengawal pribadi. Pembunuhan ini tak punya nilai operasional dari segi taktik bagi Rezim Zionis, dan ini menyerupai pembunuhan membabi buta yang dilakukan oleh para munafik (kelompok kontra-revolusi Islam Iran – red.) pada dekade 1980-an,” lanjutnya.  

Dia juga mengatakan, “Kami dan Poros Resistensi telah melancarkan serangan beberapa kali terhadap entitas pendudukan itu sebelum maupun setelah kesyahidan Sayyad Khodai, tapi kami tak dapat membicarakannya secara detail. Tentu, bangsa kami mengetahui hal ini dengan baik. Jika Rezim Zionis melancarkan satu saja operasi (serangan terhadap Iran) maka mereka tahu bahwa akan menerima balasan berlipat dan berulang kali.”

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett melontarkan ancaman lagi terhadap Iran setelah Israel meningkatkan travel warningnya ke Turki.

Pemerintah dan Dewan Keamanan Israel Senin lalu menyerukan kepada orang-orang Israel yang ada di Turki supaya segera kembali ke Israel akibat adanya kekhawatiran serius akan adanya serangan terhadap mereka dari Iran, menurut travel warning tersebut. (alalam/raialyoum)

“Tongkat Musa” Bobol Jaringan Listrik Israel, Sumpahnya Bikin Merinding

Kelompok  peretas “Moses Staff” (Tongkat Musa) telah membobol jaringan listrik Israel,dan  bersumpah untuk menjerumuskan rezim ke dalam kegelapan.

Kelompok yang diduga kuat berasal dari Iran itu mengumumkan serangan tersebut pada hari Rabu (15/6).

Menurut beberapa media Iran, mereka mengaku telah menyerang Israel Electric Corporation, pemasok tenaga listrik terbesar di wilayah pendudukan Palestina, serta Dorad Energy Ltd., yang melayani pelanggan di seluruh wilayah itu, dan penyedia solusi teknis, Reali Technologies ltd.

“Ini baru permulaan; Mulai sekarang, Anda akan menderita kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” sumbar kelompok itu dalam sebuah pesannya.

“Kami akan menghukummu. Tujuannya jelas, pasti, dan tepat. Ini hanya sebagian kecil dari akses kami ke jaringan listrik Anda,” tambahnya.

Moses Staff menutup ancamannya dengan menegaskan, “Anda akan segera berada dalam kegelapan.”

Awal tahun ini, kelompok peretas itu menyerang kamera televisi sirkuit tertutup Israel di wilayah Palestina pendudukan dan Rafael Advanced Defense Systems, sebuah perusahaan “teknologi pertahanan” Israel.

Di websitenya, mereka saat itu memosting pesan berjudul “Kami melihat dengan mata Anda” mengenai serangan siber.

November lalu, Staf Moses mengaku berhasil melakukan serangan siber besar-besaran terhadap rezim pendudukan, membobol server perusahaan-perusahaan besar, dan menambahkan bahwa mereka sekarang memiliki data komprehensif yang dapat dibocorkan.

Menurut website Moses Staff, kelompok tersebut sejauh ini telah meretas sejumlah server dan ratusan situs web dan mengumpulkan puluhan terabyte data.

Pada bulan Desember 2020, surat kabar Ha’aretz Israel mengklaim bahwa sekelompok peretas elit yang disebutnya berasal dari Iran telah maju sejauh kantor mantan perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dan perusahaan kedirgantaraan utama rezim tersebut.

Harian itu mengatakan kelompok yang muncul pada November tahun itu telah menyerang sejumlah sasaran Israel, termasuk sedikitnya 80 perusahaan. (alalam/presstv)

Menlu Pakistan: Dari Bangsa Iran Kami Belajar Melawan Sanksi

Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari memuji kebrilianan Iran dalam menghadapi masalah dan tantangan, dan memandangnya teladan.

“Kita harus mencontoh bangsa Iran dalam menghadapi blokade dan mencapai kemakmuran ekonomi,” ujarnya di depan para diplomat dan staf Kedutaan Besar Pakistan untuk Iran di Teheran, Rabu (15/6).

Zardari menambahkan, “Iran adalah tetangga dekat kami, dan kami berbagi kesamaan sejarah, agama dan budaya dengannya, tapi kedua negara memiliki potensi terpendam yang belum diaktifkan.”

Mengenai kesulitan yang dihadapi bangsa Iran akibat embargo, Zardari mengatakan, “Kita harus memberi penghormatan kepada orang-orang ini dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan energi lokal dan diri sendiri untuk mengembangkan ekonomi dan situasi kehidupan meskipun ada tekanan.”

Dia juga mengatakan, “Bangsa Iran memanfaatkan energi internalnya dan dapat mengelola mata pencahariannya, dan ini harus dicontoh. Kita harus belajar dari bangsa Iran bagaimana mengendalikan ekonomi negara di tengah problematika internasional dan sanksi,”

Di sela-sela kunjungan resminya ke Teheran, Menteri Luar Negeri Pakistan menekankan perlunya memanfaatkan energi kedua negara untuk mencapai keuntungan ekonomi, serta menyinggung hubungan kompleks negaranya dengan India, kemitraan strategis dengan Iran dan China, dan krisis akibat gejolak situasi Afghanistan. (alalam)

Menlu Israel Sebut RI dan Berharap Kunjungan Biden akan Perbaiki Hubungan Israel dengan Saudi

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid  menyebut nama Indonesia dan berharap kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah akan dapat memperbaiki hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Dalam konferensi pers, Rabu (15/6), Lapid menilai kunjungan Biden ke Arab Saudi memiliki makna simbolis.

“Semua orang melihat Arab Saudi akhir-akhir ini dan fakta bahwa Presiden Biden akan terbang langsung dari sini ke Arab Saudi menandakan bahwa ada hubungan antara kunjungan ke sini dan kunjungan ke sana, dan kemampuan untuk meningkatkan hubungan antara Tel Aviv dan Riyadh,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan nama Indonesia dengan mengatakan bahwa Israel berharap dapat memperkuat hubungan dengannya dan Arab Saudi, dan mengaku menjalin hubungan dengan tiga menteri luar negeri dari tiga negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Mengenai Iran dia mengatakan mengatakan bahwa Presiden AS akan mengumumkan kepada media Israel langkah-langkah yang akan diambil.

“Kami mencoba untuk menempatkan Iran di bawah kepungan baik dari segi keamanan dan kebijakan,” lanjutnya.

Lapid menyebutkan bahwa Israel menyerukan sidang Dewan Keamanan PBB tentang nuklir Iran dan pengenaan semua sanksi terhadap Teheran.

Dia juga berharap para sejawatnya dari UEA dan Maroko dapat segera berkunjung ke Israel.

Gil Tamari, komentator Channel 13 urusan luar negeri Israel menilai esensi kunjungan Biden adalah: “Arab Saudi, Arab Saudi, Arab Saudi, dengan langkah-langkah simbolis kecil untuk membangun kepercayaan, yang pada akhirnya membuka jalan bagi normalisasi antara Israel dan Arab Saudi.” (almayadeen)