Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 7 Mei 2021

iran brigjen hossein salamiJakarta, ICMES. Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam   Mayjen Hossein Salami menyebut Rezim Zionis sebagai rezim ringkih yang sistem pertahanannya hanyalah sekedar “gelembung yang pasti meletup”.

Kota suci Quds (Yerussalem) kian bergolak.  Tenggat waktu yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Israel berakhir untuk empat keluarga Palestina agar mengosongkan dan meninggalkan rumah mereka di lingkungan Shekh Jarrah, Quds.

Liga Arab mengecam kekerasan Rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di kota Quds (Yerussalem), dan menyebut penggusuran rumah-rumah Palestina di lingkungan Shekh Jarrah, Quds timur, sebagai kejahatan berskala besar.

Uni Eropa  mendesak Israel agar menghentikan pembangunan permukiman Zionis di wilayah pendudukan Palestina.

Berita Selengkapnya:

Merinci Babak Belur Israel, Panglima IRGC Sebut Kubah Besi Israel Cuma Gelembung

Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami menyebut Rezim Zionis sebagai rezim ringkih yang sistem pertahanannya hanyalah sekedar “gelembung yang pasti meletup”.

“Ledakan besar di pabrik motor pertahanan udara dan roket pembawa satelit di Israel belakangan ini membuktikan kerapuhan sistem keamanan Israel… Israel sudah rapuh dalam sistem keamanannya, dan AS pun tak akan dapat memberikan bantuan apapun untuk memperkuat keamanan Israel,” ujarnya.

Salami merinci dan menjelaskan, “Ledakan di kilang Haifa, kebocoran amoniak, terkenanya delapan perusahaan Israel oleh serangan siber, ledakan dekat Bandara Ben-Gurion, terbunuhnya para agen mata-mata Israel di Arbil, Irak, dan jatuhnya rudal dekat reaktor Dimona membuktikan kerapuhan sistem keamanan dan sistem Kubah Besi di Israel.”

Dia menegaskan, “Pukulan pertama terhadap Israel akan menjadi pukulan terakhir, dan tindakan taktis apapun terhadapnya akan menimpakan kekalahan strategis padanya.”

Salami menyebut narasi Israel mengenai jatuhnya rudal dekat reaktor Dimona sebagai “menggelikan dan membuktikan kelemahan sistem pertahanan udara Israel”.

“Sistem pertahanan Israel tak akan dapat mencegah rudal meskipun rudal ini menempuh jarak yang jauh,” ungkapnya.

Dia juga menilai Israel sedang mengalami “keruntuhan dari dalam di mana pilar-pilar internalnya sudah keropos secara politik, sosial, dan ekonomi”.

Mengenai kapal-kapal dagang Israel, dia mengatakan, “Dalam dua bulan terakhir terbukti kelemahan pelayaran ini di semua titik dunia. Perdagangan Israel via laut dapat dinon-aktifkan dengan mudah.”

Mengenai Arab Saudi dia mengatakan, “AS tak bisa melakukan tindakan apapun untuk menyelamatkan Saudi dari kekalahannya yang nyata di Yaman. AS tak bisa mencegah kekalahan Saudi dalam berhadapan dengan Yaman sehingga terpaksa meninggalkannya secara bertahap.”

Salami juga mengatakan, “Sistem pertahanan udara di Saudi tak sanggup mencegat rudal dan drone yang dilesatkan oleh pasukan Yaman.” (alalam)

Kota Quds Memanas, Pasukan Zionis Semprotkan Air Limbah ke Massa Palestina

Kota suci Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) kian bergolak.  Tenggat waktu yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Israel berakhir pada hari Kamis (6/5) untuk empat keluarga Palestina agar mengosongkan dan meninggalkan rumah mereka di lingkungan Shekh Jarrah, Quds.

Bersamaan dengan ini lebih dari 20 orang Palestina terluka dan lima pemuda ditangkap oleh pasukan Israel dalam peristiwa bentrokan antara kedua pihak pada Rabu malam (5/5) di mana pasukan Israel melepaskan peluru karet dan bom suara kepada massa Palestina di lingkungan tersebut.

Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan jatuhnya puluhan korban dalam bentrokan tersebut, namun mereka hanya mendapatkan pengobatan di lapangan.

