Rangkuman Berita Utama Timteng  Jumat 8 Oktober 2021

Jakarta, ICMES. Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungannya ke Lebanon menyatakan bahwa jika diminta maka negaranya akan memberikan bantuan apapun kepada Lebanon untuk mendobrak blokade terhadap Lebanon.  

Berbagai media Iran melaporkan bahwa kapal-kapal cepat pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengejar sebuah kapal Angkatan Laut AS di perairan Teluk Persia.

Pasukan Ansarullah (Houthi) Yaman telah menembak jatuh pesawat nirawak atau drone pengintai jenis RQ-20 buatan AS di wilayah Jizan di bagian selatan Arab Saudi.

Berita Selengkapnya:

Pasang Badan di Beirut, Menlu Iran Tegaskan Negaranya Siap Bantu Lebanon Pecahkan Blokade

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungannya ke Lebanon menyatakan bahwa jika diminta maka negaranya akan memberikan bantuan apapun kepada Lebanon untuk mendobrak blokade terhadap Lebanon.  

Dalam kunjungan resmi yang berlangsung selama dua hari itu dia menyatakan Teheran optimis Lebanon akan dapat mengatasi kesulitan dan krisis yang melandanya belakangan ini.

Presiden Lebanon Michel Aoun menyambut kunjungan Abdollahian di Istana Baabda, Beirut, Kamis (7/10). Dalam pertemuan antara keduanya, Aoun menyatakan dukungannya kepada semua upaya yang dikerahkan untuk mendekatkan antara kedua negara, sementara Abdollahian menegaskan negaranya selalu mendukung Lebanon.

Dalam jumpa pers di hari yang sama bersama sejawatnya dari Lebanon, Abdallah Bou Habib, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, “Republik Islam Iran memandang Lebanon sebagai sahabat, mitra dan sekutunya di kawasan. Kami sepenuhnya siap memberikan bantuan kepada Lebanon agar dapat sukses melewati krisis ekonomi dewasa ini ”

Dia menjelaskan, “Perusahaan-perusahaan besar Iran berkesiapan mengadakan dua pembangkit listrik berkapasitas 1000 megawat di Beirut dan di Lebanon selatan dalam tempo kurang dari 18 bulan.”

Mengenai hak Lebanon dia mengatakan, “Kami berkeyakinan bahwa dalam kerangka hukum internasional, Lebanon berhak meneken perjanjian dengan sebuah negara sehabatnya dalam rangka ini. Dan tentu kesiapan kami ini bergantung pada keputusan para pejabat Lebanon.”

Dia menambahkan, “Kami juga berkesiapan untuk melakukan tindakan, jika ada permintaan dari pejabat Lebanon, terkait dengan rekonstruksi segera Pelabuhan Beirut melalui ekspor jasa teknik dan arsitektur Iran.”

Mengenai ketegaran Lebanon di hadapan musuh, Abdollahian mengatakan, “Pemerintah, rakyat, tentara dan kubu resistensi Lebanon berperan besar dalam perlawanan terhadap ambisi Rezim Zionis di kawasan. Kami mengenang para syuhada perjuangan dan resistensi mereka terhadap Zionis dan teroris di kawasan. Kami mengenang dan memuliakan semua syuhada resistensi, termasuk Syahid Imad Mughniyah, serta dukungan syahid besar Jenderal Soleimani pejuang anti-terorisme dan Zionisme. Demikian pula Syahid Abu Mahdi al-Muhandis.  Mereka semua adalah para tokoh besar Lebanon, Irak dan Iran di ranah resistensi.”

Dia juga mengatakan, “Kami mengucapkan selamat atas peran Lebanon dalam resistensi terhadap rezim imitasi Israel. Kami hanya mengakui satu negara bernama Palestina yang ibu kotanya adalah Quds Al-Sharif.”

Mengenai isi perundingannya dengan pemerintah Lebanon, Abdollahian mengatakan, “Dalam pembicaraan dengan para pejabat Lebanon tema dialog regional Republik Islam Iran telah mendapat perhatian. Republik Islam Iran memandang dialog sebagai jalur terbaik dan paling relevan untuk kerjasama regional dan keluarnya pihak-pihak asing dari kawasan.”

Dia menambahkan, “Kami percaya kepada dialog, baik dalam isu regional maupun isu internasional, dan memandangnya sebagai jalur paling tepat untuk mengatasi problematika regional dan internasional.”

Dia lantas menyinggung proses perundingan Teheran-Riyadh dengan mengatakan, “Dalam dialog antara Iran dan Saudi proses yang baik sedang ditempuh.”

Lebih lanjut dia menyinggung isu nuklir Iran dengan menyebutkan, “Mengenai tema nuklir Iran, kami menerima perundingan sebagai sebuah prinsip. Kami telah melakukan pembiraan panjang lebar dengan sejawat kami, Yang Mulia Menteri Luar Negeri (Lebanon), dalam masalah ini.”

Dia menegaskan, “Kami berkeyakinan bahwa perundingan yang memenuhi hak dan kepentingan bangsa Iran pasti mendapat perhatian dari Iran. Jika pihak lawan memiliki iktikad yang kongkret dan mereka semua kembali kepada komitmennya maka Teheranpun akan kembali kepada komitmennya.”  

