Rangkuman Berita Utama Timteng  Jumat 4 September 2020

sidang darurat palestinaJakarta, ICMES. Faksi-faksi pejuang Palestina dalam deklarasi penutupan sidang mereka melalui konferensi video mengumumkan kesepakatan mereka untuk membentuk komisi penyelesaian perpecahan dalam jangka waktu lima pekan.

Sebuah pernyataan pemerintah Bahrain mengklarifikasi persetujuan negara kerajaan ini atas permintaan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengizinkan lalu lintas pesawat Israel ke dan dari UEA melalui zona udara Bahrain.

Sumber diplomatik mengungkapkan terjadinya percekcokan sengit dalam tubuh Liga Arab serta adanya gerakan untuk mengisolasi perjuangan Palestina dan desakan agar “Kesepakatan Abad Ini” diterima.

Israel merilis beberapa foto hasil pencitraan satelit atas dampak serangan rudalnya ke beberapa target di Suriah.

Berita selengkapnya:

Faksi-Faksi Palestina Sepakat Bentuk Komisi Penyelesaian Perpecahan

Faksi-faksi pejuang Palestina dalam deklarasi penutupan sidang mereka melalui konferensi video, Kamis (3/9/2020), mengumumkan kesepakatan mereka untuk membentuk komisi penyelesaian perpecahan dalam jangka waktu lima pekan.

Deklarasi penutupan sidang yang melibatkan para sekjen dari berbagai faksi Palestina dan dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas itu menegaskan “pembentukan sebuah komisi yang akan mempresentasikan pandangan strategis dalam tempo lima minggu untuk merealisasikan penyelesaian perpecahan” serta “pembentukan komisi nasional untuk komando resistensi rakyat secara menyeluruh.”

Deklarasi itu juga menekankan “hak bangsa Palestina dalam memraktikkan segala metode perjuangan yang sah” dan “penolakan mereka terhadap semua agenda yang bertujuan menutup perkara nasional kami”.

Para pemimpin bangsa Palestina menyerukan perlawanan “dengan segenap kekuatan terhadap rencana-rencana penutupan perkara Palestina”, menegaskan keharusan “pendirian negara Palestina di semua wilayah pendudukan dengan Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kotanya”, dan menekankan bahwa “tak ada negara di Gaza dan tak ada pula negara tanpa Gaza”.

Di sisi lain, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan “dimulainya sejak besok penerapan proses pembentukan komisi-komisi yang telah diusulkan agar semua dapat segera memulai tugasnya”. Dia juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan mencampur tugas tersebut.

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menyatakan bahwa sidang para sekjen faksi-faksi Palestina merupakan “pertemuan nasional bersejarah”, dan bahwa Palestina akan bersatu di dalam maupun di luar tanah Palestina.

Dia juga menyatakan bahwa bangsa Palestina sedang menjalani tahap berat yang belum pernah ada sebelumnya, di mana ancaman terhadap strategi mereka datang dari tiga arah.

“Agenda Amerika dari Perjanjian Abad ini hingga aneksasi (Tepi Barat oleh Israel) dan normalisasi hubungan (sejumlah negara Arab Teluk dengan Israel) merupakan pendaratan ke belakang garis-garis sejarah dan geografis,” ujarnya. (rta/maan)

Ikuti Jejak Saudi, Bahrain Setujui Buka Zona Udaranya untuk Penerbangan Israel-UEA

Sebuah pernyataan pemerintah Bahrain mengklarifikasi persetujuan negara kerajaan ini atas permintaan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengizinkan lalu lintas pesawat Israel ke dan dari UEA melalui zona udara Bahrain.

Menurut kantor berita resmi Bahrain, BNA, sumber resmi Urusan Penerbangan Sipil Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Bahrain menyatakan, “Persetujuan Urusan Penerbangan Sipil telah dikeluarkan atas permintaan yang diterima dari Otoritas Umum Penerbangan Sipil di Uni Emirat Arab, yang mencakup keinginan untuk mengizinkan lalu lintas wilayah udara Bahrain untuk penerbangan yang datang dan berangkat dari UEA ke semua negara”.

Seperti diketahui, pada 13 Agustus, UEA, Israel, dan Amerika Serikat dalam pernyataan bersama mengumumkan bahwa kesepakatan Emirat-Israel telah dicapai untuk normalisasi hubungan antara keduanya.

