Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 1 Juli 2021

serangan roket ke pasukan AS di SuriahJakarta, ICMES. Sebuah situs berita milik Rusia melaporkan bahwa serangan roket yang menerjang pangkalan militer AS di Suriah pada Senin lalu telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan AS.

Beberapa sumber memberitakan bahwa Rezim Zionis Israel telah menerbangkan sejumlah pesawat nirawak atau drone-nya ke angkasa Libanon dan kemudian mendapat serangan dari kelompok pejuang Hizbullah Libanon.

Pakar dan orientalis Israel Mordechai Kedar menyatakan bahwa kasus kematian aktivis HAM Palestina Nizar Banat telah memperparah citra Otoritas Palestina (PA) sebagai penguasa Palestina yang tidak demokratis.

Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) di Sanaa, ibu kota Yaman, menyatakan pihaknya telah “sukses” melancarkan serangan rudal terhadap “pasukan bayaran” koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Ma’rib.

Berita Selengkapnya:

Serangan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah Timbulkan Kerugian Besar

Sebuah situs berita milik Rusia melaporkan bahwa serangan roket yang menerjang pangkalan militer AS di Suriah pada Senin lalu telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan AS.

Situs South Front milik Rusia, Rabu (30/6), mengutip sebuah laporan yang dilampiri foto satelit dari Aurora Intel (AI) di Twitter bahwa serangan roket pada tanggal 28 Juni lalu di bagian timur laut Suriah dan sebuah pangkalan militer AS di sekitar ladang minyak Al-Omar dekat kota Al-Mayadin telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan AS.

AI memosting laporan disertai foto satelit itu sehari setelah peristiwa serangan roket dan menyebutkan bahwa dampak serangan ini terlihat jelas.

Menurut AI, beberapa roket telah mendarat di pangkalan militer dan menimbulkan kerusakan pada sebuah gudang dan area sekitarnya.

Menyusul serangan ini, jubir pasukan koalisi yang dipimpin AS, Kol. Wayne Marotto, mengatakan bahwa penyerang telah melesatkan sebanyak 32 roket kaliber 122 mm dalam serangan tersebut.

South Front menyebutkan bahwa serangan roket itu merupakan balasan atas serangan udara AS terhadap pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi di distrik Bukamal pada Ahad malam.

Serangan udara AS itu mendapat kecaman dari berbagai pihak di Irak, termasuk Perdana Menteri Mustafa Al-Kadhimi dan Kemlu. Kelompok-kelompok pejuang Irak yang didukung Iran bahkan bersumpah akan segera melancarkan serangan balasan.

Senin malam lalu beberapa media, termasuk Sabereen News, melaporkan bahwa serangan masif telah menerjang ladang minyak Al-Omar yang ditempati oleh pasukan AS di Deir Ezzor, Suriah, di dekat perbatasan Irak, dan menyebabkan kerusakan pada beberapa mobil lapis baja AS.

Jubir Kemhan AS pada Selasa malam menyatakan pihaknya sedang memeriksa dampak serangan tersebut. (fna)

Hizbullah Hancurkan Empat Drone Israel

Beberapa sumber memberitakan bahwa Rezim Zionis Israel telah menerbangkan sejumlah pesawat nirawak atau drone-nya ke angkasa Libanon dan kemudian mendapat serangan dari kelompok pejuang Hizbullah Libanon.

Sabereen News di aplikasi Telegram dalam berita segeranya mengutip pernyataan sumber-sumber yang dekat dengan Hizbullah pada dini hari Kamis (1/7) bahwa kelompok pejuang yang dipimpin Sayid Hassan Nasrallah ini telah melepaskan tembakan ke pesawat-pesawat nirawak tersebut.

Menurut sumber-sumber itu, pasukan Hizbullah telah berkonfrontasi dengan empat unit drone yang melesat dari arah laut menuju daerah Madhi di Beirut, dan berhasil menembak jatuh semua drone itu. Namun, sejauh ini belum ada keterangan rinci mengenai peristiwa ini.

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Libanon (UNIFIL) belakangan ini menyatakan bahwa Israel telah melanggar resolusi-resolusi PBB dengan berulangkali melanggar zona udara Libanon.

Pelanggaran ini terjadi setelah Israel mengumumkan beberapa daerah di kawasan perbatasan antara Israel (Palestina pendudukan 1948) dan Libanon sebagai zona militer terlarang. (fna)

Rudal Balistik Ansarullah Hantam Musuhnya di Ma’rib, Puluhan Orang Tewas dan Luka

Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) di Sanaa, ibu kota Yaman, menyatakan pihaknya telah “sukses” melancarkan serangan rudal terhadap “pasukan bayaran” koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Ma’rib.

