Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 30 Agustus 2019

iran IRGCJakarta, ICMES: IRGC mengacam akan mengempur pangkalan militer dan kapal perang AS di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Teluk Aden jika sampai satu saja rudal atau bom AS jatuh di Iran.

Pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansor Hadi menuding Uni Emirat Arab (UEA) telah melancarkan serangan udara terhadap milisi di kota Aden dan provinsi Abyan di bagian selatan Yaman.

Berita selengkapnya:

Iran Ancam Gempur Pangkalan AS di Emirat dan Qatar

Komandan Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Amir Ali Hajizadeh, mengacam akan mengempur pangkalan militer dan kapal perang AS di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Teluk Aden jika sampai satu saja rudal atau bom AS jatuh di Iran.

“Kami sudah menentukan sebelumnya sasaran-sasaran berupa pangkalan AS di Emirat dan Qatar untuk balasan terhadap serangan AS… Intelijen negara-negara sahabat telah memberitahu kami adanya niat AS untuk menyerang kami, tapi kami tahu bahwa ini tidak akan pernah terjadi,” ujarnya, Kamis (29/8/2019), sembari menyebutkan bahwa tertembak jatuhnya nirawak AS telah menjauhkan momok perang dari Iran.

Dia menambahkan, “Sebagian pejabat belum percaya bahwa orang-orang Eropa merupakan bagian dari rencana keji AS yang bermaksud menggertak kami dengan perang jika kami keluar dari perjanjian nuklir.”

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan penolakan negaranya terhadap perundingan dengan AS selagi negara arogan ini enggan mencabut sanksinya terhadap Iran.

Dalam pidato di Institut Studi Strategis dan Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (29/8/2019), dia mengatakan tidak mungkin Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump selagi AS tidak menghentikan “teror ekonomi” terhadap bangsa Iran.

Zarif yang masih akan melanjutkan safarinya dari Malaysia ke Cina dan Jepang menilai penghentian sanksi itu akan dapat membantu menyelamatkan perjanjian nuklir Iran yang telah diabaikan oleh AS sejak setahun lalu.

“Anda tidak akan berunding dengan para teroris. Jika mereka menghendaki perundingan maka mereka harus meninggalkan terorisme,” ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya, Presiden Iran Hassan Hassan Rouhani mengatakan Iran tidak menutup kemungkinan perundingan jika memang menguntungkan negara ini. Dia juga mengatakan bahwa tidak akan terjadi perkembangan positif dalam hubungan Iran-AS selagi Washington tidak mencabut sanksinya terhadap Teheran. (raialyoum)

Mansour Hadi Tuding Emirat Gunakan Jet Tempur Terhadap Milisi di Yaman Selatan

Pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansor Hadi menuding Uni Emirat Arab (UEA) telah melancarkan serangan udara terhadap milisi di kota Aden dan provinsi Abyan di bagian selatan Yaman.

“Kami mengecam serangan udara Emirat terhadap pasukan kami di Aden dan Zanjibar, yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka di kalangan sipil maupun di kalangan pasukan ini,” ungkap Hadi, seperti dikutip oleh wakil menteri luar negerinya, Mohammad al-Hadhrami, melalui halaman Twitter-nya, Kamis (29/8/2019).

Al-Hadhrami menyatakan bahwa UEA bertanggungjawab penuh atas “serangan brutal”-nya, dan bahwa serangan ini melanggar hukum dan konvensi internasional.

Dia kemudian memuji Kerajaan Arab Saudi karena berpihak kepada apa yang disebutnya “perintahan berlegitimasi.”

Dia juga mendesak masyarakat internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, mengutuk serangan udara itu dan menunaikan tanggungjawabnya menjaga keamanan, perdamaian, dan integritas Yaman.

Sementara itu, reporter al-Alam di Yaman melaporkan lebih dari 40 orang pasukan loyalis Mansour Hadi tewas terkena serangan udara UEA di tengah pertempuran antara pasukan Dewan Transisi dan pasukan Mansour Hadi di kawasan Khur Maksar di Aden.

Sumber Yaman menyebutkan bahwa pasukan Dewan Transidi yang didukung UEA kembali disebar di Aden dan beberapa provinsi lain serta merebut sejumlah kota di Yaman selatan.

Portal berita al-Yamani al-Youm menyebutkan bahwa pasukan itu berhasil merebut kembali markas Brigade V dan kantor adminitrasi keamanan di Lahij beberapa jam setelah markas itu jatuh ke tangan pasukan Hadi.

