Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 14 Maret 2019

rouhani dan sistaniJakarta, ICMES: Presiden Iran Hassan Rouhani yang berkunjung ke Irak sejak Senin hingga Rabu (11-13/3/2019) telah menemui ulama besar Irak Grand Ayatullah Sayyid Ali al-Sistani di Najaf.

Iran mengancam Israel dengan serangan balasan secara langsung dan “menyakitkan” jika negara ilegal Zionis itu berani menyerang kapal tanker Iran demi menghentikan penjualan minyaknya.

Perusahaan Israel ISI merilis beberapa foto hasil pencitraan satelit yang dinilai memperkuat “kemungkinan adanya pabrik rudal darat-ke-darat canggih di dekat kota Safita, di sebelah timur kota pesisir Tartous, Suriah.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kecaman sengit terhadap Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, menyebutnya sebagai pelaku pembantaian, dan menegaskan penolakannya terhadap rekonsiliasi dengan el-Sisi.

Berita selengkapnya:

Pertama Kali, Presiden Iran Jumpai Ulama Besar Irak Ayatullah Al-Sistani

Presiden Iran Hassan Rouhani yang berkunjung ke Irak sejak Senin hingga Rabu (11-13/3/2019) telah menemui ulama besar Irak Grand Ayatullah Sayyid Ali al-Sistani di Najaf, Rabu.

Koresponden Al-Alam dari Najaf mengatakan bahwa Rouhani tiba pagi di kota suci Najaf untuk berziarah ke makam Imam Ali bin Abi Talib ra, kemudian menemui para ulama besar panutan (marja’) di kota ini, terutama Ayatullah al-Sistani. Dalam pertemuan ini Rouhani didampingi oleh Menlunya, Mohammad Javad Zarif, dan beberapa pejabat tinggi Iran lainnya.

Pertemuan antara Rouhani dan Ayatullah al-Sistani mengundang porsi perhatian publik karena Sang Ayatullah selama ini dikenal sebagai sosok yang paling sulit ditemui oleh pejabat. Karena itu, media Irak dan internasional memandangnya sebagai pertemuan monumental, apalagi tercatat sebagai pertemuan pertama kali antara Sang Ayatullah dengan presiden Iran.

Sebagian pengamat menilai kesediaan Ayatullah al-Sistani tersebut sebagai ekspresi solidaritasnya kepada Iran yang belakangan ini mendapat tekanan hebat dari Amerika Serikat dan sekutunya di Barat maupun di kawasan Timteng.

Menurut koresponden Al-Alam, dalam pertemuan ini Presiden Iran menyinggung beberapa persoalan, termasuk penghargaan atas peran fatwa jihad yang dirilis oleh Ayatullah al- Sistani, dan perannya dalam pembebasan Irak dari noda gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Selain itu, Rouhani juga membahas peran Poros Resistensi dalam upaya membendung agenda kotor kekuatan-kekuatan imperialis di kawasan Timteng. (alalam)

Iran Ancam Gempur Israel Secara Langsung

Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, mengancam Israel dengan serangan balasan secara langsung dan “menyakitkan” jika negara ilegal Zionis itu berani menyerang kapal tanker Iran demi menghentikan penjualan minyaknya, menyusul ancaman oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk melumpuhkan ekonomi Iran.

“Langkah seperti itu akan dianggap sebagai bentuk pembajakan,… kami akan merespons dengan tegas,” ujar Hatami, Rabu (13/3/2019).

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Angkatan Laut Israel mungkin akan bergerak untuk menghentikan “penyelundupan minyak” Iran. Dia menyebut ekspor minyak Iran sebagai “operasi penyelundupan minyak”.

“Angkatan laut Israel dapat menghentikan penyelundupan minyak Iran jika perlu,” ancamnya.

Netanyahu Selasa lalujuga  mengatakan bahwa angkatan laut negaranya “dapat mengambil tindakan terhadap penyelundupan minyak Iran,” dan menyerukan kekuatan-kekuatan global agar menggagalkan segala upaya Teheran untuk berkelit dari sanksi AS.

Sementara itu, menurut kantor berita Fars, Angkatan Laut Iran menyatakan, “Sebuah kapal tanker minyak Iran diserang, pada Kamis pagi (pekan lalu), oleh kawanan perompak yang berada di 11 perahu dekat Selat Bab al-Mandab di Teluk Aden, tetapi berhasil diselamatkan oleh intervensi pasukan komando Angkatan Laut untuk melindungi kapal itu secara tepat waktu.”