Pada 31 Agustus, sebuah pesawat Boeing milik perusahaan Israel El Al mendarat di bandara Abu Dhabi dari Tel Aviv dalam penerbangan langsung non-stop pertama antara Israel dan UEA, setelah terbang melalui wilayah udara Saudi.

Keputusan pemerintah Bahrain tersebut merupakan konfirmasi resmi pertama bahwa Manama mengizinkan pesawat dari semua negara, termasuk Israel, melintasi wilayah udara Bahrain ke dan dari UEA.

Sebelumnya, saluran resmi Israel Kan mengutip pernyataan seorang pejabat anonim Israel  bahwa Bahrain diperkirakan dalam waktu dekat ini akan menandatangani perjanjian damai dengan Israel, sebagaimana dilakukan UEA. (alalam)

Liga Arab Dilanda “Pertempuran Sengit” Mengenai Nomalisasi Arab-Israel

Sumber diplomatik mengungkapkan terjadinya percekcokan sengit dalam tubuh Liga Arab serta adanya gerakan untuk mengisolasi perjuangan Palestina dan desakan agar “Kesepakatan Abad Ini” diterima.

Sumber-sumber itu mengungkapkan kepada saluran TV Al-Mayadeen yang berbasis di Libanon bahwa “ada upaya di Liga Arab untuk mengkarantina masalah Palestina dan meyakinkan Palestina tentang kesepakatan Trump.”

“Ada negara-negara Arab yang mencegah Palestina untuk membahas atau mengutuk langkah normalisasi Israel-Uni Emirat Arab (UEA)… Beberapa negara bertindak arogan dan mengintimidasi Palestina melalui pengaruh mereka dan dukungan dari negara-negara kaya, ” terang sumber itu.

Sumber itu menyebut apa yang sedang terjadi di Liga Arab sebagai “pertempuran sengit” yang terjadi secara rahasia.

“Palestina sedang berperang melawan upaya untuk membungkamnya dan mencegahnya menolak normalisasi,” ujarnya.

Beberapa sumber menyatakan adanya penolakan terhadap permintaan Palestina untuk pertemuan darurat Liga Arab guna menggalang penolakan normalisasi UEA-Israel, karena adanya keberatan dari Bahrain.

Selain itu, Palestina juga meminta klausul penolakan normalisasi di sela-sela sidang reguler yang dijadwalkan pada tanggal 9 bulan ini.

Sumber tersebut menambahkan bahwa “Bahrain menolak permintaan Palestina untuk menempatkan klausul yang menolak normalisasi di sela-sela sesi reguler” dan bahwa Bahrain mengintimasi Palestina dengan ancaman bahwa Manama justru akan menempatkan klausul yang mendukung normalisasi dan mempromosikan Kesepakatan Abad Ini. (raialuoum)

Israel Rilis Foto Satelit Dampak Serangannya ke Wilayah Suriah

Israel merilis beberapa foto hasil pencitraan satelit atas dampak serangan rudalnya ke beberapa target di Suriah.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melancarkan dua serangan ke Suriah dalam 72 jam terakhir, menyebabkan sejumlah ledakan di dua instalasi penting, demikian diberitakan Al-Masdar, Kamis (3/9/2020)

Serangan pertama menarget Bandara Internasional Damaskus dan beberapa daerah di selatan ibu kota Suriah ini.

Serangan kedua terjadi pada Rabu malam dengan sasaran Pangkalan Udara T-4 yang strategis di wilayah timur provinsi Homs.

Sementara itu, Image Satellite International yang berbasis di Israel merilis gambar-gambar sebelum dan sesudah serangan, yang menunjukkan tingkat kerusakan di Bandara Internasional Damaskus dan Pangkalan Udara T-4.

Mengenai kumpulan foto pertama disebutkan bahwa IDF telah menarget gudang di Bandara Internasional Damaskus.

Sedangkan foto-foto gelombang kedua memperlihatkan dampak serangan di landasan pacu di Pangkalan Udara T-4 pada Rabu malam.

Belum ada korban yang dilaporkan terkait dengan serangan Rabu malam. Sedangkan serangan di Bandara Internasional Damaskus dilaporkan telah menewaskan dua anggota Pasukan Arab Suriah (SAA) dan melukai delapan tentara lainnya.  (amn)