Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis  12 September 2019

HizbullahJakarta, ICMES. Hizbullah menyalahkan negara-negara Arab kawasan Teluk Persia terkait dengan ambisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok kawasan Lembah Yordania.

Israel menyalahkan Iran terkait dengan insiden “evakuasi” perdana menterinya dari ruang konferensi pemilu di kota Ashdod ketika terdengar suara pekikan sirine akibat tembakan roket dari Jalur Gaza.

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menembak jatuh pesawat nirawak (drone) misterius yang terbang di atas markas mereka di provinsi Salahuddin.

Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman menyatakan pihaknya berhasil membunuh pelaku pembunuhan Ibrahim Badreddin al-Houthi, adik pemimpin Ansarulllah Abdel Malik Badreddin al-Houthi.

Berita selengkapnya:

Israel Mau Caplok Lembah Yordania, Hizbullah Salahkan Arab Teluk

Kelompok pejuang Hizbullah menyalahkan negara-negara Arab kawasan Teluk Persia terkait dengan ambisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok kawasan Lembah Yordania jika dalam pemilu dia terpilih lagi sebagai perdana menteri.

Hizbullah, Rabu (11/9/2019), mengutuk ambisi tersebut dan menegaskan bahwa bangsa Palestina “berhak sepenuhnya melawan segala bentuk agresi terhadap tanah dan kekayaan negaranya.”

Sehari sebelumnya, Netanyahu mengaku akan mengintegrasikan Lembah Yordania dan kawasan utara Laut Mati ke Israel jika dia terpilih lagi dalam pemilu. Pihak Palestina menyebut sikap itu “penghancur semua kesempatan perdamaian”, dan mengecam kebungkaman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan berbagai pihak lain.

Hizbullah dalam statemennya menegaskan bahwa pernyataan Netanyahu itu “datang menyusul serangkaian sikap negara-negara Teluk pendukung rezim musuh (Israel)” dan “normalisasi serta upaya negara-negara Teluk itu membangun aliansi dengan musuh telah menjadi kesempatan bagi Netanyahu untuk mencaplok lebih banyak tanah Arab setelah sebelumnya mengumumkan pencaplokan kota Quds (Yerussalem) dan bagian-bagian luas Tepi Barat, kemudian Golan dan sekarang Lembah Yordania”.

Hizbullah menambahkan, “Segala bentuk tindakan Judaisasi oleh Israel adalah tindakan batil yang akan dihadapi oleh bangsa Palestina dan akan digagalkan sebagai kegagalan Perjanjian Abad ini.”

Hubungan Israel dengan negara-negara Arab dan sekutunya di Teluk Persia belakangan ini membaik karena sama-sama memusuhi Republik Islam Iran. Perbaikan hubungan itu antara lain ditandai dengan penyelenggaraan konferensi ekonomi di Bahrain, yang juga diikuti oleh para wartawan Israel dan dicanangkan oleh AS sebagai bagian dari promosi prakarsanya untuk perdamaian Palestina-Israel, pada Juni lalu.

Janji Netanyahu untuk merampas Lembah Yordania itu mendapat kecaman dari negara-negara Arab Teluk sendiri serta Yordania, Suriah, dan Turki. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan menggelar pertemuan khusus di Jeddah, Arab Saudi, untuk membahas “eskalasi Israel” pasca pernyataan Netanyahu tersebut.

Lembah Yordania menempati 30 persen wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dalam Perang 1967.  Pada Maret lalu Presiden AS Donald Trump mengakui kedaulatan Israel atas bagian Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki Israel. (raialyoum)

Ihwal Insiden Netanyahu Kabur Mendengar Sirine, Israel Salahkan Iran

Rezim Zionis Israel menyalahkan Iran terkait dengan insiden “evakuasi” perdana menterinya dari ruang konferensi pemilu di kota Ashdod ketika terdengar suara pekikan sirine akibat tembakan roket dari Jalur Gaza.

Menteri Ekonomi Israel Eli Cohen, Rabu (11/9/2019), menuding Iran berada di balik penembakan rudal dari Jalur Gaza pada Selasa malam lalu, yang menyebabkan terjadinya insiden evakuasi Netanyahu saat dia sedang berbicara di podium.

Seperti dikutip website surat kabar Yedioth Ahronoth milik Israel, Cohen menyatakan, “Iranlah yang bertanggungjawab atas serangan roket dari Jalur Gaza…Iran mendanai dan mempersenjata organisasi-organisasi di Jalur Gaza.”