Dikutip saluran Al-Masirah milik Ansarullah, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree, menyatakan, “Dengan pertolongan Ilahi, Unit Pasukan Rudal Yaman telah sukses melancarkan serangan tepat sasaran ke Pangkalan Sahn al-Jin dan Pangkalan Zona Militer III di Ma’rib pada Selasa siang dengan dua rudal balistik jenis Badr-1.”

Saree mengklaim serangan itu telah menjatuhkan “puluhan korban tewas dan luka” di pihak pasukan koalisi, yang beberapa di antaranya berstatus komandan.

Dia juga menepis apa yang disebutnya rumor dan kedustaan dari pihak musuh bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah menyerang lokasi-lokasi sipil.

“Rumor dari media musuh bahwa tentara Yaman menyerang posisi-posisi sipil adalah dusta dan tanpa dasar, sebab serangan rudal dan drone kami menyasar posisi-posisi militer yang sudah jelas dan diidentifikasi,” ujar Saree.

Dia juga mengatakan, “Kami mengerahkan segenap tindakan operasional yang diperlukan untuk melindungi warga sipil dan lokasi-lokasi sipil, dan semua operasi kami sesuai dengan undang-undang internasional.” (fna)

Pakar Israel: Rakyat Palestina Kini Lebih Mengutamakan Hamas daripada Otoritas Palestina

Pakar dan orientalis Israel Mordechai Kedar menyatakan bahwa kasus kematian aktivis HAM Palestina Nizar Banat telah memperparah citra Otoritas Palestina (PA) sebagai penguasa Palestina yang tidak demokratis.

Dalam artikelnya di surat kabar Israel Makor Rishon, Kedar menuliskan, “Demonstrasi besar-besaran yang melanda seluruh penjuru Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir ini membuktikan bahwa rakyat Palestina lebih mengutamakan Hamas daripada PA.”

Dikutip situs berita Arabi-21, Rabu (30/6), Kedar menilai demonstrasi itu juga menunjukkan bahwa Hamas adalah satu-satunya pengganti rezim Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dan ini terjadi karena Israel selama ini mengandalkan PLO.

Menurut Kedar, selain terkait dengan kinerja PA dalam menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, kasus tewasnya Nizar Banat telah “mengkonfirmasi bahwa PA merupakan sebuah entitas yang sepenuhnya ilegal”.

Unjuk rasa protes melanda Tepi Barat menyusul kematian Nizar Banat pada tanggal 24 Juni lalu. Pihak keluarga Banat mengatakan bahwa aktivis yang krits terhadap Otoritas Palestina (PA) itu meninggal setelah diringkus oleh aparat keamanan PA dari rumah salah seorang anggota keluarganya di Al-Khalil di selatan Tepi Barat.

Kedar menyebutkan bahwa aparat keamanan PA telah menggerebek apartemen Banat dan menyeretnya dari tempat tidurnya serta melucuti pakaiannya dengan tujuan melecehkan martabatnya hingga kemudian Banat tewas dalam kondisi jenazah penuh memar bekas penganiayaan berat.

Menurut Kedar, bangunan apartemen itu terletak di kawasan yang berada di bawah kendali Israel, dan karena itu jelas bahwa penangkapan Banat dilakukan melalui koordinasi dengan tentara Israel.

“Sejak terungkapnya insiden ini, demonstrasi keras terjadi di semua bagian Tepi Barat sehingga Anda tak akan melihat satupun orang Palestina di jalanan Tepi Barat atau Ramallah mendukung Abu Mazen (Mahmoud Abbas, ketua PA). Sebagian orang Palestina bahkan menyamakan Banat dengan Jamal Khashoggi (jurnalis oposisi Saudi yang dibunuh oleh tim kerajaan Saudi di Konsulat Saudi di Istanbul Turki – red.),” tulis Kedar.

Pakar Israel ini menyatakan bahwa sebelum Banat sudah banyak aktivis Palestina yang kritis terhadap PA tewas akibat penganiayaan aparat PA, dan “semua peristiwa ini menyebabkan rakyat Palestina memandang Hamas sebagai satu-satunya pengganti PLO”.

Kedar lantas menyebutkan bahwa seandainya sekarang pemilu diselenggarakan di Palestina maka tingkat peluang pembentukan negara Palestina akan naik di saat Hamas tampil sebagai pemain terbesar di gelanggang Palestina dan namanyapun akan abadi. (fna)