Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 30 Juli 2021

peta shabwah yamanJakarta, ICMES. Para sesepuh adat di Provinsi Shabwah, Yaman, dalam waktu dekat akan menjalin perjanjian dengan pasukan kubu Sanaa yang telah mencapai distrik Bayhan di Provinsi Shabwah.

Satu pemuda Palestina gugur ditembak pasukan Zionis di distrik Beit Amr di utara kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat.

Kelompok pejuang Brigade Hizbullah Irak merilis sebuah statemen yang menegaskan bahwa “pasukan teroris AS” mau tidak mau harus keluar dari AS karena para pejuang Irak akan memaksa mereka dengan segala cara yang sah.

Tentara Arab Suriah (SAA) mulai menggelar operasi militer terhadap kawanan teroris bersenjata yang bersarang di kota Daraa, Suriah selatan.

Berita Selengkapnya:

Ansarullah Yaman akan Jalin Perjanjian dengan Suku-Suku di Shabwah untuk Usir Koalisi Agresor

Sumber-sumber dari Dewan Rekonsiliasi Kabilah, lembaga yang bernaung di bawah pemerintah kubu Sanaa (tentara Yaman dan pasukan Ansarullah), menyatakan bahwa para sesepuh adat di Provinsi Shabwah yang bersebelahan dengan Provinsi Bayda dalam waktu dekat akan menjalin perjanjian dengan pasukan kubu Sanaa yang telah mencapai distrik Bayhan di Provinsi Shabhwah.

Sumber-sumber itu, Kamis (29/7), menyatakan bahwa perjanjian yang diajukan oleh kelompok-kelompok adat setempat itu mengandung beberapa pasal yang menekankan pengusiran terhadap pasukan koalisi yang dipimpin Saudi serta para antek mereka, termasuk Partai Al-Islah (Reformasi), dari berbagai kawasan yang berada di bawah pengaruh kelompok-kelompok adat itu dengan kompensasi bahwa kawasan-kawasan itu tidak tak akan menjadi ajang pertempuran terbuka antara kubu Sanaa dan kubu musuhnya.

Menurut sumber-sumber itu, perjanjian tersebut akan dijalin dalam beberapa hari mendatang dalam bentuk dukomen perdamaian.

Sumber yang dekat dengan Syeikh Dhaifullah Rasam, kepala Dewan Rekonsiliasi Kabilah, menyebutkan bahwa kabilah-kabilah di distrik Bayhan telah mengirim utusan dari beberapa kepala adat distrik ini ke Sanaa untuk koordinasi dalam masalah ini.

Dalam beberapa pekan ini pasukan kubu Sanaa berhasil bergerak maju dan menjangkau sejumlah kawasan di distrik Bayhan, Provinsi Shabwah, yang kaya minyak. Hal ini memicu kekhawatiran internasional pada skala luas sehingga terjadi pergerakan militer Prancis dan AS di perairan regional Yaman. Dua negara Barat ini adalah pihak yang selama ini mengelola kekayaan alam di Provinsi Shabwah. (alalam)

Satu Pemuda Palestina Gugur Ditembak Pasukan Israel

Satu lagi orang Palestina gugur ditembus peluru pasukan Rezim Zionis Israel. Kementerian Kesehatan Palestina Kamis malam (29/7) di Ramallah, Tepi Barat, mengumumkan bahwa satu pemuda Palestina gugur ditembak pasukan Zionis di distrik Beit Amr di utara kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat.

Sumber-sumber Rumah Sakit Al-Mizan menyatakan bahwa pemuda Palestina bernama Shaukat Khalid Awad, 20 tahun, itu  gugur akibat diterjang peluru pasukan Zionis yang menembus bagian kepala dan perutnya.

Distrik itu dilanda bentrokan pasukan Zionis dengan warga Palestina usai prosesi pemakaman seorang bocah Palestina, Mohammad Al-Allami, 12 tahun, yang gugur sehari sebelumnya akibat tembakan pasukan Zionis.

Seperti pernah diberitakan, Al- Allami tertembak ketika berada di dalam mobil bersama ayahnya di sebuah lokasi di dekat kota Al-Khalil (Hebron) di bagian selatan Tepi Barat. Parahnya, bocah itu tertembak di lokasi yang sedang tenang tanpa ada kerusuhan atau bentrokan. (/alalam)

Konvoi Logistik Militer AS Diserang, Brigade Hizbullah Berjanji Paksa Pasukan AS Keluar dari Irak

Kelompok pejuang Brigade Hizbullah Irak merilis sebuah statemen yang menegaskan bahwa “pasukan teroris AS” mau tidak mau harus keluar dari AS karena para pejuang Irak akan memaksa mereka dengan segala cara yang sah.

