Putra mahkota dan penguasa de facto Arab Saudi, Mohamed Bin Salman (MBS), menyatakan negaranya tidak memandang Israel sebagai “musuh,” dan menyerukan “koeksistensi” antara Arab Saudi dan Iran.

Wakil Tetap Iran, Majid Takht Ravanchi mengemukakan pernyataan pada hari ketiga rapat Sidang Umum PBB mengenai krisis Ukraina. Dia berkata,“Perseteruan antara Rusia dan Ukraina ditanggapi oleh Teheran dengan penuh kekhawatiran.â€
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan sedikitnya 16.000 relawan asing siap ikut berperang di Ukraina melawan invasi Rusia, dan sebagian diantaranya sudah mulai berdatangan.
Presiden Vladimir Putin bersikeras bahwa kemajuan militer Rusia di Ukraina “akan direncanakan” karena Kyiv dan Moskow sepakat untuk menciptakan koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk menghindari invasi Rusia.
Berita Selengkapnya:
Bin Salman Sebut Israel “Sekutu Potensial†Arab Saudi
Putra mahkota dan penguasa de facto Arab Saudi, Mohamed Bin Salman (MBS), menyatakan negaranya tidak memandang Israel sebagai “musuh,” dan menyerukan “koeksistensi” antara Arab Saudi dan Iran.
“Kami berharap konflik antara Israel dan Palestina dapat diselesaikan. Kami tidak melihat Israel sebagai musuh, kami melihat mereka sebagai sekutu potensial, dengan banyak kepentingan yang dapat kami kejar bersama. Tapi kami harus menyelesaikan beberapa masalah sebelum kami sampai ke sana,†kata MBS dalam wawancara dengan majalah AS The Atlantic, menurut transkrip berbahasa Inggris yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Saudi SPA, Kamis (3/3).
Ditanya tentang ketegangan negaranya dengan Iran, dia mengatakan: “Mereka (Iran) adalah tetangga, tetangga selamanya. Kami tak dapat menyingkirkan mereka, dan merekapun tak dapat menyingkirkan kami. Jadi lebih baik kami berdua menyelesaikannya dan mencari cara agar kita bisa hidup berdampingan.â€
Mengenai perkembangan bahwa Saudi dan Iran sudah mengadakan “empat putaran negosiasi,†MBS mengatakan bahwa Riyadh menyambut baik beberapa pernyataan yang telah dibuat oleh para pemimpin Iran, dan bahwa negosiasi akan berlanjut.
“Mudah-mudahan, kami dapat mencapai posisi yang baik bagi kedua negara dan akan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi negara ini dan Iran, â€imbuhnya.
Ditanya apakah kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia lebih baik daripada “tidak ada kesepakatan,†MBS mengatakan, “Saya percaya negara mana pun di dunia yang memiliki bom nuklir itu berbahaya, terlepas dari apakah itu Iran atau negara lain. Jadi kami tidak ingin melihat itu. Dan juga, kami tidak ingin melihat kesepakatan nuklir yang lemah, karena itu akan berakhir dengan kesimpulan yang sama.â€
Arab Saudi tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, pada tahun 2020 dua sekutu Teluk utamanya, Bahrain dan Uni Emirat Arab, menormalisasi hubungan dengan Israel, dan menjadi negara Arab ketiga dan keempat yang melakukannya setelah Mesir dan Yordania.
Berbagai pihak Palestina mengutuk perjanjian normalisasi di bawah Kesepakatan Abraham yang ditengahi AS itu dan menyebutnya “tikaman dari belakang”.
Saudi telah berulang kali menyatakan akan tetap konsisten pada posisi Liga Arab untuk tidak menjalin hubungan resmi dengan Israel sampai konflik dengan Palestina terselesaikan.
Meski demikian, MBS tampak lebih terbuka daripada ayahnya, Raja Salman, terhadap Israel, sehingga mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi zona udara Saudi.
Bahkan, pada November 2020 dilaporkan bahwa perdana menteri Israel saat itu Benjamin Netanyahu diam-diam berkunjung ke Saudi sehingga memicu spekulasi, meski Riyadh menyangkal kabar terjadi pertemuan terjadi Netanyahu dengan MBS. (mm/nahar)
Iran Abstain Soal Resolusi PBB tentang Rusia, Ini Alasannya
Wakil Tetap Iran, Majid Takht Ravanchi mengemukakan pernyataan pada hari ketiga rapat Sidang Umum PBB mengenai krisis Ukraina. Dia berkata,“Perseteruan antara Rusia dan Ukraina ditanggapi oleh Teheran dengan penuh kekhawatiran.â€
Ravansci menambahkan bahwa Iran mempertegas pentingnya penyelesaian konflik dengan damai sesuai hukum internasional. Tidak hanya itu, langkah yang diambil semua pihak harus sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan hukum internasional.
