Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 10 Juni 2021

bandara baghdad irakJakarta, ICMES. Sumber keamanan Irak menyatakan bahwa pasukan AS telah menembak jatuh sebuah drone di angkasa Bandara Internasional Baghdad dalam sebuah peristiwa serangan yang ditujukan ke kamp militer Victoria di area bandara ini.

Asisten ketua parlemen Majelis Syura Islam Iran Hossein Amir Abdollahian memastikan Saudi tak bisa menutupi kerugiannya dalam perang Yaman di meja perundingan.

Komandan Angkatan Udara Israel, Mayjen Aluf Amikam Norkin, mengungkap beberapa hal baru terkait dengan perang Israel-Gaza yang telah berlangsung pada 10-21 Mei 2021

Sebuah organisasi sayap kanan Israel mengajukan dakwaan ke Mahkamah Pusat di kota Quds (Yerussalem), Rabu (9/6), terhadap lembaga-lembaga amal dan bank-bank Qatar serta menuntut ganti rugi.

Berita Selengkapnya:

Diserang Roket Pejuang Irak, Pasukan AS Tembak Jatuh Drone di atas Bandara Baghdad

Sumber keamanan Irak menyatakan bahwa pasukan AS telah menembak jatuh sebuah drone di angkasa Bandara Internasional Baghdad dalam sebuah peristiwa serangan yang ditujukan ke kamp militer Victoria di area bandara ini.

“Sistem pertahanan udara AS telah menembak jatuh sebuah drone yang ditujukan ke Kamp Victoria yang ditempati oleh pasukan AS dan Irak,” ungkap sumber itu kepada RT, Rabu (9/6.

Sumber keamanan Irak juga menyebutkan bahwa pasukan AS pada hari itu menerapkan status siaga tinggi setelah terjadi serangan ke pangkapan udara Balad dan kamp Victora di Bandara Internasional Baghdad.

Pada Rabu malam Pangkalan Udara Balad yang ditempati oleh beberapa perusahaan AS dan Kamp Victoria yang ditempati oleh pasukan AS mendapat serangan roket.

Koordinasi Resistensi Irak dalam siaran persnya beberapa hari lalu mengumumkan peningkatan serangannya terhadap pasukan AS di Irak.

Sebelum itu, Komandan Komando Pusat AS Jenderal Kenneth MacKenzie mengaku resah  terhadap tindakan kelompok-kelompok pejuang Irak menggunakan drone kecil dalam serangan mereka ke pangkapan-pangkalan militer AS di Irak. (raialyoum)

Iran Sebut Saudi Tak Bisa di Meja Perundingan Tutupi Kerugiannya dalam Perang Yaman

Asisten ketua parlemen Majelis Syura Islam Iran Hossein Amir Abdollahian memastikan Saudi tak bisa menutupi kerugiannya dalam perang Yaman di meja perundingan.

“Saudi tak akan pernah bisa mengganti kerugiannya dalam perang Yaman di meja perundingan,” ungkapnya dalam pertemuan dengan utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, di Teheran, Rabu (9/6).

“Solusi bagi krisis Yaman bisa diwujudkan melalui pengadaan dialog Yaman-Yaman  dengan partisipasi semua kekuatan dan partai politik,” lanjut Abdollahian.

Dia mengaku berharap ada gencatan senjata dan penghentian blokade terhadap Yaman dalam jangka waktu yang tersisa dari misi perdamaian Griffiths untuk Yaman.

Abdollahian mengatakan, “Iran sudah berulangkali menegaskan bahwa perang bukanlah solusi bagi krisis di Yaman, dan Iran juga tak akan pernah mengendurkan upaya memupuk perdamaian di negara ini.”

Dia juga menuturkan, “Berlanjutnya blokade kemanusiaan dan tindakan Saudi menggunakan kekerasan, perang dan campur tangan asing untuk kehadiran militer, pemecahan Yaman dan tumbuhnya terorisme merupakan hal yang menimbulkan kerisauan di Yaman.” (raialyoum)

Komandan AU Israel: Pangkalan Militer Jadi Sasaran Roket Hamas

Komandan Angkatan Udara Israel, Mayjen Aluf Amikam Norkin, mengungkap beberapa hal baru terkait dengan perang Israel-Gaza yang telah berlangsung pada 10-21 Mei 2021.

Dikutip Fars, Rabu (9/6), dalam wawancara dengan channel 12 milik Israel, Norkin secara implisit mengakui kemenangan kubu resistensi Palestina di Gaza dalam perang yang berkobar selama 11 hari tersebut.

