Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 14 April 2022

Jakarta, ICMES. Warga Zionis Israel berbondong-bondong untuk mendapatkan izin membawa senjata menyusul terjadinya gelombang serangan para pejuang Palestina.

Faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza dijadwalkan mengadakan, pertemuan darurat yang dipimpin oleh gerakan Hamas pada Rabu malam untuk membahas perkembangan ketegangan yang sedang meningkat di Tepi Barat dan Quds (Yerusalem.

Seorang pemuda Palestina gugur ditembak di bagian dadanya oleh pasukan Zionis Israel dan beberapa lainnya terluka dan di tangkap dalam peristiwa serbuan kota Beita, selatan Nablus.

Pemerintah Rusia menepis keras klaim Amerika Serikat (AS) dan Ukraina bahwa Rusia berkemungkinan menggunakan senjata kimia di Ukraina.

Berita Selengkapnya:

Takut Gelombang Serangan Palestina, Warga Israel Berebut Izin Pegang Senjata Api

Warga Zionis Israel berbondong-bondong untuk mendapatkan izin membawa senjata menyusul terjadinya gelombang serangan para pejuang Palestina.

Fenomena itu muncul terutama setelah Perdana Menteri Israel Naftali Bennett melontarkan pernyataan yang mendorong warga Zionis untuk mempersenjatai diri dengan senjata api.

“Bagi Anda yang memiliki lisensi untuk membawa senjata, sekaranglah waktunya untuk membawa senjata,” kata Bennett setelah lima orang Zionis ditembak mati di dekat Tel Aviv pada 30 Maret.

Izin memegang senjata api dan warga bersenjata belakangan ini disorot oleh para politisi dan pemimpin Zionis sebagai pengganda kekuatan untuk melawan meningkatnya apa yang mereka sebut gelombang “serangan terorisme” di Israel.

Nir Barkat dari Partai Likud mengatakan, “Saya salut kepada warga bersenjata yang membunuh teroris dalam penusukan bus di Gush Etzion dan menyelamatkan nyawa. Israel diserang, ini satu-satunya cara untuk menetralisir teroris secepat mungkin dan menyelamatkan nyawa.

Dia menambahkan, “Saya meminta pemerintah untuk mengadopsi RUU yang saya ajukan dan mengizinkan pasukan cadangan tempur IDF untuk mendapatkan lisensi senjata untuk memerangi terorisme.”

Senada dengan ini, Kepala Dewan Regional Gush Etzion Shlomo Ne’eman mengatakan, “Kepada penduduk kami yang memegang izin senjata – Persenjatai diri Anda, latih, dan bawa senjata Anda ke mana-mana. Musuh kita mencoba untuk menyakiti saudara dan saudari kita, dan harus ditangani secara diam-diam di setiap lokasi.”

Tak kurang dari 11 warga Israel tewas dalam dalam gelombang serangan para pejuang Palestina  dalam kurun waktu dua minggu, dan  Naftali Bennett kemudian memperingatkan bahwa Israel memasuki gelombang baru terorisme.

Kantor berita Bloomberg mengutip Kementerian Keamanan Umum Israel yang menyatakan pihaknya telah menerima lebih dari 14.000 permintaan izin membawa senjata sejak terjadi serangan di Beersheba pada 22 Maret. Angka ini memperihatkan peningkatan drastis dibandingkan dengan rata-rata 9.000 permintaan setiap tahun. (raialyoum/jpost)

Ketegangan dengan Israel Meningkat, Faksi-Faksi Pejuang Palestina Gelar Pertemuan Darurat

Faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza dijadwalkan mengadakan, pertemuan darurat yang dipimpin oleh gerakan Hamas pada Rabu malam (13/4) untuk membahas perkembangan ketegangan yang sedang meningkat di Tepi Barat dan Quds (Yerusalem), termasuk terkait dengan langkah kelompok-kelompok ekstremis Zionis untuk “menyembelih kurban” di dalam Masjid Al-Aqsha.

Pemimpin gerakan Jihad Islam, Khaled al-Batsh, mengatakan bahwa pertemuan faksi-faksi itu akan diadakan di kantor pemimpin Hamas Khaled al-Sinwar guna membahas eskalasi di Quds.

Jubir Hamas Muhammad Hamadeh menyatakan pertemuan itu akan dihadiri oleh seluruh kekuatan dan faksi nasional.

Dalam siaran persnya, Hamadeh menjelaskan bahwa pertemuan itu bertujuan membahas cara-cara menanggapi berlanjutnya agresi Israel dan kesiapan kawanan pemukim Zionis untuk menyembelih kurban di dalam Masjid Al-Aqsha.

Menurutnya, pertemuan itu merupakan pesan dari kubu resistensi di Gaza bahwa orang-orang yang bermartabat seperti semua orang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, Quds, wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948), dan Gaza tak dapat menahan diri dari perjuangan membela Masjid Al-Aqsha.

