Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 16 Juli 2020

pasukan libyaJakarta, ICMES. Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Marsekal Lapangan Khalifa Haftar menyatakan pertempuran hebat akan segera berkobar dalam “beberapa jam” mendatang antara LNA dan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di sekitar kota Sirte dan Al-Jafra.

Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi kembali merenggut nyawa warga sipil Yaman.  Seorang pejabat Ansarullah mengumumkan bahwa serangan terbaru koalisi itu  menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil di Yaman utara

Tentara Yaman dan sekutunya, Gerakan Ansarallah (Houthi), mengaku akan mengungkap rudal balistik baru yang diproduksi di dalam negeri setelah mereka belakangan ini melancarkan serangan rudal dan drone ke negara jirannya, Arab Saudi.

Kebakaran melanda galangan kapal di pelabuhan Bushehr, Iran, dan menyebabkan setidaknya tujuh kapal rusak, namun tidak menjatuhkan korban. Demikian dilaporkan oleh media setempat.

Berita selengkapnya:

LNA Nyatakan Perang akan Berkobar di Sirte dan Al-Jafra pada “Beberapa Jam” Mendatang

Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Marsekal Lapangan Khalifa Haftar menyatakan pertempuran hebat akan segera berkobar dalam “beberapa jam” mendatang antara LNA dan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di sekitar kota Sirte dan Al-Jafra.

Mayjen Ahmed Al-Mismari, juru bicara Komando Umum Tentara Nasional Libya (LNA), saat menyatakan hal itu pada Rabu malam (15/7/2020), menyebutkan adanya “gerakan besar GNA dan milisi Turki” di sekitar kedua wilayah tersebut.

Al-Mismari menilai pertempuran mendatang “tidak hanya akan melibatkan orang-orang Libya, melainkan juga pihak Arab dan asing, karena Turki memiliki rencana yang mengancam keamanan dan perdamaian di kawasan.”

Direktur Bimbingan Moral LNA, Brigadir Khaled Al-Mahjoub, menyebut Mesir “mitra sejati keamanan Libya”, dan karena itu berhak campurtangan di Libya.

“Sifat geografis wilayah Sirte dan Al-Jafra menjadikan serangan terhadapnya sebagai penutup udara, dan ini menjadikannya sebagai proses yang sangat rumit bagi pasukan Turki.”

Di pihak lain, seorang juru bicara pasukan GNA, Kolonel Pilot Muhammad Qanunu, di hari yang sama menyatakan sudah tiba saatnya “minyak mengalir lagi, dan serangan terhadap tangan berdosa Libya, dan serta diakhirnya keberadaan pasukan bayaran yang mendukung penjahat perang yang mengizinkan mereka ke tanah dan langit Libya.”

Qananu menekankan tekad pihaknya untuk bergerak menuju “kota-kota kami yang diculik”, menghapus ketidakadilan,  memulangkan para pengungsi, dan memperluas otoritas negara Libya atas seluruh wilayah darat,  laut, dan udara.

Dia bersumbar kepada LNA dengan mengatakan, “Jawabannya adalah apa yang kalian lihat, bukan apa yang kalian dengar.” (amn)

Lagi, Serangan Udara Saudi Tewaskan Sejumlah Warga Sipil Yaman

Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi kembali merenggut nyawa warga sipil Yaman.  Seorang pejabat Ansarullah mengumumkan bahwa serangan terbaru koalisi itu  menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil di Yaman utara, Rabu (15/7/2020).

Serangan yang menjatuhkan korban sipil itu tercatat sebagai yang ketiga kalinya sejak Juni lalu manakala kekerasan kembali meningkat di Yaman.

Seorang juru bicara kementerian kesehatan Yaman kubu Ansarullah menjelaskan bahwa serangan udara terbaru  koalisi itu menerjang rumah-rumah penduduk di distrik al-Hazm, provinsi al-Jawf, dan menewaskan sembilan orang termasuk dua anak kecil dan dua wanita.

Juru bicara koalisi Kol. Turki al-Maliki mengatakan laporan itu akan diselidiki.

“Kami menangani laporan ini dengan sangat serius dan akan diselidiki sepenuhnya karena semua laporan seperti ini menggunakan proses independen yang disetujui secara internasional,” kata al-Maliki.