Dia lantas menyebut nama AS dan Eropa disertai sindiran pedas dengan menegaskan, “Namun dalam masalah ini pesan-pesan lisan AS bukanlah tolok ukur bagi kami. Janji-janji tanpa disertai tindakan tiga negara Eropa juga bukan tolok ukur. Kami akan bertindak hanya dengan tolok ukur perilaku dan tindakan nyata dari pihak-pihak lawan berupa pencabutan sanksi dan kembalinya mereka kepada komitmen.” 

Di bagian akhir dia menandaskan, “Dalam perjanjian nuklir, Iran adalah satu-satunya negara yang sampai detik terakhir tetap konsisten kepada janji-janjinya, dan pendekatan ini akan kami hidupkan kembali jika ada perilaku yang seimbang dari pihak lawan.”

Kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Lebanon juga mencakup pembicaraan dengan Hizbullah, sekutu utama Iran di Lebanon, serta perwakilan dari faksi-faksi pejuang Palestina (aljazeera/rt)  

Menegangkan, Kapal Cepat  Pasukan Elit Iran Kejar dan Kepung Kapal Cepat Tentara AS

Berbagai media Iran melaporkan bahwa kapal-kapal cepat pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengejar sebuah kapal Angkatan Laut AS di perairan Teluk Persia.

Stasiun televisi resmi Iran, Kamis (7/10), menayang kan rekaman video yang diambil dari salah satu kapal cepat IRGC pada jarak hanya beberapa meter. Dalam rekaman itu terlihat sebuah kapal berbendera AS dengan sejumlah awaknya dikejar dan dikepung oleh kapal-kapal cepat pasukan IRGC di area tak jauh dari kapal induk AS yang juga terlihat dalam rekaman.

Dalam rekaman itu terdengar suara seorang anggota IRGC berseru, “Terus kejar mereka!”. Terdengar pula suara, “Saya merekamnya.”

Menurut saluran berita berbahasa Arab Al-Alam milik Iran, video itu dipublikasi oleh IRGC dan memperlihatkan keberanian dan kemampuan mereka mengejar pasukan AS serta keunggulannya di perairan Teluk Persia.

Tak disebutkan kapan peristiwa menegangkan itu terjadi, dan video itu disiarkan bersamaan dengan peringatan hari nasional IRGC.

Di pihak lain, Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, menyatakan telah melancarkan “manuver tak aman dan tak profesional” di depan kapal-kapal AL AS di Selat Hormuz.

Jubir Pentagon John Kirby menyatakan bahwa sebuah kapal milik pasukan penjaga pantai AS telah melepaskan sekira 30 tembakan peringatan setelah 13 kapal cepat Iran mendekati kapal-kapal perang AS di Selat Hormuz.

Dikutip Reuters, dia menyebutkan bahwa tembakan peringatan itu dilepaskan setelah kapal-kapal cepat Iran mendekat sejarak 450 kaki dari enam kapal yang menyertai kapal selam Georgia.

Dia juga mengklaim bahwa kapal-kapal cepat Iran menyingkir setelah tembakan peringatan dilepaskan oleh pasukan dari senapan mesir kaliber 0.50.

Berbeda dengan klaim Pentagon, Al-Alam menyebutkan bahwa peristiwa itu justru menunjukkan kemampuan IRGC di depan pergerakan kapal-kapal militer AS dan pasukan asing lainnya.

“Ini membuktikan keberdayaan AL IRG atas orang-orang AS…  Kapal-kapal cepat IRGC berkuasa penuh atas pergerakan  kapal-kapal asing di Laut Oman dan Teluk Persia,” tulis Al-Alam. (alalam/rt)

Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Pengintai Buatan AS di Jizan

Pasukan Ansarullah (Houthi) Yaman telah menembak jatuh pesawat nirawak atau drone pengintai jenis RQ-20 buatan AS di wilayah Jizan di bagian selatan Arab Saudi.

Media Perang Yaman, Kamis (7/10), memublikasi rekaman video yang memperlihatkan serpihan drone itu tergeletak di atas tanah setelah ditembak oleh pasukan Yaman.

Sebelumnya, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Yaman berhasil merontokan RQ-20 milik Angkatan Udara Saudi ketika pesawat nirawak buatan AS itu sedang menjalankan “misi agresif” di angkasa front Jizan.

Dia juga menyebutkan bahwa pesawat nirawak itu ditembak dengan menggunakan senjata yang sesuai.

Pasukan Yaman sudah berulang kali menembak jatuh drone-drone yang diterbangkan oleh pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

Pada 27 September lalu, pasukan Yaman menembak jatuh drone Scan Eagle buatan AS milik Arab Saudi di angkasa Provinsi Ma’rib, Yaman.

Pada 14 Agustus lalu Ansarullah dan sekutunya juga telah merontokkan sebuah drone dari jenis yang sama dengan rudal darat-ke-udara di daerah yang juga sama.

Sebelum itu, pada 20 dan 22 Juni, mereka juga menembak jatuh drone pengintai jenis yang sama di angkasa kawasan Al-Mashjah, distrik Sarwah, Provinsi Ma’rib.

Yaman dilanda perang sejak tujuh tahun silam antara kubu Ansarullah dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan, namun sekarang Ansarullah yang didukung Iran justru semakin tangguh. (mm/alalam)