Dikutip saluran saluran Al-Nujaba, Kamis (29/7), Brigade Hizbullah menegaskan pihaknya bersikukuh pada penolakan dan perlawanan terhadap hegemoni AS atas sumber daya bangsa Irak.

“Seberapapun tekanan dan tantangan membesar tak akan menjadi penghalang bagi brigade ini…  Kubu resistensi dengan semua kelompoknya akan tetap menjadi duri di mata musuh, AS, dan pada akhirnya mereka siap mengalahkan dan memaksanya keluar dari negeri ini (Irak),” bunyi statemen tersebut.

Brigade Hizbullah memperingatkan bahwa jika pasukan AS tak keluar dari Irak maka akan ada serangan-serangan yang lebih besar terhadap “pasukan teroris” ini.

Abu Ali Al-Askari, pejabat keamanan Brigade Hizbullah Irak, beberapa waktu lalu memperingatkan bahwa di negara ini jangan sampai terjadi lagi konflik sektarian, “karena semua pihak akan sama-sama rugi kecuali  AS, Zionis dan dinasti Al-Saud (Arab Saudi)”.

Dia juga menegaskan bahwa AS tak mengenal apapun kecuali bahasa kekerasan dan baru akan berhenti menganiaya bangsa Irak apabila kelompok-kelompok pejuang negara ini dapat mengukuhkan perimbangan deterensinya.

Dia juga juga menyatakan bahwa kubu resistensi Irak dalam beberapa peperangan telah berhasil memaksakan kehendak rakyat Irak kepada pasukan pendudukan AS.

Sementara itu, media lokal Irak di hari yang sama melaporkan bahwa sebanyak tiga konvoi logistik AS menjadi  target serangan menyusul serangan yang terjadi sebelumnya terhadap pangkalan militer di Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Saluran Telegram Sabeerin News melaporkan bahwa satu konvoi logistik AS menjadi sasaran di provinsi Nasiriyah di Irak selatan, sebagaimana dua konvoi lainnya di Diwaniyah, Irak tengah.

Serangan baru ini terjadi beberapa jam setelah dilaporkan bahwa dua roket telah ditembakkan ke Pangkalan Al-Tauhid III yang ditempati oleh pasukan AS di komplek Kedutaan Besar AS di Zona Hijau Bagdad. (fna)

Tentara Suriah Gelar Operasi Ganyang Teroris di Kota Daraa

Tentara Arab Suriah (SAA) mulai menggelar operasi militer terhadap kawanan teroris bersenjata yang bersarang di kota Daraa, Suriah selatan, Kamis (29/7).

Dikutip Sputnik, satu narasumber di lapangan mengatakan, “SAA memulai operasi militer beberapa jam setelah terjadi pelanggaran kesepakatan antarpetinggi, yang dicapai oleh kelompok-kelompok senior, para wakil berbagai kelompok dan para sesepuh Daraa.”

Sumber ini menjelaskan bahwa sesuai kesepakatan itu kelompok-kelompok bersenjata harus meletakkan senjata mereka dan menjalani proses pemulihan status mereka sebagai warga sipil.

“Operasi ini bergerak dari tahap ke tahap  untuk memberikan kesempatan kembali kepada perundingan damai,” imbuhnya.

Sputnik juga mengutip keterangan sumber-sumber lokal bahwa pemerintah Suriah memperkuat kehadiran militernya antara lain dengan menempatkan sejumlah tank, perlengkapan lapis baja, artileri dan ratusan tentara.

Menurut Sputnik, kelompok-kelompok militan pada dini hari Kamis kemarin telah menembakkan beberapa roket ke arah para staf lembaga Palang Merah namun tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban.

Beberapa waktu lalu, tak lama setelah penyelenggaraan pemilu presiden Suriah terjadi sebuah ledakan di sebuat tempat pemungutan suara di kota Daraa.

Wakil Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Vadim Kolet, juga telah memperingatakan bahwa sesuai laporan-laporan yang didapatnya, jaringan-jaringan teroris di beberapa kawasan di Provinsi Daraa sedang menghimpun pasukan untuk melancarkan aksi-aksi perusakan dan sabotase. (fna)