Mengenai keputusan yang dikeluarkan oleh pertemuan itu, Hamadeh mengatakan,“Pertemuan itu akan berbicara tentang dirinya sendiri dan masalah konfrontasi dihargai oleh faksi-faksi serta sayap-sayap militer mereka.”

Dia juga memastikan bahwa faksi-faksi pejuang Palestina memiliki akses di Tepi Barat, Quds, dan bahkan wilayah pendudukan 1948, sebagaimana terlihat dari gelombang serangan yang terjadi belakangan ini. (raialyoum)

Bentrok dengan Pasukan Zionis di Nablus, Satu Orang Palestina Gugur, dan Banyak Lainnya Cedera

Seorang pemuda Palestina gugur ditembak di bagian dadanya oleh pasukan Zionis Israel dan beberapa lainnya terluka dan di tangkap dalam peristiwa serbuan kota Beita, selatan Nablus.

Pasukan pendudukan menyerbu daerah-daerah di Jenin, dan melancarkan gelombang aksi penangkapan di berbagai daerah di Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pemuda bernama Muhammad Hassan Muhammad Assaf, 34 tahun, gugur syahid setelah ditembak di bagian dada oleh pasukan pendudukan  di kota Nablus pada Rabu pagi (13/4).  

Dalam peristiwa itu sejumlah warga Palestina juga menderita luka tembak dan beberapa lainnya ditangkap..

Pasukan pendudukan menyerbu kota Beita, Al-Lubban Al-Sharqiya dan Urif, selatan Nablus, serta wilayah timur Nablus dengan tujuan melindungi warga Zionis yang menyerbu Makam Yusuf (Joshep Tomb). Mereka melepaskan tembakan, gas air mata dan bom kejut terhadap warga Palestina yang berusaha menghadang mereka.

Sumber medis melaporkan bahwa enam warga sipil terluka oleh peluru tajam, satu di antaranya di bagian dada  dengan kondisi luka serius, dalam bentrokan dengan pasukan pendudukan di Beita, selatan Nablus, dan satu lainnya terkena tembakan peluru berlapis karet di bagian mata, dan satu lagi terkena lemparan batu di bagian kepala.

Lima warga sipil terluka dengan peluru tajam dengan kondisi sebagian di antaranya kritis, lima orang terkena peluru karet, satu warga menderita luka bakar terkena bom gas, satu pemuda mengalami  memar akibat dilindas peralatan  pasukan Zionis. , dan delapan lainnya karena mengalami sesak nafas di sekitar Makam Yusuf.

Pasukan pendudukan menggeledah beberapa rumah di Beita, Al-Lubban Al-Sharqiya dan Urif, melakukan perusakan, dan menangkap lima warga di Beita.

Di Jenin, pasukan pendudukan meringkus beberapa orang Palestina, termasuk mahasiswa Universitas An-Najah, dan Muhammad al-Qadi, seorang tawanan yang telah dibebaskan. (alalam)

Rusia Sebut Klaim AS Mengenai Penggunaan Senjata Kimia di Ukraina sebagai Penyesatan

Pemerintah Rusia menepis keras klaim Amerika Serikat (AS) dan Ukraina bahwa Rusia berkemungkinan menggunakan senjata kimia di Ukraina. Moskow menyebut klaim itu sebagai informasi menyesatkan, karena Moskow telah menghancurkan stok bahan kimia terakhirnya pada tahun 2017.

Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Ukraina mengaku sedang menyelidiki dugaan Rusia telah menggunakan senjata kimia di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina selatan.

Selain itu, Juru bicara Kemlu AS Ned Price mengatakan kepada wartawan bahwa AS khawatir Rusia berusaha untuk menggunakan senjata kimia di Ukraina.

Di pihak lain, Kedubes Rusia di Washington menyatakan bahwa para ekstremis Ukraina sedang bersiap mempromosikan penggunaan senjata kimia, dan bahwa juru bicara Departemen Luar Negeri Price “menyebarkan informasi yang menyesatkan.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Selasa mengklaim Rusia berusaha menggunakan bahan kimia di kota Mariupol.

Namun, saat ditanya tentang laporan yang menuduh Rusia menggunakan bahan kimia di kota Mariupol, Blinken mengatakan, “Kami tidak dalam posisi di mana kami dapat mengkonfirmasi apa pun, dan saya tidak mengharapkan Ukraina menjadi seperti itu.”

Presiden Ukraina sendiri, Volodymyr Zelensky, Rabu, mengatakan bahwa tidak mungkin mencapai  kesimpulan pasti 100% mengenai apakah pasukan Rusia menggunakan senjata kimia di kota Mariupol. (alalam)