Sumber lokal mengatakan bahwa pasukan Al-Hizam al-Amni (Sabuk Pengaman) yang pro-UEA pada Kamis pagi telah menguasai  kawasan al-Alam di bagian timur kota Aden.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa pasukan bantuan pendukung Dewan Transisi bersama dengan persenjataan lengkapnya telah masuk ke beberapa provinsi di Yaman selatan dari empat provinsi. (alalam/raialyoum)

Emirat Lancarkan Serangan Udara di Aden dengan Dalih Perangi Teroris, Mansour Hadi Membantah

Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa serangan udaranya di Aden, Yaman selatan, pada Kamis  (29/8/2019), dilancarkan terhadap “organisasi-organisasi teroris” yang menyerang pasukan koalisi dan bandara Aden, namun presiden pelarian Yaman Mansour Hadi membuat pernyataan yang menyudutkan UEA.

Menanggapi tuduhan sebelumnya dari menteri luar negeri pemerintahan presiden pelarian Yaman Mansour Hadi terkait dengan serangan udara UEA di Aden, UEA menegaskan pihaknya “berhak membela diri dan bereaksi terhadap ancaman” yang dihadapi pasukan koalisi pimpinan Saudi.

“Organisasi-organisasi teroris mulai meningkatkan secara signifikan serangannya terhadap pasukan koalisi dan warga sipil sehingga menjadi ancaman langsung bagi keamanan pasukan ini dan memancing serangan udara terbatas terhadap milisi teroris pada 28-29 Agustus 2019, sesuai aturan dalam Perjanjian Jenewa dan undang-undang kemanusian internasional,” bunyi statemen Kementerian Luar Negeri UEA.

Statemen itu juga menyebutkan bahwa badan intelijen UEA dalam beberapa pekan terakhir telah memantau pergerakan sel-sel teroris di berbagai kawasan Yaman, “yang menjadi ancaman bagi perjuangan pasukan koalisi membasmi bahaya teroris di Yaman serta bagi upaya perlawanan terhadap milisi Houthi (Ansarullah), pihak yang paling diuntungkan oleh tersebarnya kekacauan dan organisasi-organisasi teroris.”

Di pihak lain, presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi menyerukan kepada Saudi agar menghentikan campur tangan UEA, dukungannya kepada kelompok-kelompok separatis Yaman, dan serangannya udaranya terhadap pasukan Mansour Hadi. Dia juga mengatakan bahwa UEA tidak perlu mencari-cari dalih sebagai pintu masuk untuk membelah Yaman atau bertindak ekstrem terhadap sejengkalpun wilayah Yaman.

Dalam pernyataan yang ditayangkan televisi Yaman, Hadi menegaskan, “Kehormatan dan kehidupan kami adalah demi melindungi dan membela negeri kami dan kedaulatannya, dan pertempuran sekarang adalah pertempuran determinan demi membela kesatuan, keselamatan, dan stabilitas negeri leluhur dan masa depan anak cucu di Yaman yang bersatu dan adil.”

Mansour Hadi juga menyebutkan adanya “milisi-milisi pembangkang”, yaitu pasukan Dewan Transisi Yaman Selatan yang telah menyerang lembaga-lembaga pemerintah dan kamp-kamp militer di Aden dengan dukungan, dana, dan perencanaan pemerintah UEA, kemudian meluas ke arah provinsi Lahij dan Abyan untuk menjatuhkan lembaga-lembaga dan kamp-kamp militer pemerintahan Hadi, hingga mencapai provinsi Shabwah.

Hadi menuding UEA sedang memanfaatkan situasi buruk yang melanda Yaman “agar pasukan Dewan Transisi menguasai lembaga-lembaga negara yang sah.”

Hadi menjelaskan, “Jet-jet tempur UEA telah melancarkan beberapa serangan militer terhadap warga sipil dan tentara nasional di tengah kawasan permukiman di berbagai lokasi di Aden, hingga menyebabkan tentara menarik diri ke pinggiran provinsi Aden demi melindungi ibu kota (sementra) ini dan penduduknya yang Muslim dan merdeka dari kehancuran menggila yang dilakukan oleh milisi transisi yang didukung dengan serangan udara jet-jet tempur UEA.”

Hadi mengaku terkejut atas “serangan udara pada Kamis pagi itu, yang telah menjatuhkan puluhan korban tewas dan luka di provinsi Abyan dan Aden, dan atas aksi-aksi penyerbuan dan penangkapan yang telah dilakukan sampai pada batas eksekusi para korban luka di sejumlah rumah sakit Abyan.”

Dia lantas bersumpah akan melawan semua itu sembari menyebutkan nama Iran.

“Senjata, arsenal, dan milisi Iran tidak membuat kami takut, demikian pula jet-jet tempur sia-sia (UEA) yang menyerang wilayah kami,” tegasnya. (raialyoum)