Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 12 Maret 2020

red mohamed bin salmanJakarta, ICMES. Seorang pangeran senior anggota kedua Dewan Baiat Saudi, badan yang menentukan suksesi takhta negara ini, ditangkap pada hari Sabtu lalu dalam gelombang penangkapan para pangeran terkemuka.

Dua tentara, masing-masing dari AS dan Inggris, serta satu kontraktor AS tewas terkena serangan 10 roket Katyusha yang menyasar pangkalan militer al-Taji yang ditempati pasukan AS di Irak.

Tiga orang tewas dan tujuh lainnya terluka, termasuk tentara Rusia, di Provinsi Tartus di bagian barat Suriah,  manakala tersiar kabar bahwa ledakan bom mobil telah menerjang kendaraan Rusia.

Satu remaja Palestina, Mohammad Abd al-Karim Hamayil,  15 tahun, gugur setelah menderita luka parah di bagian kepala akibat tembakan pasukan pendudukan Zionis Israel di Nablus, Tepi Barat.

Berita selengkapnya:

Anggota Kedua Dewan Baiat Saudi Ditangkap, Motif Gelombang Penangkapan Makin Jelas

Seorang pangeran senior anggota kedua Dewan Baiat Saudi, badan yang menentukan suksesi takhta negara ini, ditangkap pada hari Sabtu lalu dalam gelombang penangkapan para pangeran terkemuka yang dimulai pada pekan lalu oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Seperti dilansir Middle East Eye (MEE), Rabu (11/3/2020), pangeran senior yang ditangkap itu adalah Mohammed bin Saad Al-Saud, putra mendiang Saad bin Abdulaziz, saudara Raja Salman. Dia ditangkap menyusul penangkapan terhadap Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, adik Raja Salman, serta putranya Nayef bin Ahmed, dan Mohammed bin Nayef, mantan pangeran mahkota.

Jumlah total pangeran Saudi  yang ditangkap sejak Jumat lalu dilaporkan sedikitnya 20 orang, sementara otoritas Saudi hingga kini masih memilih melakukan aksi bungkam di depan banyak laporan mengenai gelombang penangkapan dalam perang kekuasaan keluarga kerajaan Bani Saud tersebut.

Anggota ketiga Dewan Baiat, Saud bin Nayef, kakak Mohammed bin Nayef dan ayah menteri dalam negeri, juga sempat digelandang dan diinterogasi tapi kemudian dibebaskan. Saud bin Nayef adalah gubernur Provinsi Timur.

Pada Ahad lalu, MEE mengungkapkan rencana MbS untuk mengangkat dirinya sebagai raja meski ayahnya masih hidup, dan demi ini dia bahkan akan memaksa ayahnya, Salman bin Abdulaziz, turun tahta sebelum Saudi menjadi tuan rumah KTT G20 pada bulan November di Riyadh. Langkah Mbs demikian itu akan membutuhkan pengesahan dari Dewan Baiat.

Pola penangkapan tersebut mengkonfirmasi apa yang dilaporkan MEE dari sumber yang mengetahui rencana Mbs bahwa duduk persoalannya bukanlah adanya rencana kudeta seperti yang dituduhkan, melainkan karena dewan itu memang manjadi sasaran gelombang penangkapan terbaru. (mee/raialyoum)

Dua Tentara dan Satu Kontraktor AS Tewas Terkena Serangan di Baghdad

Dua tentara, masing-masing dari AS dan Inggris, serta satu kontraktor AS tewas terkena serangan 10 roket Katyusha yang menyasar pangkalan militer al-Taji yang ditempati pasukan AS di utara Baghdad, Rabu malam (11/3/2020).

Peristiwa ini memicu ketegangan lagi antara AS dan sekutunya di satu pihak dan Iran serta para sekutunya di pihak lain.

Seorang petinggi AS menyatakan sejumlah roket telah jatuh di pangkalan militer Irak yang ditempati pasukan AS dan sekutunya, dan kini sedangkan dilakukan penyelidikan dan evaluasi atas insiden ini.

“Kami memantau dari dekat situasi di pangkalan militer al-Taji, namun kami tidak akan mendahului proses evaluasi dan penyelidikan yang sedang berlangsung,” ujar petinggi itu.