Televisi Iran menayangkan rekaman Angkatan Laut yang menembaki perahu-perahu itu, dan mengkonfirmasi bahwa kapal tanker yang membawa lebih dari 150.000 ton minyak mentah terus berlayar dengan aman. (raialyoum)

Israel Mengklaim Temukan Lokasi Yang Diduga Sebagai Pabrik Rudal Iran Di Suriah

Perusahaan Israel ISI merilis beberapa foto hasil pencitraan satelit yang dinilai memperkuat “kemungkinan adanya pabrik rudal darat-ke-darat canggih di dekat kota Safita, di sebelah timur kota pesisir Tartous, Suriah.”

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan di situs webnya, Rabu (13/3/2019), perusahaan tersebut mengingatkan orang pada laporan Channel 12 Israel pada awal Februari lalu bahwa “intelijen militer Israel telah mendeteksi upaya baru Iran membangun pabrik rudal permukaan-ke-permukaan yang canggih dan berpresisi tinggi di wilayah Suriah.”

ISI dalam laporannya menyatakan bahwa “salah satu gambar menunjukkan tiga gudang utama mirip dengan fasilitas industri,” dan bahwa “jika situs ini terbukti menjadi pabrik rudal berpresisi tinggi maka mungkin dua dari tiga gudang itu digunakan sebagai jalur produksi, sedangkan gudang ketiga digunakan untuk merakit rudal.”

Laporan itu menyebutkan bahwa mesin rudal dan hulu ledak tidak dapat diproduksi di komplek itu karena tidak ada struktur terlindungi yang ditemukan di sana, sebagaimana juga tidak ada roket atau peluncur yang terdeteksi.

Laporan itu menunjukkan bahwa secara umum kompleks ini mirip dengan pabrik lain untuk produksi rudal di Iran, seperti pabrik rudal permukaan-ke-permukaan di Khojir.

Laporan itu juga mencatat bahwa armada bus juga terpantau ditempatkan di pintu masuk komplek itu dalam beberapa bulan terakhir, tampak digunakan untuk mengangkut pekerja, mirip dengan transportasi yang digunakan dalam instalasi militer, dan tangki air baru baru-baru ini dibangun di sana sehingga menunjukkan bahwa lokasi itu aktif dan dalam pengembangan.

Menurut laporan itu, pabrik tersebut berjarak hanya 8 kilometer dari perbatasan Libanon, terletak di daerah yang dikendalikan oleh pemerintah Suriah, dan tercakup oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa pola bangunan, lokasi fasilitas, kegiatan di dalam dan sekitar area tersebut memperkuat kemungkinannya sebagai lokasi produksi rudal, “dan tidak dapat diverifikasi apakah situs tersebut adalah milik Iran.”

Media Israel berspekulasi bahwa lokasi itu akan berfungsi untuk memfasilitasi pengiriman rudal ke kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon. (rt)

Erdogan Kecam Eropa Dan Sebut El-Sisi Sosok Pembantai

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kecaman sengit terhadap Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, menyebutnya sebagai pelaku pembantaian, dan menegaskan penolakannya terhadap rekonsiliasi dengan el-Sisi.

Seperti dikutip kantor berita resmi Turki, Anadolu, Erdogan dalam pidatonya di Ankara, ibukota Turki, pada Rabu malam (13/3/2019), mengecam partisipasi para pemimpin Eropa dalam pertemuan puncak di Sharm el-Sheikh, Mesir, dan penjatuhan vonis-vonis hukuman mati pengadilan Mesir belakangan ini terhadap sekelompok orang.

“Kematian para pemuda itu tidak mempengaruhi hati mereka,” ujar Erdogan.

Dia juga menyoal, “Baru-baru ini, sembilan anak muda telah dieksekusi, dan sekarang saya berteriak dari sini, Barat, Eropa, di mana larangan kalian atas penerapan hukuman mati ini?” “

Dia menanbahkan, “Bagaimana kalian dapat memenuhi udangkan el-Sisi, sementara eksekusi dilarang di Uni Eropa? Dan dia juga merupakan pelaku pembantaian. ”

Erdogan menuduh para pemimpin Eropa tidak jujur dan bukan demokrat sejatin sembari mengatakan bahwa jika mereka memang demikian niscaya tidak memenuhi undangan el-Sisi.

Mengenai usulan agar Erdogan menjalin rekonsiliasi dengan el-Sisi dia mengatakan, “Ada banyak yang menginginkan rekonsiliasi saya dengan Sisi, tetapi saya selalu menolaknya dan tetap akan menolaknya. Mengapa? Karena saya tidak akan duduk di meja yang sama dengan orang yang anti-demokrasi, yang memenjarakan (mantan Presiden Mesir Mohamed) Morsi yang didukung oleh 52 persen rakyatnya, serta memenjarakan rekan-rekannya.” (raialyoum)