Cohen menambahkan, “Ini merupakan upaya Iran mencampuri pemilu Israel yang akan diselenggarakan kurang dari satu minggu lagi (Selasa, 17 September 2019 – red.).”

Beberapa penggalan video yang merekam insiden evakuasi Netanyahu telah beredar. Para lawan politik Netanyahu lantas menyebut pemandangan yang terlihat dalam rekaman itu menunjukkan kelemahan Netanyahu dan membuktikan kebohongan penyebutan Netanyahu sebagai “pemuka keamanan” oleh para pendukungnya.

Di Jalur Gaza sendiri tidak atau belum ada faksi pejuang Palestina yang mengaku bertanggungjawab atas serangan roket ke kota Ashkelon dan Ashdod, Israel selatan, pada Selasa malam lalu, yang menyebabkan terjadinya insiden tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa sistem Kubah Besi miliknya telah merontokkan dua roket yang dilesatkan dari Jalur Gaza.

Pada Rabu dini hari, militer Israel menyatakan jet tempurnya telah menggempur 15 sasaran di bagian utara dan tengah Jalur Gaza. (raialyoum)

Pasukan Relawan Irak  Tembak Drone Misterius

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menembak jatuh pesawat nirawak (drone) misterius yang terbang di atas markas mereka di provinsi Salahuddin, sebagaimana dilaporkan kantor berita Irak, INA,.

Komandan dinas inteljen operasi Salahuddin, Qahtan al-Bawi, dalam statemennya, Rabu (11/9/2019), menyatakan, “Pada Rabu pagi sebuah drone terbang di atas Brigade 35  dan markas operasi al-Hashd al-Shaabi di Salahuddin. Unit anti serangan udara al-Hashd al-Shaabi lantas melepaskan tembakan sehingga drone itu kabur menuju lokasi yang tak diketahui.”

Al-Bawi menjelaskan bahwa pihak intelijen al-Hashd al-Shaabi di provinsi itu belum mengetahui pihak manakah yang menerbangkan drone itu, dan bahwa pihak komando gabungan mengaku tidak tahu ihwal penerbangan drone itu.

Dia menambahkan bahwa di lokasi lain di provinsi yang sama pihaknya berhasil menembak jatuh drone lain.

“Unit taktis Brigade 26 al-Hashd al-Shaabi yang bertugas dalam operasi Diyala kawasan Kan’an, Rabu, berhasil menembak jatuh drone yang hendak menyasar satuan-satuan militer Irak,” terangnya.

Al-Bawi menduga drone itu diterbangkan sebagai persiapan untuk menyerang pasukan Irak dalam beberapa hari mendatang.

“Tapi kemampuan dan kecepatan pasukan kami telah menggagalkannya,” ungkap Al-Bawi.

Dua hari sebelumnya, beberapa ledakan terjadi di dua gudang senjata al-Hashd al-Shaabi di distrik Hit, provinsi Anbar.

Belakangan ini Irak dihebohkan insiden serangan-serangan drone terhadap pasukan relawan Irak. Berbagai pihak memastikan Israel berada di balik serangan itu dengan bantuan pasukan AS yang bercokol di Irak. (raialyoum)

Ansarullah Habisi Pembunuh Adik Pemimpinnya

Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman menyatakan pihaknya berhasil membunuh pelaku pembunuhan Ibrahim Badreddin al-Houthi, adik pemimpin Ansarulllah Abdel Malik Badreddin al-Houthi.

Kementerian Dalam Negeri pemerintahan Ansarullah yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, dalam siaran persnya menjelaskan, “Badan keamanan telah melancarkan operasi intelijen dan keamanan khusus di kedalaman wilayah yang dikuasai oleh lawan (pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Saudi dan sekutunya – red.), tepatnya di kota Ma’rib, di bagian timur negara ini, dan berhasil membunuh Mohammad Ali Qayed Dhawi, 54 tahun.”

Kementerian itu menambahkan bahwa Dhawi adalah pelaku pembunuhan Ibrahim Badreddin al-Houthi dan temannya, Mohammad Hussain Qasim al-Badr”, dan operasi itu dilancarkan setelah selesai penyelidikan dan pemburuan pelaku.

Pada 9 Agustus lalu Ansarullah mengumumkan terjadinya pembunuhan terhadap adik pemimpin kelompok ini, tanpa memberikan penjelasan secara rinci. (raialyoum)