Direktur Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP bahwa tak lama sebelum serangan roket paling mematikan bagi AS di Irak dalam beberapa tahun terakhir itu terjadi serangan udara yang diduga dilancarkan oleh pasukan koalisi internasional terhadap beberapa posisi milisi Irak sekutu Iran di dekat perbatasan Irak-Suriah.

Sejauh ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan ke pangkalan militer Irak yang ditempati oleh pasukan AS tersebut, namun AS ketika mendapat serangan biasanya segera menuding kelompok-kelompok pejuang yang bersekutu dengan Iran.

Pejabat militer AS mengatakan kepada AFP bahwa satu tentara AS, satu tentara Inggris, dan satu kontraktor AS tewas akibat tembakan 10 roket Katyusha ke pangkalan militer al-Taji pada Rabu malam.

Sebelumnya, seorang petinggi militer pasukan koalisi internasional yang dipimpin AS menyatakan bahwa serangan ini telah menjatuhkan sejumlah korban luka sedang dan parah, namun tidak menyebutkan kewarganegaraan mereka.

Serangan ini merupakan yang kedua kalinya terhadap kepentingan AS di Irak sejak 22 Oktober 2019. Pada serangan pertama seorang kontraktor AS dan satu tentara Irak tewas. (raialyoum)

Kendaraan Militer Rusia “Diserang Bom” di Suriah, Tiga Orang Tewas

Tiga orang tewas dan tujuh lainnya terluka, termasuk tentara Rusia, di Provinsi Tartus di bagian barat Suriah,  manakala tersiar kabar bahwa ledakan bom mobil telah menerjang kendaraan Rusia.

Kepala Kepolisi Provinsi Tartus, Rabu (11/3/2020), menyatakan ledakan itu menewaskan tiga orang, termasuk satu tentara Rusia, dan melukai tujuh lainnya, termasuk dua tentara Rusia, akibat ditabraknya sebuah kendaraan militer Rusia oleh “mobil kecil” di jalur di jalur al-Qadmus-Baniyas di bagian timur Provinsi Tartus.

Sumber yang dekat dengan pasukan pemerintah Suriah menyatakan kepada AFP bahwa insiden itu bukan ledakan bom, melainkan kecelakaan lalu lintas biasa dan tidak ada indikasi lain.

Sebelumnya, di media sosial tersiar kabar bahwa apa yang terjadi di Tartus itu merupakan operasi serangan kelompok teroris ISIS terhadap patroli militer Rusia dekat kota Baniyas untuk membunuh seorang petinggi militer Rusia. (raialyoum)

Satu Warga Palestina Gugur dan Puluhan Lainnya Luka Diserang Tentara Israel

Satu remaja Palestina, Mohammad Abd al-Karim Hamayil,  15 tahun, gugur setelah menderita luka parah di bagian kepala akibat tembakan pasukan pendudukan Zionis Israel di Nablus, Tepi Barat, Rabu (11/3/2020).

Demikian yang dinyatakan oleh Kementerian Kesehatan Palestina sembari menyebutkan bahwa puluhan warga Palestina lainnya menderita sesak nafas akibat bentrokan dengan pasukan Zionis di bagian utara Tepi Barat.

Saksi mata mengatakan kepada kantor berita Turki, Anatolia, bahwa pasukan militer Israel menyerbu Gunung Al-Orma di dekat distrik Beita, Provinsi Nablus, dan menembakkan peluru karet dan peluru tajam serta gas air mata untuk membubarkan puluhan warga yang berkonsentrasi di gunung itu untuk mencegah upaya imigran Zionis menguasainya.

Para saksi menambahkan bahwa belasan warga Palestina terluka dan mengalami sesak nafas karena menghirup gas air mata, dan beberapa di antara mereka dilarikan ke rumah sakit, sementara sebagian besar korban dirawat di lapangan.

Selasa lalu, Komite Perlawanan Terhadap Tembok Pemisah dan Permukiman Zionis yang bernaung di bawah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyerukan aksi demo di Gunung Al-Orma pada hari Rabu.

Sejak sekitar satu bulan lalu warga Palestina berjaga-jaga di puncak Gunung Al-Orma menyusul adanya seruan para pemukim Zionis untuk menyerbu gunung itu dan mengubahnya menjadi daerah wisata Israel dan sebuah pusat permukiman Zionis. Aksi warga Palestina itu kemudian diwarnai bentrokan  mereka dengan tentara dan pemukim Zionis Israel. (raialyoum)