“Bandara-bandara militer Israel terancam roket-roket Hamas, mereka bahkan berusaha merontokkan sebuah jet tempur kita dengan roket,” ujarnya, seakan mengacu pada suatu kenyataan yang tak pernah dialami Israel sebelumnya dalam berkonflik dengan pihak Palestina yang ditindasnya.

Menurut Fars, demi menjaga wibawa Israel setelah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak, Norkin mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata Palestina-Israel dicapai dengan mediasi Mesir.

Mengenai kubu resistensi di Libanon dan Suriah dia mengatakan, “Klaim adanya perubahan perilaku dan kepercayaan Iran mengenai penempatan militer di kawasan adalah suatu sandiwara, namun mengenai perubahan operasional Iran di kawasan, menurut saya, kita efektif.”

Seperti diketahui, perang antara Israel dan kubu resistensi Palestina di Jalur Gaza tersulut segera setelah tenggat waktu yang ditetapkan oleh kubu pejuang itu bagi Israel habis. Dalam tenggat waktu itu Israel diminta menghentikan agresinya di komplek Masjid Al-Aqsa dan kota Quds secara umum, namun Israel tak mengindahkannya.

Sesuai ancamannya, faksi-faksi pejuang Palestina lantas melesatkan roket-roketnya ke berbagai kota dan daerah Israel, termasuk yang berjarak ratusan kilometer dari Jalur Gaza, dan Israelpun meresponnya dengan melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza.

Para pejuang Palestina menghujankan sebanyak lebih dari 4000 ribu roket, yang sebagian di antaranya berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel sehingga menimbulkan kerugian jiwa dan materi pada Israel yang selama ini dikesankan digdaya dan kebal serangan.

Gencatan senjata kemudian diterapkan sejak Jumat 21 Mei setelah Israel 11 hari melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza yang dihuni oleh lebih dari dua juta orang Palestina dan diblokade oleh Israel sejak tahun 2006 sampai sekarang.

Serangan Zionis itu menggugurkan 279 orang Palestina di Gaza, termasuk 69 anak kecil dan 40 wanita dewasa, serta melukai 8900 orang lainnya dengan kondisi 90 di antaranya parah.

Sedangkan di pihak Israel tercatat 13 korban tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempuran rudal para pejuang Palestina di Gaza. (fna)

Sayap Kanan Israel Tuntut Ganti Rugi atas Dukungan Qatar kepada Hamas dan Jihad Islam

Sebuah organisasi sayap kanan Israel mengajukan dakwaan ke Mahkamah Pusat di kota Quds (Yerussalem), Rabu (9/6), terhadap lembaga-lembaga amal dan bank-bank Qatar serta menuntut ganti rugi sebesar 1.4 miliar Shekel atau sekira US$ 370 juta karena, menurut mereka, telah mendanai Hamas dan Jihad Islam untuk perlengkapan militer.

Dakwaan itu diajukan atas nama 24 keluarga korban tewas Israel serta mencakup 130 pendakwa, sebagaimana dilaporkan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.

“Dana dari rekening-rekening milik badan-badan amal di Qatar telah ditransfer ke badan-badan amal milik Hamas atau para oknum gerakan ini,” bunyi dakwaan itu.

Menurut dakwaan yang diajukan oleh organisasi Shurat HaDin itu, dakwaan itu dilampiri “pembuktian mengenai transfer perbankan dari Teluk ke badan-badan milik Hamas di Jalur Gaza atau para aktivis tertentu gerakan ini, selain pengakuan-pengakuan tawanan Hamas di penjara-penjara Israel dalam penyidikan bahwa dana telah ditransfer untuk aktivitas mereka.”

Dakwaan itu menyasar puluhan lembaga, bank dan badan amal di Qatar dan otoritas Palestina, termasuk Al- Jam’iyyah Al-Khairiyyah Al-Qatariyyah (Badan Amal Qatar) yang oleh Israel pada tahun 2008 dinyatakan sebagai organisasi terlarang karena ada dana yang ditransfer secara langsung oleh cabang-cabangnya di Ramallah ke Jalur Gaza.

Yedioth Ahronoth juga menyebutkan, “Organisasi sayap kanan yang sama juga mengajukan puluhan dakwaan terhadap otoritas Palestina dalam beberapa tahun terakhir, dan otoritas berkemungkinan membayar dalam jumlah yang sedikit, tapi sasaran organisasi itu sekarang adalah bank.” (raialyoum)