Dia berucap,â€Keamanan semua warga sipil harus terjamin serta kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara wajib dihormati.â€
Kerumitan dan situasi genting di kawasan Eropa Timur merupakan akibat dari aksi provokatif AS dan NATO. Diperlukan kajian tentang akar permasalahan untuk menemukan solusi permanen bagi krisis yang sedang terjadi. Dengan begitu, keamanan Federasi Rusia perlu dikhawatirkan.
Iran meyakini, tidak ada netralitas dan mekanisme realistis dalam menyelesaikan masalah dengan jalur damai dalam resolusi yang diajukan kepada Sidang Umum.
Krisis Ukraina akan diusahakan untuk segera mendapatkan solusi langgeng, damai dan komprehensif oleh Iran. Seperti segera membuat gencatan senjata, memulai dialog, dan menyiapkan bantuan kemanusiaan bagi yang membutuhkan.( fars)
Presiden Ukraina: 16,000 Relawan Asing Siap Bertempur Melawan Pasukan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan sedikitnya 16.000 relawan asing siap ikut berperang di Ukraina melawan invasi Rusia, dan sebagian diantaranya sudah mulai berdatangan.
Disebutkan bahwa para mantan tentara, penanggap darurat, dan warga sipil dari sejumlah negara termasuk Inggris, AS, Kanada, dan Eropa bersiap untuk mempertaruhkan nyawa mereka dalam perang darat terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut.
Para relawan itu pasang badan setelah Zelensky mengeluarkan permohonan luar biasa kepada warga asing untuk membantu melawan pasukan Rusia.
Dalam sebuah video yang diposting di Facebook, Kamis (3/3), Zelensky menyatakan para relawan asing akan “bergabung dengan pertahanan Ukraina, Eropa dan dunia”.
“Ukraina sudah menyapa para relawan asing. 16.000 pertama sudah dalam perjalanan untuk melindungi kebebasan dan kehidupan bagi kita, dan untuk semua,†ungkapnya.
Twitter Spaces, grup WhatsApp, dan situs internet bermunculan informasi yang merinci cara bergabung dengan legiun asing yang baru didirikan.
Para pengguna akun telah bertukar tips tentang cara melintasi perbatasan ke Ukraina barat dan mendiskusikan peralatan apa yang harus dibawa.
“Ukraina menerima senjata setiap hari dari mitra kami, dari teman sejati. Setiap hari (kami menerima) semakin banyak senjata yang kuat,†kata Zelensky,
Dia menambahkan, “Kami tidak akan kehilangan apa pun selain kebebasan kami sendiri.â€
Puluhan pria mendatangi Kedutaan Besar Ukraina di London pada awal pekan ini dan menyatakan kesediaan pergi berperang dan siap mati untuk mengalahkan pasukan Rusia. Dan sekitar 100 orang dari Skotlandia juga telah mendaftakan diri untuk ikut bertempur, menurut pejabat di konsulat Ukraina di Edinburgh. (theindenpendent)
Putin Nyatakan Operasi Militer di Ukraina akan Berjalan Sesuai Rencana
Presiden Vladimir Putin bersikeras bahwa kemajuan militer Rusia di Ukraina “akan direncanakan” karena Kyiv dan Moskow sepakat untuk menciptakan koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk menghindari invasi Rusia.
Setelah jatuhnya kota besar pertama Ukraina ke tangan pasukan Rusia, Putin tampak enggan mengindahkan tuntutan global agar permusuhan diakhiri saat perang memasuki minggu kedua.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada pembukaan pertemuan dewan keamanan nasional, Kamis (3/3), Putin menegaskan lagi bahwa negaranya sedang membasmi “neo-Naziâ€, dan mengaku “takkan pernah menyerah pada keyakinan bahwa Rusia dan Ukraina adalah satu orang.â€
Putin memuji “keberanian” tentara Rusia yang disebutnya “pahlawan sejati†dan “berjuang dengan tegas dan dengan pemahaman penuh tentang keadilan tujuan mereka.”
Dia juga mengumumkan kompensasi finansial untuk tentara Rusia yang terbunuh atau terluka di Ukraina, dan untuk tentara yang masih ditempatkan di sana.
Putin sebelumnya mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron via telefon bahwa Moskow “berniat melanjutkan perang tanpa kompromi melawan gerilyawan kelompok bersenjata nasionalisâ€.
Pada hari Rabu, Rusia menyatakan 498 tentaranya tewas dan 1.597 terluka di Ukraina.
Putin memuji “perjuangan berharga mereka melawan neo-Nazi” dan “tentara bayaran asing” yang menggunakan warga sipil sebagai “perisai manusia”.
Di pihak lain, Kyiv mengumumkan bahwa sedikitnya 350 warga sipil tewas dalam invasi Rusia. (raialyoum/aljazeera)