Kekerasan telah meningkat sejak awal Juni lalu, yaitu sejak berakhirnya gencatan senjata sementara yang diterapkan demi penanggulangan pandemi Covid-19.

Awal pekan ini Ansarullah melancarkan serangan di kota-kota perbatasan Saudi sebagai balasan terhadap serangan udara yang menewaskan 10 warga sipil di wilayah Hajjah, yaman. Koalisi kemudian mengatakan akan menyelidiki.

Pada Juni lalu Ansarullah dan seorang pejabat PBB menyatakan bahwa serangan udara koalisi telah menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk empat anak kecil, di provinsi Saada Yaman, sementara koalisi mengaku telah menyerang sebuah kendaraan yang membawa militan bersenjata.

PBB bulan lalu menghapus koalisi yang didukung Barat dari daftar hitam PBB beberapa tahun setelah pertama kali dituduh membunuh dan melukai anak-anak di Yaman. (aljazeera)

Usai Gempur Saudi, Ansarullah Yaman akan Ungkap Rudal Balistik Baru

Tentara Yaman dan sekutunya, Gerakan Ansarallah (Houthi), mengaku akan mengungkap rudal balistik baru yang diproduksi di dalam negeri setelah mereka belakangan ini melancarkan serangan rudal dan drone ke negara jirannya, Arab Saudi.

Pengakuan itu dinyatakan oleh petinggi militer Yaman Brigjen Abdullah bin Amer yang bersekutu dengan Ansarallah, Rabu (15/7/2020).

Dia kemudian mengatakan bahwa serangan rudal dan drone mereka pada awal pekan ini telah menghantam sejumlah situs jauh di dalam wilayah Saudi, termasuk Bandara King Khaled di kota Khamis Mushayt serta fasilitas minyak penting dan situs militer di provinsi Jizan, Najran, dan Asir.

Dia menambahkan bahwa tidak seperti operasi sebelumnya yang hanya menggunakan satu rudal balistik, serangan terbaru itu dilancarkan dengan menggunakan kombinasi rudal dan drone.

Dia juga menyebutkan bahwa serangan terbaru itu merupakan balasan atas berlanjutnya serangan Saudi dan sekutunya terhadap Yaman yang meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

“Musuhmemperketat blokade atas Yaman dan dengan demikian angkatan bersenjata mengemban tugas mendobrak blokade melalui operasi militer,” lanjutnya. (amn)

Kebakaran di Pelabuhan Iran, 7 Kapal Rusak

Kebakaran melanda galangan kapal di pelabuhan Bushehr, Iran, dan menyebabkan setidaknya tujuh kapal rusak, namun tidak menjatuhkan korban. Demikian dilaporkan oleh media setempat.

Peristiwa yang terjadi pada hari Rabu (15/7/2020) itu menjadi insiden terbaru dalam serangkaian kebakaran dan ledakan yang terjadi di berbagai lokasi di negara ini  selama beberapa pekan terakhir, termasuk di sejumlah situs sensitif.

Dalam video yang beredar terlihat petugas pemadam kebakaran berusaha mengendalikan api yang menyebabkan kepulan asap di galangan kapal.

Beberapa ledakan dan kebakaran terjadi di sekitar fasilitas militer, nuklir, dan industri Iran sejak akhir bulan lalu, termasuk kebakaran di fasilitas nuklir bawah tanah Natanz pada 2 Juli. Natanz adalah pusat pengayaan Iran yang, menurut Teheran, bertujuan damai.

Pada 3 Juli, badan keamanan utama Iran menyatakan penyebab kebakaran Natanz telah ditentukan namun akan diumumkan kemudian.

Berbagai laporan menyebutkan kemungkinan adanya serangan cyber di balik serangkaian insiden tersebut, dan seorang pejabat Iran memperingatkan pihaknya akan membalas jika memang nanti Teheran berkesimpulan bahwa insiden-insiden itu terjadi akibat sabotase pihak asing.

Menteri pertahanan Israel pada 5 Juli menyatakan negaranya tidak “mesti” terkait dengan  setiap insiden misterius di Iran. (aljazeera/rt)