Menurut lembaga swadaya masyarakat ini, beberapa warga Palestina menderita sesak nafas akibat tembakan gas air mata pasukan Israel terhadap konsentrasi massa Palestina, sementara beberapa lainnya menderita luka tembak dan pukulan.

Saksi mata mengatakan bahwa pasukan Zionis Israel meringkus sedikitnya lima pemuda Palestina dan menyatroni rumah sebuah keluarga Palestina yang diancam agar keluar. Pasukan Zionis bahkan tak segan-segan menganiaya keluarga itu dan melepaskan gas air mata ke dalam rumah tersebut.

Parahnya lagi, lanjut saksi mata, pasukan Zionis juga menyemprotkan air limbah terhadap konsentrasi massa Palestina, sementara warga pemukim Zionis meneriakkan yel-yel rasisme yang menyerukan serangan terhadap Arab dan pengosongan kawasan Shekh Jarrah dari penduduknya. (raialyoum)

Liga Arab Kutuk Kebrutalan Israel di Quds

Liga Arab mengecam kekerasan Rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di kota Quds (Yerussalem), dan menyebut penggusuran rumah-rumah Palestina di lingkungan Shekh Jarrah, Quds timur, sebagai kejahatan berskala besar.

Pernyataan itu dirilis Liga Arab, Kamis (6/5), ketika pasukan Zionis Israel yang mengancam sejumlah keluarga Quds di lingkungan Sheikh Jarrah untuk mengosongkan rumah mereka dan menyerahkannya kepada asosiasi-asosiasi pemukim Zionis.

“Penggusuran itu menarget 28 rumah yang dihuni oleh sekitar 500 keluarga Palestina. Ini terjadi dalam dalam kerangka rencana yang berkelanjutan untuk judaisasi Quds Timur, terutama lingkungan-lingkungan dekat Kota Tua, untuk mengosongkannya dari eksistensi orang Palestina… Pengusiran penduduk dari lingkungan Sheikh Jarrah di Quds Timur merupakan kejahatan berskala besar,” ungkap Liga Arab.

Liga Arab menyerukan kepada masyarakat dunia untuk turun tangan mencegah aksi-aksi pelanggaran terhadap hak orang Palestina yang paling dasar tersebut dan upaya Israel memperkokoh sistem rasisme di tanah pendudukan Palestina sebelum keadaan semakin memanas.

Liga Arab menambahkan, “Eskalasi kebijakan judaisasi, pemukiman dan pengusiran dapat menyulut sikap di tanah-tanah pendudukan, terutama Quds, dalam bentuk yang tak terbayangkan ataupun  diperkirakan.” (raialyoum)

Uni Eropa Desak Israel Hentikan Kejahatannya di Quds Timur

Uni Eropa (UE) mendesak Israel agar menghentikan pembangunan permukiman Zionis di wilayah pendudukan Palestina.

Dikutip Rai Al-Youm, Kamis (6/5), UE dalam sebuah statemennya menyatakan tidak akan mengakui perubahan apapun atas perbatasan tahun 1967, termasuk Quds Timur,  dan menyebut pembangunan permukiman itu ilegal di mata undang-undang internasional.

UE menegaskan bahwa keputusan Israel membangun 540 unit rumah baru di permukiman Abu Ghnaim, Quds, menjurus pada pemisahan Quds Timur dari Bethlehem dan pada gilirannya akan mengacaukan perundingan solusi dua negara di masa mendatang mengenai.

UE juga menyebutkan bahwa peningkatan aksi penggusuran dan perobohan rumah warga Palestina, terutama di lingkungan Shekh Jarrah dan Silvan, Quds Timur, serta penghancuran bangunan-bangunan Palestina yang kemungkinan akan dilakukan di desa Al-Waljah sebagai tindakan yang meresahkan dan menyalahi hukum humaniter internasional.

Sementara itu, di Inggris tak kurang dari  14 serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil menandatangani pernyataan yang mendesak pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan terkait pembersihan etnis yang dilakukan oleh Israel terhadap orang-orang Palestina di Quds.

Mereka mengutuk penggusuran ilegal keluarga Palestina di Shekh Jarrah dan penyerahan rumah mereka kepada pemukim Zionis. Menurut mereka, dengan aksi itu Israel telah mempermainkan faktor demografi dan melakukan pembersihan etnis.  (raialyoum)